Asep Priwanto Tampung Keluhan Jalan Rusak, Soroti Keselamatan Warga Tubaba

TUBABA –(deklarasinews.com)– Permasalahan infrastruktur jalan menjadi aspirasi utama masyarakat dalam kegiatan reses anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tulang Bawang Barat (Tubaba), Asep Priwanto dari Partai Amanat Nasional (PAN), yang digelar di Kelurahan Panaragan Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Jumat (03/04/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan kelurahan, tokoh masyarakat, serta warga dari berbagai tiyuh yang berada di daerah pemilihan Asep.

Dalam kesempatan itu, warga secara langsung menyampaikan berbagai keluhan, khususnya terkait kondisi jalan yang rusak dan membutuhkan perbaikan segera.

Salah satu warga Panaragan Jaya, Ibu Nining, mengungkapkan kondisi jalan gang di depan rumah dinas Bupati menuju arah sekolah yang selama ini rusak parah. Menurutnya, saat musim hujan, jalan tersebut menjadi becek, berlubang, dan tergenang air sehingga menyulitkan aktivitas masyarakat.

“Kalau musim hujan jalannya becek, banyak lubang dan genangan air. Kami mohon agar bisa segera diperbaiki,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan warga Mulya Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah. Mereka meminta perbaikan jalan sepanjang kurang lebih 100 meter di wilayah Suku 5 yang kondisinya rusak berat. Warga berharap adanya solusi sementara jika belum tersedia anggaran dari pemerintah daerah.

“Kalau memang belum ada anggaran, kami berharap ada solusi sementara agar jalan tidak semakin rusak dan membahayakan,” kata salah satu warga.

Menanggapi hal tersebut, Asep Priwanto menyatakan kesiapannya untuk membantu penanganan sementara dengan melakukan penimbunan jalan menggunakan material batu.

“Nanti dicek dulu, butuh berapa mobil batu untuk penimbunan jalan yang ada di mulya jaya. Kalau hanya sekitar 100 meter, insyaallah bisa kita fasilitasi sebagai solusi sementara,” jelas Asep.

Selain itu, Sutris dari Candra Mukti turut menyampaikan kondisi jalan dari Simpang PU hingga Samsat yang dinilai sangat memprihatinkan. Ia bahkan menyebutkan bahwa kerusakan jalan tersebut telah memakan korban jiwa akibat kecelakaan.

“Jalan dari Simpang PU sampai Samsat itu sudah sangat parah. Bahkan kemarin ada kecelakaan sampai meninggal dunia. Kami berharap ini segera ditindaklanjuti,” ungkapnya.

Sementara itu, Sriyanto, warga Wonokerto, juga meminta perbaikan jalan sepanjang kurang lebih 600 meter yang saat ini dalam kondisi rusak berat.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Asep Priwanto menegaskan bahwa seluruh usulan masyarakat akan menjadi bahan pembahasan dan akan disampaikan langsung kepada pemerintah daerah serta dinas terkait.

“Kita memahami saat ini kondisi anggaran sedang efisiensi. Namun, semua aspirasi ini akan tetap saya sampaikan langsung kepada kepala daerah dan dinas terkait, apalagi ini sudah menyangkut keselamatan masyarakat,” pungkasnya. (Mar)

Reses DPRD, Masyarakat Mekar Jaya Meminta Perbaikan Jalan Sudah di Ukur 3 kali Namun Sudah 3 Tahun Belum Terealisasi

TUBABA –(deklarasinews.com)- Reses Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulang Bawang Barat melaksanakan Reses dalam rangka menyerap Aspirasi Masyarakat untuk di sampaikan kepada Pemerintah Daerah kabupaten Tulangbawang Barat.

Reses yang berlangsung di Tiyuh Merka Jaya, Kecamatan Gunung Agung, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Kamis (2/4/2026).

Dalam kegiatan reses itu pembahasan yang paling utama yaitu terkait perbaikan jalan poros serta Jalan Usaha Tani (HUT).

