Lantik 7 Pejabat Eselon ll, Parosil Mabsus Jangan Terjebak Zona Nyaman, Tanggung Jawab Pejabat Kini Lebih Berat

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menegaskan bahwa pelantikan tujuh pejabat eselon IIB merupakan momentum penting untuk memperkuat kinerja pemerintahan daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Hal tersebut disampaikan Parosil saat memberikan sambutan di Lobi Kantor Bupati Lampung Barat, Rabu (24/12/2025).

Parosil mengajak seluruh jajaran bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena masih diberikan kesehatan, keselamatan, dan kebahagiaan dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Lampung Barat.

Menurutnya, pelantikan tersebut menjadi penantian panjang mengingat sejumlah jabatan di tujuh perangkat daerah cukup lama diisi oleh pelaksana tugas. Kondisi itu terjadi karena proses pengisian jabatan harus melalui tahapan yang panjang dan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Ia menjelaskan bahwa para pejabat yang dilantik telah melalui mekanisme seleksi terbuka yang diikuti oleh sejumlah calon dengan minat dan kompetensi untuk mengisi jabatan strategis tersebut. Proses tersebut dilakukan secara objektif dan transparan.

“Pada hari ini, bapak dan ibu telah diberikan kepercayaan oleh Bupati untuk menempati jabatan yang selama ini kosong. Kepercayaan ini tentu bukan hal yang ringan,” ujar Parosil saat menyampaikan arahan.

Ia menekankan bahwa jabatan yang diemban memiliki kewenangan yang lebih luas sekaligus tanggung jawab yang lebih besar juga mampu mengemban amanah dengan penuh integritas dan dedikasi.

Parosil juga mengingatkan pentingnya keselarasan visi antara pejabat yang dilantik dengan pimpinan daerah. Ia meyakini para pejabat mampu menerjemahkan harapan dan arah kebijakan pimpinan ke dalam kinerja nyata di masing-masing perangkat daerah.

Menurut Parosil, tantangan ke depan tidaklah sederhana. Berbagai persoalan bersifat multidimensi harus segera ditangani dengan kerja keras, kolaborasi, dan langkah-langkah yang terukur.

Ia menegaskan agar para pejabat tidak terjebak pada pola kerja zona nyaman. Pemerintah daerah, kata dia, membutuhkan aparatur yang berani keluar dari situasi sulit melalui kreativitas dan inovasi.

Parosil mengakui bahwa kebijakan efisiensi dan keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan serius. Namun, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk melemahkan kinerja pemerintahan.“Dibutuhkan keberanian, ketegasan, kecepatan, serta keikhlasan dalam menuntaskan berbagai persoalan yang dihadapi pemerintah,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa permasalahan pembangunan tidak hanya menyangkut kepentingan daerah, tetapi juga bagian dari tanggung jawab bersama dalam mendukung agenda nasional.

Parosil menegaskan bahwa pejabat yang baru dilantik harus siap mengorbankan tenaga, pikiran, waktu, bahkan kepentingan pribadi dan keluarga demi kepentingan masyarakat Lampung Barat.

Menurutnya, komitmen tersebut penting untuk mendukung pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta mewujudkan visi dan misi kepala daerah. Parosil berharap para pejabat eselon IIB yang baru dilantik dapat langsung bekerja secara efektif, responsif, dan berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat.

Ia mengajak seluruh jajaran pemerintahan untuk menjaga soliditas dan profesionalisme demi terwujudnya pelayanan publik yang lebih baik di Kabupaten Lampung Barat. Tutupnya.(andri)

Resmikan Gedung IGD Rumah Sakit Daerah, Parosil Mabsus Minta Petugas Layani Pasien Dengan Ramah

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus meresmikan ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Daerah (RSD) Alimuddin Umar. Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita yang dilanjutkan dengan keliling melakukan pengecekan ruangan dan perlengkapan, Senin 22 Desember 2025.

