UMC Sewa Satu Kereta Penuh untuk RKAT Banyuwangi, Catat Sejarah Baru PTMA

CIREBON -(deklarasinews.com)- Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) kembali mencuri perhatian dengan gebrakan besar yang jarang dilakukan perguruan tinggi mana pun di Indonesia. Dalam rangka pelaksanaan Rapat Kerja Anggaran Tahunan (RKAT), Selasa–Jumat (18–21/11), UMC tidak hanya memilih Banyuwangi sebagai lokasi kegiatan, tetapi juga melakukan inovasi transportasi yang belum pernah terjadi sebelumnya: menyewa satu rangkaian kereta khusus melalui kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Perjalanan luar biasa ini dimulai dari Stasiun Kejaksan Cirebon pada Selasa malam pukul 19.40 WIB. Sebanyak 300 peserta terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa yang memadati peron stasiun dengan antusiasme tinggi. Bukan tanpa alasan, enam gerbong yang mereka naiki bukanlah gerbong biasa, melainkan kereta eksekutif khusus yang sementara diberi nama Kereta Luar Biasa (KLB) UMC, menandai identitas perjalanan akademik kreatif yang diprakarsai kampus tersebut.

Langkah ini menjadi catatan penting dalam sejarah Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia. Hingga kini, belum ada satupun PTMA yang menyewa satu rangkaian kereta sepenuhnya untuk kepentingan institusional. UMC menjadi yang pertama dan langsung menuai apresiasi luas atas keberaniannya melakukan terobosan.

Ketua BPH UMC, Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D., menegaskan bahwa inovasi ini bukan sekadar pemanis perjalanan, tetapi bagian dari strategi besar UMC dalam bergerak lebih progresif.

“Ini langkah transformatif. UMC ingin membuka cara baru dalam membangun kebersamaan, efektivitas kerja, dan pengalaman pembelajaran yang lebih hidup,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UMC, Arif Nurudin, MT, menyampaikan bahwa perjalanan dengan kereta khusus ini merupakan wujud kolaborasi kreatif antara dunia pendidikan dan sektor transportasi nasional.

“Ini kolaborasi yang luar biasa. Kami menyebutnya Jelajah Inspirasi dan Tadabur Alam Bersama KAI–UMC, sebuah perjalanan yang bukan hanya memindahkan peserta dari satu kota ke kota lain, tetapi juga membawa nilai-nilai refleksi, inovasi, dan kebersamaan,” jelas Arif.

Apresiasi juga datang dari PT KAI. Kepala PT KAI Daop 3 Cirebon, Sigit Winarto mengungkapkan rasa bangganya atas kepercayaan UMC memilih kereta api sebagai moda perjalanan utama.

“Kami sangat mengapresiasi UMC. Kami berkomitmen memberikan pelayanan prima dan memastikan perjalanan seluruh peserta berlangsung aman, nyaman, dan penuh kesan,” tegas Sigit.

Selama perjalanan menuju Banyuwangi, peserta menikmati suasana gerbong yang telah disiapkan khusus untuk mendukung friendly atmosphere untuk keluarga besar UMC. Momen ini menjadi ruang kolaboratif bergerak perpaduan antara rapat kerja dan wisata edukatif.

Kunjungan Rektor IIB Darmajaya dan Jajaran, Bahas Sinergi Perguruan Tinggi dan Pemerintah dalam Pembangunan Daerah

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan menerima kunjungan Rektor dan jajaran Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya di Ruang Kerja Sekda, Kantor Gubernur, Bandarlampung, Rabu (19/11/2025).

Pertemuan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penyampaian komitmen IIB Darmajaya untuk memperluas kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Lampung.

Pihak Darmajaya menyampaikan kesiapan dan kesungguhan mereka dalam mendukung pembangunan daerah melalui pendidikan, penelitian, riset, pengabdian masyarakat, pengembangan karakter mahasiswa, serta peningkatan talenta dan SDM lokal. Mereka berharap perguruan tinggi swasta dapat berperan lebih besar dalam memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Lampung.

Sekdaprov Marindo mengapresiasi langkah dan inisiatif Darmajaya yang terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa kontribusi kampus sangat dibutuhkan untuk memperkuat fondasi pembangunan daerah.

