Bupati Parosil Minta Dukungan Kementerian PUPR Tangani Jalan Longsor di Mutar Alam: “Ini Tanggung Jawab Bersama”

LAMBAR -(deklarasinews.com)- pati Lampung Barat Parosil Mabsus mengajukan permohonan secara langsung kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk ikut ambil bagian dalam penanganan ruas jalan yang terdampak longsor di Pekon Mutar Alam, Kecamatan Way Tenong.

Permintaan itu disampaikan dalam audiensi bersama Anggota DPR RI Komisi V Mukhlis Basri dan sejumlah kepala balai kementerian, yang digelar di Lamban Sabah, Jalan Padat Karya, Way Dadi, Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung pada Jumat (29/8/2025).

Acara tersebut dihadiri para mitra kerja strategis pemerintah pusat, antara lain Kepala Balai Wilayah Sungai Mesuji Sekampung, Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah Lampung, hingga Kepala BMKG dan Basarnas Daerah Lampung. Dari Pemkab Lampung Barat, hadir juga Kepala Bappeda, Kepala Dinas PUPR, dan Kepala Dinas Perhubungan.

Selain itu forum tersebut melibatkan delapan kabupaten/kota Dapil I DPR RI Komisi V, di antaranya Kota Bandar Lampung, Kota Metro, Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Pesawaran, Kabupaten Pringsewu, Kabupaten Tanggamus, Kabupaten Pesisir Barat, dan Kabupaten Lampung Barat.

Dalam forum itu, Bupati Parosil menegaskan pentingnya pertemuan lintas lembaga seperti ini sebagai ruang menyelaraskan program pusat dan daerah, terlebih dalam konteks pembangunan infrastruktur dan penanggulangan bencana.

“Pertemuan-pertemuan seperti ini sangat penting untuk menyosialisasikan program-program yang menjadi visi-misi kepala daerah, gubernur, bahkan presiden. Saya yakin kita semua memiliki semangat yang sama: mewujudkan Asta Cita Presiden dan menjalankan amanat pembangunan untuk rakyat,” ungkap Parosil.

Ia menyampaikan bahwa Lampung Barat merupakan daerah yang rawan bencana, terutama tanah longsor. Hal ini diperparah dengan kondisi geografis yang berada di kawasan perbukitan, serta seringnya curah hujan tinggi.

“Lampung Barat ini langganan longsor, apalagi di daerah seperti Pekon Mutar Alam. Saya sangat mengapresiasi pihak Kementerian yang telah menangani beberapa ruas jalan nasional yang terdampak longsor, namun masih banyak yang belum tersentuh,” ujarnya.

Parosil mencontohkan kasus jalan longsor di Mutar Alam yang dinilainya sebagai tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat dan daerah. Ia mengeluhkan sikap Kementerian PUPR yang dinilai lepas tangan dalam menangani kerusakan yang dampaknya berasal dari infrastruktur nasional.

“Kami sudah ajukan permohonan penanganan ke Kementerian PUPR, tapi seolah lepas tangan. Padahal jelas, longsor terjadi akibat limpahan air dari saluran ruas jalan nasional, yang menghantam jalan kabupaten. Kalau kita bicara soal tanggung jawab, ini bukan hanya daerah. Ini bencana yang berdampak lintas kewenangan,” tegasnya.

“Dari hitung-hitungan kami bersama Dinas PUPR dan Bappeda, nilai kebutuhan anggarannya di atas 10 miliar rupiah. APBD kami tidak akan cukup. Maka kami harap kementerian hadir, menunjukkan rasa tanggung jawab, dan membantu menyelesaikan masalah ini.”

Bupati Parosil juga mengajak semua pihak, termasuk anggota DPR RI Mukhlis Basri dan para kepala balai yang hadir, untuk menjadikan forum seperti ini sebagai langkah awal membangun sinergi pusat dan daerah secara berkelanjutan.

“Saya minta ini bukan sekadar seremoni. Harus ada tindak lanjut konkret. Jangan sampai kepala OPD hanya datang ke kementerian, proposal diterima, tapi tak pernah ditindaklanjuti. Di forum ini, kita bisa verifikasi langsung, kita bisa dengar langsung, dan kita bisa bersinergi,” pungkasnya.

Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi V Mukhlis Basri menegaskan komitmennya untuk menjadi jembatan antara pemerintah pusat dan daerah, terutama dalam memastikan kebutuhan infrastruktur yang mendesak bisa masuk dalam program nasional.

“Semua kepala daerah tentu punya visi membangun daerahnya masing-masing. Tapi hari ini kita menghadapi tantangan serius: adanya pemotongan transfer daerah untuk 2025/2026. Ini tentu menyulitkan realisasi janji-janji pembangunan kalau tidak ada sinergi antara pusat dan daerah,” kata Mukhlis.

Ia menyoroti bahwa daerah pemilihannya, termasuk Lampung Barat, adalah wilayah rawan bencana yang harus menjadi prioritas dalam kebijakan pembangunan nasional.

“Dapil I Lampung ini langganan bencana: mulai dari longsor, banjir, abrasi, sampai potensi gempa karena dilalui Sesar Semangko. Maka sudah seharusnya pemerintah pusat tidak tutup mata. Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri, harus ada koordinasi yang kuat,” tegas Mukhlis.