Bupati Lampung Barat meminta agar petugas dalam melakukan pelayanan memberikan pelayanan dengan ramah, senyum, ikhlas sesuai dengan sumpah profesi yang mereka emban.

“Pokoknya seperti apapun keadaan dan kondisi kita, wajib senyum dalam memberikan pelayanan kepada pasien,” pinta Parosil Mabsus.

Menurut Parosil Mabsus, selain ruangan dan peralatan yang memadai, pelayanan yang ramah tidak kalah pentingnya terhadap percepatan kesehatan masyarakat.

“Kadang-kadang orang itu bisa sembuh, sehat karena cuma modal kita senyum dan memberikan sepirit serta motivasi penyemangat, menyejukkan, sakitnya bisa sembuh,” ungkap Parosil Mabsus.

“Karena seorang dokter ini jika memberikan vonis bisa membuat justru beban, namun jika memberikan sebuah harapan hidup, meyakinkan bahwa penyakit itu tidak ada yang bisa disembuhkan, pasien pasti mempunyai semangat kuat untuk sembuh,” sambungnya.

Usai meresmikan ruangan IGD, Bupati Lampung Barat keliling ruangan untuk melakukan peninjauan terhadap pasien-pasien.

Dalam kunjungannya, Parosil Mabsus menanyakan langsung terhadap pelayanan dan keluhan dari pada pasien-pasien. Hal itu untuk memastikan pelayanan prima kepada pasien.(andri)

Prioritaskan Kemanusiaan, Parosil Mabsus Imbau Warga Lambar Tahun Baru dengan Kesederhanaan

LAMBAR -(deklarsinews.com)- Bencana yang melanda sejumlah daerah di Sumatera mengundang kepedulian mendalam dari Pemerintah Kabupaten Lampung Barat. Sebagai bentuk simpati dan tanggung jawab moral, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mengimbau kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan warga untuk merayakan peringatan tahun baru 2026 sebagai Introspeksi diri.

“Harapan Pak Bupati, mari kita sama-sama merayakan tahun 2026 dengan suasana yang sederhana, dengan berdoa, introspeksi diri. Saya tidak menginginkan kita merayakan dengan nuansa kegembiraan sementara saudara-saudara kita saat ini sedang mengalami cobaan,” kata Parosil Mabsus.

Komitmen itu disampaikan Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus saat menyampaikan amanatnya pada apel mingguan yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati setempat, (22 Desember 2025).

Parosil Mabsus menegaskan, bahwa himbauan tersebut merupakan sikap empati bersama dalam menghadapi kondisi duka yang tengah dirasakan sesama anak bangsa.

“Biasanya dalam perayaan pergantian tahun baru dirayakan dengan dentuman kembang api,” ucapnya.

Menurutnya, selain tidak elok terhadap kemanusiaan dan keagamaan hal tersebut tidak pantas dilakukan disaat saudara-saudara kita sedang mengalami musibah.

Olehnya, Parosil Mabsus mengajak jajaran dan masyarakat untuk memaknai pergantian tahun dengan kegiatan positif seperti doa bersama dan aksi kemanusiaan bagi korban terdampak di Sumatera.

Parosil Mabsus juga mengimbau kepada seluruh camat di wilayah Lampung Barat untuk tidak melakukan perjalanan ke luar daerah pada tahun baru.

“Camat harus siaga di wilayah masing-masing, lakukan koordinasi kepada peratin, BPBD untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan mengingat cuaca saat ini extream. Kita harus menjadi contoh bagi jajaran dan masyarakat,” tutup Parosil Mabsus.(nsr)

Pesona Bukit Embun: Saat Kabut Menyambut Gubernur RMD dan Lampung Barat Menyuguhkan Harapan Wisata

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Kabut turun pelan di Bukit Embun sore itu. Tidak ada semburat jingga senja, yang ada hanya dingin yang merayap halus, rintik hujan yang setia menemani, dan hamparan Kota Liwa yang samar terlihat dari ketinggian.

