Bupati Lampung Barat Resmikan Masjid Al-Kautsar dan Tempatkan Santri Ponpes Miftahul Huda 407 di Talang Surip

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Masjid Al-Kautsar di Talang Surip, Pekon Basungan, Kecamatan Pagar Dewa, resmi berdiri dan siap dimanfaatkan masyarakat setelah diresmikan langsung oleh Bupati Lampung Barat H. Parosil Mabsus pada Kamis (27/11/2025). Peresmian tersebut turut dirangkaikan dengan kegiatan penitipan dan pemukiman santri dari Pondok Pesantren Miftahul Huda 407.

Turut hadir dalam acara tersebut Asisten, Kepala Perangkat Daerah, Camat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat setempat. Prosesi peresmian dilanjutkan dengan doa dan pengajian bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas selesainya pembangunan rumah ibadah tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Parosil menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan masyarakat yang telah bergotong-royong dalam mendirikan Masjid Al-Kautsar.

“Alhamdulillah pada hari ini kita dapat mengabulkan permohonan dari panitia untuk meresmikan Masjid Al-Kautsar dan ngaji bareng. Mudah-mudahan kegiatan silaturahmi kita hari ini mendapat berkah, maghfirah dan hidayah dari Allah SWT,” ujar Bupati.

Bupati juga menegaskan apresiasinya terhadap antusiasme masyarakat dalam mendukung pembangunan masjid secara swadaya.

“Sudah 10 bulan sejak saya dilantik pada 02 Februari 2025, saya telah meresmikan dua masjid. Pertama Masjid Al-Muhajirin di Kecamatan Batu Ketulis dan kedua Masjid Al-Kautsar di Kecamatan Pagar Dewa ini. Saya bangga karena pembangunan masjid ini betul-betul bersumber dari kesadaran masyarakatnya,” jelasnya.

Menurut Bupati, pembangunan masjid merupakan wujud rasa syukur atas nikmat Allah SWT, bukan dilihat dari besar kecilnya materi, melainkan ketulusan dalam berkontribusi.

“Masjid ini berdiri berkat bantuan masyarakat yang menyumbang bantuan berupa semen, keramik dan kebutuhan lainnya dalam pembangunan masjid ini. Atas nama Pemkab Lampung Barat, saya menyampaikan terima kasih atas jiwa gotong royong masyarakat sehingga terbangunlah Masjid Al-Kautsar,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengumumkan penempatan Ustadz Saifulloh dan Ustadzah Ais yang ditugaskan oleh Pondok Pesantren Miftahul Huda Kecamatan Sumber Jaya untuk mengajar dan membina anak-anak di wilayah tersebut.

“Fungsi masjid bukan hanya sebagai tempat sholat, tetapi juga sebagai tempat menyiapkan generasi muda yang cerdas, berakhlak mulia dan memiliki ketakwaan kepada Allah SWT,” tutupnya.

Dengan peresmian ini, Masjid Al-Kautsar diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan dan pembinaan generasi muda, sekaligus simbol kekuatan gotong royong masyarakat Pagar Dewa dalam memakmurkan rumah ibadah.(nsr)

Budaya, Apresiasi, dan Pesan Moral Warnai Hari Guru Nasional 2025 di Lampung Barat

LAMBAR -(deklarasinws.com)- Embun pagi belum sepenuhnya surut dari rumput Lapangan Indrapati Cakra Negara, namun deretan pakaian adat tradisional mulai memadati lapangan yang berada di Lingkungan Pemkab Lampung Barat tersebut pada Rabu (26/11/2025).

Warna-warna kain tapis, destar yang tegak, dan sarung gantung para guru PGRI menyatu dalam satu lanskap yang jarang terlihat, sebuah penanda bahwa peringatan Hari Guru Nasional ke-80 di kabupaten ini bukan sekadar seremoni, tetapi selebrasi perjalanan panjang para pendidik.

Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, berdiri sebagai Inspektur Upacara. Di hadapannya hadir ribuan guru dan siswa dari 15 kecamatan, bersama jajaran forkopimda, Kapolres, Dandim 0422, Kepala Kejaksaan, Ketua DPRD, hingga para pemangku kebijakan pendidikan.

Barisan TNI/Polri, pejabat tinggi pratama, serta unsur pemerintah daerah tampak kompak mengenakan pakaian adat tradisional, menjadikan momen ini tak hanya khidmat, tetapi juga kaya makna budaya.

Di momen itu, selaku Inspektur, Bupati Parosil membacakan pidato tertulis Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti.