Dalam usulan masyarakat beberapa tahun yang lalu yaitu meminta kepada pemerintah Daerah agar memperbaiki jalan poros di Tiyuh Mekar Jaya.

Dikatakan masyarakat bahwa jalan tersebut sudah selayaknya dilakukan perbaikan sejak 3 tahun yang lalu, namun  hingga saat ini belum juga terealisasi meskipun sudah di lakukan pengukuran oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten setempat.

“Jadi kami Reses di Tiyuh Mekar Jaya, masyarakat meminta kepada pak Bupati melalui Dinas PU agar jalan Poros dari RW 5 KE RW 6 yang sebelumnya sudah di ukur oleh PU  3 kali sejak tahun 2024 sampai tahun 2026 ini belum juga di kerjakan,  diwaktu Dinas PU ngukur akan di bangun dengan sabes dan di kerjakan pu dengan anggaran Swakelola, panjang jalan  800 meter, juga perbaikan jalan antar tiyuh Tunas jaga ke tiyuh suka jaya serta ke tiyuh marga jaya agar dapat bisa di tambal sulam atau aspal,” Kata S.Joko Kuncoro Wakil Ketua II DPRD Tubaba saat seusai melakukan reses, Kamis, (2/4/2026).

Selain itu, Joko Kuncoro yang juga Ketua Partai Nasdem Kabupaten Tubaba ini juga meminta Pemerintah Daerah agar bisa memberikan fasilitas alat berat untuk di pinjamkan memperbaiki Jalan Usaha Tani (HUT) di Tiyuh Mekar Jaya.

“Selain perbaikan jalan Poros, masyarakat tiyuh Mekar jaya juga meminta agar di pinjamkan alat berat gleder dan Eksa kecil untuk perbaikan jalan lingkungan dan jalan pertanian, serta meminta agar di buatkan 1 titik Sumur Bor yang terletak di RW. 03 RT.05,” Jelasnya Joko menyampaikan permintaan masyarakat saat reses.

Mewakili Masyarakat di dapil nya, khususnya di Kecamatan Gunung Agung, dirinya berharap Pemerintah Daerah kabupaten Tulang Bawang Barat bisa merealisasikan nya di tahun 2026 ini. Karena apa yang menjadi usulan masyarakat merupakan beban yang sangat berat di pundaknya selaku wakil rakyat.

“Saya meminta kepada bupati dan dinas PUPR agar bisa merealisasikan nya dalam tahun ini, ” Tegasnya Joko. (Mar)

Sinergi Musrenbang Tubaba 2027 : Gubernur Lampung dan Bupati Novriwan Jaya Perkuat Ketahanan Pangan hingga Hilirisasi Desa

TUBABA –(deklarasinews.com)– Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Acara yang gelar di Aula Lantai III Sekretariat Pemkab Tubaba pada Rabu (04/03/2026) ini menjadi momentum krusial sinkronisasi kebijakan pusat, provinsi, dan daerah.

​Hadir langsung dalam agenda tersebut Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M., yang disambut oleh Bupati Tubaba, Ir. Novriwan Jaya, S.P., bersama Wakil Bupati Nadirsyah dan jajaran Forkopimda.

​​Dalam laporannya, Bupati Novriwan Jaya mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Lampung terhadap percepatan pembangunan di “Bumi Ragem Sai Mangi Wawai”. Ia menyoroti kemajuan sektor infrastruktur jalan yang menjadi urat nadi ekonomi masyarakat.

​”Tahun 2026 ini, Tubaba mendapatkan alokasi untuk tujuh ruas jalan strategis. Salah satu yang paling dinantikan adalah ruas Penumangan–Unit 6. Ini suntikan semangat luar biasa bagi konektivitas antarwilayah kami,” ujar Novriwan.