Kamis sore (18/12/25) sekitar pukul 17.00 WIB, suasana inilah yang menyambut kedatangan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal (RMD) bersama rombongan saat menapakkan kaki di kawasan wisata Bukit Embun, Pekon Sedampah Indah, Kecamatan Balik Bukit, Lampung Barat.

Sekitar 60 orang rombongan dari Pemerintah Provinsi Lampung tiba bersama Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, Wakil Bupati Drs. Mad Hasnurin, Sekda Nukman, jajaran kepala perangkat daerah, camat, peratin, hingga masyarakat setempat.

Di pintu gerbang Bukit Embun, Gubernur RMD dikalungi selendang bermotif celugam: sebuah simbol selamat datang sekaligus penghormatan khas Lampung Barat.

Langkah demi langkah menyusuri area wisata, rombongan langsung disuguhi pemandangan yang sulit diabaikan.

Puluhan tenda camping berjajar rapi di atas bukit, berdampingan dengan kabut yang menggantung rendah.

Udara dingin Liwa terasa menusuk, namun justru di situlah keistimewaannya: sejuk, tenang, dan menenangkan.

“Kalau begini rasanya pengin lama-lama,” celetuk salah satu rombongan, sambil menarik jaket lebih rapat.

Sore itu, obrolan hangat mengalir alami. Di tengah suasana dingin, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus terlihat berbincang santai dengan Gubernur RMD dan pemilik Bukit Embun, Suparman. Senyum, sapa, dan sesekali tawa memecah kabut.

“Udah berapa tahun ini?” tanya Gubernur RMD membuka percakapan.

“Insyaallah, tahun baru nanti genap dua tahun, Pak,” jawab Suparman.

Bupati Parosil langsung menyambar dengan gaya khasnya, “Woeyy, luar biasa ini. Tahun baru pasti meledak ini. Ini Pak Gubernur bisa naik ke sini tanpa diminta loh. Artinya wiridannya Pak Suparman nyampe. Pak Suparman dapet berkah, kami juga dapet berkah.”

Gubernur RMD tersenyum, lalu ikut berbagi cerita. “Ceritanya saya lagi scroll, eh… langsung nunjuk ke sini. Bukit Embun. Ya sudah, kita tunjuk,” ujarnya ringan.

Suparman tak menyia-nyiakan momen itu. “Harapan kami ke depannya, Pak Gubernur, Pak Bupati, mohon dukungannya agar wisata ini semakin maju,” ucapnya penuh harap.

Menurut Gubernur RMD, Bukit Embun bukan sekadar destinasi, tetapi potensi besar yang perlu dirawat bersama.

“Keindahan alamnya luar biasa. Ini perlu kolaborasi yang intensif, semangat bersama, baik pemerintah provinsi, kabupaten, sampai peratin dan desa-desa. Kita laporkan ke pusat, bagaimana objek wisata dibuka sebanyak-banyaknya, termasuk yang ada di Lampung Barat. Kita harus bersinergi fokus meningkatkan pariwisata untuk promosi,” tegasnya.

Ia juga mengaku terkesan dengan kawasan Balik Bukit yang baru dikunjunginya setelah Kecamatan Sukau.

“Ini kecamatan kedua yang saya kunjungi di Lampung Barat. Pemandangannya luar biasa. Mungkin ini salah satu puncak tertinggi ya. Cocok jadi tempat glamping, tendanya juga banyak sekali,” kata RMD sambil memandang hamparan tenda di balik kabut.

Malam pun tiba. Suasana berubah semakin akrab. Ramah tamah digelar sederhana, ditemani kopi robusta khas Lampung Barat yang aromanya menghangatkan. Obrolan ringan berlanjut, membicarakan wisata, alam, hingga mimpi besar Lampung ke depan.