Kalimat demi kalimat terasa seperti refleksi panjang atas perjalanan para guru yang sering kali berjalan sunyi: perjuangan mengajar di pelosok, tuntutan administrasi, perubahan zaman yang cepat, hingga tekanan sosial yang semakin kompleks.

“Guru adalah agen pembelajaran dan peradaban,” demikian suara Bupati Parosil mengutip isi pidato.

Guru bukan hanya penyampai materi, tetapi penjaga nalar kritis, pembangun akhlak, dan teladan moral di tengah derasnya arus digital, hedonisme, dan problem sosial murid masa kini, dari kecanduan gawai, judi online, hingga pergulatan keluarga.

Pemerintah, lanjutnya, telah dan terus berupaya memperkuat posisi guru. Mulai dari beasiswa S1 untuk 12.500 guru, pelatihan seperti PPG dan pembelajaran berbasis AI, hingga tunjangan sertifikasi dan kenaikan insentif bagi guru honorer. Tahun depan, kesempatan studi akan dibuka untuk 150.000 guru.

Namun di balik itu semua, pesan moral tetap tegas: guru perlu kembali pada niat, memperkuat jati diri, dan berdiri tegak di tengah tantangan. Sementara masyarakat harus lebih menghargai kerja sunyi para pendidik, bukan menghakiminya dari angka-angka.

Bupati Parosil menambahkan dengan intonasi yang lebih pelan namun tidak mengurangi ketegasan, “Muliakanlah dirimu dengan memuliakan gurumu. Ridha dan doa guru menentukan masa depanmu.”

Perayaan Hari Guru dan PGRI di bumi Beguai Jejama Sai Betik di tahun 2025 ini bergulir menjadi lebih meriah, sebab terdapat kolaborasi budaya.

Tampak adanya parade guru dari 15 kecamatan, pagelaran seni budaya, hingga Nyambai Bebakhong yang menghadirkan harmoni antara guru, siswa, dan masyarakat.

Selain itu terlihat berdiri Stand kreatif dari tiap kecamatan menampilkan hasil karya pendidikan, sementara Gebyar PAUD membuat area lapangan riuh oleh tawa anak-anak kecil.

Pada momen apresiasi, beberapa guru dan siswa berprestasi menerima penghargaan. Namun sorotan mengarah pada satu nama: Ali Haidir, Komandan Upacara, guru dari Kecamatan Pagar Dewa, yang mendapat hadiah umroh langsung dari Bupati Parosil. sebuah penghormatan simbolik bagi sosok-sosok pendidik yang bekerja dalam senyap tetapi berdampak nyata.

Acara ditutup dengan pelepasan balon ke udara, seolah menjadi simbol pelepasan doa dan harapan agar guru-guru Lampung Barat, dan Indonesia, terus melangitkan mimpi bagi anak bangsa.

Ada satu bagian pidato yang terasa khusus menggugah peserta upacara ketika Bupati Parosil menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh murid:

Belajarlah yang Baik!

Cintai Ayah dan Ibu!

Hormati Guru!

Rukun Sama Teman!

Cintai Tanah Air dan Bangsa!

Kalimat itu mengalir sederhana, namun kuat. Menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya soal kurikulum, tetapi soal karakter dan hubungan yang saling memuliakan antara murid, keluarga, dan guru.

Dalam kehangatan itu, makna Hari Guru terasa kembali pada akarnya: keikhlasan, perjuangan, dan cinta yang tidak lekang waktu.

Peringatan Hari Guru Nasional ke-80 di Lampung Barat tahun ini bukan hanya perayaan, tetapi pengingat bahwa kualitas bangsa ditentukan oleh kualitas mereka yang mengajar di ruang-ruang kelas, mengisi lembar-lembar kosong masa depan anak-anak.

Seperti penutup pidato yang dibacakan Bupati Parosil, “Terima kasih Bapak dan Ibu Guru atas dharma bakti yang tak ternilai. Teruslah mengabdi untuk negeri. Di tanganmu masa depan bangsa ini dititipkan. Selamat Hari Guru 2025. Guru Hebat, Indonesia Kuat.”(nsr)

Bupati Parosil Lepas 79 Jamaah Umroh di Ponpes Al-Hasyimiah, Doakan Perjalanan Lancar dan Penuh Keberkahan

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus secara resmi melepas 79 jamaah umroh di Pondok Pesantren Al-Hasyimiah, Pekon Sumber Alam, Kecamatan Air Hitam, Jumat (14/11/2025). Pelepasan berlangsung khidmat dengan dihadiri pengurus ponpes, tokoh masyarakat, serta keluarga jamaah.

