PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Keselamatan dan kenyamanan saat berkendara tidak hanya bergantung pada kondisi sepeda motor yang prima, tetapi juga dipengaruhi oleh cara pengendara memosisikan tubuh selama berada di atas kendaraan.
Postur berkendara yang benar menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga keseimbangan, meningkatkan konsentrasi, serta mengurangi risiko kelelahan ketika menempuh perjalanan, baik jarak dekat maupun jauh.
Sebagai bagian dari komitmen dalam mengampanyekan budaya keselamatan berkendara melalu semangat #Cari_Aman, Astra Motor Sumatera Selatan mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan postur berkendara yang benar.
Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran para pengguna sepeda motor bahwa keselamatan di jalan raya dimulai dari kebiasaan sederhana yang sering kali diabaikan.
Safety Riding & Community Astra Motor Sumsel, Fathan Nayoda, mengatakan bahwa posisi tubuh saat berkendara memiliki peran besar dalam mendukung keamanan sekaligus kenyamanan pengendara.
Menurutnya, postur yang tepat membuat pengendara lebih rileks, tidak mudah mengalami kelelahan, serta memiliki kendali yang lebih baik terhadap sepeda motor dalam berbagai kondisi jalan.
“Postur berkendara yang benar membantu pengendara tetap nyaman, tidak mudah lelah, serta memiliki kendali yang lebih baik terhadap sepeda motor. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk selalu menerapkan prinsip #Cari_Aman di setiap perjalanan,” ujar Fathan.
Ia menjelaskan, terdapat tujuh postur berkendara yang perlu diperhatikan setiap pengendara agar perjalanan menjadi lebih aman dan menyenangkan.
Pertama, arah pandangan harus fokus jauh ke depan. Dengan melihat kondisi lalu lintas lebih jauh, pengendara memiliki waktu yang cukup untuk mengidentifikasi potensi bahaya serta mengambil keputusan dengan tepat ketika menghadapi situasi darurat.
Kedua, bahu sebaiknya tetap rileks. Posisi bahu yang santai dapat mengurangi ketegangan pada otot punggung bagian atas sehingga tubuh tidak cepat lelah, terutama saat berkendara dalam waktu yang cukup lama.
Ketiga, siku dibuat sedikit menekuk. Posisi ini berfungsi sebagai suspensi alami tubuh yang membantu meredam getaran maupun guncangan ketika melintasi jalan yang bergelombang atau tidak rata.
Keempat, tangan menggenggam setang dengan nyaman menggunakan empat jari. Cara menggenggam yang benar memberikan kontrol lebih baik terhadap setang sekaligus memudahkan pengoperasian tuas rem maupun kopling pada sepeda motor bertransmisi manual.
Kelima, pinggul harus berada pada posisi duduk yang sesuai dengan desain jok. Pengendara tidak disarankan duduk terlalu maju maupun terlalu ke belakang agar keseimbangan tubuh tetap terjaga selama berkendara.
Keenam, lutut menjepit bodi atau rangka sepeda motor. Posisi ini membantu menjaga stabilitas kendaraan, terutama saat bermanuver, berbelok, atau melewati jalan yang bergelombang.
Ketujuh, kedua kaki selalu berada di atas footstep atau pijakan kaki. Selain menjaga keseimbangan tubuh, posisi kaki yang benar membuat pengendara lebih siap melakukan manuver secara aman ketika diperlukan.
Fathan menambahkan, membiasakan diri menerapkan ketujuh postur tersebut akan memberikan banyak manfaat, mulai dari mengurangi rasa lelah, meningkatkan fokus, hingga membantu pengendara mengantisipasi berbagai kondisi di jalan dengan lebih baik.
Menurutnya, keselamatan berkendara bukan hanya ditentukan oleh perlengkapan keselamatan seperti helm dan jaket, tetapi juga dipengaruhi oleh kebiasaan kecil yang dilakukan sejak awal perjalanan.
“Keselamatan berkendara dimulai dari kebiasaan-kebiasaan sederhana. Dengan menerapkan postur berkendara yang benar sejak awal perjalanan, pengendara akan lebih nyaman, tidak cepat lelah, dan mampu berkendara dengan lebih aman. Mari selalu terapkan #Cari_Aman di setiap perjalanan demi keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” tutupnya.
Melalui edukasi ini, Astra Motor Sumsel berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya teknik berkendara yang benar sebagai bagian dari budaya keselamatan di jalan raya.
Dengan menerapkan postur berkendara yang tepat serta disiplin mematuhi peraturan lalu lintas, risiko kecelakaan dapat diminimalkan sehingga setiap perjalanan menjadi lebih aman, nyaman, dan menyenangkan. (ning)