PAGARALAM -(deklarasinews.com)- Pekerjaan tambal sulam jalan Jalur Lintas Pagaralam – Tanjung Raya Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menuai sorotan masyarakat kecamatan Jarai dan kecamatan Suka merindu, Warga menilai selain kualitas pekerjaan, masih banyaknya jalan berlubang terkesan ditinggal yang belum dikerjakan hal inilah patut diduga tidak sesuai RAB dan teknis dan jalan yang berlobang saat ini sangat membahayakan pengguna jalan.
Berdasarkan pantauan di lapangan Media ini pekerjaan tambal sulam ditemukan lubang di sejumlah lokasi, di antaranya ruas jalan Kecamatan Suka Merindu tepatnya Desa Karang cahya, desa Rambai Kace lanjut sampai di Kecamatan Jarai tepatnya di depan pasar jarai, desa Karang Tanding, desa Aromantai dan terus Kecamatan Muara Payang. Kondisi serupa juga ditemukan.Kamis (22/1/2025).
Sejumlah ruas jalan tersebut merupakan bagian dari proyek perbaikan jalan yang bersumber dari APBD Provinsi Sumsel melalui Dinas PUTR bidang Balai jambatan dan jalan program tersebut tentu bertujuan meningkatkan kualitas infrastruktur jalan di berbagai wilayah penghubung antar kabupaten dan kota, Namun, warga menilai hasil pekerjaan di beberapa titik di jalan raya Jarai – Guruh Agung dan masih banyaknya terlihat yang berlobang sangat besar.
Proyek tambal sulam jalan Provinsi Pagaralam – Tanjung Raya dengan nilai kontrak sekitar Rp22.257 miliar, yang dikerjakan oleh PT indotain makmur temberas, disebut-sebut menjadi perhatian warga. Proyek tersebut dikeluhkan karena di beberapa titik masih menyisahkan lubang – lubang besar terbuka dan sangat membahayakan pengendara,” ujar salah seorang warga karang cahya Sastra.
Keresahan warga , mendorong rencana pelaporan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan, Masyarakat menyatakan akan melaporkan dugaan penyimpangan dalam proyek tersebut agar dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh aparat penegak hukum (APH). Dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian melalui audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK-RI).
Warga juga berharap Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) dapat melakukan audit menyeluruh terhadap proyek tambal sulam jalan tersebut, hal ini masih banyak yang belum ditambal dan berlubang lubang besar, BPK turun lapangan guna memastikan penggunaan anggaran uang negara berjalan sesuai ketentuan.
Berita sebelumnya“Ruas jalan ini bisa dilihat banyak yang dilewatkan oleh pihak rekanan tidak dikerjakan karena diketahui proyek ini sepanjang puluhan kilo meter ini sengaja banyak yang dilewatkan pihak rekanan jika ada yang mengkritik baru diperbaiki,” jelas sumber.
Selain dari itu juga lubang-lubang jalan yang ditinggalkan tidak ditambal sulam ini juga membahayakan bagi pengendara yang melintas karena masih banyak lubang jalan disana-sini diduga akibat dari kelakuan pemborong rehab jalan yang nakal, sehingga proyek tambal sulam tidak dikerjakan secara tuntas hanya menambal lubang yang besar-besar saja, padahal selayaknya perbaikan jalan dikerjakan secara tuntas.”keluhnya.
Sementara Kepala UPTD Jalan dan Jambatan Dinas PUBMTR Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Parliansyah ST saat dikonfirmasi pada ahir tahun lalu mengatakan tambal sulam atau Road Patching tinggal Finishing.” tuturnya pada media.
Masyarakat berharap persoalan kerusakan jalan ini tidak hanya ditangani melalui perbaikan fisik semata, tetapi juga diiringi dengan evaluasi sistem pengawasan agar kualitas pembangunan infrastruktur ke depan lebih terjamin.(Rep)