Tingkatkan Reformasi Birokrasi, Pemkab Tubaba Percepat Implementasi Aplikasi SRIKANDI

TUBABA -(deklarasinews.com)–  Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) bergerak cepat melakukan transformasi digital di sektor administrasi. Hal ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi kesiapan implementasi aplikasi SRIKANDI yang digelar di Ruang Rapat Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Kamis (22/01/2026).

​Rapat yang dipimpin oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum, Mirza Irawan Dwi Atmaja, S.Sos., M.M., membahas langkah-langkah strategis percepatan penerapan sistem persuratan dan kearsipan elektronik yang terintegrasi. Aplikasi SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi) diproyeksikan menjadi pilar utama sistem persuratan dan kearsipan elektronik yang terintegrasi di seluruh lingkungan Pemkab Tubaba.

​​Dalam arahannya, Mirza Irawan menekankan agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) segera beradaptasi. “Kami menekankan percepatan penerapan E-Office. Target awal implementasi minimal harus berjalan pada 30 Januari 2026,” tegasnya.

​Ia juga menginstruksikan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) untuk segera merampungkan regulasi sebagai dasar hukum pelaksanaan di lapangan. Selain itu, pemilahan dokumen antara yang bersifat elektronik dan dokumen yang dikecualikan harus segera dituntaskan.

​​Kepala Dispusip Tubaba, Rodianto, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa secara teknis aplikasi SRIKANDI sudah siap digunakan sepenuhnya. Sejak tahun 2024, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada admin di 41 OPD.

​”Fitur SRIKANDI mencakup seluruh siklus arsip, mulai dari pembuatan, penandatanganan elektronik, pengiriman, hingga penyusunan arsip. Setiap Satker sudah dibekali tiga akun utama, yakni untuk admin, pencatat surat, dan unit kearsipan,” jelas Rodianto.

​Namun, tantangan infrastruktur masih menjadi perhatian. Implementasi ini membutuhkan kesiapan personil dan perangkat dengan spesifikasi perangkat yang cukup.

​​Dukungan penuh juga datang dari Dinas Kominfo Tubaba.

Kepala Dinas Kominfo Tubaba, Aidil Adrian Pattikraton, S.T., menyatakan kesiapannya dalam pengintegrasian dan penyediaan media penyimpanan arsip digital (server). Ia menyarankan agar segera diterbitkan Surat Edaran Bupati sebagai langkah akselerasi sambil menunggu Peraturan Bupati (Perbup) resmi disahkan.

​”Pengelolaan arsip digital adalah bagian penting dari Resformasi Birokrasi dan penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Kita perlu memetakan kendala di lapangan dan memastikan seluruh ASN memiliki akun yang terintegrasi dengan data kepegawaian,” ujar Aidil.

​Senada dengan hal tersebut, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Untung Budiono, S.Sos., M.H., berharap setiap perangkat daerah mampu bekerja secara cerdas dan adaptif. “Akun sudah dibuatkan, sosialisasi sudah diikuti. Sekarang saatnya setiap OPD menunjukkan komitmennya untuk berubah ke arah digital,” tuturnya.

​​Sebagai hasil akhir pertemuan, rapat menyepakati beberapa poin krusial untuk segera ditindaklanjuti:

  • ​Penyusunan Peraturan Bupati dan penerbitan Surat Edaran atau Peraturan Bupati tentang penggunaan SRIKANDI.
  • ​Monitoring intensif terhadap kesiapan perangkat kerja di setiap OPD.
  • ​Penyusunan roadmap pengembangan sistem arsip digital sebagai langkah strategis jangka menengah.

​Dengan implementasi SRIKANDI, Pemkab Tulang Bawang Barat optimis dapat menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, efektif, dan efisien. (Red)

Sinergi Strategis, BPS dan Pemkab Susun Publikasi Data Statistik “Tubaba Dalam Angka 2026”

TUBABA -(deklarasinews.com)–  Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) dan Badan Pusat Statistik (BPS) Tubaba bergerak cepat memulai penyusunan publikasi data statistik tahunan “Tubaba Dalam Angka 2026”.

Agenda ini diawali dengan rapat koordinasi teknis yang dipimpin langsung oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Untung Budiono, S.Sos., M.H., melalui pertemuan daring pada Kamis (22/01/2026).

Untung Budiono  menegaskan bahwa ini menjadi langkah krusial dalam menyediakan basis data pembangunan yang akurat dan merupakan rujukan utama pemerintah daerah dalam menentukan arah kebijakan dan program kerja.