Mukhlis juga menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar ajang formalitas, melainkan forum strategis untuk menyampaikan aspirasi daerah secara langsung ke kementerian melalui para kepala balai.

“Saya sengaja mengundang kepala daerah untuk bertemu langsung dengan para kepala balai, supaya program-program prioritas bisa diserap dan dianggarkan. Ini bentuk sinergi nyata. Dan saya pastikan akan mengawal aspirasi dari Lampung Barat, khususnya terkait jalan longsor di Mutar Alam, agar menjadi perhatian serius dari Kementerian PUPR,” ujarnya.(andri)

Memasuki Purna Bakti, Jaimin, Agustina dan Hotmuda Simarmata Pamit

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Memasuki purna tugas sebagai Apartur Sipil Negara (ASN) per 01 Seftember 2025 tiga pegawai di Lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lampung Barat (Lambar) berpamitan, Jum’at (29/08).

Tiga ASN tersebut adalah Kepala Dinas Sosial Jaimin, Sekretaris Badan Riset dan Inovasi Daerah Agustina dan Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Hotmuda Simarmata.

Mewakili dua rekannya, Jaimin menyampaikan ucapan pamit dan permohonan maaf apabila ada salah-salah kata dan tindakan selama menjadi ASN di Lambar.

“Hari ini, terakhir saya menjalani aktivitas sebagai ASN di Lambar, karena Per 01 Seftember 2025 saya mulai memasuki masa pensiun,” jelasnya.

Jaimin, juga mecerita dirinya menjabat sebagai ASN sejak tahun 1985 hingga 2025, kurang lebih selama 40 tahun 4 bulan.

“Saya mengabdi sebagai ASN dari tahun 1985 sampai dengan 2025, kurang lebih sudah 40 tahun 4 bulan,” kata Jaimin usai mengikuti senam mingguan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lambar.

Beliau juga menyampaikan ucapan terima kasih atas kerjasama yang baik selama ini, sehingga kegiatan dapat berjalan lancar.

Jaimin juga meminta maaf kepada seluruh pegawai di lingkungan Pemda Lambar atas kesalahan beliau yang disengaja maupun tidak disengaja. Beliau juga berpesan tetap semangat dan berkembang untuk kemajuan Lambar.

“Saya mewakili pak Hotmuda, ibu Agustina menyampaikan ucapan terimakasih dan permohonan maaf jika selama ini ada perbuatan, perkataan yang kurang berkenan,” tutupnya.(andri)

Langkah Serius Pemerintah Kabupaten Lampung Barat Wujudkan Pengelolaan Sampah

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten Lampung Barat mengambil langkah serius untuk mengatasi persoalan sampah yang kian mendesak di wilayah bumi beguai jejama.

Sebagai salah satu langkah dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Komplek Perkantoran Merintah Daerah (PEMDA) Lampung Barat, Rabu (27/8/2025).

Bertajuk “Sterategi pengelolaan sampah mendorong sinergi dan inovasi penanganan sampah di Kabupaten Lampung Barat”

Dibuka langsung oleh Asisten II Bidang Prekonomian dan Pembangunan Pirwan. Diikuti Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Sugeng Rahajo dan perwakilan dari organisasi perangkat daerah terkait.

Dan diikuti secara Daring oleh Achmad Jon Viktor Kasi Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Lampung.

Pria yang karib disapa Yay Pirwan mengatakan, FGD strategi pengelolaan sampah ini wajib dilakukan untuk menyelamatkan Kabupaten Lampung Barat dari timbunan sampah.

Sebab menurutnya Yay Pirwan, sampаh merupakan ancaman serius, jika tidak dikelola dengan baik akan memunculkan dampak yang beraneka ragam.

Berdasarkan data dari DLH Lampung Barat tercatat sebanyak 35,4 ton per hari timbunan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Dalam setahun mencapai 46.208,71 ton timbunan sampah.

Dari timbunan sampah tersebut Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dapat menangani sebanyak 15.034,04 ton/tahun atau sebesar 32,54 persen.

Untuk itu, kata pria yang merupakan mantan Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Sekwan) Lampung Barat perlu adanya kampanye yang intensif ke semua lini masyarakat. Pasalnya, sampah merupakan satu sisi sebagai sumber kehidupan bukan ancaman apabila dapat dikelola dengan baik.

“Perlu adanya upaya pemanfaatan limbah sampah non organik melalui Bank sampah dapat meningkatkan income rumah tangga dari hasil kreasi sampah tersebut,” kata dia.

Ia berharap kepada seluruh masyarakat dan lurah se-Kabupaten Lampung Barat agar mempunyai Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) dan kelompok pengelola sampah tingkat pekon.

“Penyelesaian permasalahan sampah ini harus dimulai dari awal tempat sampah itu berada, jadi harus ada pemilahan sampah yang dimulai dari tingkat RT/RW, agar kedepannya sampah-sampah yang masuk ke TPA adalah sampah yang memang benar-benar tidak bisa kita manfaatkan lagi,” terangnya.

“Ditahun 2025 ini, Kabupaten Lampung Barat belum bisa mengelola sampah dengan sempurna, akan tetapi target minimal tercapai yaitu sampah ada ditempatnya, bukan tempat sampah ada dimana-mana. Disinilah kita memerlukan sinergitas dari seluruh stakeholder terkait,” sambungnya.

