Temuan Bayi Perempuan di Tepi Sungai, Ibu Kandung Berhasil Diamankan Polisi

ASAHAN –(deklarasinews.com)- Warga Dusun IV, Desa Panca Arga, Kecamatan Rawang Panca Arga, Kabupaten Asahan, digegerkan dengan penemuan seorang bayi perempuan di tepi sungai pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.

Kejadian bermula saat Kenedy Siregar (40), penjaga malam di koperasi desa, mendengar suara tangisan bayi dari arah tepi sungai. Ia bersama rekannya, Guntur Saragih (37), segera mencari sumber suara dan menemukan bayi perempuan yang masih menangis terbungkus kain di lokasi tersebut. Bayi langsung dibawa ke Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Panca Arga guna mendapatkan pertolongan medis. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bayi mengalami luka sayat pada bagian wajah. Peristiwa ini kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsubsektor Rawang Panca Arga bersama Unit Reskrim dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Asahan segera melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas orang yang bertanggung jawab.

Berdasarkan hasil penyelidikan, petugas memperoleh informasi mengenai identitas ibu kandung bayi tersebut. Pada Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 19.00 WIB, perempuan berinisial ES berhasil diamankan di sebuah rumah kontrakan di Dusun III, Desa Serdang, Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan. Saat diperiksa, ES mengakui bahwa bayi yang ditemukan di tepi sungai adalah anak kandungnya. Ia menyebutkan ayah bayi adalah seorang pria yang dipanggil dengan nama panggilan S.

Perempuan tersebut beserta barang bukti terkait kini telah dibawa ke Satreskrim Polres Asahan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam penanganan kasus ini, polisi telah melakukan pengecekan di tempat kejadian perkara, meminta keterangan sejumlah saksi, melakukan dokumentasi, serta melaporkan perkembangan kasus kepada pimpinan.

Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Immanuel P. Simamora, S.H., M.H., membenarkan adanya penanganan kasus ini. “Saat ini proses penyelidikan dan pemeriksaan masih terus dilakukan guna mengungkap secara terang seluruh rangkaian peristiwa yang sebenarnya,” ujarnya.

Polres Asahan juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait kasus ini dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada pihak kepolisian.(Doni)

Komplotan Pelaku Curas ditangkap Polisi Dan Berhasil Ungkap Kejahatan di Delapan TKP

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Polsek Candipuro berhasil membongkar komplotan spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang beraksi di sejumlah lokasi di Kabupaten Lampung Selatan. Ironisnya, para pelaku ternyata masih bertetangga dengan korbannya di Desa Batuliman Indah, Kecamatan Candipuro. Dari hasil pengembangan penyidikan, polisi juga mengungkap keterlibatan komplotan tersebut dalam delapan tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolres Lampung Selatan AKBP Deddy Kurniawan, S.H., S.I.K., M.M., M.Si. mengatakan, fakta yang cukup mengejutkan dalam pengungkapan kasus ini adalah para tersangka memiliki alamat yang sama dengan korban. “Ketiga pelaku memiliki alamat yang sama dengan korban di Desa Batuliman Indah. Jadi memang masih bertetangga,” ujar AKBP Deddy saat konferensi pers.

Kasus ini bermula dari laporan pencurian dua unit sepeda motor milik warga pada 31 Juli 2026. Hasil penyelidikan membawa polisi menangkap Y.S. (21) di Bandar Sribhawono, Kabupaten Lampung Timur. Dari pengembangan terhadap Y.S., petugas kemudian mengamankan R.A. (22) dan K.S. (21) yang diduga sebagai pelaku utama. Saat proses penangkapan, K.S. sempat melakukan perlawanan sehingga petugas memberikan tindakan tegas dan terukur sesuai prosedur.

Dari hasil pemeriksaan, polisi mengungkap bahwa R.A. dan K.S. bukan hanya terlibat dalam satu aksi pencurian. “Berdasarkan pengembangan keterangan pelaku, mereka sudah melakukan pencurian di delapan TKP di wilayah Kecamatan Candipuro dan sekitarnya,” kata AKBP Deddy.