Sebanyak 79 jamaah tersebut berasal dari Kabupaten Lampung Barat, Pesisir Barat dan Lampung Utara. Dan melaksanakan perjalanan ibadah umroh secara mandiri. Keberangkatan ini menjadi salah satu momen keagamaan terbesar yang dilepas langsung oleh pemerintah daerah pada akhir tahun 2025.

Dalam agenda pelepasan itu, Pemkab Lampung Barat menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program peningkatan iman dan takwa masyarakat. Dukungan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pembangunan sumber daya manusia yang religius dan berakhlak mulia.

Bupati Parosil dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur serta harapan agar seluruh jamaah diberi kelancaran dan kemudahan selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci. Ia menekankan pentingnya menjaga keikhlasan niat selama berada di Mekah dan Madinah.

“Saya menyampaikan selamat menunaikan ibadah umroh. Mudah-mudahan semua jamaah diberikan kesehatan, keselamatan, kemudahan, dan kesabaran,” ujar Bupati Parosil dalam sambutannya.

Ia juga mengingatkan para jamaah agar memanfaatkan waktu dengan memperbanyak doa di tempat-tempat mustajab. “Berdoalah sungguh-sungguh, bukan sekadar jalan-jalan,” tegasnya.

Parosil meyakini bahwa keberangkatan para jamaah merupakan panggilan hati yang diberikan Allah SWT. Ia berharap seluruh rangkaian perjalanan ibadah berjalan lancar dan seluruh permohonan jamaah diijabah.

“Mudah-mudahan seluruh doa bapak ibu, baik dalam perjalanan maupun saat berada di Tanah Suci, dikabulkan Allah SWT,” ucapnya.

Selain menyampaikan pesan ibadah, Bupati juga menitipkan harapan agar para jamaah turut mendoakan masyarakat Lampung Barat. Ia meminta agar daerah tersebut senantiasa mendapat perlindungan dan keberkahan.

“Kami di sini hanya bisa mendoakan. Kami berharap bapak ibu juga mendoakan masyarakat Lampung Barat agar selalu sehat, aman, tenteram, dan sentosa,” tutup Parosil.(Andri)

Kumpulkan Seluruh Peratin dan Camat se-Kabupaten Lampung Barat, Ini Pesan Parosil Mabsus.

‎LAMBAR -(deklarasinews.com)- Wajah yang tidak biasa berlangsung di Aula Kagungan Setdakab, Selasa 11 November 2025. Pasalnya, Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus mengumpulkan seluruh Peratin (Kepala Desa) dan Camat. Bukan untuk mebahas cairnya Anggaran Dana Desa (ADD) maupun kenaikan honor bagi orang nomor satu di tingkat Pekon tersebut, namun untuk membahas optimalisasi pemanfaatan dana desa guna penguatan infrastruktur dan dukungan program nasional ditengah gempuran episiensi anggaran.

Diskusi berlangsung cukup lama dan serius serta teliti. Hal ini mengingat pertemuan tersebut merupakan masa depan Kabupaten Lampung Barat untuk ke depan. Tidak hanya seluruh peratin se-Kabupaten mengikuti dan mendengarkan arahan Bupati Lampung Barat, bahkan Sekretaris Daerah (Sekda) Nukman, Asisten I Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Pirwa dan Sejumlah Kepala Perangkat Daerah turut hadir dalam membahas masa depan Kabupaten yang dinobatkan daerah paling aman di Provinsi Lampung.

Pria yang akrab disapa Pak Cik ini, menuturkan ADD merupakan bentuk nyata komitmen negara memperkuat pekon sebagai fondasi pembangunan nasional, olehnya, harus dikelola dengan prinsip transparan, akuntabel, partisipatif, efektif, dan efisien, dengan fokus pada pengentasan kemiskinan ekstrem, ketahanan pangan, transformasi digital, serta pembangunan berbasis padat karya, yang pada akhirnya diharapkan dapat mewujudkan pekon mandiri dan menciptakan pemerataan pembangunan nasional.

Namun, kondisi keuangan daerah saat ini mengalami tekanan akibat pengurangan transfer pusat sebesar Rp162 miliar dan peningkatan beban belanja, termasuk TPP dan Tenaga PPPK Paruh Waktu. Karena itu, diperlukan sinergi kuat antara pemerintah kabupaten dan pemerintah pekon agar pembangunan tetap berjalan optimal.

Ia menekankan arah kebijakan dan fokus pemanfaatan Dana Desa diantaranya, peningkatan infrastruktur desa, sinergi dengan program prioritas Nasional, penanggulangan bencana, pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), program Makan Bergizi Gratis (MBG), akuntabilitas dan transparansi pengelolaan.

