Hari Bhayangkara ke-80, Ketua PC LMP Lampung Utara Agung Satriawan Apresiasi Dedikasi Polri untuk Masyarakat

LAMPURA -(deklarasinews.com)- Ketua Pimpinan Cabang Laskar Merah Putih (PC LMP) Kabupaten Lampung Utara, Agung Satriawan, menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri), khususnya Kepolisian Resor (Polres) Lampung Utara. Selasa 30 Juni 2026 di markas PC LMP Lampung Utara

Dalam momentum bersejarah ini, Agung Satriawan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi, loyalitas, dan pengorbanan yang telah diberikan oleh Korps Bhayangkara selama delapan dekade dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

“Selama 80 tahun, Polri telah membuktikan komitmennya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Kami dari keluarga besar PC LMP Lampung Utara mengucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Terima kasih atas pengabdian tanpa lelah demi menjaga situasi kamtibmas yang kondusif,” ujar Agung Satriawan.

Sinergitas LMP dan Polri

Agung juga menegaskan bahwa PC LMP Lampung Utara siap terus bersinergi dengan pihak kepolisian dalam mendukung program-program kamtibmas, khususnya di wilayah Lampung Utara. Menurutnya, keharmonisan antara organisasi kemasyarakatan dan aparat penegak hukum adalah kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai.

Ia berharap di usia yang ke-80 ini, Polri dapat terus bertransformasi menjadi institusi yang semakin presisi (prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan) serta selalu dicintai oleh masyarakat.

“Semoga Polri semakin jaya, semakin profesional, dan terus berdiri tegak di garda terdepan dalam memberikan rasa aman bagi seluruh rakyat Indonesia. Polri Presisi Mendukung Percepatan Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan menuju Indonesia Emas,” pungkasnya.zainal

Jamal Pengurus KNPI Lampung Ajak Masyarakat Bijak Berpolitik dan Tetap Objektif

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Pengurus Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Lampung, Jamal, mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih bijak dalam menyikapi dinamika politik. Menurutnya, perbedaan pilihan politik merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi, namun jangan sampai membuat masyarakat saling bermusuhan dan melupakan persoalan utama yang dihadapi rakyat.

“Saya sering melihat masyarakat kecil saling berdebat, saling menghujat, bahkan bertengkar demi membela tokoh atau pejabat tertentu. Padahal, kita jarang melihat para pejabat saling berselisih hanya karena memperjuangkan nasib rakyat miskin. Ini menjadi bahan renungan bagi kita semua,” ujar Jamal, Selasa (30/6/2026).

Jamal menegaskan bahwa masyarakat harus mampu membedakan antara loyalitas kepada tokoh dengan kepentingan bangsa. Menurutnya, dukungan kepada pemerintah atau pemimpin harus diberikan secara objektif berdasarkan manfaat kebijakan yang dirasakan masyarakat.

“Kalau kebijakannya baik, mari kita dukung sepenuhnya. Tetapi jika ada kebijakan yang kurang tepat, sudah menjadi kewajiban kita sebagai warga negara untuk memberikan kritik yang santun, objektif, dan disertai solusi. Demokrasi yang sehat membutuhkan dukungan sekaligus pengawasan dari rakyat,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang memecah belah persatuan, baik di media sosial maupun dalam kehidupan sehari-hari. Energi bangsa, menurutnya, seharusnya difokuskan untuk mencari solusi atas berbagai persoalan seperti kemiskinan, pendidikan, kesehatan, dan penciptaan lapangan kerja.

“Jangan sampai rakyat terus diadu oleh perbedaan pilihan politik, sementara persoalan kesejahteraan belum terselesaikan. Kita boleh berbeda pilihan, tetapi jangan sampai kehilangan rasa persaudaraan sebagai sesama anak bangsa,” tegasnya.

Sebagai Pengurus KNPI Lampung, Jamal mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan, mengedepankan akal sehat, serta membangun budaya diskusi yang santun dan produktif.