Delapan lokasi yang diakui para pelaku meliputi dua TKP di Desa Way Gelam, masing-masing satu TKP di Desa Sidoasri, Desa Kemas, Desa Banyumas, kawasan Bulog Kalianda, serta dua TKP di Desa Batuliman Indah, termasuk aksi pencurian yang terjadi pada 31 Juli 2026 dan menjadi dasar pengungkapan kasus tersebut. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti hasil kejahatan, termasuk kendaraan bermotor milik korban.

Dalam kesempatan itu, Kapolres menyerahkan kembali dua unit sepeda motor kepada pemiliknya, Zainuri. Korban mengaku bersyukur karena kendaraannya berhasil ditemukan dan dikembalikan. “Terima kasih kepada Bapak Polisi yang telah menangkap para pelaku dan mengembalikan dua kendaraan saya. Sekarang istri saya bisa kembali berjualan ke pasar dan anak saya juga dapat berangkat ke sekolah menggunakan motor,” ujar Zainuri.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman pidana penjara paling lama sembilan tahun. Kapolres menegaskan jajarannya akan terus memburu pelaku kejahatan konvensional yang meresahkan masyarakat. “Kami berkomitmen mengungkap seluruh kasus curat, curas, maupun tindak pidana konvensional lainnya. Apabila pelaku melawan petugas, kami akan melakukan tindakan tegas dan terukur sesuai prosedur. Ini adalah komitmen saya sebagai Kapolres Lampung Selatan,” tegas AKBP Deddy. (*/Cak Ton)

Dukung Pelayanan Publik Modern, Polda Sumsel Mulai Bangun Gedung BPKB Prototype di Kertapati

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Polda Sumatera Selatan memperkuat transformasi pelayanan publik di bidang administrasi kendaraan bermotor melalui groundbreaking pembangunan Gedung Pelayanan BPKB Prototype Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel. Pembangunan fasilitas pelayanan berstandar nasional tersebut menjadi langkah strategis dalam mendukung modernisasi layanan Polri, memperkuat akurasi data penegakan hukum berbasis Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE), sekaligus meningkatkan kepastian hukum kepemilikan kendaraan bermotor bagi masyarakat.

Groundbreaking dipimpin langsung oleh Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., di Jalan H. Sarkowi B, Kelurahan Keramasan, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dan dihadiri Gubernur Sumatera Selatan yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Wakapolda Sumatera Selatan Brigjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., Irwasda Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Feri Handoko Soenarso, S.H., S.I.K., para Pejabat Utama Polda Sumsel, unsur Forkopimda Provinsi Sumatera Selatan, Wali Kota Palembang, Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Sumatera Selatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, Direktur Utama PT Trisurya Daya Elektrikal selaku pelaksana pembangunan, serta tim konsultan perencana dan pengawas.

Gedung Pelayanan BPKB Prototype dibangun di atas lahan hibah Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dengan legalitas Sertifikat Hak Pakai Nomor 14 Tahun 2023. Pembangunan dilaksanakan oleh PT Trisurya Daya Elektrikal dengan masa pekerjaan selama 165 hari kalender, terhitung sejak 26 Juni hingga 10 Desember 2026.

Pembangunan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin modern, cepat, transparan, dan berbasis teknologi. Kehadiran gedung baru ini diharapkan mampu menjawab meningkatnya kebutuhan pelayanan administrasi kendaraan bermotor di Sumatera Selatan sekaligus mendukung sistem penegakan hukum lalu lintas berbasis elektronik yang semakin akurat dan terintegrasi.

Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Roberto Pardede, S.I.K., M.I.K., menjelaskan bahwa pembangunan Gedung Pelayanan BPKB Prototype merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Pembangunan gedung ini kami rancang agar pelayanan penerbitan BPKB semakin cepat, transparan, dan berbasis teknologi, sekaligus mendukung keakuratan data penegakan hukum Electronic Traffic Law Enforcement bagi masyarakat Sumatera Selatan,” ujar Kombes Pol. Roberto Pardede.

