Pembinaan AKU HATINYA PKK di Desa Persatuan: Optimalkan Pekarangan Jadi Sumber Pangan dan Gizi

PULAU RAKYAT -(deklarasinews.com)- Program AKU HATINYA PKK kembali digencarkan di Desa Persatuan, Kecamatan Pulau Rakyat, Kamis (09/04/2026). Fokus utama kegiatan pembinaan ini adalah mengoptimalkan lahan pekarangan rumah tangga menjadi sumber pangan, gizi, dan pendapatan keluarga. Langkah ini dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Asahan, Yusnila Indriati Taufik, dalam rangka memperkuat ketahanan pangan serta kemandirian ekonomi masyarakat berbasis rumah tangga.

Kegiatan ini dihadiri Staf Ahli TP PKK Kabupaten Asahan, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Camat Pulau Rakyat, Kepala Desa Persatuan, Ketua TP PKK Kecamatan dan Desa Persatuan, serta para kader dan tamu undangan. Sinergi lintas sektor ini dibangun agar program tidak hanya berjalan seremonial, namun benar-benar diimplementasikan secara nyata, produktif, dan berkelanjutan oleh warga.

Dalam arahannya, Yusnila Indriati Taufik menegaskan bahwa pelaksanaan AKU HATINYA PKK harus dilakukan secara terintegrasi dengan memperhatikan keseimbangan kebutuhan gizi. Pemanfaatan pekarangan tidak terbatas pada tanaman sayur atau pangan saja, namun juga mencakup budidaya ikan dan ternak kecil. Tujuannya agar setiap keluarga mampu memenuhi kebutuhan karbohidrat, protein nabati, maupun hewani secara mandiri di lingkungan sendiri.

“Kita dorong pengembangan pekarangan melalui konsep kebun gizi, apotik hidup, dan warung hidup yang disesuaikan dengan potensi lokal. Selain bernilai ekonomis, pola ini memperkuat ketahanan keluarga dan menjaga kesehatan lingkungan sekitar,” tegas Yusnila.

Pemerintah daerah juga memberikan dukungan melalui pembinaan teknis dan bantuan sarana produksi guna memicu partisipasi aktif warga. Saat ini, Desa Persatuan tengah dipersiapkan dan dimatangkan untuk mewakili wilayah dalam ajang Lomba AKU HATINYA PKK tingkat Provinsi Sumatera Utara.

Lebih dari sekadar persiapan kompetisi, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum perubahan perilaku masyarakat. Melalui pembinaan ini, TP PKK ingin memperkuat perannya sebagai motor penggerak pemberdayaan di desa, mengubah halaman kosong menjadi ladang manfaat yang nyata bagi kesejahteraan keluarga.(Jun)

Halal Bihalal IPK Asahan, Bupati Taufik: Sinergi Pemuda Kunci Stabilitas dan Pembangunan Daerah

KISARAN -(deklarasinews.com)-  Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kabupaten Asahan menggelar acara Halal Bihalal 1447 Hijriah di Food Court Parasamya, Jumat (10/04/2026). Mengusung tema “Perkuat Ikatan, Buktikan Kesetiaan”, kegiatan ini menjadi wadah konsolidasi organisasi serta penguatan silaturahmi antar anggota dan pengurus di seluruh wilayah.

Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H., M.AP., serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang meliputi perwakilan Kepolisian Resor Asahan dan Komando Distrik Militer 0208/Asahan. Turut hadir Ketua IPK Kabupaten Asahan, Oman Lukman Hakim, di dampingi jajaran Satma, Satgas, dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Asahan.

Dalam sambutannya, Bupati Asahan menyampaikan apresiasi mendalam terhadap keberadaan IPK sebagai salah satu organisasi kepemudaan yang aktif dan turut berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting untuk menjaga kebersamaan, mempererat loyalitas, dan memantapkan komitmen organisasi agar tetap solid dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

“IPK memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pemuda di Asahan. Saya melihat semangat kebersamaan yang kuat di sini, dan ini adalah modal utama untuk membangun organisasi yang tidak hanya besar secara jumlah, tetapi juga besar dalam kontribusi sosialnya,” ujar Bupati Taufik.

