BALIKPAPAN -(deklarasinews.com)
Dalam Rapat dengar pendapat (RDP) yang dilakukan Komisi IV DPRD Balikpapan bersama KONI Balikpapan dan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata tanggal 13 januari 2021 bertempat di Gedung paripurna DPRD Kota Balikpapan Kepala DPOP Balikpapan, Doortje Marpaung mengatakan “Penghargaan dan apresiasi kepada teman-teman atlet maupun pelatih dengan kendala yang kita hadapi di tahun tadi yang tidak bisa kita lakukan semoga ditahun ini bisa kita benahi bersama di tahun ini, kita akan minta bantuan hukum mengenai perubahan perwali agar bisa mengakomodir yang belum mendapatkan bonus tersebut”.
Sekretaris umum KONI Balikpapan Hasbi Muhammad mengatakan pemberian bonus atlet dan pelatih di tahun 2019 mengalami kendala perwali yang tidak menyanggupi adanya berita acara. Selain membahas perwali, KONI juga meminta kepada DPRD Balikpapan dan Pemerintah Kota agar mengupayakan tambahan anggaran untuk 2021 yang hanya mendapatkan anggaran Rp 2,5 Milyar, hal ini dapat mempersulit merealisasikan target juara umum porprov 2022 Berau.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan Iwan Wahyudi mengaku setelah ini, pihaknya masih akan segera menggelar pertemuan dengan bagian hukum, inspektorat dan bagian hukum dan inspektorat bagian keuangan untuk membahas persoalan ini.
“Mengenai pola dan formulasinya nanti, apakah ketika Perwali itu kita dorong untuk diubah, para atlet bisa mendapatkan bonusnya ditahun 2019. Itu yang sedang kami kaji, kami di Komisi IV sangat merespon perhatian terhadap pelatih dan atlet.” Tutur Wakil Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Iwan Wahyudi.
Sekretariat umum KONI Balikpapan Hasbi Muhammad mengatakan memang tahun lalu soal pemberian bonus atlet dan pelatih di 2019 tengah dalam permasalahan. Tentu hal tersebut harus ada solusi, tak hanya terhadap kasus ini tapi juga untuk jangka panjang kedepannya.
“Perwali memang harus direvisi, bisa penambahan atau diubah. Minimal dalam Perwali ada penyebutan dokumen asli kejuaraan.” Ujar Hasbi Muhammad.(mul/ddk)