Sementara, Sugeng Raharjo mengatakan sampah merupakan masalah isu yang signifikan dalam konteks lingkungan, terutama di kalangan masyarakat.

“Jika pengelolaan sampah tidak dilakukan dengan efektif dan teratur, maka masalah tersebut dapat menyebabkan dampak negatif pada kualitas lingkungan secara keseluruhan,” tuturnya.

Salah satu dampak yang mungkin timbul adalah kerusakan ekosistem, yang pada akhirnya dapat berdampak negatif pada kehidupan sosial masyarakat.

“Kabupaten Lampung Barat merupakan salah satu daerah yang terus berupaya melakukan penanganan sampah. Produksi sampah yang dihasilkan tercatat sebanyak 35,4 ton per hari,” paparnya.

Artinya dalam setahun mencapai 46.208,71 ton timbunan sampah, dikatakan Sugeng Raharjo tidak semua timbunan sampah tersebut dapat tertangani, hanya sebanyak 15.034,04 ton/tahun atau sebesar 32,54 persen timbunan sampah yang dapat ditangani. Sedangkan target Nasional tahun 2029 sampah terkelola 100 persen.

Oleh karenanya, Sugeng berharap semua pemangku kepentingan bersama-sama merumuskan kebijakan yang berkelanjutan, strategi yang efektif, menetapkan standar kualitas baru, dan mengalokasikan sumber daya yang memadai untuk Pengelolaan sampah yang lebih inovatif.(andri)

Lantik 60 Peratin, Parosil Mabsus Minta Prioritas Pembangunan Infrastruktur

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus secara resmi melantik 60 peratin (Kepala Desa) di wilayah kabupaten setempat, Senin (25/08/2025).

Dari 60 peratin yang dikukuhkan, 36 perpanjangan dari peratin yang msa jabatannya telah berakhir pada tahun 2023 dan 2024 lalu. 24 diduduki oleh Penjabat (Pj) yang bersetatus Aparatur Sipil Negara (ASN).

Sumpah jabatan berlangsung di Lamban Pancasila Komplek Perkantoran Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lampung Barat Kecamatan Balik Bukit.

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Lampung Barat Nomor : B/293/KPTS/III.12/2025 tentang pemberhentian Penjabat Peratin dan Pengangkatan Kembali Peratin Pada Tiga Puluh Enam Pekon.

Sedangkan untuk Pj Peratin, berdasarkan SK Bupati Lampung Barat Nomor : B/294/KPTS/III.12/2025 tentang pemberhentian dan Pengangkatan Pj Peratin Pada Dua Puluh Empat Pekon.

Pelantikan disaksikan Wakil Bupati Mad Hasnurin, Forkopimda, ketua TP PKK Partinia Parosil Mabsus, Sekretaris Daerah (Sekda) Nukman, Asisten, Kepala Perangkat Daerah dan Camat.

Dalam sambutannya Parosil Mabsus mengatakan, pelantikan tersebut diluar dugaan pihaknya.

“Jangankan Peratin-peratin yang duduk di depan ini, pak bupati juga tidak menyangka akan melakukan proses yang sangat sakral melantik perpanjangan masa jabatan peratin yang sebelumnya sudah berakhir kurang lebih dua tahun lalu,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Pak Cik itu, meminta apa yang menjadi kebijakan Pemerintah saat ini untuk memberi kesempatan dalam melanjutkan kepemimpinan kembali harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

“Tidak pernah bermimpi bapak ibuk akan mendapatkan jabatan dua tahun lagi, ini namanya bonus, hadiah. Tetapi ini merupakan sebuah amanah yang tidak boleh dilalaikan,” jelas Parosil Mabsus.

Dengan bekal pengalaman pada priode sebelumnya, Parosil Mabsus berharap 60 Peratin agar memanfaatkan kesempatan dengan sebaik-baiknya demi kemajuan dan kemakmuran masyarakat Lampung Barat.

“Harapan pak bupati yang ada di pundak saudara-saudara adalah lingkungan. Hari ini kita ditantang oleh masyarakat terkait dengan infrastruktur. Infrastruktur kita saat ini kondisinya banyak yang membutuhkan perhatian,” paparnya.

Bupati dua periode itu menekankan 60 peratin yang baru saja dilantik agar memperioritaskan pembangunan infrastruktur.

“Mana yang menjadi kewenangan bapak ibuk tolong diperhatikan,” paparnya.

Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon Kabupaten Lampung Barat Bulki Basri mengatakan, 36 peratin yang baru saja dikukuhkan adalah masa jabatannya berakhir pada 1 November 2023 hingga 31 Januari 2024 lalu.

“Kebijakan ini didasarkan pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 100.3/4179/SJ tertanggal 31 Juli 2025,” kata dia.

“Peratin perpanjangan masa jabatannya selama dua tahun dari 2025-2027. Sedangkan untuk yang berstatus Pj pelantikan untuk satu tahun, 2025-2026,” tuturnya.