Lebih jauh, Bupati mengajak seluruh elemen IPK untuk terus membangun sinergi yang erat dengan pemerintah daerah. Ia menekankan bahwa peran aktif pemuda sangat vital dalam menjaga stabilitas keamanan, ketertiban, serta menciptakan suasana yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Asahan.

“Mari kita bergandengan tangan. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan pemuda. Jadilah agen perubahan yang menjaga kedamaian dan mendorong kemajuan di lingkungan masing-masing. Bersama kita wujudkan Asahan yang semakin sejahtera dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Sementara itu, acara ini juga menjadi bukti kematangan organisasi dalam menampung aspirasi pemuda sekaligus mempertegas posisi IPK sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam memajukan Kabupaten Asahan.(Jun)

Bupati Asahan Dorong Transformasi Digital dan TLC untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

KISARAN -(deklarasinews.com)- Penguatan transformasi pembelajaran berbasis digital menjadi fokus utama dalam Rapat Kerja Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan yang digelar pada Jumat (10/04/2026). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., serta sejumlah pemangku kepentingan pendidikan, menjadi momentum penting untuk mengonsolidasikan program dan menajamkan arah kebijakan peningkatan kualitas sumber daya manusia daerah.

Turut hadir dalam forum tersebut Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H., M.AP., Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan, Musa Al Bakrie, Ketua PGRI Kabupaten Asahan, serta jajaran pejabat struktural dan tenaga pendidik.

Agenda utama yang dibahas meliputi strategi penguatan kapasitas guru, optimalisasi pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar, serta penyusunan langkah peningkatan mutu pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan masa depan.

Dalam arahannya, Bupati Asahan menegaskan bahwa pergeseran menuju sistem pendidikan digital bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak yang harus direspons secara cepat dan terarah oleh seluruh elemen pendidikan. Menurutnya, integrasi teknologi dan media pembelajaran digital memiliki peran strategis dalam memperluas akses informasi sekaligus mendongkrak kompetensi tenaga pengajar.

“Pemanfaatan teknologi di kelas diharapkan mampu menciptakan proses belajar yang tidak hanya efektif, tetapi juga lebih menarik bagi peserta didik. Ini adalah langkah krusial untuk mempersiapkan generasi Asahan yang siap bersaing di era yang serba terhubung ini,” tegas Taufik Zainal Abidin.

Selaras dengan visi tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan terus mendorong pengembangan ekosistem pembelajaran yang inovatif dan fleksibel melalui penguatan peran Teacher Learning Center (TLC). Fasilitas ini diarahkan untuk menjadi pusat pengembangan kemampuan pendidik sekaligus wadah bagi terciptanya metode pembelajaran yang lebih interaktif dan inklusif.

Melalui sinergi antara transformasi digital dan optimalisasi TLC, Pemkab Asahan menargetkan terjadinya lompatan kualitas pendidikan yang signifikan, sehingga mampu mencetak generasi muda yang unggul, berdaya saing tinggi, dan menjadi tulang punggung pembangunan daerah di masa mendatang.(Jun)

Penguatan Tata Kelola PKK di Desa Rahuning Fokus pada Administrasi dan Inovasi Program

ASAHAN -(deklarasinews.com)- Penguatan tata kelola organisasi dan pembenahan kualitas administrasi menjadi fokus utama dalam pembinaan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) yang digelar di Desa Rahuning, Kecamatan Rahuning, Kamis (09/04/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan efektivitas pelaksanaan program pemberdayaan keluarga agar lebih terarah, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Acara berlangsung di Aula Kantor Desa Rahuning dan dihadiri langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Asahan, Yusnila Indriati Taufik, didampingi Staf Ahli TP PKK Kabupaten, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Camat Rahuning, Kepala Desa Rahuning, serta jajaran pengurus TP PKK tingkat kecamatan dan desa.