“Kita ingin ke depan Lampung jadi salah satu tujuan wisata tertinggi di Indonesia,” ujar Gubernur RMD mantap. “Dan Lampung Barat punya peran besar di situ.”

Malam itu, rombongan bermalam di tenda masing-masing, menunggu kabut pagi yang konon menjadi daya tarik utama Bukit Embun.

Di balik dinginnya udara Liwa, tersimpan harapan hangat: bahwa dari bukit berselimut kabut ini, pariwisata Lampung Barat akan terus tumbuh, dikenal, dan dicintai lebih luas.(Andri)

Partinia Imbau ASN Bijak Bermedia Sosial dan Jaga Kondusifitas Lampung Barat

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lampung Barat Partinia Parosil Mabsus, menegaskan pentingnya peran Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menjaga kondusifitas daerah dengan bersikap bijak di media sosial.

Hal itu disampaikan dalam sambutannya pada kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 DWP tingkat Kabupaten Lampung Barat, di Aula Rumah Sakit Alimuddin Umar, Kecmatan Balik Bukit, Kamis 18 Desember 2025.

Partinia mengingatkan bahwa etika dan unsur edukasi harus selalu dijunjung tinggi dalam setiap aktivitas bermedia sosial. ASN, katanya, tidak boleh menjadi pihak yang justru memperkeruh suasana dengan menyebarkan informasi yang tidak jelas kebenarannya.

“Jangan jutru ASN menjelek-jelakkan Pemerintah dimedia sosial. Dalam bermedia sosial itu etika, unsur edukasi harus dijunjung tinggi,” kata Partinia Parosil Mabsus.

Ia juga menekankan agar ASN senantiasa menjadi bagian dari solusi, bukan sumber masalah. Menurutnya, kehadiran aparatur negara harus mampu menyejukkan suasana, apalagi di tengah situasi bangsa yang sedang diwarnai berbagai tantangan.

“Karena kita adalah bagian dari pemerintah, tugasnya membenahi Kabupaten Lampung Barat,” jelasnya.

Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Nukman, menyoroti adanya peringatan HUT ke-26 DWP dengan menggelar lomba merias tumpeng dengan bahan baku lokal. Menurutnya kegiatan tersebut memiliki nilai positif.

“Kegiatan ini memiliki nilai yang positif, selain memanfaatkan bahan baku lokal, juga menambah kebersamaan dan kekompakan dalam merias tumpeng sebagus mungkin,” ungkapnya.

Nukman menyampaikan, DWP ke-26, ia berharap ke depan DWP semakin jaya da bermartabat serta bekomitmen dalam mendukung program Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Barat.

Ditempat yang sama, ketua DWP Kabupaten Lampung Barat Ny. Zelda Naturi Nukman mengatakan, peringatan ulang tahun ini bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan menjadi refleksi atas peran dan kontribusi DWP dalam memajukan daerah.

Ia mengajak untuk menjadikan DWP sebagai organisasi yang tidak hanya aktif dalam kegiatan, tetapi juga hidup dalam nilai dan karya nyata.(andri)

Pemkab Lampung Barat Dorong Peningkatan Iman dan Takwa Melalui Pengajian Akbar MTBMI Zona I

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Dalam upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menghadiri dan mendukung penuh kegiatan Pengajian Akbar MTBMI Zona I Majelis Ta’lim Baitul Mukhlisin Al-Islamiyah Kecamatan Gedung Surian, yang digelar di halaman Pekon Puramekar, Kecamatan Gedung Surian, Selasa (16/12/2025) pagi.

Kegiatan keagamaan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, yang juga selaku Pembina Baitul Mukhlisin Al-Islamiyah Kabupaten Lampung Barat. Turut hadir Ketua Baitul Mukhlisin Al-Islamiyah Kabupaten Lampung Barat Partinia Parosil Mabsus, Anggota DPRD RI Komisi V Drs. Mukhlis Basri, serta anggota DPRD Kabupaten Lampung Barat.