Berikut daftar 60 Peratin yang baru saja dikukuhkan:

  1. Sumarno sebagai Peratin Pekon Manggarai, Kecamatan Air Hitam.
  2. Badri sebagai Peratin Pekon Bahway, Kecamatan Balik Bukit.
  3. Takzim sebagai Peratin Pekon Sukarame, Kecamatan Balik Bukit.
  4. Buchori, S.P. sebagai Peratin Pekon Trimulyo, Kecamatan Gedung Surian.
  5. Jawadi sebagai Peratin Pekon Suka Banjar II Ujung Rembun, Kecamatan Lumbok Seminung.
  6. Kiston Tawan sebagai Peratin Pekon Suka Mulya, Kecamatan Lumbok Seminung.
  7. Hendra, S.Pd. sebagai Peratin Pekon Lombok Selatan, Kecamatan Lumbok Seminung.
  8. Dadang Ermayadi sebagai Peratin Pekon Pancur Mas, Kecamatan Lumbok Seminung.
  9. Piryan Adrianda sebagai Peratin Pekon Suka Maju, Kecamatan Lumbok Seminung.
  10. Ali Rahman sebagai Peratin Pekon Keagungan, Kecamatan Lumbok Seminung.
  11. Muslim sebagai Peratin Pekon Ujung, Kecamatan Lumbok Seminung.
  12. Selamat Haryadi sebagai Peratin Pekon Lombok, Kecamatan Lumbok Seminung.
  13. Rosidah sebagai Peratin Pekon Hanakau, Kecamatan Sukau.
  14. Ahmad Naser sebagai Peratin Pekon Buay Nyerupa, Kecamatan Sukau.
  15. Tahmiza sebagai Peratin Pekon Pagar Dewa, Kecamatan Sukau.
  16. Budi sebagai Peratin Pekon Suka Mulya, Kecamatan Sukau.
  17. Sater sebagai Peratin Pekon Teba Pering Raya, Kecamatan Sukau.
  18. Harun Sohar sebagai Peratin Pekon Simpangsari, Kecamatan Sumber Jaya.
  19. Hermanto sebagai Peratin Pekon Giham Sukamaju, Kecamatan Sekincau.
  20. Ikhwan sebagai Peratin Pekon Turgak, Kecamatan Belalau.
  21. Marwan sebagai Peratin Pekon Bumi Agung, Kecamatan Belalau.
  22. Saukani sebagai Peratin Pekon Suka Makmur, Kecamatan Belalau.
  23. Karyono sebagai Peratin Pekon Sumber Rejo, Kecamatan Batu Ketulis.
  24. Tri Ariyogi sebagai Peratin Pekon Atar Kuwao, Kecamatan Batu Ketulis.
  25. Guswadi sebagai Peratin Pekon Sukaraja, Kecamatan Way Tenong.
  26. Alfi Yulizon sebagai Peratin Pekon Sukananti, Kecamatan Way Tenong.
  27. Atta sebagai Peratin Pekon Puralaksana, Kecamatan Way Tenong.
  28. Hadi Susanto, S.I.Kom. sebagai Peratin Pekon Sido Rejo, Kecamatan Suoh.
  29. Haryadi Arnando sebagai Peratin Pekon Marga Jaya, Kecamatan Pagar Dewa.
  30. Muhamat Yamin sebagai Peratin Pekon Suka Mulya, Kecamatan Pagar Dewa.
  31. Ramli sebagai Peratin Pekon Negeri Jaya, Kecamatan Bandar Negeri Suoh.
  32. Sukamto sebagai Peratin Pekon Tanjung Sari, Kecamatan Bandar Negeri Suoh.
  33. Susilo Haryanto sebagai Peratin Pekon Tugu Mulya, Kecamatan Kebun Tebu.
  34. Sanan sebagai Peratin Pekon Muara Baru, Kecamatan Kebun Tebu.
  35. Umar Dani sebagai Peratin Pekon Canggu, Kecamatan Batu Brak.
  36. Gunawan sebagai Peratin Pekon Kotabesi, Kecamatan Batu Brak.
  37. Sutisna sebagai PJ. Peratin Pekon Bumi Jaya, Kecamatan Sukau.
  38. Dharma Setiawan, S.H. sebagai PJ. Peratin Pekon Bandar Baru, Kecamatan Sukau.
  39. Elidon sebagai PJ. Peratin Pekon Bakhu, Kecamatan Batu Ketulis.
  40. Yusnan Haris, S.E. sebagai PJ. Peratin Pekon Way Ngison, Kecamatan Batu Ketulis.
  41. Sahril, S.Pd.I. sebagai PJ. Peratin Pekon Kubu Liku Jaya, Kecamatan Batu Ketulis.
  42. Heri Setiyawan Abdullah, A.Md. sebagai PJ. Peratin Pekon Ringin Sari, Kecamatan Suoh.
  43. Calim sebagai PJ. Peratin Pekon Gedung Surian, Kecamatan Gedung Surian.
  44. Oktarina, S.E., M.M. sebagai PJ. Peratin Pekon Pampangan, Kecamatan Sekincau.
  45. Parjiyo, S.E. sebagai PJ. Peratin Pekon Batu Api, Kecamatan Pagar Dewa.
  46. Jamil, S.E. sebagai PJ. Peratin Pekon Mekar Sari, Kecamatan Pagar Dewa.
  47. Sunandar, S.E., M.M. sebagai PJ. Peratin Pekon Pagar Dewa, Kecamatan Pagar Dewa.
  48. Tiurnida Siringo Ringo, S.Kom. sebagai PJ. Peratin Pekon Tembelang, Kecamatan Bandar Negeri Suoh.
  49. Distomi, S.P. sebagai PJ. Peratin Pekon Tri Budi Makmur, Kecamatan Kebun Tebu.
  50. Dedi Gunawan, S.H. sebagai PJ. Peratin Pekon Cipta Mulya, Kecamatan Kebun Tebu.
  51. Fhitri Aydi, S.Sos. sebagai PJ. Peratin Pekon Sinar Luas, Kecamatan Kebun Tebu.
  52. Asmaranita, S.E. sebagai PJ. Peratin Pekon Hujung, Kecamatan Belalau.
  53. Selamat Putra, S.I.P. sebagai PJ. Peratin Pekon Pajar Agung, Kecamatan Belalau.
  54. Samsi, S.I.P. sebagai PJ. Peratin Pekon Kembahang, Kecamatan Batu Brak
  55. Muhaimin, S.E. sebagai PJ. Peratin Pekon Rigis Jaya, Kecamatan Air Hitam.
  56. Harsono sebagai PJ. Peratin Pekon Sinar Jaya, Kecamatan Air Hitam.
  57. Hamidi Sukarman sebagai PJ. Peratin Pekon Sidodadi, Kecamatan Air Hitam.
  58. Muhammad Irfan, S.E. sebagai PJ. Peratin Pekon Gunung Terang, Kecamatan Air Hitam.
  59. Eviyanto, S.H. sebagai PJ. Peratin Pekon Suka Jadi, Kecamatan Air Hitam.
  60. Tri Wedarti, S.E. sebagai PJ. Peratin Pekon Suka Damai, Kecamatan Air Hitam.(andri)