Mewakili Gubernur Sumatera Selatan, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan menyampaikan apresiasi atas dimulainya pembangunan Gedung Pelayanan BPKB Prototype. Menurutnya, hibah lahan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam memperkuat pelayanan publik kepada masyarakat.

“Kami berharap aset yang telah dihibahkan dapat dimanfaatkan secara optimal, dipelihara dengan baik, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Sumatera Selatan. Groundbreaking ini menjadi wujud nyata kolaborasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Polda Sumatera Selatan dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin prima,” ujarnya.

Selain prosesi groundbreaking, kegiatan juga dirangkaikan dengan penyerahan sertifikat tanah hibah dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kepada Polda Sumatera Selatan, penyerahan kendaraan operasional dari Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel kepada Satlantas Polrestabes Palembang, serta pemberian bantuan sosial kepada masyarakat dan tokoh masyarakat secara simbolis.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pembangunan Gedung Pelayanan BPKB Prototype merupakan bagian dari transformasi pelayanan Polri yang berorientasi pada kepuasan masyarakat.

“Pembangunan Gedung Pelayanan BPKB Prototype ini merupakan komitmen nyata Polda Sumatera Selatan dalam menghadirkan pelayanan publik yang profesional, modern, transparan, dan mudah diakses masyarakat. Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah melalui peningkatan kualitas pelayanan yang semakin cepat, akuntabel, dan humanis,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya.

Groundbreaking Gedung Pelayanan BPKB Prototype menjadi simbol kuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Polda Sumatera Selatan dalam mendukung transformasi pelayanan publik. Kehadiran fasilitas ini diharapkan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri, meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kendaraan bermotor, serta mendukung terciptanya pelayanan publik yang modern, transparan, dan berintegritas di Sumatera Selatan. (Rls/Ags).

Memasuki Phase Finalization: Renovasi Rutilahu TMMD 129 Bojonegoro di Rumah Pak Koko Dikebut

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Terik matahari di Dusun Krebet tak menyurutkan semangat gotong royong yang membakar di RT.013 RW.006, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Di tempat ini, riuh tawa dan derap langkah para prajurit TNI bersama warga lokal menyatu dalam satu tujuan yakni menuntaskan pengerjaan renovasi Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu) milik Bapak Koko Margono, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari gelaran TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 yang digagas oleh jajaran TNI bersama pemerintah daerah.

Saat ini, pengerjaan fisik di rumah Pak Koko telah memasuki tahap akhir (finishing). Di lapangan, suasana kekeluargaan tampak begitu kental.

Para prajurit berseragam loreng bahu-membahu bersama warga mengangkut dan memasang daun pintu kayu yang baru, menyempurnakan kusen jendela, hingga memoles dinding rumah dengan cat kombinasi warna putih dan biru yang cerah.

Tak hanya bagian luar, penataan interior dan perabotan rumah tangga pun mulai dirapikan agar rumah siap ditempati dalam waktu dekat.

Komandan SST-1 SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letda Inf Ady Yuniarto, menyampaikan, personel dikerahkan secara optimal untuk mengejar target penyelesaian tanpa mengesampingkan mutu bangunan.

“Saat ini kami fokus pada tahap penuntasan, mulai dari pemasangan pintu, jendela, hingga penyempurnaan detail interior. Kami terus bekerja maksimal agar Bapak Koko Margono sekeluarga bisa segera menempati rumah yang tak hanya aman dan nyaman, tapi juga benar-benar layak huni,” ujar Letda Inf Ady Yuniarto.

Meskipun harus berkejar-kejaran dengan waktu pelaksanaan program TMMD, kualitas konstruksi tetap menjadi standar utama.

Hal ini dilakukan guna memastikan bangunan berdiri kokoh dan tahan lama untuk jangka panjang.