“Politik seharusnya menjadi sarana untuk menghadirkan kesejahteraan rakyat, bukan menjadi alasan untuk saling membenci. Mari kita bersama-sama mengawal setiap kebijakan demi Indonesia yang lebih maju, adil, dan sejahtera,” pungkasnya.(Red)

Bela Budaya Bantah Isu Penolakan Jadi Penyebab Batalnya Kunjungan Joko Widodo ke Pugung Raharjo

LAMTIM -(deklarasinews.com)- Ketua Bela Budaya Lampung Timur, Nurdin, menegaskan bahwa tidak pernah ada penolakan dari tokoh adat maupun masyarakat terhadap rencana kunjungan Joko Widodo ke kawasan Taman Purbakala Pugung Raharjo, Lampung Timur.

Menurut Nurdin, justru para tokoh adat dari enam desa telah menyatakan kesiapan mereka menyambut kedatangan Jokowi. Bahkan, kata dia, para tokoh adat telah membuat video pernyataan yang berisi dukungan dan kesiapan menerima kehadiran Jokowi di Taman Purbakala Pugung Raharjo.

“Informasi yang menyebut batalnya kunjungan Pak Jokowi karena adanya penolakan dari tokoh adat tidak benar. Tidak ada penolakan. Tokoh adat dari enam desa sudah menyatakan siap menerima kehadiran beliau,” ujar Nurdin.Selasa (30/6/2026).

Nurdin juga menyampaikan bahwa dukungan terhadap rencana kunjungan Bapak Hi. Joko Widodo turut disampaikan oleh para tokoh adat yang tergabung dalam Marga Sekappung dan Bandar Marga Sekappung Limo Migo. Mereka di antaranya Hasan Buay Pengammah (Lid Toba), Ahmad Kaisar, Pangeran Pagar Alam (Lid Bojong), Ibrahim Syah bergelar Batin Syah (Lid Desa Gunung Sugih Besar), Yusuf Pangeran Tinggal (Lid Desa Gunung Raya), Pangeran Anggeran (Lid Desa Peniangan), Ghayo Pagun (Desa Batu Badak), serta Bandar Marga Sekappung Limo Migo. Seluruh tokoh adat tersebut menyatakan dukungan terhadap rencana kunjungan Bapak Hi. Joko Widodo dalam rangka pelestarian budaya di Taman Randu Mas dan Taman Purbakala Pugung Raharjo.

Ia menyayangkan beredarnya informasi yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Menurutnya, apabila terdapat keraguan atau informasi yang belum jelas, seharusnya tim Jokowi di Lampung terlebih dahulu melakukan konfirmasi kepada pihak penyelenggara agar tidak terjadi miskomunikasi.

“Harusnya tim Pak Jokowi di Lampung berkoordinasi dan mengonfirmasi kepada panitia penyelenggara sehingga tidak muncul kesalahpahaman yang akhirnya berkembang menjadi informasi yang keliru,” katanya.

Nurdin menambahkan, batalnya kunjungan Jokowi ke Lampung Timur telah menimbulkan kekecewaan yang cukup besar. Tidak hanya masyarakat yang telah menunggu, tetapi juga para tokoh adat yang sebelumnya telah mempersiapkan penyambutan sebagai bentuk penghormatan kepada mantan Presiden Republik Indonesia tersebut.

“Kami tentu menghormati keputusan yang diambil. Namun kami juga menyayangkan karena masyarakat dan tokoh adat sudah mempersiapkan penyambutan dengan penuh semangat. Kekecewaan itu nyata dirasakan oleh banyak pihak,” tutup Nurdin.

Dukung Kadisdukcapil Palembang yang baru, Aktivis Sumsel Maulana AHA meminta evaluasi pengurusan KK dan KTP yang dinilai lambat

PALEMBANG -(deklarasinews.com)-  Perbaikan sistem pelayanan administrasi publik agar lebih cepat, transparan, dan efisien menjadi pekerjaan rumah (PR) utama bagi Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Palembang yang baru dilantik.