Lampung Barat Lakukan Langkah Strategis Menuju Swasembada Pangan: Bupati Parosil Serahkan Alsintan Untuk Petani

LAMBAR -(deklarasinews.com)– Kabupaten Lampung Barat kembali menunjukkan keseriusannya dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan nasional.

Bertempat di Pekon Suoh, Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS), Bupati Lampung Barat Hi. Parosil Mabsus secara resmi menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia (RI) kepada sejumlah kelompok tani dari berbagai wilayah di kabupaten ini, Sabtu (23/8/2025).

Dalam suasana penuh harapan, acara penyerahan tersebut menjadi momen penting bagi kebangkitan pertanian lokal.

Para petani yang selama ini mengandalkan cara tradisional dalam mengolah lahan dan memanen hasil, kini mendapatkan dukungan konkret berupa alat pertanian modern yang akan membantu meningkatkan efisiensi dan hasil panen.

Bupati Parosil dalam sambutannya menekankan bahwa bantuan Alsintan ini adalah bagian dari upaya transformasi besar di sektor pertanian.

Ia menyebut, tantangan ketahanan pangan nasional hanya bisa dijawab dengan peningkatan produksi dan produktivitas di tingkat petani, dan itu memerlukan pendekatan modern berbasis teknologi.

“Alat ini ditujukan untuk memberikan kontribusi dalam mewujudkan swasembada dan ketahanan pangan,” ujar Parosil.

“Yang dahulu bertani dengan cara tradisional menghasilkan hasil minimal, kini melalui bantuan alat modern kita harapkan hasil pertanian menjadi maksimal dan memuaskan para petani,” imbuhnya.

Bupati juga menyoroti pentingnya mekanisasi dalam proses pertanian mulai dari pengolahan tanah, masa tanam hingga pemanenan.

Menurutnya, peningkatan produktivitas tidak bisa lagi bergantung pada tenaga manusia semata, melainkan perlu dukungan mesin yang efisien dan tepat guna.

“Produksi dan produktivitas padi dapat kita optimalkan di antaranya melalui mekanisasi atau penggunaan alat mesin pertanian dalam olah tanah, pertanaman, dan pemanenan. Penggunaan alat ini juga mampu menghemat tenaga kerja serta waktu pekerjaan. Dan hal ini tentu akan mendorong naiknya indeks pertanaman padi di Lampung Barat,” jelasnya.

Adapun jenis bantuan yang diserahkan meliputi traktor roda 4, traktor roda 2, dan combine harvester.

Alat-alat ini dialokasikan untuk enam kelompok tani (KT) dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) sebagai berikut:

  1. Gapoktan Tani Mandiri, Pekon Muara Jaya I, Kecamatan Kebun Tebu berupa Traktor Roda 4: 1 unit, Traktor Roda 2: 1 unit, dan Combine Harvester: 1 unit
  2. Kelompok Tani Sari Makmur, Pekon Gunung Ratu, Kecamatan Bandar Negeri Suoh, Traktor Roda 4: 1 unit
  3. Kelompok Tani Sido Makmur I, Pekon Bandar Agung, Kecamatan Bandar Negeri Suoh, Traktor Roda 2: 1 unit
  4. Kelompok Tani Berkah Tani, Pekon Bandar Agung, Kecamatan Bandar Negeri Suoh, Combine Harvester: 1 unit
  5. Kelompok Tani Hamtehullan, Pekon Bakhu, Kecamatan Batu Ketulis, Traktor Roda 2: 1 unit
  6. Kelompok Tani Kawat Kerambai, Pekon Teba Pering Raya, Kecamatan Sukau, Traktor Roda 2: 1 unit

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Parosil kepada perwakilan kelompok tani yang hadir langsung di lokasi acara.