Bagi Desa Kesongo, program renovasi Rutilahu ini bukan sekadar proyek pembangunan fisik semata.

Lebih dari itu, hadirnya atap yang kokoh dan dinding yang cerah menjadi simbol hadirnya harapan baru serta pengangkatan martabat bagi keluarga penerima manfaat.

Secara lebih luas, TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro membuktikan bahwasanya sinergi terpadu antara TNI dan pemerintah daerah mampu menjadi motor penggerak percepatan pembangunan di pelosok desa.

Lewat tetesan keringat bersama ini, tak hanya infrastruktur dasar yang terbangun, namun juga ikatan Kemanunggalan TNI dan Rakyat yang semakin kokoh dan tak terpisahkan.

TMMD 129 Bojonegoro: Babinsa Kesongo ‘Sentuh Hati’ Peternak Kambing

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Senyuman hangat melingkupi aroma pekarangan ternak salah satu warga di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (6/8/2026).

Di tengah megahnya deru alat berat dan kesibukan fisik program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, sebuah pemandangan penuh keakraban tercipta di balik dinding kayu kandang kambing warga.

Bukan dengan cangkul atau sekop di tangan, kali ini Babinsa Desa Kesongo, Serka Lasmidi, hadir menyambangi peternak setempat untuk bertukar sapa dan cerita.

Langkah kecil yang sederhana ini menjadi bukti nyata bahwa pengabdian TNI tidak semata-mata diukur dari tebalnya semen atau panjangnya jalan yang dicor, melainkan dari hangatnya kepedulian yang dihadirkan bagi masyarakat.

Sambil berdiri santai berhadapan dengan warga di area peternakan kambing panggung milik warga, Serka Lasmidi tampak tekun mendengarkan kisah seputar dinamika beternak. Mulai dari pola perawatan rutin, ketersediaan pakan, perkembangan bobot ternak, hingga berbagai kendala harian yang kerap dihadapi peternak desa.

Perjumpaan hangat tanpa sekat ini mencairkan suasana. Bagi Serka Lasmidi, komunikasi sosial (komsos) seperti ini merupakan fondasi utama keberhasilan program TMMD.

“TMMD bukan hanya membangun jalan atau fasilitas umum, tetapi juga membangun kebersamaan dengan masyarakat. Dengan sering turun langsung dan berdialog, kami bisa mengetahui kondisi warga sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan rakyat,” ujar Serka Lasmidi tersenyum.

Kehadiran sosok prajurit berseragam loreng di tengah aktivitas warga mendapat apresiasi dan sambutan hangat dari pemilik ternak.

Warga mengaku terharu dan bangga karena anggota Satgas TMMD tidak hanya berfokus pada pekerjaan fisik di lapangan, tetapi juga menaruh perhatian besar terhadap mata pencaharian dan kesejahteraan warga sekitar.

Pendekatan yang humanis dan membumi ini terbukti efektif dalam memupuk kembali semangat gotong royong dan rasa kekeluargaan.

Melalui interaksi yang sarat makna ini, TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro di Desa Kesongo ini menegaskan pesan kuat bahwa pilar utama kemanunggalan TNI dan rakyat bukan sekadar fasilitas fisik yang berdiri megah, melainkan ikatan batin dan rasa saling memiliki yang terus dirawat dari hari ke hari.

Lewat Panah Srikandi dan IKD: TMMD 129 Bojonegoro Dorong Digitalisasi Adminduk

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Pembangunan suatu wilayah tidak hanya diukur dari kokohnya jalan beton atau berdirinya fasilitas umum, tetapi juga dari kemudahan warga dalam mengakses hak-hak dasarnya sebagai warga negara.

Semangat inilah yang melandasi pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 129 tahun 2026 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Tak sekadar memprioritaskan pembangunan infrastruktur fisik, Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro berkolaborasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Bojonegoro menggelar sosialisasi serta pelayanan langsung Administrasi Kependudukan (Adminduk) pada Kamis (6/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung hangat dan interaktif ini dihadiri oleh jajaran perangkat desa, kepala dusun, mahasiswa KKN, serta warga setempat.