Sekdaprov menambahkan bahwa peluang kerja sama terbuka tidak hanya di bidang teknologi informasi, tetapi juga di berbagai sektor prioritas daerah seperti pertanian, ekonomi, serta pengembangan kecerdasan buatan (AI). Kolaborasi ini diharapkan menghasilkan inovasi dan kajian yang relevan untuk mendukung kebijakan pembangunan Provinsi Lampung.

Ia memastikan bahwa tindak lanjut kerja sama akan dirancang bersama dinas teknis terkait, terutama Dinas Pendidikan, dengan melibatkan OPD lainnya sesuai kebutuhan program.

Melalui komunikasi yang terjalin ini, Pemerintah Provinsi Lampung berharap sinergi dengan IIB Darmajaya dapat semakin memperkuat ekosistem pendidikan, riset, dan inovasi di daerah. Kolaborasi tersebut diharapkan melahirkan program-program nyata yang mampu meningkatkan kualitas SDM serta mendorong pertumbuhan sektor-sektor strategis di Provinsi Lampung secara berkelanjutan.

IIB Darmajaya Sebarkan Virus Bisnis dan Mahir Public Speaking di SMAN 14 Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menyelenggarakan Sharing Season di SMAN 14 Bandar Lampung dengan topik inspiratif untuk mendorong kreativitas serta kepercayaan diri para siswa. Dua topik yang dibawakan yaitu “Merintis Bisnis di Usia Muda” dan “Public Speaking ala Influencer,” pada Selasa (18/11/25).

Pada sesi pertama, Sigit Yudi Prasetyo, S.Ds., M.Ds., Dosen Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), membagikan wawasan mengenai peluang bisnis bagi generasi muda. Ia didampingi dua mahasiswa DKV, Muhammad Al Rafli dan Ahmad Syarif Taufiqurrahman, yang keduanya aktif berkuliah sambil menjalankan usaha di bidang desain.

Sigit menekankan pentingnya keberanian memulai usaha sejak dini. “Yang paling penting adalah berani memulai dan tidak takut gagal. Dari kegagalan itulah kita belajar dan berkembang,” ujarnya.

Rafli dan Syarif turut membagikan pengalaman mereka dalam membangun bisnis desain sembari menempuh studi. Mereka mengajak siswa melihat bahwa keterampilan kreatif dapat menjadi peluang nyata. Rafli menambahkan, “Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa bisa produktif, berkuliah, dan tetap menghasilkan karya yang bernilai ekonomi.”

Sesi selanjutnya menghadirkan Asmaul Dwi Akbar, mahasiswa Program Studi Sains Data, yang membawakan materi “Public Speaking ala Influencer. Ia berbagi teknik berbicara yang menarik, percaya diri, dan relevan dengan gaya komunikasi generasi muda.

“Public speaking bukan hanya soal lancar berbicara, tetapi bagaimana menyampaikan pesan agar audiens mau mendengarkan,” tuturnya.

Materi ini turut didampingi oleh Citra Ayu Santhika, S.T.P., staf Direktorat Humas, Kerjasama, dan Pemasaran IIB Darmajaya, yang menyampaikan bahwa kemampuan komunikasi merupakan modal penting bagi masa depan siswa. Kegiatan Sharing Season berlangsung interaktif dan disambut antusias oleh para siswa. Mereka aktif bertanya, berdiskusi, dan menggali berbagai peluang bisnis maupun tips public speaking yang bisa langsung dipraktikkan.(*)

Pemerintah Perkuat Kolaborasi Pusat-Daerah untuk Percepatan Sekolah Rakyat

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Pemerintah perkuat sinergi lintas kementerian dan pemerintah daerah dalam mempercepat pelaksanaan program Sekolah Rakyat sebagai bagian dari implementasi Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Komitmen tersebut ditegaskan pada Rapat Koordinasi dalam Percepatan Data Kesiapan (Bangunan, Rekrutmen Peserta Didik, Tenaga Guru/Pengajar) untuk menjadi Sekolah Rakyat beberapa waktu lalu di Fave Hotel PGC Cililitan, Jakarta yang dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, Direktur Infrastruktur Dukungan Pendidikan Kementerian PU, Direktur SUPD III Ditjen Bina Bangda Kementerian Dalam Negeri, perwakilan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Agama serta pemerintah daerah.