Dalam arahannya, pembinaan difokuskan pada peningkatan ketertiban administrasi, mulai dari pengisian buku-buku induk PKK, sistem pencatatan kegiatan, hingga penyusunan laporan yang akurat, rapi, dan berkelanjutan. Ditekankan bahwa administrasi yang baik merupakan fondasi vital bagi sebuah organisasi, memastikan setiap program berjalan sesuai rencana, serta memudahkan evaluasi kinerja secara transparan.

Selain aspek administrasi, TP PKK Desa Rahuning juga didorong untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan program melalui berbagai inovasi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di masyarakat. Hal ini dimaksudkan agar peran PKK sebagai ujung tombak pemberdayaan di tingkat desa semakin kuat dalam mendukung terwujudnya kesejahteraan keluarga yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tata kelola PKK di tingkat desa semakin profesional, transparan, dan berorientasi pada hasil, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata dan strategis dalam mendukung pembangunan serta pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Asahan.(Jun)

Pemkab Asahan Tingkatkan Kemahiran Berbahasa Indonesia ASN, Sekda: Kunci Pelayanan Berkualitas dan Identitas Bangsa

KISARAN -(deklarasinews.com)-  Pemerintah Kabupaten Asahan resmi membuka kegiatan peningkatan kemahiran berbahasa Indonesia bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Kegiatan yang berlangsung di Aula Melati Kantor Bupati Asahan pada Kamis (09/04/2026) ini bertujuan memperkuat kompetensi komunikasi para pelayan masyarakat agar menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, baik dalam penyusunan dokumen pemerintahan maupun interaksi sehari-hari.

Pembukaan kegiatan dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan, Drs. Zainal Aripin Sinaga, M.H., mewakili Bupati Asahan. Turut hadir pejabat dari Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara serta para peserta yang berasal dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Asahan. Kegiatan ini diagendakan berlangsung selama dua hari, yakni pada 09 hingga 10 April 2026, dengan materi meliputi tata bahasa, penyusunan naskah dinas, hingga teknik komunikasi efektif.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah menegaskan bahwa penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan tepat merupakan syarat mutlak dan kunci utama dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas. Menurutnya, ASN memiliki tanggung jawab besar untuk menyampaikan informasi secara jelas, tepat, dan profesional kepada masyarakat maupun sesama rekan kerja.

“Kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar tidak hanya mencerminkan tingkat profesionalisme seorang aparatur, tetapi juga menjadi bagian dari upaya kita menjaga marwah bahasa nasional sebagai identitas bangsa. Kesalahan dalam berbahasa bisa menimbulkan salah tafsir, oleh karena itu pemahaman kaidah kebahasaan harus terus diperdalam,” tegas Sekda Zainal Aripin Sinaga.

Ia berharap, melalui pelatihan ini, seluruh peserta mampu meningkatkan keterampilan berkomunikasi, baik secara lisan maupun tulisan, sehingga mampu mendukung kelancaran administrasi pemerintahan dan mempercepat pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, perwakilan Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara, Agus Bambang Hermanto, S.S., M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Asahan yang konsisten memperhatikan kualitas penggunaan bahasa Indonesia di kalangan aparatur.

Agus menekankan posisi strategis ASN sebagai teladan di tengah masyarakat. Penggunaan bahasa yang baku dan benar dalam naskah dinas maupun percakapan resmi adalah wujud nyata pemartabatan bahasa negara.

“ASN adalah ujung tombak yang harus menjadi contoh. Kami berharap peserta tidak hanya memahami kaidah kebahasaan, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara konsisten dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Balai Bahasa siap mendukung berbagai program sejenis sebagai bentuk pelindungan dan pengembangan bahasa Indonesia di daerah,” ungkap Agus Bambang Hermanto.

