Usia Bukan Halangan! Staf BPBD Kota Bandar Lampung Ini Kuliah S1 di IIB Darmajaya Berkat Beasiswa Pemkot

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Semangat belajar sepanjang hayat kembali ditunjukkan oleh A. Gani, staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung, yang melanjutkan pendidikan S1 di Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) tahun 2024. Ia juga tercatat sebagai salah satu penerima beasiswa dari Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam upaya peningkatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN).

Lahir pada tahun 1974, A. Gani membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus berkembang. Di tengah tanggung jawabnya dalam penanganan kebencanaan, ia tetap berkomitmen meningkatkan kompetensi diri melalui pendidikan formal.

Saat diwawancarai pada Jumat (24/4/26), A. Gani menyampaikan pesan motivasi bagi masyarakat, khususnya ASN, yang masih ragu untuk melanjutkan pendidikan. “Jangan takut, jangan malu, tetap semangat kuliah di usia yang tidak lagi muda,” ujarnya.

Ia juga menilai program RPL menjadi solusi yang sangat membantu karena pengalaman kerja yang telah dijalani selama bertahun-tahun dapat diakui sebagai bagian dari proses akademik. Dengan demikian, proses studi menjadi lebih efisien tanpa mengurangi kualitas pembelajaran.

Gani juga mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui program beasiswa tersebut. Menurutnya, dukungan ini menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di kalangan ASN.

Sementara itu, Ketua Program Studi Manajemen IIB Darmajaya, Dr. Novita Sari, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa dari kalangan profesional, termasuk ASN seperti A. Gani, memberikan kontribusi positif dalam proses pembelajaran.

Menurutnya, pengalaman kerja yang dimiliki mahasiswa jalur RPL mampu memperkaya diskusi di kelas dan menciptakan integrasi antara teori dan praktik. “Mahasiswa jalur RPL memiliki keunggulan dari sisi pengalaman kerja. Ini menjadi nilai lebih karena mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga berbagi praktik nyata di lapangan,” ujar Dr. Novita Sari.

Lebih lanjut, Dr. Novita Sari menjelaskan bahwa melalui program RPL, capaian pembelajaran dari pengalaman kerja, pelatihan, maupun pendidikan nonformal dapat diakui sebagai bagian dari kredit akademik. Hal ini memungkinkan mahasiswa menyelesaikan studi dalam waktu yang lebih efisien tanpa mengurangi mutu pendidikan.

Kisah A. Gani menjadi inspirasi bahwa semangat belajar tidak mengenal batas usia. Dukungan pemerintah dan akses pendidikan yang fleksibel menjadi kunci dalam mendorong peningkatan kapasitas ASN demi pelayanan publik yang lebih optimal.

Tinggalkan Balasan