Pada kesempatan itu, Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah III Kemendagri, TB. Chaerul Dwi Sapta, menyampaikan bahwa keberhasilan program sangat ditentukan oleh kesiapan daerah.

“Sekolah Rakyat merupakan salah satu langkah strategis pemerintah dalam mendukung pencapaian target penurunan kemiskinan nasional sebagaimana arah kebijakan RPJMN Tahun 2025-2029. Melalui pelaksanaan Sekolah Rakyat, diharapkan terjadi peningkatan keterjangkauan layanan pendidikan, pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia di wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi,” ungkap Chaerul, dalam rilis yang diterima redaksi, Senin (17/11/2025)

Ia juga menegaskan pemerintah berkomitmen mempercepat pengentasan kemiskinan melalui peningkatan akses terhadap pendidikan yang merata dan berkeadilan. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah pengembangan Sekolah Rakyat sebagai sarana pendidikan berbasis komunitas untuk menjangkau masyarakat miskin dan kelompok rentan di daerah.

Sekjen Kemensos menyampaikan bahwa permasalahan pendidikan memiliki hubungan yang sangat erat dengan kondisi kemiskinan dan membentuk lingkaran yang sulit diputus. Sekitar 64,46% anak dari keluarga miskin berpotensi tetap miskin di masa depan akibat terbatasnya akses pendidikan yang berkualitas.

Hal yang menjadi perhatian pemerintah daerah. Pertama, mengkoordinasikan penjangkauan dan penetapan peserta didik lintas kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya. Kedua, memastikan DTSEN di wilayahnya diperbarui sesuai dengan ketentuan dan terjadwal. Ketiga, melakukan sosialisasi kepada masyarakat miskin dan miskin ekstrem pentingnya pendidikan untuk keluar dari kemiskinan. Keempat, mengkoordinasikan distribusi peserta didik sekolah rakyat rintisan ke Sekolah Rakyat Permanen tahun 2026. Terakhir, menyiapkan peserta didik tahun 2026 dan bagi provinsi/kabupaten/kota yang belum mengusulkan sekolah rakyat agar menyiapkan usulan lahan dan persyaratannya untuk diproses tahun 2026.

Melalui penguatan kelembagaan, sinkronisasi lintas sektor, dan dukungan aktif pemerintah daerah, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi instrumen nyata dalam memutus rantai kemiskinan dan membuka masa depan yang lebih setara bagi masyarakat yang selama ini belum terjangkau layanan pendidikan yang layak.

LPPM Darmajaya Evaluasi PKM BEM 2025: Solar Energy dan Sistem SERASI di Desa Sidodadi

PESAWARAN -(deklarasinws.com)- Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) internal terhadap Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Skema Pemberdayaan Masyarakat oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Tahun Anggaran 2025 di Desa Sidodadi, Pesawaran pada Senin (17/11/2025).

Program ini mengusung judul “Implementasi Solar Energy dan Sistem Informasi SERASI sebagai Inovasi dalam Mewujudkan Desa Digital dan Energi Ramah Lingkungan di Desa Sidodadi.” Kegiatan pengabdian ini didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.

Monev menghadirkan dua reviewer, yakni Prof. Dr. Dyah Indriyana K., S.T., M.Sc. dari Universitas Lampung dan Prof. Dr. Anuar Sanusi, S.E., M.Si. dari IIB Darmajaya. Keduanya memberikan arahan dan evaluasi kepada tim pengabdian yang diketuai oleh Yan Aditya Pratama, S.Pd., M.Pd., M.M. (Program Studi Manajemen). Tim tersebut beranggotakan Novi Herawadi Sudibyo, S.Kom., M.T.I. (Sistem Komputer), Dr. Sri Lestari, S.Kom., M.Cs. (Teknik Informatika), serta perwakilan BEM 2025. Turut hadir Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat IIB Darmajaya, Dona Yuliawati, S.Kom., M.T.I., dan Kepala Desa Sidodadi, Tunggal.

Ketua program, Yan Aditya Pratama, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menjawab permasalahan nyata di Desa Sidodadi. “Program ini kami jalankan bersama BUMDes Sidodadi, Pokdarwis Cuku Nyinyi, dan kelompok UMKM untuk mengatasi keterbatasan penerangan di kawasan wisata mangrove serta rendahnya literasi digital masyarakat desa,” jelasnya. Metode Participatory Action Research (PAR) diterapkan melalui observasi, pelatihan, pendampingan, dan penyusunan panduan keberlanjutan.