Poin utamanya adalah mendorong kesadaran pentingnya kepemilikan dokumen kependudukan sekaligus mengenalkan inovasi pelayanan publik berbasis digital.

Mewakili Camat Kedungadem Sahlan, Kasi Pemerintahan Kecamatan Kedungadem, Arifin, mengajak seluruh jajaran pemerintah desa dan masyarakat untuk mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi Panah Srikandi (Pelayanan Ramah Sistem Registrasi Administrasi Kependudukan Terintegrasi) buatan Dispendukcapil Bojonegoro.

Inovasi digital ini memangkas jarak dan waktu, memungkinkan warga mengurus berbagai dokumen adminduk cukup dari tingkat desa tanpa perlu bolak-balik ke kantor kecamatan maupun Dispendukcapil.

“Manfaatkan layanan ini semaksimal mungkin. Hampir seluruh pelayanan administrasi kependudukan sudah bisa dilakukan dari desa. Masyarakat tidak perlu jauh-jauh datang ke kecamatan, kecuali untuk perekaman KTP elektronik dan pencetakan Kartu Identitas Anak (KIA),” jelas Arifin.

Ia menekankan, dokumen seperti KTP-el, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, hingga Akta Kematian merupakan syarat vital untuk mengakses berbagai program bantuan sosial, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga legalitas pertanahan.

Bagi warga berkebutuhan khusus, pemerintah daerah bersama perangkat kecamatan dan desa juga menyediakan mekanisme pelayanan prioritas agar perekaman KTP-el berjalan tanpa kendala.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Dispendukcapil Kabupaten Bojonegoro, Drs. Agus Purwanto, memaparkan pentingnya aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai langkah nyata mendukung Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Melalui aplikasi IKD, warga dapat menyimpan dokumen penting seperti KTP-el dan Kartu Keluarga secara aman di dalam ponsel pintar (smartphone), sehingga tidak perlu selalu membawa berkas fisik.

“Ke depan identitas digital akan menjadi kebutuhan utama masyarakat. Verifikasi dan validasi penerima bantuan sosial juga dilakukan melalui data kependudukan yang valid sehingga bantuan benar-benar diterima masyarakat yang berhak,” ungkap Agus.

Tak hanya sekadar sosialisasi, Dispendukcapil Bojonegoro juga membuka posko layanan langsung di lokasi TMMD.

Warga dapat mengurus perubahan elemen data, konsultasi adminduk, aktivasi IKD, hingga penyerahan dokumen secara langsung.

Agus juga mengingatkan pentingnya pengurusan akta kematian tepat waktu untuk kepastian hukum, hak waris, serta pemutakhiran aset keluarga.

Komandan SSK Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, menegaskan bahwa sasaran non-fisik seperti layanan kependudukan ini merupakan bagian krusial dalam ruh TMMD.

“TMMD tidak hanya membangun jalan, rumah, dan fasilitas umum, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Kami berharap melalui kolaborasi antara TNI dan Pemkab Bojonegoro ini, warga semakin mudah mendapatkan pelayanan adminduk. Dokumen yang lengkap akan memudahkan warga memperoleh hak-haknya,” ujar Lettu Ckm Purnomo.

Sinergi lintas sektor yang dihadirkan dalam TMMD ke-129 membuktikan bahwa kemajuan desa tercapai ketika pembangunan sarana fisik berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan publik yang humanis, responsif, dan adaptif terhadap teknologi.

Sentuhan Emas’ Satgas TMMD 129 Bojonegoro: Pastikan Lantai Musholla Rest Area Kesongo Rapi dan Presisi

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Komitmen kemanunggalan TNI dan rakyat kembali terukir indah di bumi Bojonegoro. Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro tidak main-main dalam menghadirkan rest area impian di Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem.