Rapat yang dipusatkan di ruang Kepala Dinas Kominfo ini juga dihadiri oleh Kepala BPS Tubaba, Sartika Yuliani Siregar, SST , M.Stat. beserta jajaran fungsionalnya.

Dalam paparan teknisnya, Pejabat Fungsional Badan Pusat Statistik (BPS) Tubaba, Abizar Alghifari, S.Tr.Stat, mengungkapkan bahwa publikasi tahun 2026 ini akan mengalami peningkatan cakupan data.

“Jika pada tahun 2025 kita berhasil memuat 144 tabel dari 36 kontributor, maka tahun 2026 ini target kita meningkat menjadi 227 tabel. Ini termasuk tambahan 26 tabel mandatori dari pemerintah pusat,” jelas Abizar.

Data yang akan dipublikasikan merupakan data sektoral tahun 2025 (N-1) yang bersumber dari seluruh Organisasi Perangkat Kerja (OPD) di lingkungan Pemkab Tubaba sebagai produsen data.

BPS Tubaba telah menetapkan timeline kerja yang ketat agar publikasi dapat rilis tepat waktu:
– Januari: Fokus pada pengumpulan data dari OPD hingga tanggal 31 Januari 2026.
– Februari: Proses tabulasi, validasi, dan layouting.
– 24 Februari: Batas akhir unggah ke portal pusat.
– 28 Februari: Rilis resmi publikasi Tubaba Dalam Angka Tahun 2026.

Dalam kesempatan tersebut, BPS Tubaba juga memberikan apresiasi kepada tiga instansi yang menjadi kontributor data terbaik pada tahun sebelumnya, yakni Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, serta Dinas Perhubungan.

Ketiga OPD ini dinilai paling responsif dan akurat dalam penyajian data statistik sektoral untuk publikasi di tahun 2025.

Pemerintah Kabupaten berharap seluruh OPD dapat meningkatkan sinergi agar target rilis pada akhir Februari 2026 dapat tercapai demi mewujudkan pembangunan Tubaba yang berbasis data.cy).(Red)

Kukuhkan Pengurus PWRI–KERTA, Bupati Novriwan Ajak Purnabakti Kolaborasi Wujudkan Masyarakat Madani

TUBABA –(deklarasinews.com)– Ir. Novriwan Jaya, S.P., secara resmi mengukuhkan Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) dan Kerukunan Wanita Wredatama (KERTA) Kabupaten Tulang Bawang Barat Masa Bakti 2026–2031. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna Kompleks Pondok Pesantren LDII, Kelurahan Dayamurni, Kecamatan Tumijajar, Senin (19/01/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Novriwan Jaya menegaskan bahwa masa pensiun bukanlah akhir dari pengabdian kepada bangsa dan daerah. Ia mengajak para purnabakti yang tergabung dalam PWRI dan KERTA untuk terus berperan sebagai mitra strategis pemerintah daerah, mengingat pengalaman panjang mereka di birokrasi merupakan aset berharga bagi pembangunan Tubaba.

Bapak dan Ibu sudah kenyang pengalaman, bahkan lebih berpengalaman daripada saya. Mari dengan pengalaman tersebut, kita bersama-sama membangun Kabupaten Tulang Bawang Barat,” ujar Bupati.

Bupati juga menyampaikan bahwa sinergi para purnabakti sangat dibutuhkan dalam menyukseskan dua pilar utama pembangunan daerah, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan penguatan perekonomian masyarakat. Upaya tersebut selaras dengan berbagai program unggulan daerah, seperti TubabaQ Sehat, TubabaQ Berdaya, serta program Bank Sampah.

Sehebat dan sebaik apa pun program, tanpa dukungan dan peran serta seluruh pemangku kepentingan, hasilnya tidak akan optimal. Kolaborasi menjadi kunci untuk mewujudkan masyarakat yang madani,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PWRI Provinsi Lampung, Dr. (HC) Drs. Herman HN, M.M., dalam arahannya kepada Ketua PWRI Tubaba terpilih Hi. Nur Muhammad, S.Sos., M.M., beserta jajaran, menekankan pentingnya semangat pengabdian meskipun sudah tidak lagi menjabat secara kedinasan.

Membantu pemerintah tidak selalu dengan materi. Jika tidak bisa membantu dengan uang, bantulah dengan sumbangan pemikiran. Berikan saran dan masukan yang konstruktif kepada Bupati di semua bidang,” pesannya.

