‎GAPENSI Dorong Digitalisasi Konstruksi, Siap Hadapi Tantangan Era Baru

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- ‎Musyawarah Daerah (Musda) XII Badan Pengurus Daerah (BPD) Gabungan Perusahaan Konstruksi Indonesia (GAPENSI) Sumatera Selatan resmi digelar dan dibuka di Hotel Salatin, Jalan Sultan M. Mansyur, Palembang, Jumat (13/2/2026).

Agenda lima tahunan ini menjadi forum penting bagi para pelaku jasa konstruksi di Sumsel untuk melakukan konsolidasi organisasi sekaligus menentukan arah kepemimpinan dan strategi pembangunan ke depan.

‎‎Musda XII GAPENSI Sumsel dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP GAPENSI, H. Andi Rukman N. Karumpa. Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Sumatera Selatan, Ir. H. Novian Aswardani, ST, MM, IPM, ASEAN Eng.

‎‎Dengan mengusung tema “GAPENSI Berperan Aktif dalam Membangun Daerah di Bidang Jasa Konstruksi”, Musda kali ini bukan hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat peran GAPENSI sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan infrastruktur daerah.

‎‎Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP GAPENSI Andi Rukman N. Karumpa menegaskan bahwa Musda merupakan ruang penting bagi regenerasi kepemimpinan serta penguatan kontribusi organisasi dalam mendukung pembangunan daerah.

‎‎Ia menyoroti persoalan klasik yang masih dihadapi banyak daerah, yakni keterbatasan anggaran, khususnya dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah. Menurutnya, tanpa dukungan anggaran yang memadai, pemerintah daerah akan kesulitan menentukan prioritas pembangunan, terutama di sektor infrastruktur.

‎‎“Jika dana transfer tidak ditingkatkan, daerah akan sulit bergerak cepat. Padahal infrastruktur adalah tulang punggung layanan publik. Kami mendorong pemerintah pusat agar memperbesar dana transfer ke daerah, tidak hanya untuk pembangunan, tetapi juga sebagai bentuk pemberdayaan UMKM konstruksi,” ujar Andi.

‎‎Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa regulasi terbaru seperti Perpres 46 dan Permen PUPR Nomor 06 Tahun 2025 sejatinya telah membuka peluang besar bagi pelaku usaha kecil di sektor jasa konstruksi. Namun, peluang tersebut harus dibarengi dengan tanggung jawab dan komitmen tinggi terhadap kualitas pekerjaan.

‎‎“Siapa pun yang mendapat kontrak proyek harus menjunjung profesionalisme. Kualitas pekerjaan adalah harga mati, karena menyangkut kepercayaan publik terhadap dunia konstruksi,” tegasnya.

‎‎Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Sumatera Selatan, Novian Aswardani, dalam sambutannya menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital di sektor konstruksi.

‎‎Menurutnya, digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Pemanfaatan teknologi diyakini dapat mempercepat proses pembangunan, meningkatkan efisiensi, serta memperkuat transparansi dalam pengelolaan proyek.

‎‎“GAPENSI harus berada di garda terdepan dalam menghadapi era digital. Jika mampu beradaptasi, pembangunan di Sumatera Selatan akan semakin cepat, efektif, dan berkualitas,” katanya.

‎‎Novian juga menyampaikan bahwa pelaksanaan Musda XII GAPENSI Sumsel mendapat dukungan penuh dari Gubernur Sumatera Selatan. Pemerintah daerah, kata dia, berharap sinergi antara pemerintah dan pengusaha jasa konstruksi dapat terus terjalin secara harmonis.

‎‎“Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya sebatas proyek, tetapi menjadi kemitraan jangka panjang untuk membangun Sumsel yang lebih maju,” ujarnya.

‎Di sisi lain, Ketua BPD GAPENSI Sumsel, Mayumi Itsuwa, BA, menjelaskan bahwa Musda XII juga menjadi forum pemilihan ketua untuk periode kepengurusan berikutnya. Ia menyatakan kesiapannya untuk kembali melanjutkan program strategis apabila dipercaya oleh anggota.

‎‎Menurut Mayumi, fokus utama GAPENSI Sumsel ke depan adalah digitalisasi organisasi. Ia menilai, tanpa adaptasi teknologi, anggota GAPENSI akan sulit bersaing di tengah perubahan industri yang semakin cepat.

‎‎“Digitalisasi bukan hanya soal sistem administrasi, tetapi juga cara berpikir. GAPENSI harus mampu menjadi organisasi modern agar anggota tetap relevan dan kompetitif,” katanya.

‎‎Selain itu, Mayumi juga menekankan pentingnya Sertifikasi Badan Usaha (SBU) sebagai fondasi profesionalisme di dunia konstruksi. Ia menyebut, SBU bukan sekadar persyaratan administratif, tetapi pintu masuk untuk meningkatkan daya saing perusahaan anggota.

‎‎Ia pun mengajak seluruh perusahaan anggota GAPENSI untuk lebih aktif menggerakkan usaha, memperluas jaringan, serta memperkuat kemitraan dengan pemerintah maupun lembaga pendidikan.

‎‎Saat ini, GAPENSI Sumatera Selatan tercatat memiliki sekitar 500 perusahaan anggota yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Namun, sejumlah cabang masih dalam tahap reaktivasi setelah terdampak pandemi COVID-19.

‎‎“Pandemi menjadi tantangan terbesar pada periode pertama kepemimpinan kami. Banyak kegiatan terhenti, bahkan beberapa cabang sempat vakum. Tapi sekarang organisasi perlahan bangkit dan kembali solid,” ungkap Mayumi.

‎Ia optimistis, dengan semangat kebersamaan dan kepemimpinan yang kuat, GAPENSI Sumsel mampu menjawab tantangan industri konstruksi yang semakin kompleks.

‎Musda XII diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan baru yang adaptif, progresif, dan siap membawa GAPENSI menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah.

‎“Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah dan pelaku usaha konstruksi, kami optimistis pembangunan infrastruktur dan layanan publik di Sumatera Selatan akan semakin maju, merata, dan berkualitas,” pungkas Mayumi. (Ning)

Tinggalkan Balasan