Selain itu, tampak hadir Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Kominfo, Kepala Dinas Perkebunan, Kepala Dinas TPH, Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Plt. Kepala Dinas PUPR, Plt. Kasat Pol PP, Kabag Kesra, Camat Gedung Surian, aparatur Pekon Gedung Surian, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jamaah dari sejumlah kecamatan di wilayah Lampung Barat.

Pengajian akbar ini menghadirkan penceramah kondang H. Marsudi dari Kabupaten Way Kanan, yang menyampaikan tausiyah penuh hikmah tentang pentingnya memperkuat iman, menjaga akhlak, serta meningkatkan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menegaskan bahwa Pengajian Akbar ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari ikhtiar bersama dalam menjaga dan meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan masyarakat.

“Di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat dengan berbagai tantangan moral dan sosial, kegiatan keagamaan seperti ini menjadi benteng yang sangat penting bagi kita semua,” ujar Parosil.

Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, melainkan juga pembangunan spiritual masyarakat.

“Pembangunan yang sesungguhnya adalah pembangunan manusia seutuhnya, yaitu pembangunan yang seimbang antara jasmani dan rohani, antara kemajuan material dan kemajuan spiritual,” tambahnya.

Oleh karena itu, Parosil Mabsus menegaskan komitmen Pemkab Lampung Barat untuk terus mendukung kegiatan keagamaan dan pembinaan umat, serta memperkuat sinergi dengan para ulama, tokoh agama, dan organisasi keagamaan di daerah.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak seluruh jamaah, khususnya para orang tua, untuk lebih memperhatikan pendidikan agama bagi generasi muda.

“Generasi muda adalah aset masa depan daerah dan bangsa. Jika mereka dibekali dengan ilmu agama, akhlak yang baik, serta nilai-nilai keislaman yang kuat, insya Allah mereka akan tumbuh menjadi generasi yang tangguh dan berakhlak mulia,” ungkapnya.

Selain pengajian, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan berbagai pelayanan sosial, di antaranya khitan massal, pelayanan KB gratis, santunan anak yatim piatu, serta penyerahan bantuan bagi lansia, sebagai wujud kepedulian sosial dan pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat berharap semangat ukhuwah Islamiyah semakin terjalin, serta nilai-nilai keislaman terus tumbuh dan mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Lampung Barat.(andri)

Partinia Tinjau Posyandu dan Serap Aspirasi Warga Pekon Bahway

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Ketua tim pembina Pelayanan Terpadu (Posyandu) Kabupaten Lampung Barat, Partinia melaksanakan kunjungan kerja ke Pekon Bahway, Kecamatan Balik Bukit, Senin 15 Desemeber 2025.

Kegiatan diawali dengan peninjauan Posyandu yang berlangsung di Balai Pekon Bahway, sekaligus menyerahkan sejumlah bantuan, termasuk program makanan tambahan untuk balita dan ibu hamil sebagai upaya memperkuat layanan kesehatan dasar di tingkat pekon.

Posyandu kali ini mengangkat tema “Ayo Rajin Ke Posyandu Demi Generasi Sehat, Hebat, dan Bebas Stunting”. Diikuti 67 balita berusia 0 hingga 5 tahun dan 8 ibu hamil.

Sembari meninjau Posyandu, Partinia melakukan dialog langsung bersama warga. Melalui pertemuan tersebut, ia ingin memastikan aspirasi masyarakat tersampaikan secara langsung dan mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai kondisi kegiatan posyandu di Pekon.

Di hadapan warga, Partinia menegaskan bahwa kunjungannya merupakan bentuk komitmen untuk memastikan kelancaran pelaksanaan Posyandu ditingkat pekon.

“Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdaya dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan,” ungkap Partinia Parosil Mabsus.