Pengukuhan Pengurus PWRI dan KERTA Masa Bakti 2026–2031 ini diharapkan dapat memperkuat peran organisasi dalam mendukung pembangunan daerah serta menumbuhkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat, mulai dari tingkat RT hingga kabupaten. (Mar)

Pemkab Tubaba Gelar Bimtek Penyusunan Pohon Kinerja dan Perjanjian Kinerja ASN untuk Perkuat SAKIP

TUBABA –(deklarasinews.com)– Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) melalui Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) serta pendampingan penyusunan Pohon Kinerja, Cascading, dan Perjanjian Kinerja bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Tubaba. Kegiatan berlangsung di Aula lantai 3 Pemda Tubaba, Senin 08/12/2025.

Kepala Bagian Organisasi Setdakab Tubaba, Restu, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Bimtek bertujuan memberikan pemahaman komprehensif kepada para peserta mengenai pentingnya penyusunan dokumen kinerja sebagai bagian dari implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Menurutnya, penguatan tata kelola kinerja berbasis data dan target menjadi faktor penting untuk menghadirkan pemerintahan yang akuntabel dan berorientasi hasil.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta memiliki kompetensi dalam mengelola kinerja organisasi, unit kerja, maupun individu secara efektif dan efisien. Selain itu, penyusunan dokumen kinerja diharapkan dapat mendorong keterpaduan antara visi organisasi dan capaian individu dalam rangka penguatan pengelolaan SDM berbasis kompetensi,” ujar Restu.

Ia menambahkan bahwa Bimtek tersebut diikuti oleh seluruh pejabat kepegawaian dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat.

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Tubaba yang diwakili oleh Asisten I, Untung Budiono, menyampaikan bahwa implementasi SAKIP harus dipahami bukan hanya sebagai upaya peningkatan penilaian administratif, tetapi sebagai langkah menuju birokrasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Keberhasilan implementasi SAKIP bukan sekadar mengejar nilai, melainkan memastikan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, dan memberi manfaat luas kepada masyarakat,” tegas Untung Budiono.

Ia berharap setelah kegiatan ini seluruh OPD dapat bekerja lebih maksimal dengan mengedepankan perencanaan yang baik, indikator kinerja yang terukur, serta pelaporan kinerja yang akuntabel.

Melalui pelaksanaan Bimtek ini, Pemkab Tubaba menegaskan komitmennya untuk terus mendorong budaya kerja berbasis kinerja, memperkuat profesionalitas ASN, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di daerah.(Marwasi)

KWT Sumber Makmur Margodadi Gelar Pameran Hasil Pertanian Generatif, Tampilkan Karya Tani Muda dan Edukasi Organik

TUBABA –(deklarasinews.com)- Kelompok Wanita Tani (KWT) Sumber Makmur Margodadi bersama 10 Tani Muda sukses menggelar Pameran Hasil Pertanian Generatif dalam rangkaian Project Akhir Ganavira pada Minggu (30/11/25). Kegiatan yang berlangsung di lokasi KWT Sumber Makmur ini menjadi ajang unjuk karya hasil pembelajaran pertanian organik selama 10 bulan terakhir sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat.

Pameran ini diikuti oleh 79 peserta, yang terdiri dari anak-anak TK, orang tua, anggota KWT, dan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Kepala Tiyuh Margodadi, Camat Tumijajar, perwakilan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, PPL Tumijajar, serta Dinas PMD Tubaba.

Perwakilan kitabisa.com Anindita menyampaikan bahwa pameran ini merupakan momentum penting bagi para peserta untuk menunjukkan keterampilan yang telah mereka pelajari, mulai dari pembuatan media semai, penyemaian bibit, perawatan tanaman, hingga panen menggunakan metode pertanian organik.
“Kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak, orang tua, dan Tani Muda untuk memperlihatkan proses sekaligus memahami manfaat pertanian organik dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Selama acara, peserta diajak mengikuti berbagai pos edukasi yang dipandu oleh 35 fasilitator program Ganavira. Anak-anak belajar mengenal sayuran, membuat media semai, hingga praktik perawatan tanaman. Sementara itu, para ibu mengikuti sesi pembuatan media semai, panen, hingga pengolahan sampah dapur menjadi kompos organik.