Diakhir arahannya, Bupati dua periode ini meminta agara seluruh Peratin se-Kabupaten Lampung Barat dan Camat supaya tingkatkan koordinasi dan sinkronisasi program pekon dengan perangkat daerah agar sejalan dengan RKPD dan RPJMD Kabupaten, harus memahami prioritas pembangunan pekon dan berhati-hati dalam pengelolaan APBPekon untuk menghindari masalah hukum, Camat dan peratin aktif dalam kegiatan gotong royong, terutama terkait infrastruktur dan bencana.

Serta, optimalkan potensi penerimaan daerah dari pekon untuk memperkuat fiskal kabupaten, bangun komunikasi yang baik dan transparan dengan media serta masyarakat, untuk menjaga kondusivitas, camat dan peratin harus tanggap dalam menangkal hoaks dan isu negatif yang dapat mengganggu stabilitas sosial, segera laporkan kendala di lapangan dan ambil langkah strategis untuk penyelesaiannya.

Beliau berharap seluruh arahan ini ditindaklanjuti dengan tanggung jawab dan komitmen tinggi, “Mari kita wujudkan pekon yang mandiri, sejahtera, dan berdaya, demi terbangunnya masyarakat Lampung Barat yang beradab, berkarakter, bermartabat, dan berkompeten,” tutup Parosil Mabsus.(nsr)

Pemkab Lampung Barat dan PPTI Lampung Perkuat Sinergi Eliminasi TBC Tahun 2030

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menerima audiensi dari Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Wilayah Lampung di Ruang Rapat Pesagi, Kantor Bupati Lampung Barat, Senin (10/11/2025).

Audiensi ini bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan PPTI dalam upaya percepatan eliminasi penyakit Tuberkulosis (TBC) di Lampung Barat serta menyusun arah kerja kolaboratif di tingkat kabupaten.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Ahmad Hikami, Ketua Kehormatan PPTI Kabupaten Lampung Barat, Partinia Parosil Mabsus, Ketua PPTI Lampung Barat, Ira Permata Sari, serta Kepala Dinas Kesehatan Lampung Barat, dr. Widyatmoko Kurniawan.

Sementara dari PPTI Provinsi Lampung hadir sebanyak sembilan orang yang dipimpin langsung oleh Ketua PPTI Provinsi Lampung, dr. H. Wirman, MM.Kes.

Sebagai organisasi sosial kemanusiaan, PPTI berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam pemberantasan Tuberkulosis (TBC) di Indonesia.

Lembaga ini berfokus pada pencegahan, penemuan kasus, pendampingan pasien, serta edukasi masyarakat melalui pendekatan berbasis komunitas.

Secara nasional, PPTI menargetkan eliminasi TBC pada tahun 2030, sesuai agenda pembangunan kesehatan nasional dan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Di Kabupaten Lampung Barat, PPTI telah terbentuk sejak tahun 2022, dengan Ira Permata Sari dari Dinas Kesehatan sebagai ketua, dan Partinia Parosil Mabsus saat ini didaulat sebagai Ketua Kehormatan.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Kehormatan PPTI Kabupaten Lampung Barat, Partinia Parosil Mabsus, menekankan pentingnya pendekatan pencegahan dan sosialisasi kepada masyarakat.

“Kita ini bukan pengobatan, tapi pencegahan dan sosialisasi. Kami perlu program yang jelas agar bisa turun ke masyarakat menjelaskan apa itu penyakit TBC dan bagaimana cara mencegahnya,” ujar Partinia.

Ia menambahkan, sinergi antarorganisasi seperti TP-PKK, Baitul Mukhlisin, serta Bunda PAUD organisasi lainnya akan memperkuat pergerakan sosialisasi di tingkat bawah.

“Kalau digabungkan dengan kegiatan PKK atau pengajian, sosialisasi ini bisa cepat terlaksana. Tapi tetap perlu ada program yang jelas agar tidak berjalan tanpa arah,” lanjutnya.

Sebagai Ketua Kehormatan, Partinia juga menyatakan kesiapannya membantu upaya pencegahan hingga ke tingkat kecamatan dan pekon (desa).

Sementara itu, Ketua PPTI Provinsi Lampung, dr. H. Wirman, MM.Kes., menjelaskan bahwa audiensi ini merupakan bagian dari program advokasi PPTI di seluruh kabupaten/kota di Lampung.

“Program utama kami adalah sosialisasi, edukasi, pendampingan, serta pencarian kasus TBC di masyarakat. Kami akan berkeliling ke 15 kabupaten/kota untuk memperkenalkan program ini, kemudian dilanjutkan dengan rapat koordinasi guna memperkuat kontribusi daerah terhadap eliminasi TBC,” ungkapnya.