Bukti nyata dedikasi mereka terlihat bukan hanya dari pengawasan, melainkan cucuran keringat para personel yang terjun langsung di setiap tahapan pembangunan.

Suasana gotong royong kental terasa, Kamis (6/8/2026), personel TNI bahu-membahu bersama warga lokal, mulai dari memindahkan material berat hingga sentuhan akhir (finishing) bangunan.

Dedikasi tanpa batas ini memastikan setiap sudut rest area dibangun dengan fondasi kebersamaan yang kuat.

Salah satu momen yang mencuri perhatian di lokasi proyek adalah aksi Serma Juni. Wakil Komandan Regu 1 SST-3 SSK Satgas TMMD ke- 129 ini terlihat begitu piawai mengoperasikan alat pemotong keramik. Fokusnya penuh, tatapannya tajam mematikan bilah pemotong membelah keramik putih yang akan menjadi lantai musholla di rest area tersebut.

Bukan sekadar memotong, Serma Juni menunjukkan ketelitian tingkat tinggi. Ia memastikan setiap potongan keramik memiliki ukuran yang presisi, milimeter demi milimeter.

Baginya, kerapian adalah kunci utama untuk menghasilkan lantai yang bukan hanya kuat dan indah dipandang, tetapi juga memberikan kenyamanan maksimal bagi siapapun yang menggunakannya nanti.

Musholla ini merupakan bagian integral dari pembangunan rest area Desa Kesongo, yang diproyeksikan menjadi tempat melepas lelah bagi masyarakat maupun pengguna jalan yang melintas.

Serma Juni menekankan bahwa setiap detail pekerjaan, sekecil apapun, memegang peranan krusial dalam menentukan kualitas akhir sebuah bangunan.

Berangkat dari prinsip itulah, seluruh personel Satgas TMMD bertekad memberikan hasil terbaik.

Tujuannya satu yakni fasilitas yang dibangun harus benar-benar bermanfaat dan memiliki daya tahan yang baik untuk jangka panjang.

“Walau terlihat sebagai pekerjaan kecil, pemotongan keramik harus dilakukan dengan teliti agar hasil pemasangannya rapi dan kokoh,” ujar Serma Juni.

“Kami ingin seluruh fasilitas yang dibangun melalui TMMD memiliki kualitas yang baik sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang,” tambahnya.

Pembangunan rest area di Desa Kesongo ini bukan sekadar target biasa, melainkan salah satu sasaran over prestasi dalam program TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro. Ambisi ini sejalan dengan visi TNI, untuk memberikan yang terbaik bagi rakyat.

Kehadiran musholla di rest area tersebut diharapkan menjadi oase spiritual, memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan pengguna jalan untuk menunaikan ibadah di tengah perjalanan.

Semangat membara yang ditunjukkan para personel Satgas, yang tak ragu mengerjakan setiap detail pembangunan dengan tangan sendiri, menjadi bukti otentik.

TMMD tidak semata-mata mengejar target penyelesaian proyek tepat waktu. Program ini mengakar kuat pada prinsip kualitas hasil pembangunan sebagai bentuk pengabdian tulus TNI kepada masyarakat.

Dedikasi tanpa pamrih ini demi terciptanya fasilitas publik yang aman, nyaman, dan bermanfaat secara berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Sentuhan Hangat TMMD 129 Bojonegoro: Ketika Seragam Loreng Menjaga Senyum Sang Balita di Kesongo

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Di bawah terik matahari Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, deru alat dan kesibukan fisik mendominasi hari-hari anggota Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro.

Namun, di balik seragam loreng dan tumpukan material pembangunan, ada sisi kehangatan humanis yang terus menyala.

Di sela-sela padatnya aktivitas fisik membangun infrastruktur desa, sebuah momen sederhana mencuri perhatian warga, Kamis (6/8/2026).