Salah satu momen yang paling menarik perhatian adalah sesi Pameran Produk Generatif, di mana peserta dan warga melihat langsung hasil pertanian serta olahan organik karya KWT dan Tani Muda. Produk-produk tersebut meliputi bibit organik, sayuran segar hasil budidaya berkelanjutan, hingga pewarna alami dari bumbu dapur.

Pameran ini tidak hanya menampilkan visual hasil panen, tetapi juga cerita proses belajar, inovasi, serta komitmen peserta dalam menerapkan pola pertanian ramah lingkungan.

Kepala Tiyuh Margodadi Feri Saputra T berharap kegiatan ini mampu membuka peluang kolaborasi di masa depan, baik dengan masyarakat maupun instansi terkait.
“Ini menjadi ajang branding bagi KWT dan Tani Muda untuk dikenal sebagai penggerak pertanian organik. Kami ingin menunjukkan bahwa pertanian sehat bisa dilakukan secara kreatif, menyenangkan, dan bernilai ekonomi,” katanya.

Melalui kegiatan ini, penyelenggara menargetkan meningkatnya kepedulian warga terhadap pentingnya pangan sehat serta praktik pengolahan lahan yang ramah lingkungan sebagai bagian dari gaya hidup modern yang berkelanjutan.

Kegiatan ditutup dengan refleksi peserta dan foto bersama seluruh fasilitator, tamu undangan, dan warga. Project Akhir Ganavira dianggap menjadi langkah awal memperluas edukasi pertanian organik di lingkungan Margodadi sekaligus merayakan pencapaian peserta yang telah berproses hampir satu tahun.

Dengan dukungan berbagai pihak, kegiatan ini diharapkan terus berlanjut dan menjadi model pembelajaran pertanian generatif yang dapat direplikasi di wilayah lain di Kabupaten Tulang Bawang Barat. (**)

Tokoh Masyarakat: Kandang Babi di Lingkungan Mayoritas Muslim Tidak Pantas, Pemilik Dinilai Abaikan Norma Sosial

TUBABA –(deklarasinews.com)– Polemik kandang babi di Tiyuh Tirta Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), terus menuai kecaman. Kali ini, tokoh masyarakat setempat, Paisol, SH, angkat bicara keras terkait keberadaan kandang babi yang berdiri di tengah pemukiman mayoritas Muslim. Rabu (01/10/2025).

Menurut Paisol, pendirian kandang babi di kawasan pemukiman yang 90 persen warganya Muslim jelas tidak pantas. Ia menilai hal itu bentuk pengabaian terhadap norma sosial, kesehatan, bahkan keberagamaan.

“Kalau bicara kandang babi di lingkungan masyarakat itu kurang pas. Apalagi kalau di sekelilingnya 90 persen Muslim. Diharapkan jangan dibuatkan kandang babi, kecuali memang di kompleks non-Muslim. Itupun harus ada persetujuan dari kampung, izin RT, RK, kepala desa. Karena bicara babi, baunya sangat mengganggu. Dari kotoran, dari kencingnya, semua sangat meresahkan,” tegas Paisol.

Ia menambahkan, sekalipun ada dalih persetujuan warga, hal itu wajib dicek kebenarannya. Menurutnya, sangat mungkin tanda tangan warga dimanipulasi, atau bahkan orang luar yang diminta meneken persetujuan.

“Kalau pun ada persetujuan, harus ada bukti. Ada foto, ada rekaman, saat warga benar-benar menandatangani. Harus jelas, orang yang datang rumah ke rumah meminta izin, atau difasilitasi RT dan RK. Kalau tidak ada itu, berarti manipulasi,” ungkapnya.

Paisol juga menyesalkan sikap pemilik kandang babi yang disebut-sebut merupakan seorang tenaga pendidik. Menurutnya, seorang guru seharusnya lebih memahami dampak sosial dan agama sebelum mengambil keputusan yang bisa menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

“Saya selaku tokoh masyarakat menghimbau, segala sesuatu yang sensitif terhadap masyarakat harus dikoordinasikan matang-matang. Apalagi ini menyangkut babi, di tengah lingkungan Muslim. Dan kalau benar pendirinya seorang pendidik, harusnya dia lebih paham soal ini,” pungkas Paisol dengan nada kecewa.

Warga pun semakin geram. Mereka menilai apa yang disampaikan tokoh masyarakat ini membuktikan bahwa kandang babi tersebut tidak hanya cacat izin, tetapi juga mencederai perasaan umat Muslim.