“Kami berterima kasih atas sambutan hangat dari Pemerintah Kabupaten Lampung Barat. Semoga kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam membantu masyarakat mencegah penyakit TBC,” tambahnya.

Melalui pertemuan ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat bersama PPTI berkomitmen untuk mengembangkan program pencegahan dan edukasi TBC berbasis masyarakat, mendorong integrasi kegiatan PPTI dengan program organisasi sosial lainnya. Selain itu, akan membentuk struktur kepengurusan hingga tingkat kecamatan dan pekon dan mengoptimalkan pendanaan serta efisiensi kegiatan sosialisasi dengan sinergi lintas sektor.(Andri)

Bupati Lampung Barat: “Kemerdekaan Tidak Jatuh dari Langit, Tapi Ditempa Oleh Waktu dan Keikhlasan”

LAMBAR -(deklarasinews.com)-  Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melaksanakan upacara peringatan Hari Pahlawan ke-80 tahun 2025 dengan khidmat.

Upacara penaikan bendera dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Lampung Barat pada Senin (10/11/2025), dipimpin langsung oleh Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, yang bertindak sebagai inspektur upacara.

Turut hadir dalam upacara tersebut Wakil Bupati Drs. Mad Hasnurin, Ketua DPRD Lampung Barat, Kapolres Lampung Barat, Kajari Lampung Barat, Dandim 0422/LB, Kepala Kemenag, Kepala BPS, Sekda, Ketua TP-PKK, Ketua GOW, Ketua Dharma Wanita Persatuan, jajaran ASN Pemkab Lampung Barat, serta unsur TNI dan Polri.

Usai upacara bendera, kegiatan dilanjutkan dengan upacara tabur bunga di Taman Makam Pahlawan, Pekon Kubu Perahu, Kecamatan Balik Bukit, sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada para pahlawan yang telah gugur memperjuangkan kemerdekaan bangsa.

Upacara Hari Pahlawan bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan wujud penghormatan dan refleksi atas jasa para pejuang bangsa.

Melalui upacara tersebut, generasi penerus diingatkan untuk meneladani nilai perjuangan, keberanian, dan keikhlasan para pahlawan.

Sementara tabur bunga di Taman Makam Pahlawan, menjadi simbol penghargaan dan doa bagi para pahlawan yang telah gugur.

Butiran bunga yang ditebarkan melambangkan cinta, rasa hormat, serta pengingat agar semangat perjuangan mereka senantiasa hidup di hati bangsa Indonesia.

Dalam amanat yang dibacakan oleh Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, mewakili Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf, disampaikan pesan mendalam tentang makna perjuangan dan keteladanan para pahlawan bangsa.

“Hari ini, di bawah langit Indonesia yang merdeka, kita menundukkan kepala penuh hormat mengenang para pahlawan bangsa. Mereka bukan sekadar nama yang terukir di batu nisan, melainkan cahaya yang menerangi jalan kita hingga hari ini,” ujar Parosil membacakan amanat tersebut.

Bupati juga menegaskan tiga nilai utama yang dapat diteladani dari para pahlawan, yaitu kesabaran, semangat mengutamakan kepentingan bangsa, dan pandangan jauh ke depan.

“Para pahlawan sabar menempuh ilmu, sabar menyusun strategi, dan sabar membangun kebersamaan. Dari kesabaran itulah lahir kemenangan,” lanjutnya.

“Mereka tidak menuntut balasan setelah kemerdekaan diraih. Justru kembali ke rakyat untuk mengabdi. Di situlah letak kehormatan sejati,” tegasnya lagi.

Dalam amanat tersebut juga disampaikan bahwa semangat perjuangan masa kini bukan lagi dengan senjata, melainkan dengan ilmu, empati, dan pengabdian yang tulus kepada masyarakat.

“Perjuangan hari ini adalah memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan. Inilah semangat yang dihidupkan melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yakni memperkuat ketahanan nasional, memajukan pendidikan, menegakkan keadilan sosial, dan membangun manusia Indonesia yang berdaya,” tutur Parosil.

Menutup amanatnya, Parosil Mabsus mengajak seluruh peserta upacara untuk melanjutkan semangat para pahlawan dengan tindakan nyata.

“Hari ini, mari kita bersyukur dan berjanji: kemerdekaan ini tidak akan sia-sia. Sebagaimana para pahlawan telah memberikan segalanya untuk Indonesia, kini giliran kita menjaga agar api perjuangan itu tidak pernah padam, dengan bekerja, bergerak, dan berdampak.”