Menurut Partinia, kegiatan posyandu seperti ini, memiliki arti dan peran sangat penting untuk kelanjutan generasi kedepannya.(andri)

Gubernur Lampung Dijadwalkan Kunjungi Wisata Kabut Lampung Barat

LAMBAR -(deklarsinews.com)- Dijadwalkan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal akan mengunjungi Kabupaten Lampung Barat pada minggu ketiga di bulan Desember 2025.

Dalam kunjungannya, Gubernur Lampung bersama jajaran akan menikmati panorama indahnya pemandangan wisata kabut milik Lampung Barat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Nukman turun langsung melakukan survei lokasi sekaligus mempersiapkan segala sesuatunya, Kamis 11 Desember 2025.

Nukman mengunjungi sejumlah titik wisata bernuansa kabut yang berada di Pekon Sedampah Indah Kecamatan Balik Bukit, diantaranya Istana Alam, Gerbang Langit dan Bukit Embun.

Nukman optomis, orang nomor satu di Provinsi Lampung itu akan terhipnotis menikmati indahnya panorama wisata kabut yang menyuguhkan indahnya Gunung Pesagi.

Dengan adanya kehadiran Gubernur Lampung, Nukman berharap publisitas dari kunjungan tersebut dapat menarik lebih banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Menurut Nukman, secara otomatis menjadi ajang promosi yang efektif bagi pariwisata yang berada di Lampung Barat.

“Semoga dalam kunjungan bapak Gubernur nanti kabutnya nampak, memberikan pemandangan yang indah sehingga dapat memanjakan mata,” tutup Nukman.(nsr)

Bupati Lambar Teken MoU Restorative Justice Bersama Pemprov dan Aparat Penegak Hukum

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Upaya memperkuat penerapan restorative justice di Provinsi Lampung semakin dimatangkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Provinsi Lampung, Kejaksaan Tinggi Lampung, Badan Narkotika Nasional Provinsi Lampung, Kementerian Agama RI Provinsi Lampung, para bupati/wali kota, serta kepala kejaksaan negeri se-Lampung.

Dalam kesempatan it, Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, turut menandatangani MoU sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam mendukung arah kebijakan pemidanaan yang lebih humanis melalui KUHP baru.

Kesepakatan tersebut berlangsung di Gedung Pusiban, Kantor Gubernur Lampung, Kamis (11/12/2025).

Usai penandatanganan, Bupati Parosil Mabsus menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem yang memungkinkan penerapan keadilan restoratif berjalan efektif.

Ia menyebutkan bahwa Lampung Barat siap mengambil bagian secara aktif dalam implementasi kebijakan ini, terutama dalam penyediaan fasilitas, pendampingan, serta sinergi dengan aparat penegak hukum.

“Penandatanganan MoU ini bukan sekadar formalitas, tetapi sebuah komitmen nyata untuk menghadirkan penegakan hukum yang lebih berorientasi pada pemulihan,” ujar Parosil.

“Keadilan restoratif memberi ruang bagi masyarakat yang terlibat perkara untuk kembali pulih, baik secara psikologis, sosial, maupun keluarga. Pemerintah Kabupaten Lampung Barat tentu mendukung penuh dan siap menyediakan ruang serta mekanisme pendampingan agar pelaksanaannya berjalan optimal.” tambahnya.

Parosil berharap, kerja sama tersebut benar-benar memberikan manfaat nyata, bukan hanya pada proses penanganan perkara, tetapi juga pada upaya pencegahannya.

“Restorative justice harus menjadi jembatan untuk memulihkan ketertiban sosial dan memberi kesempatan bagi warga untuk memperbaiki masa depan,” tegasnya.

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, di kesempatan itu pun menekankan bahwa keadilan restoratif menjadi salah satu titik penting dalam UU KUHP Nomor 1 Tahun 2023.

Ia menyebut aturan tersebut memberikan ruang lebih luas dalam penyelesaian perkara, khususnya kasus narkoba yang kerap membutuhkan pendekatan pemulihan dibanding hukuman punitif.

