BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Kiprah akademisi Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya kembali memperoleh pengakuan internasional. Kali ini, dosen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Yan Aditiya Pratama, resmi menerima permintaan dari perusahaan konsultan internasional ANKARTA yang berbasis di Los Angeles, California, Amerika Serikat, untuk bergabung sebagai Project Management Expert (Konsultan Manajemen Proyek) dalam program pengembangan strategis berskala internasional selama 12 bulan.
Permintaan itu disampaikan melalui surat resmi ditujukan ke Rektor IIB Darmajaya sebagai bentuk penghormatan terhadap institusi sekaligus permohonan persetujuan penugasan. Dalam surat tersebut, Chief Executive Officer (CEO) ANKARTA, Andy Narendra, menjelaskan bahwa pemilihan Yan didasarkan pada rekam jejak akademik, pengalaman profesional, serta kompetensinya dalam tata kelola proyek, perencanaan strategis, pengembangan organisasi, hingga implementasi proyek nasional maupun internasional.
ANKARTA menilai pengalaman Yan sebagai manajer proyek pada berbagai proyek strategis, didukung sertifikasi internasional Google Project Management Professional Certificate, menjadi modal penting dalam mendukung transformasi organisasi yang tengah dijalankan perusahaan. Selain itu, kepakarannya pada bidang manajemen sumber daya manusia, manajemen operasi, industri kreatif, dan kewirausahaan dinilai mampu memberikan perspektif multidisiplin dalam penyelesaian berbagai tantangan proyek.
Program kolaborasi ini dirancang berlangsung selama satu tahun dengan ruang lingkup pendampingan yang mencakup penguatan tata kelola proyek (project governance), penyusunan strategi implementasi, manajemen risiko, monitoring dan evaluasi kinerja proyek, pengembangan kapasitas tim, penyusunan kerangka kerja manajemen proyek berstandar internasional, serta konsultasi transformasi digital organisasi.
Saat ini, proyek telah memasuki fase inisiasi, yaitu tahapan awal yang berfokus pada identifikasi permasalahan, pemetaan kebutuhan organisasi, analisis pemangku kepentingan (stakeholder analysis), serta penentuan prioritas pengembangan yang akan menjadi dasar pelaksanaan proyek selama 12 bulan ke depan.
Menurut Yan, fase inisiasi merupakan tahapan paling menentukan dalam siklus manajemen proyek karena seluruh strategi implementasi bergantung pada ketepatan dalam mendefinisikan masalah dan menetapkan sasaran prioritas.
“Keberhasilan sebuah proyek tidak hanya ditentukan oleh kualitas eksekusi, tetapi juga oleh kualitas proses identifikasi masalah pada tahap awal. Semakin tepat kita memahami akar persoalan dan kebutuhan organisasi, semakin besar peluang proyek memberikan dampak yang berkelanjutan,” jelas Yan.
Pendekatan yang digunakan dalam tahap ini mengacu pada prinsip-prinsip Project Management Institute (PMI) dan praktik terbaik (best practices) dalam tata kelola proyek internasional, sehingga setiap rekomendasi yang dihasilkan berbasis data, kebutuhan organisasi, dan target strategis perusahaan.
Sebagai implementasi perdana, proyek akan difokuskan pada optimalisasi platform digital Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Los Angeles, optimalisasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan efektivitas website sebagai media promosi perdagangan Indonesia di pasar Amerika Serikat. Ruang lingkup pekerjaan meliputi evaluasi pengalaman pengguna (user experience), peningkatan struktur informasi, optimalisasi performa digital, penguatan strategi konten, integrasi layanan digital, hingga penyusunan rekomendasi pengembangan berbasis kebutuhan pengguna dan pemangku kepentingan.
Proyek ini diharapkan mampu memperkuat fungsi website sebagai pusat informasi perdagangan, promosi produk Indonesia, serta jembatan komunikasi antara pelaku usaha Indonesia dengan calon mitra bisnis di Amerika Serikat.
Selain aspek teknis, proses optimalisasi juga akan mempertimbangkan strategi transformasi digital organisasi agar platform tersebut mampu mendukung pengambilan keputusan berbasis data serta meningkatkan efektivitas pelayanan kepada eksportir dan investor.
Dalam surat resminya, ANKARTA juga menegaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya bertujuan memperkuat kapasitas manajemen proyek perusahaan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan IIB Darmajaya. Bentuk kolaborasi yang direncanakan meliputi pertukaran akademik, penelitian internasional, program pengembangan profesional, proyek konsultansi bersama, program magang mahasiswa, hingga executive education yang berorientasi pada inovasi dan penguatan jejaring global.
Perusahaan juga menegaskan bahwa penugasan tersebut dirancang secara fleksibel sehingga tidak mengganggu tugas utama Yan sebagai dosen. Aktivitas konsultasi akan diselaraskan dengan kewajiban tridarma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Penugasan ini menjadi salah satu bukti meningkatnya pengakuan internasional terhadap kompetensi akademisi Indonesia, sekaligus memperlihatkan bahwa keahlian yang dikembangkan di lingkungan perguruan tinggi memiliki relevansi tinggi dalam mendukung penyelesaian berbagai proyek strategis di tingkat global.
Melalui keterlibatan ini, diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi terhadap keberhasilan proyek yang dijalankan ANKARTA, tetapi juga memperkuat posisi IIB Darmajaya sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun kolaborasi internasional melalui pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan praktik profesional di bidang manajemen proyek. (**)