Peringatan Hari Pahlawan di Lampung Barat tahun 2025 ini menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kembali semangat nasionalisme dan rasa cinta tanah air.

Melalui kegiatan upacara dan tabur bunga, diharapkan generasi muda semakin menyadari bahwa kemerdekaan dan kemajuan bangsa adalah hasil perjuangan panjang yang harus terus dijaga dengan kerja nyata, kejujuran, dan keikhlasan.(andri)

Masjid Al – Muhajirin Senilai 1,7 Miliar Diresmikan Parosil Mabsus

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Rumah ibadah Al – Muhajirin Pekon Simpang Luas, Batu Ketulis yang berdiri kokoh dan megah menelan anggaran 1,7 Miliar dibangun sejak Juni 2023 lalu diresmikan Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, Minggu 09 November 2025.

Presmian Masjid yang dibangun Swadaya oleh lapisan masyarakat itu dikemas dengan pengajian Akbar dan santunan anak yatim piatu. Menghadirkan salah satu pendakwah ternama di Lampung Barat Shahuddin.

Parosil Mabsus mengungkapkan rasa kagumnya terhadap pembangunan masjid Al – Muhajirin yang diawali dari dana yang sangat minim, namun berkat kebersamaan dan kekompakan masyarakat sehingga dapat berdiri dengan sangat mengah.

“Kami merasa bangga dan mengapresiasi seluruh masyarakat yang sudah luar biasa dengan swadaya mewujudkan masjid yang megah. Insyaallah, dengan niat masyarakat semua apa yang menjadi tujuan dan niat dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT,” ucapnya.

Parosil juga berharap akan ada banyak kegiatan keagamaan di masjid Al – Muhajirin “kita semua berharap dengan peresmian Masjid ini Insyaallah jamaahnya penuh, juga ada kegiatan keimanan dan seterusnya ada kegiatan rutinan serta kegiatan sosial kemasyarakatan bisa hadir,” sambungnya.

Agus Junaidi, tokoh agama Batu Ketulis mengatakan, sesuai dengan tema pada kegiatan tersebut, ia berharap supaya menjadikan masjid sebagai pusat ibadah.

Ia menceritakan sejarah singkat dibangunnya Masjid Al – Muhajirin, bermula sejak perbaikan arah kiblat, namun berdasarkan kesepakatan bersama pihaknya memutuskan untuk membangun kembali Rumah Ibadah tersebut.

“Pembangunan dilakukan secara Swadaya pak bupati, peletakan batu pertamanya dilakukan pada 11 Juni 2023 lalu dengan modal awal Rp. 8.157. 000. Sampai dengan saat ini masjid Al – Muhajirin ini sudah menelan Rp. 1,7 Miliar,” kata dia.

Beliau menyampaikan setelah diresmikannya masjid Al – Muhajirin pihaknya memiliki keinginan untuk membangun pasilitas pendukung seperti TPA, dapur masjid dan perumahan Marbod.

Sementara, Desta Primo tokoh masyarakat Pekon Simpang Luas berharap, dengan berdirinya masjid yang megah tersebut jangan sampai menjadi hiporia semata, namun bagaimana caranya agar kemakmuran rumah Allah itu ke depan makmur, dijadikan tempat beribadah bersama.

“Kita jangan sampai terlena oleh berdirinya masjid yang megah, namun tantangan kita bersama bagaimana cara memakmurkan masjid ini ke depannya,” tutupnya.(andri)

Lepas Fun Run, Parosil Mabsus : Kesehatan Tolak Ukur IPM

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Pagi masih berembun di Kecamatan Balik Bukit, namun suasana terasa hangat oleh kehadiran Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus di tengah kegiatan Fun Run dalam rangka hari jadi ke-75 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Minggu 09 November 2025.

Suasana di pelataran Gedung Pancasila nampak berbeda dari hari weekend sebelumnya. Sejak pukul 5.30 WIB ratusan peserta sudah bersiap-siap untuk mengikuti fun run, bahkan Wakil Bupati Lampung Barat Mad Hasnurin, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Partinia Parosil Mabsus tidak ingin melewatkan kegiatan menyehatkan tersebut.

Ditengah kerumunan peserta, Parosil Mabsus menyampaikan di tengah kesibukan dan gaya hidup modern yang serba cepat, menjaga kesehatan tubuh menjadi sebuah hal penting. Salah satu cara yang menyenangkan dan mudah untuk berolahraga adalah dengan mengikuti fun run.

Menurutnya, fun run adalah kegiatan lari santai yang tidak menekankan pada kecepatan atau kompetisi, melainkan pada kesenangan dan partisipasi.