Di akhir arahannya, Sekretaris Daerah mengajak seluruh peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, menyerap ilmu yang disampaikan narasumber, dan menerapkannya di lingkungan kerja masing-masing agar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan pemerintahan Kabupaten Asahan.(Jun)

Resmi Dilantik, Bunda Literasi Meranti Diimbau Jadi Motor Penggerak Budaya Baca di Masyarakat

MERANTI -(deklarasinews.com)- Gerakan memperkuat budaya literasi terus digencarkan hingga ke wilayah Kecamatan Meranti. Hal ini ditandai dengan pelantikan Bunda Literasi Kecamatan Meranti yang berlangsung di Aula Kantor Camat Meranti, Selasa (08/04/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan gerakan literasi sampai ke tingkat desa, sekaligus meningkatkan minat baca masyarakat secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Upacara pelantikan dipimpin langsung oleh Bunda Literasi Kabupaten Asahan, Yusnila Indriati Taufik. Turut hadir Staf Ahli TP PKK Kabupaten Asahan, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Asahan, Camat Meranti, para Kepala Desa se-Kecamatan Meranti, serta jajaran pengurus Bunda Literasi tingkat kecamatan dan desa. Kehadiran lintas unsur ini menegaskan komitmen bersama dalam membangun ekosistem literasi yang kuat di daerah.

Dalam arahannya, Yusnila Indriati Taufik menegaskan bahwa posisi Bunda Literasi bukan sekadar jabatan simbolis, melainkan amanah yang menuntut peran aktif. Para Bunda yang baru dilantik diharapkan menjadi motor penggerak utama dalam menumbuhkan dan menularkan semangat gemar membaca di tengah masyarakat.

“Peran Bunda Literasi harus terasa nyata melalui program-program konkret. Mulai dari kampanye gemar membaca, menjadi teladan bagi lingkungan sekitar, hingga menjalin kolaborasi aktif dengan berbagai pihak, baik komunitas literasi maupun lembaga pendidikan yang ada di wilayah kita,” tegas Yusnila.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi yang erat antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan. Dukungan bersama dinilai krusial agar gerakan literasi yang dibangun bersifat inklusif dan dapat berjalan terus-menerus.

Melalui penguatan struktur dan peran Bunda Literasi hingga ke tingkat kecamatan dan desa ini, diharapkan kegiatan literasi tidak lagi dipandang sebagai program rutin semata, melainkan tumbuh mengakar dan menjadi budaya yang melekat dalam pola hidup sehari-hari masyarakat Kabupaten Asahan.(Jun)

Jelang Lomba Tingkat Provinsi, Tim Posyandu Asahan Evaluasi Layanan dan Salurkan Bantuan Sarana Operasional

ASAHAN -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten Asahan melalui Tim Pembina Posyandu Kabupaten melakukan pembinaan sekaligus penilaian kinerja Posyandu dalam rangka persiapan mengikuti lomba tingkat Provinsi Sumatera Utara. Kegiatan evaluasi menyeluruh ini dilaksanakan pada Selasa (08/04/2026) di beberapa titik lokasi, melibatkan lintas perangkat daerah dan pemangku kepentingan untuk memastikan kualitas layanan kesehatan dasar di tingkat desa berjalan maksimal.

Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Asahan, Yusnila Indriati Taufik Zainal Abidin, memimpin langsung kegiatan ini, didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas PMD, perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika, jajaran pengurus TP PKK, para camat, serta para kader Posyandu.

Peninjauan dan penilaian dilakukan di tiga lokasi strategis, yaitu Posyandu Tualang Biru (Desa Perkebunan Teluk Dalam, Kecamatan Teluk Dalam), Posyandu Kelapa Gading (Desa Danau Sijabut, Kecamatan Air Batu), dan Posyandu Manggis (Desa Air Teluk Kiri, Kecamatan Teluk Dalam). Tim meninjau secara langsung berbagai aspek, mulai dari kelengkapan administrasi, inovasi kegiatan yang diterapkan, hingga tingkat partisipasi dan keterlibatan masyarakat dalam mendukung program kesehatan.

Selain melakukan evaluasi, Tim Posyandu Kabupaten juga menyalurkan bantuan sarana operasional untuk mendukung kelancaran pelayanan di tahun 2026. Bantuan yang diserahkan meliputi kursi lipat, meja lipat, tenda, alat edukasi anak, pakaian seragam kader, serta perangkat pengeras suara. Dukungan fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan serta kenyamanan bagi warga yang berkunjung ke Posyandu.