Serda Fauzi Zeyd Abdillah, salah satu anggota Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, tampak menyempatkan diri menyapa, bermain, hingga menggendong seorang balita putra dari warga setempat.

Tawa polos sang balita saat berada di dekapan prajurit TNI itu seketika mencairkan suasana.

Tak ada sekat, tak ada kaku, yang tersisa hanya pemandangan hangat persaudaraan antara pengayom dan rakyatnya.

Bagi Serda Fauzi, berinteraksi dengan masyarakat bukan sekadar pengisi waktu luang di lokasi pengabdian, melainkan inti dari keberadaan TMMD itu sendiri.

“Melihat anak-anak tersenyum dan masyarakat menerima kehadiran kami dengan hangat menjadi kebahagiaan tersendiri. TMMD bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga mempererat hubungan antara TNI dan rakyat agar semakin solid,” ungkap Serda Fauzi penuh ketulusan.

Kehadiran Satgas TMMD ke- 129 di Desa Kesongo yang begitu menyatu dengan warga meninggalkan kesan mendalam bagi keluarga sang balita.

Hengki, ayah dari balita tersebut, mengaku terharu melihat ketulusan para prajurit. “Kami merasa bangga dan senang. Meski sedang sibuk bekerja membangun desa, anggota TNI masih menyempatkan diri bermain dengan anak kami. Sikap seperti ini membuat kami merasa sangat dekat dengan mereka,” tuturnya.

Program terpadu lintas sektoral dengan tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa” di Desa Kesongo ini tak sekadar meninggalkan jalan yang lebih mulus atau fasilitas desa yang lebih kokoh.

Lebih dari itu, momen-momen kecil penuh kehangatan seperti ini membuktikan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat tidak dibangun di atas kertas, melainkan tertanam kuat di dalam hati masyarakat.

Menyambung Asa di Atas Sungai: Satgas TMMD 129 Bojonegoro dan Warga Wujudkan Jembatan Brang Etan

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Terik matahari yang menyengat di atas Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro tak sedikit pun melunturkan semangat para prajurit TNI bersama masyarakat setempat, Kamis (6/8/2026).

Di atas konstruksi Jembatan Brang Etan yang baru, terlihat pemandangan unik sekaligus menyentuh hati.

Demi memastikan setiap jengkal pagar besi dan fondasi jembatan terlindungi dari korosi serta tampil rapi, sejumlah personel Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro tak segan mengambil posisi telungkup dan membungkuk di atas lantai jembatan.

Dengan jemari yang tangkas, kuas kecil, dan kaleng cat di samping tubuh mereka, detail demi detail dikerjakan secara cermat dan penuh dedikasi.

Warna hijau khas TNI dipadukan dengan aksen cerah kini mempercantik infrastruktur vital tersebut, sebuah penanda visual bahwa jembatan ini dibangun dengan rasa kasih, kerja keras, dan spirit gotong royong yang tulus.

Saat ini, pengerjaan pembangunan Jembatan Brang Etan memang telah memasuki tahap penyelesaian akhir (finishing).

Pembangunan akses penyeberangan yang telah lama dinantikan warga ini bukan sekadar struktur beton dan besi semata, melainkan simbol kuat kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus urat nadi baru bagi perekonomian dan mobilitas warga.

“Pembangunan fisik jembatan sudah memasuki tahap akhir atau finishing, khususnya pengerjaan pengecatan pagar pengaman dan perapian struktur pendukung. Kami bahu-membahu dengan warga agar jembatan ini segera dapat dimanfaatkan sepenuhnya secara aman dan nyaman oleh masyarakat,” ungkap Dan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo.

Sebelum tersentuh program TMMD, kondisi Jembatan Brang Etan sangat memprihatinkan.

Lantai jembatan yang dahulu hanya terbuat dari kayu sudah banyak yang lapuk dan rusak. Ditambah lagi, besi-besi penopangnya telah digerogoti karat sehingga sangat membahayakan keselamatan warga yang melintas.

