PAGARALAM –(deklarasinews.com)-Praktek prakarya yang saat ini ditawarkan dunia pendidikan tidaklah.sama dengan puluhan tahun yang lalu.
Saat ini karya yang dihasilkan para siswa tidak diberikan atau dinikmati tenaga pendidk atau guru. Bahkan tenaga pendidik harus merogoh kocek alias membeli buah karya anak anak . Tujuannya tidak lain menumbuh kembangkan sikap kewira~usahaan para siswa.
Seperti dijelaskan oleh Kepala Sekolah Unggulan SMA Negeri 1 Pagaralam,Soniar M.Pd didampingi Wakil Bidang Kurikukum,Ibnu Fajar kepada media ini, Selasa (03/03) di ruang kerjanya.
Diuraikan Soniar, pada.praktek prakarya ini anak-anak dianjurkan membuat makanan atau kue.khas atau tradisonal Pagaralam.
“Silakan berkreasi buat makanan atau sejenisnya, lalu dijual kepada adik kelas dan juga tenaga pendidik yang berminat, uang hasil praktek ini kita harapkan akan mendorong jiwa wira usaha anak anak.” urainya.
Kalau dahulu, saat praktek maka hasilnya (makanan atau kue) dinikmati bersama, sekarang ini justru tenaga pendidik membeli hasil kreatifitas anak-anak agar tumbuh semangat dan jiwa wira usahanya. Praktek akan diikuti oleh anak-anak kelas XII,” tutupnya. (Repi)