‎Transformasi Pendidikan Palembang: Guru BK Kini Wajib Pahami Psikologi Anak

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- ‎Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Muhammad Affan Prapanca, ST., MT., menegaskan komitmennya untuk mewujudkan program wajib belajar 13 tahun dan memastikan tidak ada lagi anak yang putus sekolah di wilayah Kota Palembang. Tekad ini menjadi bagian penting dari misi besar Pemerintah Kota Palembang untuk menciptakan generasi muda yang berkarakter, cerdas, dan berdaya saing tinggi.

‎Menurut Affan, pendidikan bukan sekadar kegiatan belajar mengajar di ruang kelas, tetapi merupakan pondasi utama dalam membentuk karakter dan moral generasi bangsa. Ia menegaskan bahwa sektor pendidikan akan terus menjadi prioritas utama Pemkot Palembang, khususnya dalam menjamin hak setiap anak untuk memperoleh pendidikan yang layak tanpa terkecuali.

‎“Pendidikan itu investasi jangka panjang bangsa. Kalau generasinya terdidik, Palembang akan punya masa depan yang kuat dan berintegritas,” ujar Affan dengan nada tegas.

‎Ia menambahkan, pemerintah kota melalui Dinas Pendidikan terus memperkuat layanan dasar pendidikan dengan memastikan seluruh anak usia 6–18 tahun mendapatkan akses belajar, baik di lembaga pendidikan formal maupun nonformal.

‎“Kalau tidak diterima di sekolah formal, anak-anak bisa mengikuti pendidikan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) atau lembaga pendidikan nonformal lainnya. Tidak ada alasan anak berhenti sekolah. Itu sudah menjadi misi utama kami, zero anak putus sekolah, ” tandasnya

‎Affan menyoroti bahwa pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah dan guru, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, terutama keluarga.

‎“Peran keluarga, terutama orang tua, sangat penting. Mereka adalah guru pertama bagi anak-anaknya,” ujarnya.

‎Menurutnya, banyak perilaku anak yang terbentuk dari lingkungan sekitar, termasuk dari interaksi di ruang digital dan media sosial. Untuk itu, ia mengingatkan para orang tua agar lebih aktif memantau dan membimbing anak-anak mereka dalam penggunaan teknologi dan media digital.

‎“Anak zaman sekarang banyak belajar dari apa yang mereka lihat di dunia maya. Kalau kita tidak awasi, mereka bisa meniru hal-hal yang tidak sesuai nilai pendidikan dan karakter bangsa,” imbuhnya.

‎Dalam upaya memperkuat peran sekolah dalam membentuk karakter siswa, Dinas Pendidikan Kota Palembang kini tengah mendorong transformasi layanan Bimbingan Konseling (BK) agar lebih profesional dan berbasis ilmu psikologi.

‎Affan menilai bahwa guru BK di sekolah tidak cukup hanya ditunjuk berdasarkan kebutuhan administrasi, tetapi harus memiliki latar belakang pendidikan psikologi atau pemahaman yang mendalam tentang ilmu kejiwaan.

‎“Guru BK idealnya memahami dunia psikologi anak. Karena itu, kami akan berupaya melakukan kolaborasi dengan para psikolog untuk meningkatkan profesionalisme dan efektivitas layanan konseling di sekolah-sekolah,” jelasnya.

‎Upaya ini sejalan dengan visi Dinas Pendidikan untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan suportif, terutama bagi siswa yang mengalami tekanan atau kesulitan dalam proses belajar. Dengan adanya pendekatan psikologis, diharapkan guru BK mampu mengidentifikasi permasalahan siswa secara lebih mendalam dan memberikan solusi yang tepat.

‎Selain menekan angka putus sekolah, Dinas Pendidikan juga tengah berfokus pada peningkatan kualitas tenaga pendidik dan infrastruktur pendidikan. Affan menyebut, berbagai program pelatihan guru, penguatan kurikulum, hingga penyediaan fasilitas digital di sekolah terus digalakkan untuk mendukung proses belajar mengajar yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

‎“Pendidikan harus terus bertransformasi. Kita tidak bisa memakai cara lama untuk menghadapi tantangan baru,” katanya.

‎Ia berharap, masyarakat turut berperan aktif dalam mendukung misi Pemkot Palembang menciptakan Palembang Cerdas dan Berkarakter, dengan tidak membiarkan satu pun anak kehilangan kesempatan untuk menuntut ilmu.

‎“Selama saya dipercaya memimpin Dinas Pendidikan, saya akan terus memastikan bahwa setiap anak di Palembang punya kesempatan yang sama untuk belajar dan bermimpi,” tutup Affan penuh semangat. (Ning)

Tinggalkan Balasan