Program ini mencakup tiga kegiatan utama: instalasi dan pemeliharaan solar panel, pengembangan wisata desa digital, serta pembuatan konten promosi UMKM. Sebanyak 20 pelaku UMKM dilatih dalam literasi media, storytelling, fotografi produk, dan pemanfaatan TikTok sebagai media promosi.

Menurut Yan, masyarakat menunjukkan kemajuan signifikan. “Tim Local Hero telah mampu membuat konten promosi secara mandiri yang menampilkan identitas UMKM secara berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam aspek infrastruktur, pemasangan solar panel menyediakan sumber energi ramah lingkungan bagi kawasan wisata mangrove. Sementara itu, penerapan Sistem Informasi SERASI membantu masyarakat dalam promosi pariwisata dan pemasaran produk UMKM secara daring.

Kepala Desa Sidodadi, Tunggal, menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi program. “Kami sangat terbantu. Penerangan di kawasan wisata mangrove kini lebih baik dan masyarakat mulai memahami pentingnya teknologi digital,” katanya. Ia berharap kegiatan ini memberikan dampak jangka panjang bagi desa.

Reviewer Monev, Prof. Dyah Indriyana, menilai bahwa program ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat. “Integrasi energi terbarukan dan digitalisasi desa adalah langkah positif,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Anuar Sanusi menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam keberlanjutan program. “Kemandirian masyarakat menjadi indikator keberhasilan pengabdian,” tegasnya.(**)

Doktor ke-34 Darmajaya Bikin Bangga! Dr. Dodi Yudo Jadi Wisudawan Terbaik Universitas dan Fakultas di Unila!

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Dr. Dodi Yudo Setyawan, S.Si., M.T.I. menjadi wisudawan terbaik program doktor dalam wisuda periode II tahun akademik 2025/2026 Universitas Lampung di Gedung Serba Guna pada Sabtu, (15/11/25).

Dosen Prodi Sistem Komputer Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya ini berhasil menyelesaikan program doktor Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) dalam waktu 2,93 tahun. Dodi –biasa dia disapa – juga berhasil meraih IPK sempurna 4,00.

Predikat lulusan terbaik 1 tingkat Fakultas MIPA dan terbaik 1 tingkat universitas. Atas predikat tersebut Dr. Dodi Yudo Setyawan, S.Si., M.T.I. berkesempatan mendapatkan ucapan selamat langsung dari Rektor Universitas Lampung Prof. Dr. Ir. Lusmeila Afriani, D.E.A., IPM sekaligus pemindahan kuncir toga.

Dr. Dodi Yudo Setyawan mengangkat disertasi berjudul Pengembangan Sistem Hybrid Smart Farming Berbasis Research and Development System Melalui Integrasi Kalibrasi Sensor, IoT, dan Otomasi Lokal. Dr. Dodi Yudo Setyawan, S.Si., M.T.I. menjadi doctor ke-34 yang dimiliki oleh IIB Darmajaya.

Sementara, Rektor IIB Darmajaya RZ Abdul Aziz, S.T., M.T., Ph.D., mengucapkan selamat kepada Dr. Dodi Yudo Setyawan, S.Si., M.T.I. yang telah berhasil menyelesaikan studinya dengan predikat lulusan terbaik 1 tingkat fakultas dan universitas. “Ini merupakan kebanggaan IIB Darmajaya yang berkomitmen terus meningkatkan SDM tenaga pengajar dalam menciptakan lulusan yang berdaya saing unggul,” ungkapnya.

RZ Abdul Aziz berharap agar ilmu dan penelitian yang dihasilkan dalam program doktor tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang Sistem Komputer dan teknologi. “Selamat sekali lagi. Teruslah memberi teladan dan membawa nama baik IIB Darmajaya di berbagai forum akademik,” tutup Rektor. (**)

UBL Bersama APHTN-HAN Sukses Selenggarakan Penataran Nasional Pengajar Hukum Pemerintahan Daerah

BANDAR LAMPUN -(deklarasinews.com)– Universitas Bandar Lampung melalui Pusat Studi Konstitusi dan Perundang-undangan (PSKP UBL) bekerja sama dengan Pengurus Pusat Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN) serta Pengurus Wilayah APHTN-HAN Lampung sukses menyelenggarakan Penataran Nasional Pengajar Hukum Pemerintahan Daerah pada 14–15 November 2025. Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini berlangsung luring di Gedung Pascasarjana UBL dan daring melalui platform Zoom Meeting.