​Tak hanya fisik, sektor kesehatan juga bertransformasi. Dengan kucuran dana pusat senilai Rp130 miliar, RSUD Tubaba kini bersiap menjadi rumah sakit rujukan unggulan. Saat ini, fasilitas tersebut telah mampu melayani lebih dari 200 pasien rutin cuci darah (hemodialisa) dan fokus pada penanganan penyakit kronis (Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi).

​​Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, dalam arahannya menekankan bahwa wewenang yang dimiliki pemerintah harus bermuara pada pelayanan rakyat. Ia secara khusus menyoroti potensi ekonomi masif dari program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

​”Anggaran MBG di Tubaba mencapai Rp497,7 miliar. Jika dibagi ke 100 desa, artinya ada potensi Rp4 miliar yang mengalir ke tiap desa per tahun. Kepala Tiuh (Kepala Desa) harus cerdas; jangan sampai bahan bakunya diambil dari luar Tubaba. UMKM dan petani lokal harus menjadi pemain utama,” tegas Gubernur.

​Gubernur juga menyoroti pentingnya menjaga nilai tambah komoditas unggulan seperti singkong dan jagung agar tidak sekadar menjadi bahan mentah yang keluar daerah tanpa memberikan dampak ekonomi maksimal bagi petani lokal.

​​Sebagai solusi atas fluktuasi harga komoditas, Pemerintah Provinsi Lampung memperkenalkan program Koperasi Desa Merah Putih. Program ini bertujuan memutus rantai tengkulak luar daerah dengan menyediakan armada transportasi sendiri dan menjaga stabilitas harga di tingkat desa.

​Gubernur juga menjanjikan dukungan nyata berupa pemberian Pupuk Organik Cair (POC) yang diproyeksikan mampu meningkatkan produktivitas lahan hingga 15-20%. Selain itu, bantuan mesin pengering (dryer) berkapasitas 20 ton akan dialokasikan untuk menjaga kualitas panen jagung dan padi saat harga pasar sedang tidak stabil.

​​Di pengujung acara, Gubernur memberikan kabar baik berupa pemberian Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar Rp10 juta per desa untuk mendukung program “Desa Maju”. Ia juga menitipkan pesan mendalam mengenai kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

​”Saya minta Pak Bupati dan para Kepala Tiyuh, jangan sampai ada anak di Tubaba yang putus sekolah. Semua harus tuntas minimal hingga jenjang SMA,” pungkasnya.

​Musrenbang ini diharapkan menjadi pijakan kuat bagi Tubaba untuk mencapai target makro ekonomi tahun 2027, selaras dengan visi Lampung Maju dan program ketahanan pangan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Sekda Provinsi Lampung, Dr. Marindo Kurniawan, S.T., M.M., Jajaran Forkopimda, Wakil Ketua I DPRD Tubaba, Sekda Tubaba, Ir. Iwan Mursalin, S.Si., M.M., M.T., Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, seluruh Camat dan Kepala Tiyuh se- Kabupaten Tubaba. (Mar)

Lelang Lebak Lebung di Tiyuh Pagar Dewa Tetap Dilestarikan, Hasilnya untuk Pembangunan Tiyuh

TUBABA –(deklarasinews.com)– Tiyuh Pagar Dewa merupakan wilayah yang dikelilingi oleh dataran rendah sungai serta kawasan lebak lebung yang kaya akan hasil ikan air tawar. Potensi alam tersebut dimanfaatkan melalui kegiatan lelang lebak lebung, sebuah tradisi turun-temurun yang telah berlangsung sejak masa pemerintahan kolonial Belanda.

Pada kegiatan lelang lebak lebung yang dilaksanakan hari ini, pemerintah tiyuh bersama unsur kecamatan kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga tradisi tersebut sekaligus menjadikannya sebagai sumber pendapatan bagi pembangunan daerah.

Camat Pagar Dewa, Barmawi, menjelaskan bahwa lelang lebak lebung merupakan tradisi lama yang terus dilestarikan hingga kini.