Pertanyaannya: sampai kapan pemerintah dan aparat hanya diam? Bukti keresahan warga sudah nyata. Jika dibiarkan, ini bukan hanya soal bau dan kesehatan, tetapi bisa menjelma menjadi konflik sosial yang lebih besar. (Mar)

Ingin Mewujudkan Tiyuh Karta Sari Bahagia dan Berdaya Saing Afrika Resmi Daftar dalam Pemilihan PAW Kepalo

TUBABA –(deklarasinews.com)– Tahapan Pemilihan Penggantian Antar Waktu (PAW) Kepalo Tiyuh Karta Sari, Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat, resmi bergulir. Pada Kamis, 25 September 2025, salah satu putra daerah, Afrika, secara resmi mendaftarkan diri sebagai calon peserta kontestan.

Dengan mengusung semboyan “Karta Sari Bahagia: Warganya Diurus, Tiyuhnya Ditata,” Afrika menyatakan tekadnya untuk mengabdi dan mendorong kemajuan tiyuh. Sosok ayah dari seorang putri ini dikenal dekat dengan masyarakat serta selalu mendapat dukungan penuh dari sang istri yang setia mendampingi dalam suka maupun duka.

Afrika bukanlah figur baru di tengah masyarakat Karta Sari. Ia merupakan putra dari Saleh Turunan Mega, tokoh berpengaruh sekaligus mantan Kepalo Tiyuh yang pernah menjabat selama tiga periode di Tiyuh Karta dan satu periode di Tiyuh Karta Sari. Pengalaman panjang sang ayah dalam memimpin diyakini menjadi inspirasi sekaligus bekal penting bagi Afrika untuk melanjutkan pengabdian.

“Ajang ini bukan untuk mencari siapa lawan dan siapa kawan. Bagi saya, semua peserta adalah teman berpikir untuk memajukan Tiyuh Karta Sari. Siapa pun yang mencalonkan diri tentu memiliki niat baik. Saya berniat baik, mereka pun berniat baik,” ungkap Afrika usai menyerahkan berkas pendaftaran.

Dengan penuh semangat kebersamaan, Afrika menegaskan bahwa pencalonannya tidak dimaknai sebagai kompetisi yang saling menjatuhkan, melainkan wadah untuk merangkul berbagai ide dan gagasan demi terwujudnya Tiyuh Karta Sari yang lebih maju, tertata, dan sejahtera. (Mar)

BUMT Kibang Yekti Jaya Mulai Program Penggemukan Sapi, Modal Rp164 Juta untuk Ketahanan Pangan

TUBABA –(deklarasinews.com)– Badan Usaha Milik Tiyuh (BUMT) Kibang Yekti Jaya, Kecamatan Lambu Kibang, Tulang Bawang Barat (Tubaba), terus menunjukkan langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan di tingkat lokal. Tahun 2025 ini, BUMT Kibang Yekti Jaya mengelola penyertaan modal sebesar Rp164.000.000 untuk program penggemukan sapi.

Saat ini, tercatat sudah ada 8 ekor sapi yang mulai digemukkan sebagai tahap awal. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan perekonomian masyarakat, tetapi juga memperkuat ketersediaan pangan khususnya daging sapi di wilayah setempat.

Mansur Kepalo Tiyuh Kibang Yekti Jaya, dalam keterangannya, menyampaikan rasa optimis atas program tersebut. Kamis 28/08/2025.

“Kami berharap program ini dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Tidak hanya untuk memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan warga Kibang Yekti Jaya,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu anggota BUMT Kibang Yekti Jaya juga memberikan pernyataannya.

“Dengan adanya program penggemukan sapi ini, kami yakin BUMT bisa menjadi motor penggerak ekonomi di tingkat tiyuh. Kami berkomitmen mengelola usaha ini dengan penuh tanggung jawab, agar hasilnya bisa dirasakan seluruh masyarakat,” ungkapnya.