Dalam arahannya, Ketua Tim Pembina Posyandu menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan Posyandu harus dilakukan secara optimal, konsisten, dan berkelanjutan, serta tidak semata-mata berorientasi pada ajang perlombaan. Ia mengingatkan para kader untuk tetap fokus pada peningkatan kualitas pelayanan nyata, khususnya dalam pemantauan kesehatan ibu dan anak, serta upaya pencegahan stunting yang menjadi prioritas daerah.

“Sinergi yang kuat antara kader, pemerintah desa, dan seluruh pemangku kepentingan adalah kunci utama. Kita ingin mewujudkan Posyandu yang tidak hanya aktif dan inovatif, tetapi juga benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Asahan,” tegas Yusnila.(Jun)

Pembinaan PHBS di Danau Sijabut: Ketua TP PKK Asahan Tekankan Budaya Bersih Bukan Hanya untuk Lomba

AIR BATU -(deklarasinews.com)- Menjelang penilaian lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tingkat Provinsi Sumatera Utara, Ketua TP PKK Kabupaten Asahan Yusnila Indriati Taufik memimpin langsung kegiatan pembinaan di Desa Danau Sijabut, Kecamatan Air Batu, Selasa (08/04/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan desa, baik dari sisi administrasi maupun penerapan nyata indikator kesehatan di tengah masyarakat.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Staf Ahli TP PKK Kabupaten Asahan Juni Rianto, jajaran pengurus TP PKK, Kepala Dinas Kesehatan, Kasatpol PP, Kepala Dinas P2KBP3A, Kepala Dinas PMD, perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika, serta Camat Air Batu Muhammad Syarif AR beserta perangkat daerah dan kader setempat. Keterlibatan lintas sektor ini menjadi bukti keseriusan bersama dalam mematangkan persiapan desa yang akan mewakili Kabupaten Asahan.

Dalam arahannya, Yusnila Indriati Taufik menegaskan bahwa PHBS tidak boleh hanya dimaknai sebagai formalitas untuk memenuhi persyaratan lomba semata. Menurutnya, nilai utama dari program ini adalah terbentuknya kebiasaan dan budaya hidup bersih yang melekat pada setiap individu dan keluarga.

“Kami ingin PHBS menjadi gaya hidup, bukan sekadar tampilan saat dinilai. Mulai dari menjaga kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah yang benar, hingga pemanfaatan layanan kesehatan harus dilakukan secara rutin dan sadar oleh seluruh warga,” tegas Yusnila.

Ia juga mengajak seluruh elemen, mulai dari kader PKK hingga tokoh masyarakat, untuk berperan aktif mengedukasi dan menggerakkan warga. Sinergitas antara pemerintah, kader, dan masyarakat menjadi kunci utama terciptanya lingkungan yang sehat, aman, dan berkelanjutan.

Melalui pembinaan yang mendalam ini, Desa Danau Sijabut diharapkan tidak hanya mampu memberikan hasil terbaik dalam ajang lomba tingkat provinsi, tetapi juga mampu menjadi contoh teladan bagi desa-desa lain dalam upaya meningkatkan kualitas hidup dan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Asahan.(Jun)

Bunda Literasi Asahan Tekankan Peran Aktif Penggerak Budaya Baca Hingga ke Desa

BUNTU PANE -(deklarasinews.com)- Penguatan ekosistem literasi terus digenjot hingga ke wilayah Kecamatan Buntu Pane. Hal ini ditandai dengan pelantikan Bunda Literasi Kecamatan Buntu Pane yang digelar di Aula Kantor Camat Buntu Pane, Senin (07/04/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bunda Literasi Kabupaten Asahan, Yusnila Indriati Taufik, sebagai langkah strategis memperluas jangkauan dan efektivitas program gemar membaca di tengah masyarakat.

Turut hadir dalam acara tersebut Staf Ahli TP PKK Kabupaten Asahan, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Asahan, Camat Buntu Pane, para Kepala Desa se-Kecamatan Buntu Pane, serta jajaran Bunda Literasi se-Kecamatan Buntu Pane.