Lebih jauh, Bupati Parosil mengajak seluruh petani untuk mengelola dan merawat bantuan ini dengan sebaik-baiknya, serta menjadikannya sebagai unit usaha produktif  yang tidak hanya digunakan oleh satu kelompok, tetapi bisa membantu petani lainnya di sekitar.

“Dengan diterimanya alat dan mesin pertanian ini, saya berharap petani dapat mengoptimalkan usaha taninya. Manfaatkan bantuan ini secara maksimal, rawat dengan baik, dan jadikan alat ini sebagai sarana gotong royong petani,” katanya.

“Kita harus bersatu padu dan bergotong royong, sehingga menjadi petani yang tangguh, petani yang maju, menuju tercapainya swasembada pangan di Lampung Barat,” pungkasnya.

Keceriaan dan harapan terlihat jelas dari wajah-wajah para petani yang hadir. Sunaryo, salah satu perwakilan kelompok tani penerima bantuan, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Lampung Barat yang telah memberikan bantuan ini. Ini sangat membantu kami dalam bertani. Harapannya, dengan alat ini, hasil tani kami meningkat dan kesejahteraan petani semakin baik,” ucapnya.

Acara ini turut dihadiri oleh para kepala perangkat daerah terkait, camat, peratin, serta seluruh penerima bantuan Alsintan.

Kehadiran berbagai elemen pemerintahan ini menjadi simbol keseriusan Pemkab Lampung Barat dalam mendorong sinergi antara program pusat dan implementasi di lapangan.(Andri)

Semangat Pramuka Membara di Bumi Liwa: 480 Peserta Ramaikan Jambore dan Apel Besar Hari Pramuka ke-64

LAMBAR -(deklarasinews.com)-  Suasana semarak dan penuh semangat terlihat jelas di Bumi Perkemahan SMP Negeri 2 Liwa, Kecamatan Balik Bukit, saat ratusan anggota Pramuka dari berbagai tingkatan mengikuti Jambore Ranting dan Apel Besar Hari Pramuka ke-64.

Kegiatan yang berlangsung dari 22 hingga 24 Agustus 2025 ini diikuti oleh 480 peserta dari golongan Penggalang dan Penegak, menjadikannya salah satu perhelatan Pramuka terbesar di Lampung Barat tahun ini.

Upacara pembukaan dipimpin oleh Ketua Kwarcab Pramuka Lampung Barat, Dra. Zelda Naturi, M.M., yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Juremi Yudi, S.H., M.M., selaku Ketua Majelis Pembimbing Ranting Pramuka Balik Bukit.

Hadir pula para tokoh penting daerah, dalam hal ini camat, Kapolsek, perwakilan dinas pendidikan, serta para kepala sekolah SD, SMP, dan SMA se-Kecamatan Balik Bukit yang juga bertindak sebagai Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan.

Dalam sambutannya, Juremi Yudi menyampaikan pesan dari Ketua Kwarcab, yang mengajak seluruh anggota Gerakan Pramuka untuk memaknai tema Hari Pramuka ke-64 tahun ini: “Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa”.

“Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan komitmen bersama untuk menjadikan Pramuka sebagai benteng ketahanan moral dan karakter generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman,” tegasnya.

Tak bisa dipungkiri, generasi muda Indonesia tengah dihadapkan pada tantangan besar seperti digitalisasi global, penyalahgunaan narkoba, perundungan, hingga masuknya budaya asing yang dapat menggerus jati diri bangsa.

Gerakan Pramuka diharapkan tampil sebagai solusi nyata, membentuk karakter generasi muda yang tangguh, berintegritas, serta berjiwa nasionalis. Melalui pendekatan pendidikan life skill, soft skill, dan hard skill, serta penguatan kecerdasan spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisik (SESOSIF), Pramuka menjadi wadah pembinaan generasi muda yang utuh dan berdaya saing.

Lebih dari sekadar barisan yang berbaris dan bernyanyi, Pramuka juga hadir secara nyata dalam berbagai pengabdian masyarakat — mulai dari tim SAR, aksi sosial saat bencana, kelancaran arus mudik, hingga pelestarian lingkungan hidup.

Gerakan ini bahkan ikut andil dalam mendukung program nasional ketahanan pangan lewat kerja sama dengan HKTI, FAO, hingga pelatihan berskala nasional seperti Training of Trainers (ToT) dan Mobile Training Team (MTT).

Dalam semangat menuju Indonesia Emas 2045, Pramuka bukan hanya mencetak generasi yang patuh aturan, tetapi juga pemimpin masa depan yang berjiwa Pancasila, berdisiplin tinggi, dan siap bersaing di panggung global.

“Mari kita jadikan Gerakan Pramuka sebagai pilar kekuatan bangsa. Sinergi dan kolaborasi lintas sektor sangat penting agar generasi muda kita benar-benar siap menjadi pemimpin masa depan yang mandiri, unggul, dan berdaya saing,” ujar Juremi menutup sambutannya.

Selama tiga hari pelaksanaan jambore, para peserta akan mengikuti berbagai kegiatan edukatif dan kompetitif seperti pelatihan keterampilan, jelajah alam, pentas seni budaya, hingga kegiatan sosial dan lingkungan. Tak hanya mempererat persaudaraan, kegiatan ini juga menjadi ajang aktualisasi nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka dalam kehidupan nyata.(nsr)

Buka Sukapura Cup 2025, Parosil Mabsus Apresiasi Kolaborasi Olahraga dan Seni Budaya.