Parosil Mabsus juga mengapresiasi saat ini semakin banyaknya kegiatan olahraga baik dari organisasi pemerintah maupun non pemerintah.

Ia berharap agar masyarakat Lampung Barat memiliki budaya hidup sehat melalui olahraga, salah satunya dengan membudayakan lari. Dengan menggiatkan olahraga, ia menilai masyarakat akan lebih sehat, lebih produktif, dan lebih sejahtera.

“Sehingga diharapkan dengan munculnya tradisi budaya baru hidup yang lebih sehat, maka Indeks Pembangunan Manusia kita semakin naik. Karena Indek Pembangunan Manusia (IPM) kan diukur dengan kesehatan orang. Maka membangun budaya sehat ini harus terus kita lakukan,” harap Parosil Mabsus.

Harapan Bupati Lampung Barat agaknya diimbangi oleh para peserta. Antusiasme mereka terlihat dari wajah-wajah yang penuh senyum saat berlari.

Reza, salah satu peserta mengutarakan kebahagiaannya. Ia mengaku sangat bersemangat berlari karena event ini sangat ramai. Selain ajang olahraga, kegiatan ini juga sebagai hiburan, pasalnya di lokasi finis tersedia hiburan musik, photobooth dan berbagai jajanan UMKM.

Beliau menyampaikan hrapannya, agar kegiatan seperti ini tidak digelar pada saat ada peringatan hari-hari tertentu saja, namun diadakan minimal satu bulan sekali, dengan tujuan selain ajang olahraga menyehatkan juga untuk silaturahmi.(andri)

Mad Hasnurin Apresiasi Inisiatif Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Jalan Putus, Bakal Dibangun Permanen 2026

PESIBAR -(deklarasinews.com)- Wakil Bupati Lampung Barat, Mad Hasnurin mengapresiasi upaya dan semangat masyarakat atas aksi gotong royong pembangunan jembatan darurat penghubung antara Kelurahan Pasar Liwa – Hanakau.

Dibangunnya jembatan darurat sementara akibat badan jalan di wilayah Seranggas, Kecamatan Balik Bukit putus total akibat terjangan bencana alam banjir pada beberapa waktu lalu.

Apresiasi tersebut diwujudkan Mad Hasnurin dengan mendatangi dan melihat langsung ke lokasi pembangunan jembatan darurat, Kamis 06 November 2025.

“Hari ini kita turun langsung memastikan tidak lanjut intruksi pak Bupati pada beberapa hari lalu untuk penanganan jalan Liwa – Hanakau, pelaksanaannya seperti apa ? Alhamdulillah sudah mulai ditangani,” kata Mad Hasnurin.

Mad Hasnurin menyampaikan apresiasi mendalam terhadap semangat gotong royong masyarakat. Ia menyebut pembangunan jembatan darurat secara secara gotong royong sebagai bukti nyata kepedulian dan partisipasi warga dalam membangun daerah.

“Alhamdulillah semangat gotong royong masyarakat masih ada karena ini kepentingan kita bersama. Terlebih jalan ini merupaka akses anak sekolah untuk menuju sekolah,” ujarnya.

Ia menegaskan, selama ini Pemerintah Kabupaten Lampung Barat tidak tinggal diam. Proses pengusulan pembangunan jembatan permanen sudah diajukan ke Kementerian PUPR.

Sebelumnya, diungkapkan Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus pihaknya sudah melaporkan kerusakan terserut kepada Kementerian PUPR agar segera ditangani. Ia mengatakan Kementerian PUPR sudah berjanji akan melakukan penanganan terhadap jalan putus Liwa – Hanakau, namun tidak dapat dilakukan pada 2025, tetapi akan diupayakan ditahun 2026.

Mad Hasnurin menuturkan, pembangunan jembatan permanen tidak dapat dilakukan dalam waktu cepat, karena harus melalui peroses dan perencanaan, namun Ia menegaskan Pemerintah telah berupaya maksimal untuk melakukan pemulihan infrastruktur pascabencana hanya saja, lantaran anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) yang terbatas, pembangunan jembatan belum terealisasi sepenuhnya.(nsr)

Pemkab Lampung Barat Dukung Penguatan Manajemen Talenta ASN, Parosil: ASN Harus Jadi Pilar Pencapaian Asta Cita

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menyatakan komitmennya dalam mendukung penguatan implementasi manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah. Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, dalam kegiatan Penguatan Implementasi Manajemen Talenta ASN pada Pemerintah Daerah se-Provinsi Lampung yang digelar di Bandar Lampung, Kamis (6/11/2025).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia tersebut mengusung tema “Sinergi dan Komitmen Bersama Kepala Daerah dan Kepala BKN untuk Kualitas ASN Pendukung Asta Cita”. Acara ini dihadiri oleh Kepala BKN RI Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H., Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, serta seluruh kepala daerah kabupaten/kota se-Lampung.