“Lelang lebak lebung ini sudah ada sejak zaman Belanda dan dilakukan secara turun-temurun. Pada masa sebelumnya, lelang dilaksanakan untuk jangka waktu tiga tahun. Namun, berdasarkan hasil musyawarah hari ini, disepakati bahwa lelang dilakukan untuk jangka waktu dua tahun,” ujar Barmawi.

Ia menambahkan, objek yang dilelang adalah hasil ikan dari kawasan lebak atau lebung. Pendapatan dari hasil lelang tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan Tiyuh dan Kecamatan, seperti pembiayaan struktur pemerintahan tiyuh, sarana dan prasarana tiyuh, serta pembayaran pajak bumi dan bangunan.

“Peserta lelang cukup banyak dan bersifat terbuka, tidak hanya dari Tiyuh Pagar Dewa, tetapi juga dari kampung-kampung tetangga,” tambahnya.

Sementara itu, Kepalo Tiyuh Pagar Dewa, Mursalin, menyampaikan bahwa sebagian besar hasil lelang dialokasikan untuk kewajiban pajak dan pembangunan infrastruktur.

“Sekitar Rp50 juta kami alokasikan khusus untuk pembayaran pajak. Selain itu, dana lelang juga digunakan untuk pembangunan tiyuh, seperti pembuatan gorong-gorong dan fasilitas lainnya,” jelas Mursalin.

Dengan adanya lelang lebak lebung ini, pemerintah tiyuh berharap tradisi warisan leluhur tetap terjaga sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang berkelanjutan.(Mar)

‎RAT 2025 KDMP Pulung Kencana Tegaskan Komitmen Bangun Koperasi Modern Berorientasi Layanan Anggota

TUBABA –(deklarasinews.com)– Semangat kebersamaan dan kemandirian ekonomi desa terasa kuat dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Pulung Kencana. Mengusung tema “Membangun Koperasi Modern yang Berorientasi pada Layanan Anggota”, kegiatan tersebut digelar di Kantor KDMP Tiyuh Pulung Kencana, RT 002, Suku 008, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Senin (16/2/2026).

‎‎RAT yang menjadi forum tertinggi dalam struktur koperasi ini tidak sekadar agenda rutin tahunan, tetapi juga momentum strategis untuk mengevaluasi kinerja, merumuskan arah kebijakan, serta memperkuat komitmen pelayanan kepada anggota.

‎‎Saat dikonfirmasi, Kepalo Tiyuh Pulung Kencana, Hendarwan, S.H., menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian resmi RAT KDMP Tahun Buku 2025.

‎‎“Bahwa acara kita pada hari ini adalah Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Rangkaian kegiatan akan dilanjutkan besok pagi, tanggal 17 Februari 2026, dengan paripurna pengambilan keputusan hasil musyawarah RAT. Alhamdulillah, sangat antusias masyarakat. Jumlah anggota Koperasi Desa Merah Putih Pulung Kencana mencapai 1.010 orang.

‎‎Kita lakukan RAT sesuai Surat Edaran Deputi dari Kementerian Koperasi Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2026.

‎‎Manakala anggota maksimal 500 orang dapat dilakukan secara daring, tetapi karena ini lebih dari 500 orang, kita lakukan secara terbuka,” ujarnya.

‎‎Antusiasme lebih dari seribu anggota menjadi bukti nyata bahwa koperasi ini telah menjadi denyut ekonomi masyarakat. Forum yang digelar secara terbuka itu mencerminkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan koperasi. ‎Lebih lanjut, Hendarwan memaparkan sejumlah unit usaha yang telah berjalan dan menjadi tulang punggung aktivitas ekonomi koperasi.

‎‎“Usaha yang sudah berjalan, yang pertama unit usaha simpan pinjam, unit gerai sembako, unit usaha pupuk bersubsidi, unit usaha ATM. Sudah empat gerai yang berjalan. Kemudian unit usaha dalam pengajuan, yaitu klinik desa, apotek desa, dan alsintan, karena potensi di tempat kita sumbernya dari pertanian,” ungkapnya.