Program penggemukan sapi ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi usaha-usaha produktif lain di bawah naungan BUMT Kibang Yekti Jaya. Dengan pengelolaan yang profesional dan dukungan penuh dari masyarakat, program ini dipandang mampu menjadi contoh sukses pemanfaatan dana penyertaan modal tiyuh untuk pembangunan ekonomi kerakyatan. (Mar)

Proyek Pembukaan Jalan Lingkungan di RT 13 Diduga Tak Transparan, Papan Informasi Tak Kunjung Terpasang

TUBABA –(deklarasinews.com)– Warga Tiyuh Gunung Sari RT 13 RW 3 kecamatan Lambu Kibang kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), dibuat bingung dengan pengerjaan pembukaan badan jalan lingkungan di wilayah mereka. Pasalnya, proyek tersebut tidak dilengkapi papan informasi pekerjaan sebagaimana mestinya, bahkan pihak ketua RT setempat mengaku tidak pernah dilibatkan. Kamis 14/08/2025

Maskuni, Ketua RT 13 RW 3, saat ditemui di dekat lokasi mengaku sama sekali tidak mengetahui detail anggaran maupun panjang badan jalan yang sedang dikerjakan.

“Saya nggak tahu, Mas, berapa anggaran dan panjang jalan itu. Saya tidak dilibatkan, dan tidak ada papan plang pengerjaan. Saya cuma tahu, alat berat seperti ekskavator dan grader dibawa oleh seorang calon anggota legislatif yang tidak jadi dari fraksi PDIP. Pengerjaannya diawasi oleh Kapri,” ujarnya.

Tim media kemudian mendatangi Kapri, yang disebut-sebut mengawasi pekerjaan tersebut. Ditemui di rumahnya, Kapri mengaku awalnya juga tidak mengetahui detail proyek tersebut.

“Dari awal tidak ada rundingan, tiba-tiba alat berat masuk. Saya hanya mengawasi pekerjaan, itu pun atas arahan pak kepalo yang bilang ‘dari sini ke sana’. Untuk ukuran jalan, saya tidak tahu persis, pagu anggaran juga tidak tahu. Pernah pihak dari kabupaten datang menyuruh pasang banner supaya publik tahu. Saya sudah minta banner, katanya sudah dibuat, tapi sampai sekarang belum dipasang,” jelasnya.

Ketiadaan papan informasi proyek dan minimnya sosialisasi membuat warga bertanya-tanya, siapa sebenarnya pihak yang bertanggung jawab dan dari mana sumber anggaran pengerjaan jalan tersebut. Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak pemerintah tiyuh maupun kabupaten belum memberikan keterangan resmi.(Mar)

Posyandu Gilang Tunggal Makarta Gelar Program “Tubaba Q Sehat”, Warga Antusias Dapat Layanan Gratis

TUBABA –(deklarasinews.com)– Suasana Posyandu dan Balai Tiyuh Gilang Tunggal Makarta, Kecamatan Lambu Kibang, sejak pagi sudah dipenuhi warga yang berbondong-bondong datang. Mereka bukan sekadar berkumpul, melainkan untuk mengikuti kegiatan program unggulan Bupati Tulang Bawang Barat “Tubaba Q Sehat” yang kali ini dilaksanakan bekerja sama dengan UPTD Puskesmas Gilang Tunggal Makarta pada 13 Agustus 2025

Acara yang berlangsung meriah ini turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Sosial, Dinas Perpustakaan Daerah, Sekretaris DPRD, Kabag Pengadaan Barang dan Jasa, unsur kecamatan Lambu Kibang, seluruh Tim Penggerak PKK Tiyuh, serta jajaran aparatur Tiyuh Gilang Tunggal Makarta.

Program ini menjadi angin segar bagi warga. Selain mendapatkan layanan pengobatan gratis, masyarakat juga bisa berkonsultasi langsung dengan tenaga kesehatan tanpa harus jauh-jauh ke rumah sakit. “Terima kasih atas pelaksanaan program pengobatan gratis ini. Benar-benar membantu masyarakat kami dalam memenuhi kebutuhan dasar di bidang kesehatan. Kami berharap program ini terus berkesinambungan demi mewujudkan masyarakat Tulang Bawang Barat yang sehat,” ujar Jaeni Dahlan, Kepalo Tiyuh Gilang Tunggal Makarta.

Warga yang hadir tampak sumringah. Banyak yang mengaku senang karena bisa mendapatkan pemeriksaan kesehatan lengkap tanpa biaya. Bahkan, beberapa ibu membawa anak-anaknya untuk imunisasi dan pemeriksaan gizi.

Program “Tubaba Q Sehat” sendiri merupakan wujud nyata komitmen Pemkab Tulang Bawang Barat dalam meningkatkan kualitas kesehatan warganya. Dengan hadirnya kegiatan ini di tingkat tiyuh, akses layanan kesehatan menjadi lebih dekat, mudah, dan terjangkau—bahkan gratis. (Mar)