Kegiatan penataran menghadirkan mantan Hakim Mahkamah Konstitusi RI, Prof. Dr. M. Guntur Hamzah, S.H., M.H., sebagai Keynote Speaker. Dalam paparannya, beliau menyampaikan perspektif mendalam mengenai pengaturan pemerintahan daerah dalam kerangka konstitusi serta dinamika hubungan antara pemerintah pusat dan daerah. Selain itu, turut hadir Sekretaris Jenderal APHTN-HAN, Prof. Dr. Bayu Dwi Anggono, S.H., M.H.;  serta Deputi Kantor Komunikasi Kepresidenan (2024-2025) dan Komisaris Independen PT PLN–PT Enjiniring, Fritz Edward Siregar, S.H., LL.M., SJD.

Penataran ini juga diperkuat oleh kehadiran para pakar hukum tata negara dan administrasi negara dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, antara lain: Prof. Rudy, S.H., LL.M., LL.D. (Universitas Lampung), Prof. Dr. Iza Rumesten RS, S.H., M.H. (Universitas Sriwijaya), Prof. Dr. Tedi Sudrajat, S.H., M.H. (Universitas Jenderal Soedirman), Dr. Fitriani Ahlan Sjarif, S.H., M.H. (Universitas Indonesia), Dr. Jimmy Z. Usfunan, S.H., M.H. (Universitas Udayana), Dr. Yusdianto, S.H., M.H. (Universitas Lampung), Dr. Irine Handika, S.H., LL.M. (Universitas Gadjah Mada), Irna Juneahna, S.H., M.H., Ph.D. (Universitas Padjadjaran), Dr. Rifandy Ritonga, S.H., M.H. (Universitas Bandar Lampung), Dr. Sudarsono, S.H., M.Hum. (Panitera Pengganti MA – Kamar TUN), Dini Purnamawaty, S.E., M.Si. (Bappeda Kota Bandar Lampung) dan Perwakilan Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI). Para narasumber tersebut menyajikan materi komprehensif mengenai isu-isu aktual pemerintahan daerah, pembaruan regulasi, serta penguatan kapasitas pengajar di bidang hukum tata negara dan administrasi pemerintahan.

Dalam sambutan pembukaan, Rektor UBL yang diwakili oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Riset, dan Inovasi, Prof. Erry Yulian Triblas Adesta, Ph.D., menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini. “Kegiatan ini memiliki arti penting dan strategis di tengah dinamika tata kelola pemerintahan yang terus berkembang. Kuncinya terletak pada kompetensi para dosen. Jika negara ini dibimbing oleh para pengajar yang mumpuni dari APHTN-HAN, saya yakin tata kelola pemerintahan akan berjalan semakin baik,” ujarnya.

Prof. Erry juga menambahkan gagasan mengenai perlunya peningkatan kualitas calon pimpinan daerah. “Ke depan, saya bahkan mengusulkan agar siapa pun yang akan menduduki jabatan eksekutif perlu melalui proses pengujian oleh para pengajar APHTN-HAN, bukan hanya mengandalkan pencitraan. Forum ini bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi ruang penting untuk memperkaya perspektif dan memetakan tantangan pemerintahan daerah secara lebih jernih,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, dilaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UBL yang diwakili oleh Prof. Erry Yulian Triblas Adesta, Ph.D., dan APHTN-HAN yang diwakili oleh Prof. Dr. Bayu Dwi Anggono, S.H., M.H. Acara dilanjutkan dengan penandatanganan kerja sama antara Program Pascasarjana UBL oleh Asisten Direktur Pascasarjana, Dr. Haninun, S.E., M.M., M.S.Ak., dan APHTN-HAN oleh Ketua Departemen Publikasi, Riset, dan Penerbitan, Prof. Dr. Rofi Wahanisa, S.H., M.H.