‎‎Keberadaan unit-unit usaha tersebut memperlihatkan langkah progresif KDMP dalam memperluas layanan, mulai dari kebutuhan pokok, akses permodalan, hingga dukungan sektor pertanian sebagai basis utama ekonomi warga Pulung Kencana.

‎‎Ia juga mengimbau masyarakat yang belum menjadi anggota untuk segera bergabung.

‎‎“Saya menghimbau kepada masyarakat yang belum mendaftarkan dirinya menjadi anggota KDMP Tiyuh Pulung Kencana agar sesegera mungkin mendaftarkan diri, karena banyak hal yang bisa didapat di KDMP, terutama pembelanjaan di gerai sembako yang harganya sangat terjangkau. Kemudian khusus untuk petani yang mengharapkan pupuk bersubsidi, karena di Pulung Kencana tidak ada lagi kios-kios, sudah melalui KDMP,” tegasnya.

‎‎Ajakan tersebut menjadi penegasan bahwa koperasi bukan sekadar lembaga simpan pinjam, melainkan instrumen pemberdayaan ekonomi kolektif yang memberi manfaat langsung bagi anggotanya.

‎‎Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua KDMP Pulung Kencana, Ir. H. Baharuddin, M.T., Kepalo Tiyuh Pulung Kencana, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta tamu undangan lainnya.

‎‎Capaian Kinerja dan Perolehan Usaha

‎Dalam laporan perolehan keuntungan unit usaha aktif, KDMP Pulung Kencana menunjukkan tren positif: ‎Unit usaha sembako mencatat keuntungan sebesar Rp1.437.300 atau 4,35 persen dari modal, dengan total penjualan sekitar 30 persen dari stok. ‎Unit usaha simpan pinjam mengalami peningkatan platform dari Rp54.750.000 menjadi Rp61.000.000, atau naik 11,48 persen.

‎‎Data tersebut menunjukkan fondasi usaha yang terus tumbuh dan stabil, sekaligus menjadi indikator meningkatnya kepercayaan anggota terhadap koperasi.

‎Mengusung semangat modernisasi, KDMP Pulung Kencana berkomitmen melakukan pembenahan sistem administras.(Mar)

H. Putra Jaya Umar Sosialisasikan Pembinaan Ideologo Pancasila di Tiyuh Panaragan

TUBABA –(deklarasinews.com)– Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung H. Putra Jaya Umar melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila

Kegiatan dilaksanakan oleh Anggota DPRD Provinsi Lampung dari partai Golongan karya (Golkar) berlangsung di Tiyuh (Desa) Panaragan, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) pada Minggu (15/02/2026).

Kegiatan ini merupakan agenda Anggota DPRD Provinsi Lampung yang bertujuan untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa, serta sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

H. Putra Jaya Umar mengatakan, Melalui kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran ideologis masyarakat terutama anak-anak muda.

“Kita berharap anak anak kita, cucu cucu kita lebih mengenal lagi idiologi Pancasila,” ungkapnya. (Mar)

Musrenbang Tuba Tengah Tahun 2026, Pengembangan Ekonomi Produktif dan Pembangunan Berkelanjutan

TUBABA –(deklarasinews.com)– Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kecamatan Tulang Bawang Tengah Tahun 2026, yang berlangsung di Balai Tiyuh Candra Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah (TBT), Jumat (30/01/2026).

Musrenbang kecamatan tersebut menjadi forum strategis dalam menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menyusun skala prioritas pembangunan daerah tahun anggaran 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Pengembangan Ekonomi Produktif melalui Peningkatan SDM, Pemberdayaan Masyarakat dan Peningkatan Infrastruktur Berkelanjutan.”