Kondisi tersebut sempat menjadi kendala utama mobilitas antarwilayah di Desa Kesongo.

Warga kerap kesulitan saat harus mengangkut hasil pertanian, begitu pula anak-anak sekolah yang setiap hari harus melintas dengan rasa waswas.

Kini, dengan berdirinya jembatan beton yang kokoh, rapi, dan aman, kekhawatiran masyarakat perlahan sirna.

Jembatan Brang Etan tak hanya memangkas jarak dan waktu tempuh, tetapi juga membuka isolasi ekonomi lokal, memperlancar jalur distribusi hasil panen warga, serta mempererat tali silaturahmi antarwilayah di Desa Kesongo dan sekitarnya.

Rasa haru dan apresiasi mendalam pun terpancar dari raut wajah warga setempat. Kebersamaan selama pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 ini mengukir kenangan manis tentang esensi gotong royong yang sejati.

Melalui TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, terbukti bahwa keterbatasan infrastruktur di wilayah pelosok dapat teratasi dengan baik manakala pemerintah, TNI, dan masyarakat bergerak bersama dalam satu frekuensi.

Tetesan keringat dan semangat pantang menyerah di Jembatan Brang Etan kini menjadi saksi bisu lahirnya karya nyata yang manfaatnya akan dirasakan hingga generasi mendatang.

Perkuat Ketahanan Pangan: Satgas TMMD 129 Bojonegoro Pasok Ratusan Bibit Sayuran untuk Warga Kesongo

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Kepedulian TNI Angkatan Darat terhadap kesejahteraan masyarakat tidak hanya terwujud melalui pembangunan fasilitas fisik dan infrastruktur semata.

Di sela-sela kesibukan dalam pelaksanaan program TMMD ke- 129 tahun anggaran 2026, sentuhan kemanunggalan TNI kembali dirasakan langsung oleh warga Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro, Kamis (6/8/2026).

Terlihat, Babinsa Desa Kesongo, Serka Lasmidi, turun langsung membantu mengangkut dan menyalurkan sebanyak 750 bibit sayuran berkualitas kepada warga setempat.

Bantuan yang terdiri dari bibit cabai rawit, cabai besar, tomat, kol, hingga terong tersebut berasal dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro.

Inisiatif ini dihadirkan guna mendorong masyarakat memaksimalkan lahan pekarangan rumah menjadi area hijau yang produktif.

Selain untuk memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari, langkah ini diyakini ampuh menekan pengeluaran rumah tangga di tengah dinamika harga bahan pangan.

Tampak di lapangan, dengan penuh semangat Serka Lasmidi memindahkan polybag berisi bibit tanaman dari armada pengangkut untuk dibagikan secara merata.

Kehadiran dan keakraban Babinsa ini disambut hangat oleh warga yang tampak antusias menerima bantuan.

“Melalui pembagian bibit sayuran ini, kami berharap warga semakin bersemangat memanfaatkan pekarangan rumah. Hasil panennya nanti bisa langsung dipakai untuk kebutuhan dapur keluarga, sehingga menghemat pengeluaran sekaligus menciptakan lingkungan desa yang lebih hijau dan produktif,” ujar Serka Lasmidi.

Apresiasi tinggi juga disampaikan oleh Kepala Desa Kesongo, Kusnadi. Menurutnya, kehadiran Satgas TMMD dan Babinsa memberi dampak nyata yang menyeluruh, tidak hanya pada pembangunan jalan atau bangunan fisik, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi warga.

“Program pembagian bibit sayuran ini sangat bermanfaat. Kami mengimbau warga agar merawat bibit ini dengan baik hingga panen. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Satgas TMMD dan Babinsa yang tiada hentinya mendampingi warga Desa Kesongo,” ungkap Kusnadi.

Melalui kolaborasi harmonis antara TNI, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, dan Pemerintah Desa Kesongo, TMMD ke-129 tidak sekadar membangun fasilitas fisik, melainkan turut memperkokoh ketahanan pangan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.