Melalui penyelenggaraan penataran nasional ini, UBL bersama APHTN-HAN berharap dapat memperkuat kompetensi akademisi dan pengajar hukum pemerintahan daerah, sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan hukum dan tata kelola pemerintahan di Indonesia.(Red)

Ponpes SMB II Mulai Bangun Aula Pelatihan Pagar Nusa, KH. Soni Suharsono Targetkan Lahirnya Pesilat Santri Berprestasi

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Pondok Pesantren Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II terus menunjukkan komitmennya dalam pengembangan sumber daya santri, khususnya di bidang seni bela diri pencak silat. Hal ini ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Aula Pelatihan dan Pengesahan Warga Baru Pagar Nusa di lingkungan pesantren SMP SMB II, Sabtu (15/10/2025).

Kegiatan yang diikuti sekitar 30 santri itu berlangsung khidmat dan menjadi salah satu momentum penting dalam penguatan pembinaan kader Pagar Nusa di Kota Palembang. Peletakan batu pertama dipimpin langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren SMB II sekaligus Dewan Pendekar Pagar Nusa Palembang, KH. Soni Suharsono.

KH. Soni Suharsono menyampaikan rasa syukur atas dimulainya pembangunan pusat pelatihan tersebut. Menurutnya, keberadaan aula khusus sangat dibutuhkan sebagai sarana pembinaan atlet dan kader Pagar Nusa yang selama ini berkembang cukup pesat di Ponpes SMB II.

“Ini adalah kebutuhan mendesak untuk memaksimalkan proses latihan dan pengesahan warga baru. Apalagi dalam satu minggu terakhir kami menghadirkan pelatih profesional dari Wonosobo, Jawa Tengah, yang selama ini mendampingi atlet-atlet muda Indonesia berlaga di Singapura,” jelasnya.

KH. Soni berharap pelatihan intensif yang diberikan dapat meningkatkan kemampuan teknis, mental, dan kedisiplinan para santri.

“InsyaAllah dari sinilah akan lahir atlet-atlet Pagar Nusa yang membanggakan pesantren, bahkan bisa berkompetisi di tingkat nasional dan internasional,” tegasnya.

Pembangunan aula ini disebut akan menjadi tonggak penting bagi masa depan Pagar Nusa di Sumatera Selatan. Selain sebagai tempat latihan, fasilitas tersebut juga akan dijadikan padepokan resmi Pagar Nusa Ponpes SMB II, tempat kaderisasi berkelanjutan dan pusat pelatihan terintegrasi.

“Kami ingin jadikan aula ini sentra pelatihan Pagar Nusa Sumsel. Tidak hanya untuk santri kami, tetapi juga untuk kader-kader muda dari berbagai wilayah,” tambah KH. Soni.

Dengan fasilitas yang lebih representatif, ia optimistis Pagar Nusa Palembang dapat melahirkan generasi baru pesilat yang solid, berakhlak, dan memiliki jiwa pengabdian.

Dalam kesempatan itu, KH. Soni kembali menegaskan pentingnya memahami filosofi berdirinya Pagar Nusa. Organisasi pencak silat kebanggaan Nahdlatul Ulama ini didirikan oleh Mbah Maksum Jauhari dari Kediri, di masa perjuangan nasional, sebagai bentuk pagar penjagaan terhadap ulama dan pesantren.

“Pagar Nusa itu pagar nusa dan bangsa. Santri yang terlatih harus siap menjaga marwah ulama, pesantren, dan membentengi NKRI dari berbagai ancaman ideologi yang ingin merusaknya,” ungkapnya.

Saat ini, perkembangan Pagar Nusa di Kota Palembang menunjukkan capaian positif. Dari total 18 kecamatan, seluruhnya telah memiliki Pengurus Anak Cabang (PAC). Kebanyakan pengurusnya merupakan alumni pesantren yang kembali mengabdi untuk membangun basis organisasi di wilayah masing-masing.

“Ini menunjukkan kebangkitan yang luar biasa. Dengan pembenahan struktur dan pusat pelatihan baru, kami optimistis Pagar Nusa Palembang akan semakin maju,” jelas KH. Soni.

Ia menutup acara dengan harapan agar pembangunan aula dan penguatan organisasi ini menjadi energi baru bagi kejayaan Pagar Nusa.

