PRINGSEWU-(deklarasinews.com)-Dana ratusan juta rupiah dalam pembangunan pabrik gilingan padi di Pekon Banjarejo, Kec.Banyumas, Kabupaten Pringsewu diduga hanya menghambur-hamburkan uang negara lebih kurang Rp 600 juta karena sejak awal bangunannya sudah bermasalah dan terkesan dipaksakan bahkan Kelompak tani (Poktan) Dayakarya ketua Muryanto, Sekretaris Sumarno dan Bendahara Darmin ketika itu waktu pembangunan sudah terjadi kekisruhan dimana pada pencairan tahap ke tiga bendahara Darmin tidak dilibatkan sama sekali.
Bukan hanya itu pembangunan pabrik tersebut terkesan dipaksakan dimana yang semestinya tanah yang akan digunakan harus tanah Hibah ternyata tanah yang digunakan untuk pabrik itu bukan tanah hibah melainkan tanah bersertifikat atas nama milik istrinya bendahara Poktan yaitu Saginen bukan hanya itu untuk menutupi material pembangunan pabrik itu bendahara sampai gadaikan kebon sawit Rp 20 juta.
“Saya benar-benar dihiananti sama ketua Poktan, karena saya nutupin hutang Rp 20 juta bekas material pembangunan pabrik tersebut sampai gadaikan sebidang kebun sawit ternyata saya dipecat ketua Poktan dan uang saya tidak digantinya sama ketua Poktan” tegas Darmin saat ditemui di suatu tempat di Banjarejo Selasa (21/1).
Proses pemecatan Darmin sudah jelas ada yang tidak beres dalam pembangunan pabrik gilingan padi karena Darmin ketika akan mencairkan dana tahap ke 3 sudah tidak dilibatkan dan pemberhentian Darmin juga tidak pernah diberikan namun uang tetap dicairkan oleh Poktan Dayakarya .
“Ketika tahap ke 3 akan dicairkan langsung buku tabungan diambil oleh ketua Poktan Muryanto itu aja saya tidak dilibatkan lagi” bebernya.
Ketua Poktan Dayakarya juga diduga telah menyalahgunakan bantuan traktor untuk Poktan Dayakarya dimana bantuan berupa bantuan traktor tersebut saat ini berada di Pekon Sinar Baru tepatnya di dusun kali Duren Kecamatan Banyumas dan tidak ada di Poktan Dayakarya
“Itu kan bantuan untuk Poktan Dayakarya sebaiknya digunakan di Poktan Dayakarya kok itu ada di Pekon lain senyata anggota Poktan Dayakarya sendiri sangat membutuhkannya” katanya.
Ketua Poktan Dayakarya masih tetap berisi kukuh tidak mau memberikan keterangan terkait pembangunan pabrik gilingan padi dan bantuan traktor tersebut setiap ditelpon selalu menunjukan nada tidak aktif.(tim)