Dalam upacara tersebut, Camat Buntu Pane, Mohd Ibnu Afandi, secara resmi melantik Isna Syarief menjadi Bunda Literasi Kecamatan Buntu Pane berdasarkan Surat Keputusan Camat Buntu Pane Nomor 041/11/SK/BP/IV/2026. Pembentukan struktur ini merupakan bagian dari penguatan kelembagaan agar program literasi berjalan lebih terarah, sistematis, dan berkelanjutan di tingkat akar rumput.

Dalam arahannya, Yusnila Indriati Taufik menegaskan bahwa keberadaan Bunda Literasi tidak boleh sekadar bersifat simbolis atau seremonial. Ia menuntut peran yang aktif, nyata, dan menjadi motor penggerak utama dalam menumbuhkan minat baca, terutama sejak usia dini.

“Saya harap para Bunda Literasi mampu merancang program yang konkret dan inovatif, serta relevan dengan kebutuhan masyarakat di wilayahnya. Ini adalah investasi penting dalam membangun kualitas Sumber Daya Manusia Asahan yang unggul dan berdaya saing tinggi,” tegas Yusnila.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen, mulai pemerintah kecamatan, lembaga pendidikan, hingga masyarakat umum, untuk bersinergi membangun ekosistem literasi yang kuat. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai krusial untuk menjadikan budaya membaca sebagai kebiasaan hidup, yang pada akhirnya menjadi fondasi utama lahirnya generasi yang cerdas, kreatif, dan berwawasan luas di Kabupaten Asahan.(Jun)

Pemkab Asahan Dukung Penuh Bank Sumut Capai KBMI 2, Perluas Layanan ke Sektor Riil

MEDAN -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten Asahan menegaskan komitmennya untuk mendukung percepatan peningkatan status PT Bank Sumut menuju Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2. Langkah strategis ini dinilai krusial guna memperkuat ketahanan, kapasitas ekspansi, dan daya saing bank pembangunan daerah dalam menjawab tantangan industri perbankan, sekaligus menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Dukungan tersebut disampaikan Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H., M.AP., saat menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Buku 2025 PT Bank Sumut di Medan, Senin (06/04/2026). RUPS dipimpin langsung oleh Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, dan dihadiri para pemegang saham dari berbagai kabupaten/kota se-Sumutera Utara.

Dalam forum tersebut, disepakati langkah konkret penguatan permodalan mengingat posisi modal inti Bank Sumut saat ini telah mencapai sekitar Rp5,2 triliun, namun masih membutuhkan tambahan sekitar Rp800 miliar untuk memenuhi ambang batas kriteria KBMI 2. Rencana pemenuhan kebutuhan modal tersebut akan ditempuh melalui mekanisme penyetoran kembali sebagian dividen tahun buku 2025 pada tahun 2026.

Selain fokus pada permodalan, arah kebijakan penguatan fundamental Bank Sumut juga diarahkan pada peningkatan inovasi layanan dan diversifikasi produk keuangan. Transformasi ini bertujuan agar Bank Sumut tidak lagi hanya bergantung pada pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan segmen Aparatur Sipil Negara (ASN), melainkan mampu memperluas penetrasi secara signifikan ke sektor riil, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta masyarakat umum.

Wakil Bupati Asahan menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Asahan mendukung penuh langkah strategis ini sebagai bagian tak terpisahkan dari penguatan ekosistem pembangunan daerah. Menurutnya, semakin kuat kapasitas Bank Sumut, semakin luas pula dampak positif yang dirasakan masyarakat, mulai dari akses layanan keuangan yang lebih mudah, peningkatan pembiayaan bagi pelaku usaha, hingga akselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing di Kabupaten Asahan.

“Bank Sumut yang kuat adalah aset daerah yang berharga. Melalui status KBMI 2, Bank Sumut akan memiliki ruang gerak lebih luas untuk membiayai pembangunan dan mendukung ekonomi kerakyatan, yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara secara keseluruhan,” ujar Rianto.(Jun)