“Semoga ini menjadi awal kebangkitan besar Pagar Nusa untuk menjaga ulama, pesantren, serta berkhidmat kepada nusa dan bangsa,” ujarnya.(Ning)

Mahasiswa TI Rayakan Hakrab dengan Nuansa Kekeluargaan

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Lampung sukses menggelar Hari Keakraban (Hakrab) di Wira Garden, Bandar Lampung, Sabtu 15 November 2025.

Kegiatan yang diikuti mahasiswa baru dari seluruh program studi di Fakultas Teknologi ini bertujuan memperkuat rasa kebersamaan, mengenalkan budaya akademik, serta membangun ikatan yang harmonis antarwarga kampus.

Wakil Rektor I ITSNU Lampung, Dr. Sunarto, M.Pd.I, menegaskan bahwa Hakrab merupakan sarana fundamental untuk membentuk karakter mahasiswa sejak awal.

“Hakrab ini bukan hanya kegiatan penyambutan, tetapi proses pembentukan budaya akademik yang sehat dan penuh kekeluargaan. Kami ingin mahasiswa baru merasa memiliki tempat yang tepat untuk belajar, berkembang, dan berdaya,” ujarnya.

Dekan Fakultas Teknologi ITSNU Lampung, Aan Budianto, S.Pd., MA., turut memberikan apresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan ini.

“Kegiatan ini membantu mahasiswa baru untuk cepat beradaptasi dengan lingkungan kampus. Kami ingin mereka merasa diterima dan siap menempuh perjalanan akademik dengan percaya diri, semangat, dan rasa kebersamaan,” jelasnya.

Sementara itu, Kaprodi Teknologi Informasi, Maisaroh, S.Kom., M.TI, menekankan pentingnya interaksi antar-mahasiswa dan dosen dalam proses pembelajaran di era teknologi yang dinamis.

“Hakrab menjadi pintu awal bagi mahasiswa untuk mengenal budaya Prodi Teknologi Informasi. Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami kurikulum, tetapi juga membangun kedekatan dengan dosen, kakak tingkat, serta seluruh elemen pembelajaran di prodi. Interaksi yang baik akan mendukung proses akademik mereka ke depan,” ungkapnya.

Maisaroh juga berharap mahasiswa baru dapat memanfaatkan kegiatan ini untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan motivasi belajar.

“Kami ingin mahasiswa menjadi pribadi yang aktif, kolaboratif, dan siap menghadapi tantangan di dunia teknologi digital,” tambahnya.

Di sisi lain, Ketua Umum (Ketum) Himpunan Mahasiswa Teknologi Informasi (HIMATI), Anggi Meliyani, menyampaikan bahwa Hakrab menjadi ruang perkenalan yang sangat penting bagi mahasiswa baru Prodi Teknologi Informasi.

“Kegiatan ini kami rancang agar mahasiswa baru TI bisa saling mengenal, tidak hanya dengan teman seangkatan, tetapi juga dosen, Kaprodi, dan kakak tingkat. Ini menjadi dasar terbentuknya lingkungan belajar yang solid dan suportif,” katanya.

Anggi menegaskan bahwa kegiatan pertama HIMATI ini mendapat dukungan penuh dari kampus.

“Alhamdulillah kampus memberikan dukungan luar biasa sehingga kegiatan ini dapat berjalan lancar. Ini bentuk sambutan hangat kami kepada mahasiswa baru,” ujarnya.

Sebagai pesan penutup, Anggi mengajak seluruh mahasiswa memaksimalkan momentum ini.

“Jadikan Hakrab sebagai awal perjalanan panjang penuh prestasi. Bangun relasi, kembangkan potensi, dan jadilah bagian dari mahasiswa ITSNU Lampung yang membanggakan,” katanya.

Dengan terselenggaranya Hakrab di Wira Garden ini, Fakultas Teknologi ITSNU Lampung berharap munculnya generasi mahasiswa yang unggul, berkarakter kuat, dan mampu bekerja sama dalam menciptakan iklim akademik yang kreatif dan produktif.(Red)

Unsri Jadi Tuan Rumah Sidang Paripurna MSA-PTNBH, Bahas Akselerasi Mutu dan Akreditasi Internasional ‎

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- ‎Universitas Sriwijaya (Unsri) kembali mencatatkan perannya dalam penguatan tata kelola dan peningkatan mutu pendidikan tinggi nasional dengan menjadi tuan rumah Sidang Paripurna Majelis Senat Akademik Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (MSA-PTNBH). Agenda bergengsi yang dihadiri ratusan delegasi dari 24 PTN-BH se-Indonesia ini digelar di Hotel Aryaduta, Jalan Kampus POM IX Palembang, pada Jumat (14/11/25).