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Turnamen sepak bola Sukapura Cup Tahun 2025 resmi dibuka Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus di lapangan Sukarata, Pekon Sukapura, Kecamatan Sumber Jaya, Kamis (21/08/2025).

Pembukaan ditandai dengan penendangan bola pertama ke arah gawang oleh Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus.

Kegiatan tahunan masyarakat Pekon Sukapura ini diikuti 32 tim dari masing-masing Kecamatan di Lampung Barat.

Sebagai pembuka, kesebelasan Kidul FC Pekon Sukapura melawan tim kesebelasan dari Pekon Way Petai.

Mengawali sambutannya, Parosil Mabsus mengapresiasi penyambutan yang dilakukan oleh masyarakat Pekon Sukapura.

Pasalnya, kedatangan Bupati Lampung Barat bersama jajaran disambut meriah oleh masyarakat Pekon Sukapura dengan berbagai kostum dan penampilan Seni Budaya.

“Jarang sekali kegiatan open turnamen sepak bola seperti ini, ada kolaborasi antara olahraga dan Seni Budaya dengan menampilkan berbagai kostum dan tari-tarian,” katanya.

“Ternyata kolaborasi antara olahraga dengan Seni Budaya sangat mengasikkan,” sambungnya.

Pria yang akrab disapa Pak Cik itu menyampaikan kegiatan seperti ini merupakan hal yang positif.

Karena menurutnya, selain untuk memberi hiburan kepada masyarakat, juga meningkatkan prekonomian melalui UMKM.

“Ke depan saya berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan, karena selain sebagai tontonan bagi masyarakat juga dapat meningkatkan prekonomian melalui UMKM,” jelasnya.

Bupati dua periode itu meminta kepada tim kesebelasan agar menjunjung tinggi seportifitas.

“Yang tidak kalah pentingnya wasit juga harus berlaku adil, jangan berpihak kepada salah satu kesebelasan,” ujarnya.

Sementara ketua pelaksana, Suyana mengatakan kegiatan tersebut sebagi ujud penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur memperjuangkan Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Kegiatan seperti ini memang sudah biasa dilakukan masyarakat Pekon Sukapura dalam memeriahkan Kemerdekaan Republik Indonesia,” tuturnya.

Sebagai bentuk dukungan atas terselenggaranya kegiatan tersebut, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menyumbang senilai Rp. 3 juta.(andri)

24 Dokter PIDI dan PIDGI Resmi Bertugas di Lampung Barat, Bupati Parosil Sambut Hangat

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Sebanyak 24 dokter dari Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) dan Program Internsip Dokter Gigi Indonesia (PIDGI) angkatan III tahun 2025, resmi bertugas di Kabupaten Lampung Barat.

Kedatangan para dokter muda ini disambut langsung oleh Bupati Lampung Barat, Hi. Parosil Mabsus, dalam acara penyambutan yang digelar di Lamban Dinas Bupati, Pekon Kubu Perahu, Kecamatan Balik Bukit, pada Rabu (20/08).

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Direktur Utama RSUD Alimuddin Umar, Kepala Dinas Kominfo dan empat Kepala Puskesmas dari Kecamatan Kenali, Kecamatan Batu Brak, Kecamatan Fajar Bulan dan Kecamatan Gedung Surian.

Kepala Dinas Kesehatan Lampung Barat, dr. Widyatmoko Kurniawan, Sp.B, dalam laporannya menyampaikan bahwa para dokter yang akan bertugas terdiri dari 16 dokter umum PIDI dan 8 dokter gigi PIDGI.

“Sebanyak 16 dokter umum akan melaksanakan internsip selama 12 bulan. Mereka akan ditempatkan di RSUD Alimuddin Umar, Puskesmas Fajar Bulan, dan Puskesmas Gedung Surian,” jelas Widyatmoko.

Sementara itu, 8 dokter gigi dari PIDGI akan menjalani masa tugas selama 6 bulan dan akan ditugaskan di RSUD Alimuddin Umar, Puskesmas Kenali, dan Puskesmas Batu Brak.

Program internsip ini, lanjut Widyatmoko, merupakan kewajiban bagi dokter dan dokter gigi lulusan baru sebagai bentuk pembekalan sebelum praktik mandiri.

“Program ini bertujuan memberikan pengalaman kerja langsung di lapangan dengan bimbingan dari dokter senior, sekaligus mendukung pemenuhan tenaga kesehatan dan peningkatan kualitas layanan medis di Lampung Barat,” ungkapnya.

Bupati Parosil dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas kehadiran para dokter internsip tersebut. Ia berharap kehadiran mereka dapat menjadi energi baru dalam pelayanan kesehatan di daerah.

“Saya ucapkan selamat datang di Bumi Sekala Bekhak. Jadikan penugasan ini sebagai bekal pengalaman berharga dalam perjalanan karier, baik sebagai dokter umum, dokter gigi, maupun yang nantinya ingin melanjutkan ke jenjang spesialis,” ucap Parosil.

Lebih lanjut, Bupati juga berpesan agar para dokter tidak hanya fokus pada pelayanan medis, tetapi turut berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya anak-anak dan ibu hamil.