Ekspektasi besar masyarakat ini mencuat seiring dengan ucapan selamat dan mendukung Kadisdukcapil Kota Palembang Dr.Korlena,S.T.,M.T yang disampaikan oleh Ketua Umum Aliansi Aktivis Kritis Indonesia (A2KI), Maulana AHA,S.H.

Menurut Maulana, kepemimpinan baru di Disdukcapil Kota Palembang harus mampu membawa perubahan signifikan. Selama ini, proses pengurusan dokumen adminduk, khususnya Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP), dinilai masih lambat dan berbelit-belit.

Hal tersebut memicu banyak keluhan dari masyarakat yang merasa tidak mendapat kepastian terkait waktu penyelesaian dokumen mereka.Menanggapi persoalan tersebut, A2KI mendesak agar sistem pelayanan segera dibenahi.

Salah satu solusi konkret yang dituntut adalah penerapan transparansi informasi, di mana petugas wajib memberikan estimasi waktu penyelesaian dokumen yang jelas kepada setiap pemohon.

Kini, publik menanti gebrakan dari pejabat baru tersebut. Kepala Disdukcapil Kota Palembang yang baru diharapkan tidak hanya mendengar, tetapi mampu menjawab kritik publik ini dengan aksi nyata di lapangan demi kenyamanan dan kemudahan seluruh warga Palembang. (Rls/Ags).

Ketua KNPI Lampung Iqbal Ardiansyah Nilai Polri Berhasil Rebut Kembali Hati Rakyat

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Lonjakan drastis tingkat kepercayaan publik terhadap Korps Bhayangkara dalam rilis Survei Litbang Kompas periode April–Juni 2026 mendapat apresiasi mendalam dari berbagai elemen masyarakat. Tak terkecuali dari Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Lampung, Iqbal Ardiansyah.

​Berdasarkan data Litbang Kompas tahun 2026, Korps Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mencatatkan kenaikan signifikan di semua variabel dibanding tahun sebelumnya. Tingkat kepercayaan publik melesat dari 76,2% (2025) menjadi 82,4% (2026). Sementara itu, kepuasan kerja menyentuh 67,6%, dan citra positif institusi melonjak tajam ke angka 71,5%.

​Merespons capaian tersebut, Bung Iqbal sapaan akrab Ketua KNPI Lampung menyampaikan pandangannya dengan penuh rasa bangga. Menurutnya, angka-angka ini bukan sekadar statistik di atas kertas, melainkan bukti nyata dari tetesan keringat dan kerja keras seluruh personel kepolisian di lapangan.

“Melihat angka 82,4% untuk kepercayaan publik ini, jujur membuat hati kita bangga. Kita semua tahu beberapa tahun ke belakang bukanlah masa yang mudah bagi Polri. Namun, data tahun 2026 ini berbicara jujur. Polri tidak sedang berdiam diri. Mereka mendengarkan, mereka berbenah, dan mereka bekerja dengan hati,” ujar Iqbal Ardiansyah saat ditemui di kediamannya.

​Iqbal menambahkan bahwa peningkatan citra positif yang melonjak dari 64,4% menjadi 71,5% mencerminkan perubahan paradigma kepolisian yang kini jauh lebih humanis, terutama di mata generasi muda.

“Setiap angka kenaikan di survei ini adalah representasi dari rasa aman yang dirasakan seorang ibu di rumah, kenyamanan pedagang kecil di pasar, dan hadirnya rasa keadilan bagi masyarakat yang membutuhkan. Kenaikan ini adalah bukti bahwa Polri berhasil merebut kembali tempat terbaik di hati rakyat,” ungkapnya.

Meski memberikan apresiasi setinggi-tingginya, Ketua KNPI Lampung ini mengingatkan agar capaian indah ini tidak membuat institusi Polri terlena. Baginya, survei ini harus menjadi bahan bakar baru untuk terus melayani tanpa batas.

​Ke depan, Iqbal menaruh harapan besar agar Polri, khususnya Polda Lampung dan jajaran di bawahnya, terus memperkuat sinergi dengan elemen pemuda dan masyarakat sipil.