Asisten III Bidang Administrasi Umum Kabupaten Tulang Bawang Barat, Mirza Irawan Dwi Atmaja, S.Sos., MM, dalam sambutannya menegaskan bahwa Musrenbang merupakan tahapan penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah yang harus dilaksanakan secara partisipatif dan transparan.

“Musrenbang ini menjadi wadah strategis untuk menyelaraskan usulan pembangunan dari tingkat tiyuh dan kecamatan agar sejalan dengan prioritas pembangunan daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat tahun 2026,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, perangkat kecamatan, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan serta berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Plt. Camat Tulang Bawang Tengah, Mardianto Rohman, S.E., M.M, menyampaikan bahwa seluruh usulan yang dibahas dalam Musrenbang merupakan hasil penjaringan aspirasi masyarakat dari masing-masing tiyuh di wilayah Kecamatan Tulang Bawang Tengah.

“Kami berharap usulan-usulan prioritas yang telah disepakati dalam Musrenbang ini dapat ditindaklanjuti dan direalisasikan sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat di Kecamatan Tulang Bawang Tengah,” kata Mardianto.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Inspektur, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta Kepalo Tiyuh se-Kecamatan Tulang Bawang Tengah, aparatur tiyuh, tokoh masyarakat, dan undangan lainnya yang telah ditentukan.

Melalui Musrenbang RKPD Kecamatan Tulang Bawang Tengah ini, Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat berharap perencanaan pembangunan tahun 2026 dapat lebih terarah, tepat sasaran, serta mampu mendorong percepatan pembangunan daerah secara berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (Mar)

Asisten I Buka Musrenbang RKPD 2026 Kecamatan Pagar Dewa dan Lambu Kibang

TUBABA –(deklarasinews.com)– Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Untung Budiono, S.Sos., M.H., secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kecamatan Pagar Dewa dan Lambu Kibang Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di Aula Kantor Kecamatan setempat, Kamis (29/01/2026).

Musrenbang ini menjadi momentum strategis dalam menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan kebutuhan riil di tingkat kecamatan.

Camat Pagar Dewa, Barmawi, S.E., M.M., dalam sambutannya menyampaikan gambaran umum kondisi wilayah yang dipimpinnya.

“Pada tahun 2026, Kecamatan Pagar Dewa memiliki luas wilayah sekitar 17.750 kilometer persegi, terdiri dari enam tiyuh, dengan jumlah penduduk sebanyak 6.924 jiwa,” ujar Barmawi.

Sementara itu, di tempat terpisah, Plt. Camat Lambu Kibang, Arfan Marqori, turut menyampaikan komitmen pemerintah kecamatan dalam mendukung pelaksanaan Musrenbang sebagai wadah perencanaan pembangunan yang partisipatif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Dalam sambutannya, Asisten I Untung Budiono menegaskan bahwa Musrenbang merupakan amanat undang-undang sebagai mekanisme perencanaan pembangunan yang berjenjang dan partisipatif, dimulai dari tingkat tiyuh hingga kabupaten. Oleh karena itu, forum ini menjadi ruang strategis untuk menyatukan aspirasi masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan daerah.

Untung Budiono menjelaskan bahwa tema Musrenbang RKPD Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2026 adalah “Pengembangan Ekonomi Produktif”, yang akan diwujudkan melalui tiga fokus utama, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), penguatan sektor ekonomi produktif, serta pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan tepat sasaran.

Ia juga mengingatkan bahwa keterbatasan kemampuan keuangan daerah menjadi tantangan bersama.

Dengan kapasitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang masih terbatas, tidak seluruh usulan pembangunan dapat diakomodasi secara bersamaan.

“Oleh karena itu, diperlukan kesepahaman dalam menentukan skala prioritas program yang benar-benar berdampak langsung terhadap penguatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Asisten I memaparkan sejumlah program prioritas yang direncanakan pada tahun 2026. Di antaranya peningkatan kualitas SDM melalui sektor pendidikan dengan pengembangan kelas khusus olahraga, penguatan pendidikan karakter berbasis lima pilar, serta peningkatan layanan kesehatan melalui program pemeriksaan dan pengobatan gratis yang dilaksanakan secara rutin di seluruh wilayah Tulang Bawang Barat.

