Aminudin Mulai Ditinggalkan Aparatur Pekon dan Pendukungnya

PRINGSEWU – (deklarasinews.com) – Kepala Pekon (Kakon) Pamenang ,Kecamatan Pagelaran,Kabupaten Pringsewu Aminudin  diduga kuat mulai ditinggalkan aparatur pekonya dan para pendukungnya pasalnya Kakon tersebut sudah tidak komitmen lagi dengan aparatur pekon dan para pendukungnya  sehingga mulai ditinggalkan.

Ketidak komitmenya Aminudin dengan aparatur pekonya sendiri  sampai ke para pendukungnya tersebut terutama tidak transparan terkait anggaran Dana Desa(DD) tahun 2019 dan 2020 dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) DD bagi masyarakat yang terdampak Corana virus desease 2019(Covid-19 ).

“Kami ini menyayangkan sekali kepada kakon kami yang tidak mau transparan dengan aparatur pekon terkait DD jadi transparasi itu tidak ada sama sekali di pekon Pamenang jadi wajar jika kami aparatur pekon meninggalkannya” Ujar salah aparatur pekon kepada deklarasi.com Minggu(12/7)

Terkait BLT DD 2020  Kakon Pamenang sempat di Demo masyarakatnya beberapa waktu yang lalu yang notabene pada awalnya adalah pendukung Aminudin sebagai Kakon pamenang namun kepercayaan mereka masyarakat sudah tidak seperti awal menjadi Kakon Pamenang

“Masyarakat ini kan gampang ,kalau trasnfarasi itu diterapkan sama Kakon tidak mungkin masyarakat mendemo ,wartawan kan tahu semua itu ada sebab akibatnya sehingga masyarakat mendemo  dan datang ke kantor pekon, yang jelas Kakon Pamenang tidak beres justru yang jawab itu juga bendaharanya Jumali ,sementara Aminudin sebagai Kakon Diam seribu bahasa  “tegas tokoh masyarakat yang mengetahui dengan sebenarnya terjadi pada BLT DD bagi masyarakat yang terdampak Covid-19  saat memberikan keterangan di rumahnya Minggu (12/7)

Menurut F warga yang sama mengatakan kakonnya  memang perlu diperiksa oleh aparatur terkait karena ketidak transferananya dalam merealisasikan BLT DD 2020,yang carut marut tersebut bahkan Aminudin sebagai Kakon sudah di stir oleh Bendaharanya sendiri yakni Jumali

“Kepala pekon .
Model apa kok segala keuangan di stir oleh bendaharanya sendiri,makanya wajar saja jika didemo warganya sendiri ” kata F Minggu (12/7)

Sementara yang bersangkutan Aminudin saat dihubungi hubungi melalui telpon selulernya Minggu (12/7) tidak bisa dihubungi karena menunjukan nada tidak aktif .

Terpisah bendahara pekon Jumali saat dihubungi melalui telpon selulernya untuk dimintai keterangannya terkait  bahwa dirinya sebagai satu satunya aparatur pekon yang  dekat dengan Kakon Aminudin Minggu (12/7) justru yang menerimanya istrinya sendiri dan mengatakan bahwa suaminya tidak ada dirumahnya.

“Pak Jumali ga ada dirumah kosong rumahnya ini hpnya ketinggalan ” terang istrinya Jumali (tim)

Tinggalkan Balasan