​”Harapan kami dari pemuda KNPI, jadikan angka 82,4% ini sebagai amanah yang sakral. Jangan pernah lelah untuk hadir sebagai pelindung yang teduh, pengayom yang tulus, dan penegak hukum yang adil tanpa pandang bulu. Kami ingin melihat Polri yang tidak hanya ditakuti karena hukumnya, tetapi dicintai karena kehadirannya di tengah kesulitan rakyat,” harap Iqbal.

​Menutup pernyataannya, Iqbal menegaskan bahwa pemuda Lampung siap berdiri bersama Polri untuk menjaga kondusivitas dan mengawal transformasi kepolisian yang semakin presisi di masa depan.

Hadiri Pengajian Umum NU, Kepala Pekon Bandung Baru Ajak Masyarakat Perkuat Fondasi Moral

PRINGSEWU -(deklarasinews.com)- Kepala Pekon Bandung Baru, Slamet Riyadi, yang juga menjabat sebagai Ketua ABDESI Merah Putih Kabupaten Pringsewu, menghadiri pengajian umum yang digelar Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Pekon Bandung Baru dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Acara yang dihadiri Ketua Ranting NU Pekon Bandung Baru Junaidi Abas, Ketua MWC NU Kecamatan Adiluwih H. Muhamad Azis, tokoh agama, tokoh masyarakat dan ratusan jamaah ini di adakan di Mushola Al-Jihad, Dusun 01, Pekon Bandung Baru, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, Sabtu (27/6/2026).

Selain pengajian umum, panitia juga memberikan santunan kepada 46 anak yatim dan 10 kaum dhuafa sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus wujud kebersamaan dalam menyambut Tahun Baru Islam.

Ketua Ranting NU Pekon Bandung Baru, Junaidi Abas, mengatakan bahwa pengajian umum tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang telah menjadi tradisi warga NU di Pekon Bandung Baru.

“Alhamdulillah, kegiatan ini telah menjadi agenda rutin setiap tahun yang dilaksanakan secara bergilir di mushola maupun masjid yang ada di Pekon Bandung Baru. Tahun 2026 ini merupakan pelaksanaan yang ke-15,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Kepala Pekon Bandung Baru Slamet Riyadi mengajak masyarakat menjadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai sarana memperkuat keimanan, menjaga persatuan, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Ia juga menyampaikan sebuah falsafah bahwa kehidupan manusia ibarat akar pohon yang menjadi penopang utama agar pohon tetap berdiri kokoh.

“Hidup ini seperti akar pohon. Dalam menjalani kehidupan dan bertingkah laku sehari-hari, kita diajarkan pentingnya memiliki fondasi yang kokoh, ketekunan, dan keikhlasan. Layaknya akar yang menopang pohon agar tidak tumbang, prinsip tersebut membimbing manusia untuk menjalani hidup dengan nilai-nilai moral yang kuat, meskipun tidak selalu terlihat oleh orang lain,” ujar Slamet Riyadi.

Menurutnya, nilai-nilai yang diperoleh dari pengajian hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi mampu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari sehingga tercipta kehidupan masyarakat yang rukun, harmonis, dan saling menghormati.

Pengajian umum tersebut menghadirkan penceramah KH. Agus Kholik dari Gadingrejo.

Dalam tausiyahnya, ia mengajak jamaah menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum hijrah menuju pribadi yang lebih baik dengan meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan memperbanyak amal saleh.

Antusiasme masyarakat yang hadir mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan serta komitmen warga NU Pekon Bandung Baru dalam menjaga tradisi keagamaan yang telah berlangsung selama 15 tahun. [ Mm,KW-RI ]

Peduli Lansia, Lurah Bukit Kemuning Antar Langsung Bantuan Pangan Door-to-Door

LAMPURA -(deklarasinews.com)- Sebagai wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat, Kelurahan Bukit Kemuning, Kecamatan Bukit Kemuning, Kabupaten Lampung Utara melaksanakan penyaluran bantuan ketahanan pangan berupa beras dan minyak goreng. Menariknya, bantuan kali ini diantarkan langsung secara door-to-door ke rumah warga yang membutuhkan pada hari minggu 28 Juni 2026

Salah satu penerima manfaat adalah Ibu Aisah, seorang lansia jompo berusia 94 tahun yang bertempat tinggal di Lingkungan XIV, Kelurahan Bukit Kemuning.

ibu Aisah yang lahir pada tahun 1932 ini kini sudah mengalami keterbatasan fisik dan tidak mampu lagi berjalan untuk mengambil bantuan di kantor kelurahan.