Di sektor pertanian dan peternakan, pemerintah daerah akan mendorong pelaksanaan sekolah lapang teknologi, pengembangan pakan ternak, inseminasi buatan, serta penguatan kelembagaan petani. Selain itu, direncanakan pula pengembangan tanaman pangan dan perkebunan melalui bantuan bibit dan biaya tanam, termasuk komoditas tebu, cabai, sayuran, kopi, dan aren.

Melalui pelaksanaan Musrenbang ini, diharapkan dapat dirumuskan dan disepakati usulan kegiatan pembangunan prioritas Kecamatan Pagar Dewa dan Lambu Kibang yang selaras dengan tugas dan fungsi perangkat daerah, serta mampu mengoptimalkan potensi wilayah masing-masing.

Menutup sambutannya, Asisten I secara resmi membuka Musrenbang RKPD Kecamatan Pagar Dewa Tahun 2026 dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, disertai pantun penutup sebagai ajakan untuk terus memperkuat sinergi demi kemajuan Kabupaten Tulang Bawang Barat.(Mar)

Tingkatkan Reformasi Birokrasi, Pemkab Tubaba Percepat Implementasi Aplikasi SRIKANDI

TUBABA -(deklarasinews.com)–  Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) bergerak cepat melakukan transformasi digital di sektor administrasi. Hal ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi kesiapan implementasi aplikasi SRIKANDI yang digelar di Ruang Rapat Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Kamis (22/01/2026).

​Rapat yang dipimpin oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum, Mirza Irawan Dwi Atmaja, S.Sos., M.M., membahas langkah-langkah strategis percepatan penerapan sistem persuratan dan kearsipan elektronik yang terintegrasi. Aplikasi SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi) diproyeksikan menjadi pilar utama sistem persuratan dan kearsipan elektronik yang terintegrasi di seluruh lingkungan Pemkab Tubaba.

​​Dalam arahannya, Mirza Irawan menekankan agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) segera beradaptasi. “Kami menekankan percepatan penerapan E-Office. Target awal implementasi minimal harus berjalan pada 30 Januari 2026,” tegasnya.

​Ia juga menginstruksikan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) untuk segera merampungkan regulasi sebagai dasar hukum pelaksanaan di lapangan. Selain itu, pemilahan dokumen antara yang bersifat elektronik dan dokumen yang dikecualikan harus segera dituntaskan.

​​Kepala Dispusip Tubaba, Rodianto, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa secara teknis aplikasi SRIKANDI sudah siap digunakan sepenuhnya. Sejak tahun 2024, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada admin di 41 OPD.

​”Fitur SRIKANDI mencakup seluruh siklus arsip, mulai dari pembuatan, penandatanganan elektronik, pengiriman, hingga penyusunan arsip. Setiap Satker sudah dibekali tiga akun utama, yakni untuk admin, pencatat surat, dan unit kearsipan,” jelas Rodianto.

​Namun, tantangan infrastruktur masih menjadi perhatian. Implementasi ini membutuhkan kesiapan personil dan perangkat dengan spesifikasi perangkat yang cukup.

​​Dukungan penuh juga datang dari Dinas Kominfo Tubaba.

Kepala Dinas Kominfo Tubaba, Aidil Adrian Pattikraton, S.T., menyatakan kesiapannya dalam pengintegrasian dan penyediaan media penyimpanan arsip digital (server). Ia menyarankan agar segera diterbitkan Surat Edaran Bupati sebagai langkah akselerasi sambil menunggu Peraturan Bupati (Perbup) resmi disahkan.

​”Pengelolaan arsip digital adalah bagian penting dari Resformasi Birokrasi dan penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Kita perlu memetakan kendala di lapangan dan memastikan seluruh ASN memiliki akun yang terintegrasi dengan data kepegawaian,” ujar Aidil.

