TERNATE –(deklarasinews.com)-Juru bicara gugus tugas percepatan penanganan tanggap darurat covid-19 Provinsi Maluku Utara (Malut), dr. Rosita Alkatiri mengajak masyarakat untuk bersama-sama dalam rangka memutuskan mata rantai penularan Covid-19 atau biasa di sebut virus corona di kalangan masyarakat.
Rosita kembali menjelaskan ada sejumlah langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk memutuskan mata rantai penularan tersebut.
”Marilah kita bersama-sama lebih fokus dalam upaya memutuskan mata rantai penularan. Kita harus berusaha untuk memutus rantai penularan covid-19 di kalangan masyarakat, dengan cara jaga jarak secara fisik dan jaga jarak dalam berkomunikasi dengan lingkungan sosialnya, misalnya pada saat berkomunikasi dengan lingkungan sosial kita minimalnya perlu menjaga jarak lebih dari 1 meter,” ujar Rosita dalam konferensi pers di Hotel Sahid Bella Ternate, Sabtu, (04/4/2020).
Lanjut Rosita, masyarakat juga diminta untuk menghindari tempat-tempat berkumpul dan berada dalam kerumunan serta diharapkan agar masyarakat tetap berada dirumah.
“Langkah ini adalah upaya yang paling baik untuk diterapkan sehingga diharapkan terjadi pemutusan mata rantai penularan Covid-19,” kata Rosita.
Selain itu, Rosita juga menyampaikan perkembangan terkini terkait penanggulangan covid-19 di wilayah Maluku Utara oleh tim gugus tugas percepatan penanganan tanggap darurat covid-19 di wilayah Maluku Utara.
Menurutnya, perkembangan situasi penanggulangan covid-19 di wilayah Maluku Utara berdasarkan hasil pengolahan data di pusat data dan informasi Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara dengan sumber data yang diperoleh dari dinas kesehatan kabupaten/kota dan KKP kelas 3 Ternate.
”Untuk saat ini, Kabupaten Halmahera Barat, OTG 0, ODP 17, PDP 0, Positif 0, Halmahera Tengah, OTG 0, ODP 10, PDP 0, Positif 0, Kepulauan Sula, OTG 0, ODP 10, PDP 0, Positif juga 0, Halmahera Selatan, OTG 0, ODP 89, PDP 0, Positis 0, Halmahera Utara, OTG 0, ODP 68, PDP 1, Positif 0, Halmahera Timur, OTG 0, ODP 42, PDP 0, Positif 0, Kabupaten Pulau Morotai, OTG 0, ODP 23, PDP 0, Positif 0, Kabupaten Pulau Taliabu, OTG 2, ODP 3, PDP 0, Positif 0, Kota Ternate, OTG 73, ODP 31, PDP 5, Positif 1, dan Kota Tidore Kepulauan, OTG 0, ODP 40, PDP 0, Positif 0,” jelasnya.
”Hal itu berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi. Untuk pantauan saat ini tidak terjadi perubahan yang signifikan, masih sama dengan jumlah yang kemarin-kemarin, untuk kasus PDP sendiri pasien masih dalam pengawasan ketat,” sambung Rosita. (ais).