Melihat kondisi tersebut, Lurah Bukit Kemuning, Ibu Ema Fitriana, SE., MM., turun langsung ke lapangan untuk menyerahkan bantuan tersebut. Tidak sendirian, Ibu Lurah didampingi oleh staf kelurahan, Bapak Welly yozan Alnazi SE, serta Ketua RT setempat, Bapak M. Yani.

“Kami ingin memastikan bahwa program ketahanan pangan ini benar-benar tepat sasaran dan menjangkau warga yang paling membutuhkan, terutama para lansia yang memiliki keterbatasan fisik untuk beraktivitas,” ujar Ibu Ema Fitriana di sela-sela kegiatannya.

Aksi jemput bola ini mendapat apresiasi mendalam dari pihak keluarga dan warga sekitar. Kehadiran jajaran aparatur kelurahan hingga ke dalam rumah warga menjadi bukti nyata hadirnya pelayanan publik yang inklusif, responsif, dan penuh empati di Kecamatan Bukit Kemuning.(zainal)

Jamal Apresiasi Pelaksanaan Musprov VIII APINDO Lampung di Hotel Emersia

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)– Ketua DPD I Komite OSIS Nasional Provinsi Lampung, Jamal, menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terselenggaranya Musyawarah Provinsi (Musprov) VIII APINDO Lampung yang digelar di Hotel Emersia, Bandar Lampung, Minggu, 28 Juni 2026. Musprov menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara dunia usaha, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Jamal mengapresiasi pelaksanaan Musprov APINDO Lampung yang dinilainya sebagai forum strategis dalam merumuskan arah organisasi sekaligus memperkuat kontribusi para pelaku usaha terhadap pembangunan di Provinsi Lampung.

“Atas nama DPD I Komite OSIS Nasional Provinsi Lampung, saya mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya Musyawarah Provinsi VIII APINDO Lampung. Semoga kegiatan ini menghasilkan kepemimpinan yang amanah, inovatif, dan mampu membawa APINDO Lampung semakin maju serta memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Jamal, Minggu 28 Juni 2026.

Ia berharap APINDO Lampung terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang sehat, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong lahirnya pelaku usaha baru, khususnya dari kalangan generasi muda.

Menurut Jamal, kolaborasi antara dunia usaha dan generasi muda perlu terus diperkuat agar tercipta sumber daya manusia yang unggul, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu menjawab tantangan ekonomi di masa depan.

“Komite OSIS Nasional siap mendukung berbagai program yang mendorong peningkatan kapasitas generasi muda, khususnya dalam bidang kewirausahaan, kepemimpinan, dan inovasi. Sinergi antara dunia pendidikan dan dunia usaha akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tambahnya.

Jamal juga berharap hasil Musprov VIII APINDO Lampung dapat melahirkan berbagai program kerja yang mampu memperkuat daya saing dunia usaha di Lampung, meningkatkan investasi, serta membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Musprov VIII APINDO Lampung sebelumnya menjadi forum konsolidasi organisasi dan menghasilkan kepemimpinan baru untuk periode 2026–2031, sekaligus menegaskan komitmen APINDO dalam memperkuat peran dunia usaha sebagai mitra pembangunan daerah. (Red)

PW Wanita Islam Lampung Peringati Milad ke-64, Teguhkan Komitmen Bangun Keluarga Tangguh dan Berdayakan Ekonomi Umat

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Pimpinan Wilayah (PW) Wanita Islam Provinsi Lampung menggelar puncak peringatan Milad ke-64 yang dirangkaikan dengan Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Masjid Al Muhajirin, Perumnas Way Halim, Kota Bandar Lampung, Sabtu (27/6/2026) pagi.