‎‎Sidang ini menjadi momentum penting bagi para pimpinan senat akademik dari berbagai universitas besar Indonesia untuk membahas arah kebijakan akademik, khususnya terkait peningkatan akses dan mutu pendidikan tinggi yang mampu bersaing di tingkat global.

‎‎Rektor Unsri Prof. Dr. Taufiq Marwa menjelaskan bahwa agenda utama sidang kali ini berfokus pada pembahasan aspek akademik yang mendukung peningkatan kualitas PTN-BH. Menurutnya, kualitas pendidikan tidak bisa dilepaskan dari sistem penjaminan mutu, baik internal maupun eksternal.

‎‎Salah satu aspek penjaminan mutu eksternal yang menjadi sorotan adalah akreditasi, yang dinilai sebagai pilar penting untuk memastikan kesiapan PTN-BH menghadapi persaingan global.

‎‎“Harapannya PTN-BH semakin berkualitas dari sisi akademik. Hari ini juga berlangsung pemilihan pengurus MSA-PTNBH. Untuk ketua nya berasal dari Universitas Andalas, dan hari ini dilakukan pemilihan untuk menentukan wakil ketuanya,” jelasnya.

‎‎Ketua Senat Akademik Universitas Padjadjaran sekaligus Ketua Majelis Senat Akademik PTN-BH, Prof. Dr. Yoni Fuadah Sukriani, dr., Sp.FM., Subsp. SBM, menegaskan bahwa MSA-PTNBH rutin menggelar empat kali pertemuan setiap tahun secara bergilir di berbagai PTN-BH.

‎‎Pada pertemuan kali ini, fokus pembahasan adalah akselerasi mutu perguruan tinggi melalui akreditasi nasional dan internasional.

‎‎ “Intinya, akreditasi harus benar-benar membawa peningkatan mutu bagi PTN-BH. Ini bentuk komitmen kepada masyarakat bahwa pendidikan tinggi diselenggarakan sebaik mungkin, dengan mutu yang diakui tidak hanya secara nasional, tetapi juga internasional,” ujarnya.

‎‎Ia menambahkan bahwa akreditasi berperan besar dalam mencetak lulusan berkualitas yang dapat diterima dunia kerja, serta dalam meningkatkan daya saing universitas di panggung global.

‎‎ “Dengan akreditasi internasional, universitas kita bisa disejajarkan dengan kampus-kampus besar dunia dan akan lebih mudah menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga global,” tambah Yoni.

‎‎Prof. Yoni juga menekankan bahwa akreditasi yang diakui secara internasional diharapkan dapat menarik minat mahasiswa asing untuk belajar di Indonesia. Hal ini sekaligus menjadi pembuktian bahwa sistem pendidikan tinggi Indonesia semakin diakui di dunia.

‎‎Selain itu, pihaknya menargetkan setiap pertemuan MSA-PTNBH menghasilkan rekomendasi yang dapat disampaikan kepada pemerintah sebagai bahan evaluasi kebijakan. Perubahan regulasi yang cepat dinilai membutuhkan masukan yang tepat dari para pemangku kepentingan pendidikan tinggi.

‎Ia mencontohkan bagaimana masukan dari MSA-PTNBH turut berperan dalam revisi Permendikbud Nomor 53 Tahun 2023, yang kemudian melahirkan Permendikti Nomor 39 Tahun 2023.

‎“Selain advokasi kebijakan, kami juga melakukan refleksi internal. Apakah proses akreditasi yang kami jalani benar-benar membawa perbaikan budaya mutu, bukan hanya memperbaiki administrasi tanpa substansi,” kata Yoni.

‎Menutup pernyataan, ia berharap diskusi kali ini melahirkan rekomendasi yang memperkuat posisi akreditasi di PTN-BH serta meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan bersama para rektor di masing-masing universitas. (Ning)