Dalam kesempatan itu, Kepala BKN RI Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan bahwa manajemen talenta merupakan upaya membangun ASN yang kompetitif, adaptif terhadap perubahan, serta memiliki semangat melayani.

Ia mengapresiasi komitmen kepala daerah di Lampung yang mulai menerapkan sistem ini secara serius. “BKN tidak bisa berjalan sendiri. Kita membutuhkan sinergi dari seluruh kepala daerah untuk memastikan implementasi manajemen talenta berjalan efektif. Kita ingin ASN yang tidak hanya cerdas administratif, tapi juga kuat secara moral dan berorientasi pada pelayanan publik,” ujar Zudan.

Ia juga menyoroti pentingnya digitalisasi dalam sistem kepegawaian agar proses pengembangan karier ASN lebih transparan dan berbasis data. BKN tengah menyiapkan platform digital yang memudahkan pemetaan kompetensi, potensi, dan kinerja aparatur di seluruh Indonesia.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam sambutannya mengajak seluruh kepala daerah untuk memperkuat kolaborasi lintas wilayah dalam pengembangan SDM ASN. Ia menilai, Lampung memiliki potensi besar untuk menjadi provinsi dengan birokrasi modern dan berintegritas tinggi. “Kualitas ASN harus menjadi prioritas utama. Kalau birokrasi kita kuat, maka pembangunan di Lampung akan berlari lebih cepat,” tegas Rahmat.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan sesi dialog interaktif antara kepala daerah dan BKN terkait penerapan sistem merit, pengembangan karier ASN, serta strategi menghadapi tantangan digitalisasi birokrasi. Parosil Mabsus menjadi salah satu kepala daerah yang aktif memberikan masukan dalam forum tersebut.

Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus menegaskan bahwa ASN merupakan tulang punggung utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik. Menurutnya, manajemen talenta menjadi kunci dalam menyiapkan sumber daya aparatur yang unggul dan kompeten.

“ASN bukan hanya pelaksana kebijakan, tetapi juga motor penggerak pembangunan. Karena itu, kita perlu membangun sistem pembinaan karier yang adil, transparan, dan berbasis kompetensi melalui manajemen talenta,” ujar Parosil.

Ia menambahkan, manajemen talenta ASN tidak sekadar proses administrasi, melainkan strategi jangka panjang untuk memastikan setiap ASN memiliki kesempatan berkembang sesuai potensi dan kinerjanya. Parosil menyebut bahwa pemerintah daerah, termasuk Lampung Barat, berkomitmen penuh untuk menyesuaikan kebijakan kepegawaian dengan sistem merit yang diterapkan BKN.

“Kami di Lampung Barat terus berupaya memperkuat sistem merit dan membuka ruang bagi ASN untuk berinovasi. Penguatan manajemen talenta ini sangat penting agar regenerasi kepemimpinan di birokrasi berjalan sehat dan profesional,” tambahnya.

Parosil juga menekankan bahwa peningkatan kualitas ASN harus sejalan dengan visi pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita Presiden Joko Widodo. Menurutnya, ASN yang unggul, tangguh, dan berintegritas akan menjadi faktor penentu keberhasilan program prioritas pemerintah.

“Kalau ASN kita tangguh dan berkarakter, maka pencapaian Asta Cita bukan hal mustahil. ASN harus menjadi agen perubahan dan penggerak utama dalam menghadirkan birokrasi berkelas dunia,” katanya.

Ia menyampaikan bahwa Lampung Barat siap menjadi kabupaten percontohan dalam penerapan manajemen talenta ASN berbasis kinerja. “Kami akan menindaklanjuti hasil pertemuan ini dengan pembentukan tim evaluasi dan penguatan sistem merit daerah. ASN harus punya arah karier yang jelas dan terukur,” tegas Parosil.

Parosil mengajak seluruh ASN di Lampung Barat untuk terus meningkatkan kapasitas diri, disiplin, dan loyalitas terhadap pelayanan publik. Ia menegaskan, ASN yang hebat adalah mereka yang bekerja dengan hati dan berdedikasi untuk kemajuan daerah.

“Kalau ASN bekerja dengan semangat melayani, bukan dilayani, maka masyarakat akan merasakan kehadiran pemerintah yang sesungguhnya,” pungkasnya.(dkd)