YAPEN –(deklarasinews.com)- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Kepulauan Yapen, Ebzon Sembai S.Pi., M.H., menekankan urgensi regenerasi sumber daya manusia melalui pendidikan dasar saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Distrik Teluk Ampimoi Tahun 2026 di Kantor Distrik Teluk Ampimoi, Kampung Randawaya, Kamis (12/2/2026). Acara ini sekaligus menutup penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun 2027.Hadiri acara Kepala Distrik Teluk Ampimoi Korinus Sineri, Tim Asistensi Pemerintah Daerah Paul Richard Dawir, serta anggota DPRK Dapil 4 Jasten Simanjuntak, Rian Hendrik Tania, dan Trison Ayomi.
Turut serta Kapolpos Teluk Ampimoi Frisd M.M., pendamping desa, kepala kampung, Badan Musyawarah Kewangsaan Masyarakat Adat (Bamuskam) se-Distrik Teluk Ampimoi, tokoh pemuda, perempuan, tenaga medis, dan pendidik.Bertema “Peningkatan Kualitas SDM yang Berdaya Saing, Ekonomi Daerah yang Inklusif, Tata Kelola Profesional, dan Infrastruktur Berketahanan”, Sembai mengingatkan temuan survei UNICEF melalui Yayasan Rumsram yang mengungkap 60 persen siswa di 10 sekolah dasar sampel belum bisa membaca—fakta yang telah ramai diberitakan dan menarik perhatian publik.
“Melalui Musrenbang ini, saya minta Kepala Distrik beserta jajarannya, kepala kampung dan perangkatnya, Bamuskam, serta orang tua siswa se-Distrik Teluk Ampimoi serius tangani ini. Ini kunci regenerasi penerus daerah ini yang akan gantikan kita besok. Segera cek dan pastikan apakah kondisi ini benar terjadi di semua SD wilayah Distrik Teluk Ampimoi atau tidak dan hasilnya segera laporkan agar dapat di ketahui pemerintah daerah.
Kepala kampung sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah paling bawah harus bertanggung jawab atas pendidikan di kampung masing-masing, lalu laporkan hasilnya berjenjang hingga tingkat atas,” tegas Sembai, putra daerah Teluk Ampimoi, dengan nada mendesak yang disambut anggukan peserta.
Sembai juga mengevaluasi program pemerintah daerah yang telah masuk ke kampung-kampung di distrik tersebut. Ia meminta kampung yang belum maksimal tersentuh pembangunan dan bantuan dijadikan prioritas usulan Musrenbang. Usulan dari Puskesmas dan Puskesmas Pembantu (Pustu), termasuk pengawalan anggaran daerah, mendapat perhatian khusus.
“Sebagai anak Teluk Ampimoi, saya kawal setiap usulan dari tingkat bawah hingga atas bersama rekan DPRK Dapil ini. Hari ini, kami hadir untuk dengar aspirasi Bapak/Ibu dan pastikan program 2025 yang belum merata tahun lalu segera ditindaklanjuti,” ujarnya penuh komitmen.
Dengan keterbatasan anggaran, Sembai meminta peserta fokus pada isu urgen dan berdampak luas. “Prioritaskan hal-hal mendasar, karena tidak mungkin akomodir semua usulan,” pesannya
Selama Musrenbang, masyarakat dan kepala kampung menyampaikan aspirasi, seperti kekurangan guru di satu sekolah—hanya satu guru—serta Pustu yang belum punya perawat.
“Aspirasi dari kepala kampung hari ini kami terima dan tindaklanjuti ke dinas terkait agar segera ada langkah konkret atasi masalah masyarakat,” jelas Sembai di hadapan peserta.(GM)