​Senada dengan hal tersebut, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Untung Budiono, S.Sos., M.H., berharap setiap perangkat daerah mampu bekerja secara cerdas dan adaptif. “Akun sudah dibuatkan, sosialisasi sudah diikuti. Sekarang saatnya setiap OPD menunjukkan komitmennya untuk berubah ke arah digital,” tuturnya.

​​Sebagai hasil akhir pertemuan, rapat menyepakati beberapa poin krusial untuk segera ditindaklanjuti:

  • ​Penyusunan Peraturan Bupati dan penerbitan Surat Edaran atau Peraturan Bupati tentang penggunaan SRIKANDI.
  • ​Monitoring intensif terhadap kesiapan perangkat kerja di setiap OPD.
  • ​Penyusunan roadmap pengembangan sistem arsip digital sebagai langkah strategis jangka menengah.

​Dengan implementasi SRIKANDI, Pemkab Tulang Bawang Barat optimis dapat menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, efektif, dan efisien. (Red)

Sinergi Strategis, BPS dan Pemkab Susun Publikasi Data Statistik “Tubaba Dalam Angka 2026”

TUBABA -(deklarasinews.com)–  Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) dan Badan Pusat Statistik (BPS) Tubaba bergerak cepat memulai penyusunan publikasi data statistik tahunan “Tubaba Dalam Angka 2026”.

Agenda ini diawali dengan rapat koordinasi teknis yang dipimpin langsung oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Untung Budiono, S.Sos., M.H., melalui pertemuan daring pada Kamis (22/01/2026).

Untung Budiono  menegaskan bahwa ini menjadi langkah krusial dalam menyediakan basis data pembangunan yang akurat dan merupakan rujukan utama pemerintah daerah dalam menentukan arah kebijakan dan program kerja.

Rapat yang dipusatkan di ruang Kepala Dinas Kominfo ini juga dihadiri oleh Kepala BPS Tubaba, Sartika Yuliani Siregar, SST , M.Stat. beserta jajaran fungsionalnya.

Dalam paparan teknisnya, Pejabat Fungsional Badan Pusat Statistik (BPS) Tubaba, Abizar Alghifari, S.Tr.Stat, mengungkapkan bahwa publikasi tahun 2026 ini akan mengalami peningkatan cakupan data.

“Jika pada tahun 2025 kita berhasil memuat 144 tabel dari 36 kontributor, maka tahun 2026 ini target kita meningkat menjadi 227 tabel. Ini termasuk tambahan 26 tabel mandatori dari pemerintah pusat,” jelas Abizar.

Data yang akan dipublikasikan merupakan data sektoral tahun 2025 (N-1) yang bersumber dari seluruh Organisasi Perangkat Kerja (OPD) di lingkungan Pemkab Tubaba sebagai produsen data.

BPS Tubaba telah menetapkan timeline kerja yang ketat agar publikasi dapat rilis tepat waktu:
– Januari: Fokus pada pengumpulan data dari OPD hingga tanggal 31 Januari 2026.
– Februari: Proses tabulasi, validasi, dan layouting.
– 24 Februari: Batas akhir unggah ke portal pusat.
– 28 Februari: Rilis resmi publikasi Tubaba Dalam Angka Tahun 2026.

Dalam kesempatan tersebut, BPS Tubaba juga memberikan apresiasi kepada tiga instansi yang menjadi kontributor data terbaik pada tahun sebelumnya, yakni Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, serta Dinas Perhubungan.

Ketiga OPD ini dinilai paling responsif dan akurat dalam penyajian data statistik sektoral untuk publikasi di tahun 2025.

Pemerintah Kabupaten berharap seluruh OPD dapat meningkatkan sinergi agar target rilis pada akhir Februari 2026 dapat tercapai demi mewujudkan pembangunan Tubaba yang berbasis data.cy).(Red)