“Selain meningkatkan kompetensi, saya harap kalian bisa menyampaikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat,” pungkasnya.(Andri)

Wabup Mad Hasnurin Rakor Pengendalian Inflasi Bersama Kemendagri Secara Virtual

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Lampung Barat (Lambar) Mad Hasnurin mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara virtual, Selasa 19 Agustus 2025.

Wabup didampingi Asisten, Staf Ahli Bupati, Kepala Perangkat Daerah, perwakilan Kodim 0422 LB, Kejaksaan, Camat Balik Bukit dan BPS. Melalui aplikasi zoom meeting dari Ruang Rapat Pesagi, kantor bupati setempat. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia, Komjen. Pol. Drs. Tomsi Tohir memimpin rakor dari Gambir Jakarta Pusat.

Deputi Bidang Statistik Sosial Badan Pusat Statistik, Ateng Hartono menjelaskan kondisi inflasi dari Bulan Januari hingga Juli 2025.

Menurutnya, diminggu ke-2 Bulan Agustus tahun 2025 tercatat 14 Provinsi mengalami kenaikan IPH. Sementara 22 Provinsi mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Adapun dua Provinsi tercatat relatif stabil.

14 Provinsi mengalami kenaiakan diantaranya, Sumatra Utara, Aceh, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Papua Selatan, Papua Tengah, Maluku, Papua Barat, Papua Barat Daya, Kepulauan Bangka Belitung, Papua Pegunungan dan Sumatra Selatan.

Sedangkan 22 Provinsi mengalami penurunan adalah Lampung, Kalimantan Utara, Sulawesi Tenggara, Papua, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Banten, Nusa Tenggara Timur, Jawa Barat, Bali, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Yogyakarta, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Jakarta, Sulawesi Utara dan Gorontalo.

“Komoditas penyumbang andil kenaikan IPH di 14 Provinsi yang mengalami kenaikan IPH adalah cabai merah, bawang merah, dan beras,” ucapnya.

Sementara itu, Wabup Kabupaten Lampung Barat Mad Hasnurin, menyampaikan apresiasi kepada TPID setempat yang telah bekerja keras menjaga kestabilan harga dan mengendalikan inflasi di wilayah tersebut.

Menurut Pun Mad Hasnurin (begitu sapaan akrabnya), kestabilan harga saat ini juga telah menegaskan komitmen dari pemerintah daerah untuk terus memperkuat langkah-langkah strategis. Terutama dalam menjaga daya beli masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Saya apresiasi bapak ibu, semua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Lampung Barat telah bekerja keras mengendalikan inflasi di daerah,” kata dia.(andri)

Parosil Sebut Upacara Ziarah Nasional Sebagai Wujud Penghormatan Kepada Pejuang Kemerdekaan

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Bupati dan Wakil Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus – Mad Hasnurin mengikuti Upacara Ziarah Nasional dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Republik Indonesia di Taman Makam Pahlawan (TMP) Liwa, Pekon Kubuperahu, Kecamatan Balik Bukit, Minggu 17 Agustus 2025.

Bupati dan Wakil Bupati beserta rombongan tiba di tempat upacara sekitar pukul 12.00 WIB dan disambut oleh sejumlah Kepala Perangkat Daerah. Upacara dimulai tepat pada pukul 12.15 WIB, ditandai dengan laporan Komandan Upacara kepada Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) selaku Inspektur Upacara.

Mengheningkan Cipta, dan Penghormatan kepada Arwah Para Pahlawan yang diikuti oleh seluruh peserta upacara dengan khidmat, kemudian dilanjutkan dengan penaburan bunga ke makam para pahlawan yang dipimpin oleh Inspektur Upacara.

Tampak jajaran pejabat hadir dalam acara ini, termasuk Sekretaris Daerah (Sekda) Nukman, Asisten dan Camat.

Selesai upacara tabur bunga, Parosil Mabsus dan Mad Hasnurin beserta rombongan meninggalkan TMP Nasional dan kembali ke kediaman sekitar pukul 12. 35 WIB.

Upacara Ziarah Nasional dan tabur bunga merupakan salah satu agenda kenegaraan resmi yang diselenggarakan setiap tahun pada peringatan HUT Kemerdekaan RI.

Kegiatan ini bertujuan untuk menghormati dan mengenang jasa para pahlawan bangsa, menumbuhkan semangat nasionalisme, serta meneguhkan komitmen negara terhadap nilai-nilai pengorbanan dan patriotisme.

“Tabur bunga merupakan cara untuk menghormati para pahlawan yang telah berkorban jiwa dan raga demi bangsa,” kata Parosil Mabsus kepada tim rilis pada Dinas Kominfo Lampung Barat usai mengikuti upacara ziarah nasional.

Menurutnya, tradisi ini menjadi momen bagi keluarga, masyarakat, dan generasi penerus untuk merenungkan kembali perjuangan para pahlawan dan nilai-nilai luhur yang mereka wariskan.

“Tabur bunga dapat memupuk rasa nasionalisme, cinta tanah air, dan semangat patriotisme di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya.

Selain itu, tradisi ini mengingatkan akan pengorbanan para pahlawan, baik yang gugur dalam pertempuran maupun dalam perjuangan non-fisik, demi kemerdekaan.(andri)