Mengusung tema “Membangun Keluarga Tangguh, Menguatkan Ekonomi dan Menebar Manfaat Bagi Umat”, kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri pengurus Wanita Islam se-Provinsi Lampung, perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, organisasi perempuan, serta para jamaah.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an Surah Ali Imran ayat 133-134 oleh qari’ah Fatimah Azzahra yang didampingi saritilawah Hj. Bakdiana Kurnianti, S.E.

Ketua Panitia, Prof. Dr. Hj. Umi Hijriyah, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus Wanita Islam se-Provinsi Lampung, para jamaah, dan panitia yang telah bekerja sama sehingga pelaksanaan Milad ke-64 dan Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dapat berjalan dengan baik.

“Terima kasih kepada seluruh pengurus Wanita Islam se-Provinsi Lampung, para jamaah yang hadir, serta seluruh panitia yang telah bekerja sama sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, sambutan Ketua PW Wanita Islam Provinsi Lampung, Ir. Hj. Handjarita Gatot, M.B.A., yang dibacakan Ketua I, Dra. Hj. Rumaimah, M.Pd.I., menegaskan bahwa usia 64 tahun menjadi bukti ketahanan, konsistensi, dan keikhlasan perjuangan organisasi dalam mengabdi kepada umat.

“Usia 64 tahun bukanlah waktu yang singkat bagi sebuah organisasi. Angka ini menjadi bukti ketahanan, konsistensi, dan keikhlasan para pejuang Wanita Islam dari masa ke masa, khususnya di Bumi Ruwa Jurai yang kita cintai,” katanya.

Menurutnya, momentum Milad yang bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah harus dimaknai sebagai semangat hijrah untuk melakukan transformasi diri maupun organisasi menuju arah yang lebih baik.

Ia menjelaskan, tema yang diangkat tahun ini memiliki tiga fokus utama, yakni membangun keluarga tangguh, menguatkan ekonomi, dan menebar manfaat bagi umat.

Pada aspek keluarga, Wanita Islam menegaskan pentingnya keluarga sebagai madrasah pertama dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia. Di tengah tantangan era digital, perempuan diharapkan mampu menjadi benteng moral dan spiritual bagi keluarga.

Di bidang ekonomi, organisasi berkomitmen mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan melalui penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengembangan ekonomi kreatif, serta peningkatan literasi keuangan syariah guna memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

Sementara dalam bidang sosial, Wanita Islam bertekad terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan yang memberikan manfaat nyata bagi umat.

Sebagai wujud kepedulian sosial, pada kesempatan tersebut PW Wanita Islam Provinsi Lampung juga menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim dan piatu.

Rumaimah turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus PW, PD, PC hingga tingkat ranting atas dedikasi dan keikhlasan dalam membesarkan organisasi. Ia juga mengajak seluruh kader menyukseskan Muktamar ke-13 Wanita Islam yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Oktober 2026.

“Marilah kita jadikan momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dan Milad ke-64 ini untuk merapatkan barisan, menyatukan potensi, serta bergerak bersama secara sinergis dengan pemerintah daerah maupun organisasi kemasyarakatan lainnya,” ujarnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan Ustadz Dr. H. Anas Hidayatulloh, M.Ag. Dalam ceramahnya, ia menjelaskan keistimewaan perempuan dalam Islam sekaligus pentingnya peran perempuan dalam membangun peradaban.

Ia mencontohkan ketangguhan Asiyah, istri Fir’aun, yang menyelamatkan Nabi Musa AS ketika dihanyutkan di sungai, serta Hajar, istri Nabi Ibrahim AS, yang dengan penuh kesabaran berusaha mencari air bagi putranya hingga menjadi asal-usul pelaksanaan Sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah.

“Perempuan adalah makhluk yang sangat istimewa yang Allah ciptakan untuk mendampingi kaum Adam. Jika perempuannya baik, maka negara akan baik. Tidak akan ada umat yang baik tanpa perempuan yang baik,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Islam memberikan penghormatan yang sangat tinggi kepada perempuan, terutama kepada ibu sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur’an agar senantiasa berkata baik dan tidak membentaknya.

