BEKASI -(deklarasinews.com)- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bekasi menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada para mustahik melalui rencana pembangunan gedung layanan baru yang lebih efisien, representatif, dan ramah masyarakat, Rabu, (28/1/26)
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan pembangunan gedung tersebut merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kota Bekasi dalam memperkuat pengelolaan dan pelayanan zakat agar berjalan optimal dan berkelanjutan.
Menurutnya, keberadaan gedung milik sendiri akan menekan biaya operasional sekaligus memberikan kenyamanan lebih bagi masyarakat penerima manfaat.
Dengan gedung sendiri, BAZNAS tidak perlu menyewa tempat dan masyarakat yang datang juga tidak terbebani biaya parkir. Ini bagian dari efisiensi sekaligus peningkatan layanan,” ujar Tri Adhianto.
Gedung BAZNAS Kota Bekasi direncanakan terdiri atas tiga lantai.
Lantai pertama akan difungsikan sebagai aula terbuka yang dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk berbagai kegiatan sosial, seperti pertemuan warga, arisan, hingga hajatan sederhana.
Lantai kedua akan menjadi pusat pelayanan BAZNAS, sementara lantai ketiga disiapkan sebagai ruang kerja pengurus dan unsur pimpinan.
Tri Adhianto menambahkan, saat ini proses perencanaan desain gedung telah rampung dan pembangunan fisik ditargetkan mulai awal tahun depan. Ia berharap gedung tersebut dapat mulai digunakan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-26 BAZNAS.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Bekasi, KH Nurul Akmal, menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025 pihaknya tetap menjalankan berbagai program sosial meskipun menghadapi keterbatasan anggaran.
Program tersebut meliputi bantuan rumah tidak layak huni (Rutilahu), bantuan sembako, bantuan kesehatan, serta santunan kedukaan.
Menurutnya, program-program prioritas tersebut akan terus dilanjutkan pada 2026 karena menjadi kebutuhan utama masyarakat. Selain itu, BAZNAS juga aktif menyalurkan bantuan kebencanaan, khususnya saat banjir melanda sejumlah wilayah di Kota Bekasi, seperti Bekasi Timur dan daerah rawan lainnya.
“Bantuannya berupa sembako, makanan ringan, hingga bantuan uang tunai untuk dapur umum agar warga bisa mengelola kebutuhan di lapangan,” kata Nurul Akmal.
Ia menjelaskan, BAZNAS setiap tahun memiliki alokasi dana khusus untuk penanganan bencana. Namun, keterbatasan anggaran kerap menjadi tantangan, terutama ketika bencana terjadi secara beruntun hingga akhir tahun.
“Jika anggaran habis di pertengahan tahun, kami harus melakukan rapat ulang untuk pengalokasian dana lain. Kondisi ini sudah kami sampaikan kepada pemerintah daerah dan masyarakat,” pungkasnya.
Penyampaian capaian program dan tantangan tersebut menjadi refleksi dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 BAZNAS, sekaligus menegaskan peran strategis lembaga zakat sebagai garda terdepan pelayanan sosial dan kemanusiaan di Kota Bekasi, tutup, (Ronald)