Edukasi Tentang Bantuan Awal Non-klinis Guna Menstabilkan Emosi dan Mengurangi Stres, Trauma atau Krisis Emosional, PKM Natar Gelar Sosialisasi P3LP di 10 SMP

LAMSEL – (deklarasinews.com)–  Unit Pelaksanan Teknik Daerah Puskesmas (UPTD PKM) Natar melaksanakan kegiatan sosialisasi Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis (P3LP) di lingkungan sekolah khususnya di Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kegiatan sosialisasi dilakukan selama 10 hari, mulai Senin, (11/5/2026) dengan mendatangi 10 SMP yang berdomisili di wilayah kerja UPTD PKM Natar.

Penangung jawab program kesehatan Jiwa (Keswa) UPTD  PKM Natar, Ns. Arlis Yuliana, S.Kep., M.Kes, menyampaikan sosialisasi Pertolongan pertama pada luka psikologis (P3LP) sebagai salah satu upaya meningkatkan kesehatan mental peserta didik.

“Sosialisasi P3LP ini menyasar siswa, guru, serta tenaga kependidikan sebagai pihak yang berperan langsung dalam lingkungan sekolah. Kegiatan ini menjadi bagian dari program promotif dan preventif bidang kesehatan jiwa yang tujuan utamanya memberikan pemahaman awal mengenai pentingnya penanganan luka psikologis sejak dini,”katanya.

Lebih lanjut, Arlis menjelaskan pemilihan sekolah sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada tingginya interaksi sosial yang berpotensi memunculkan tekanan psikologis pada anak dan remaja.

“Dalam kegiatan ini, kami didampingi oleh dokter dan pengelolaan program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR). Kami bersinergi memberikan materi terkait pengenalan stres, trauma, kecemasan, serta cara penanganan awal yang tepat. Peserta mendapatkan penjelasan secara langsung melalui metode penyuluhan dan diskusi interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta,”tambahnya.

Di kesempatan lain dokter PKM Natar yang mendampingi dalam sosialisasi ini, dr.Upik Pebriyani, M.Kes yang didampingi pengelola program PKPR, Nani Wijawati, SST menyampaikan bahwa sosialisasi ini dilaksanakan oleh tenaga kesehatan UPTD PKM Natar yang memiliki kompetensi di bidang kesehatan jiwa.

“Kami memberikan edukasi mengenai langkah-langkah pertolongan pertama pada luka psikologis yang dapat dilakukan di lingkungan sekolah. Materi disampaikan secara sederhana agar mudah dipahami oleh peserta. Selain itu, peserta juga diajak untuk mengenali tanda-tanda awal gangguan psikologis. Hal ini penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat,”kata dr. Upik.

Kegiatan sosialisasi P3LP ini dilaksanakan sebagai respon terhadap meningkatnya perhatian terhadap kesehatan mental anak usia sekolah. Lingkungan sekolah dinilai sebagai tempat strategis untuk deteksi dini masalah psikologis.

Lebih lanjut dr. Upik menyampaikan, sosialisasi ini, diharapkan guru dan siswa mampu saling mendukung dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat secara mental.

“Edukasi ini juga bertujuan untuk mengurangi stigma terhadap masalah kesehatan jiwa. Puskesmas berharap sekolah dapat menjadi mitra aktif dalam upaya menjaga kesehatan mental peserta didik,”ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi, simulasi sederhana, serta sesi tanya jawab. Peserta diberikan contoh kasus dan cara memberikan respons awal yang tepat terhadap teman atau siswa yang mengalami tekanan psikologis. Tim Puskesmas juga menjelaskan alur rujukan apabila ditemukan kasus yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Dengan metode ini, peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga praktik sederhana. Kegiatan berjalan lancar dan interaktif hingga akhir sesi.

Kepala UPTD PKM Natar, dr. Putra Harapan, M.Kes, menyampaikan kegiatan ini merupakan komitmen PKM Natar dalam mendukung kesehatan mental masyarakat, khususnya anak sekolah.

“Sosialisasi P3LP ini penting agar luka psikologis dapat dikenali dan ditangani sejak awal sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih berat,”ujarnya.

Pada kesempatan terpisah, Kepala SMPN 1 Natar, Dra. Eva Yusnelita, M.Pd, berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan di sekolah.

“Kolaborasi antara PKM Natar dan pihak sekolah sangat dibutuhkan. Dengan kerja sama yang baik, diharapkan tercipta generasi yang sehat baik secara fisik maupun mental,”pungkasnya (Red)

Tinggalkan Balasan