Menurutnya, perempuan Islam harus mengambil peran strategis dalam membangun keluarga, masyarakat, dan bangsa dengan menjadi pribadi yang kuat, berakhlak mulia, serta mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Kegiatan berlangsung penuh khidmat dan menjadi momentum memperkuat ukhuwah, semangat hijrah, serta komitmen Wanita Islam Provinsi Lampung dalam mencetak keluarga tangguh, memberdayakan ekonomi perempuan, dan menghadirkan manfaat nyata bagi umat.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan tamu undangan sebagai penanda kebersamaan dalam memperingati Milad ke-64 Wanita Islam dan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Ada Apa Ketum APKASI Jadi Sorotan

LAHAT -(deklarasinews.com)- Ketua umum APKASI Jadi Sorotan, diduga pendopoan bupati Lahat tidak mengibarkan bendera merah putih, publik pertanyakan kepatuhan terhadap simbol negara.

Keberadaan Bendera Merah Putih sebagai simbol kedaulatan dan kehormatan bangsa menjadi sorotan publik di Kabupaten Lahat. Pasalnya, sejumlah warga mempertanyakan tidak terlihatnya Bendera Merah Putih maupun tiang bendera di kawasan Pendopoan Rumah Dinas Bupati Lahat.

Sorotan ini semakin menarik perhatian karena Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, saat ini juga menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), organisasi yang menaungi pemerintah kabupaten di seluruh Indonesia.

Sanderson Syafe’i, warga Kabupaten Lahat, menilai keberadaan Bendera Merah Putih di rumah jabatan kepala daerah memiliki makna yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga simbolik.

“Sebagai rumah jabatan kepala daerah, terlebih pemimpinnya juga memegang amanah di tingkat nasional, keberadaan Bendera Merah Putih tentu memiliki nilai simbolik yang sangat penting,” ujarnya, Jum’at (26/6) saat ditemui awak media di kantornya bilangan Bandar Jaya.

Menurut Sanderson, persoalan yang menjadi perhatian publik bukan semata-mata ada atau tidaknya tiang bendera, melainkan pesan yang disampaikan melalui simbol negara di lingkungan rumah jabatan kepala daerah.

Ia menyebut, berdasarkan pengamatannya, pada masa kepemimpinan Bupati Lahat Bursah Zarnubi dan Wakil Bupati Widia Ningsih, Bendera Merah Putih sudah tidak terlihat berkibar di Pendopoan Bupati. Bahkan, tiang bendera yang sebelumnya berada di sebelah kanan pintu masuk pendopo juga tidak tampak lagi.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Lahat memberikan penjelasan apakah tidak dikibarkannya Bendera Merah Putih disebabkan oleh faktor teknis, penataan kawasan, renovasi, atau alasan lainnya.

“Jangan sampai masyarakat diwajibkan menghormati Merah Putih, sementara di lingkungan rumah jabatan pejabat publik justru simbol negara tidak tampak sebagaimana mestinya,” kata Sanderson.

Menurutnya, rumah dinas bupati bukan hanya berfungsi sebagai tempat tinggal kepala daerah, tetapi juga merupakan simbol penyelenggaraan pemerintahan yang sepatutnya memberikan teladan dalam penghormatan terhadap lambang dan simbol negara.

“Merah Putih bukan sekadar pelengkap halaman kantor atau rumah jabatan. Ia adalah simbol kedaulatan bangsa yang seharusnya mendapat tempat terhormat di setiap lingkungan pemerintahan,” pungkas Advokat muda ini.

Hingga berita ini diterbitkan, Bupati Lahat Bursah Zarnubi telah dimintai tanggapan melalui pesan WhatsApp ke nomor 08132222xxxx, namun belum memberikan jawaban. Apabila terdapat penjelasan atau klarifikasi dari Pemerintah Kabupaten Lahat, redaksi akan memuatnya sebagai bagian dari pemberitaan yang berimbang. (Rep)