Jihan mengingatkan bahwa kerja sama antarlembaga bukan hanya simbolis, melainkan harus diwujudkan melalui program yang berjalan dan berdampak langsung.

Sementara itu, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, Prof. Asep Nana Mulyana, mengungkapkan bahwa penandatanganan MoU ini merupakan bagian dari persiapan menyambut implementasi KUHP baru yang akan berlaku mulai 2 Januari 2026.

Salah satu elemen penting dalam KUHP tersebut adalah pidana kerja sosial sebagai alternatif pemidanaan yang menekankan pembinaan dan reintegrasi sosial.

Asep mengapresiasi langkah Kejati Lampung dan Pemprov Lampung yang melibatkan BNN serta Kemenag dalam kolaborasi multipihak ini. Menurutnya, model kerja sama seperti ini belum banyak ditemukan di provinsi lain.

Selain itu, Kajati Lampung, Danang Suryo Wibowo, menegaskan bahwa perubahan paradigma pemidanaan dalam KUHP baru menuntut sinkronisasi pemahaman dan langkah antarsektor.

Pendekatan hukum kini bergerak ke arah yang lebih restoratif, berorientasi pada kemanfaatan, dan tidak semata-mata berfokus pada hukuman penjara.

Danang menekankan peran krusial pemerintah daerah dalam pelaksanaan pidana kerja sosial, mengingat program tersebut membutuhkan dukungan sarana, pengawasan, serta kesiapan lingkungan kerja yang aman dan bermanfaat bagi masyarakat.

Dengan dukungan penuh dari para pemangku kepentingan, termasuk Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, keadilan restoratif diharapkan dapat diterapkan lebih luas dan menjadi solusi efektif dalam menghadirkan ketertiban serta kesejahteraan masyarakat.(Andri)

Pemkab Lambar Perkuat Langkah Koordinasi dan Pengendalian Melalui Rakor POP.

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten Lampung Barat terus memperkuat langkah koordinasi dan pengendalian pelaksanaan pembangunan melalui Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Pembangunan (Rakor POP) triwulan IV tahun 2025 di Aula Rumah Sakit Alimuddin Umar, Kamis (11/12).

Rakor POP menjadi agenda rutin triwulanan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat untuk menemukan solusi nyata terhadap berbagai kendala dan tantangan pelaksanaan kegiatan pembangunan di lapangan.

Rakor POP dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Nukman. Diikuti seluruh, Asisten II bidang Prekonomian dan Pembangunan Pirwan, Staf ahli dan jajaran Perangkat Daerah tingkat Kabupaten hingga Kecamatan.

Nukman mengatakan, Rakor POP tersebut bukan hanya rutinitas administratif, tapi merupakan upaya bersama untuk memastikan bahwa program pembangunan benar-benar berjalan sesuai rencana dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Penyerapan anggaran merupakan salah satu indikator kinerja pemerintah daerah, oleh karena itu kita harus terus meningkatkan kinerja kita dalam penyerapan anggaran agar dapat mencapai target yang telah ditetapkan sehingga Rapat Koordinasi POP ini mempunyai peran penting dan strategis dalam pelaksanaan evaluasi pelaporan penyerapan APBD Perangkat Daerah yang bertujuan untuk peningkatan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat,” kata Nukman.

Nukman menuturkan, dari hasil evaluasi capaian kinerja anggaran pemerintah Daerah terhadap realisasi kinerja penyerapan APBD sampai dengan 30 November 2025, yang dilaksanakan oleh Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Daerah kabupaten Lampung Barat baru mencapai Rp. 839.535.848.290,34 (76,73%) dari target 96,95% dengan pagu APBD sebesar Rp. 1.094.182.195.169,02.

“Sedangkan berdasarkan Anggaran Kas capaian penyerapan anggaran baru mencapai Rp. 839.535.848.290,34 (79,14%) dari target Rp. 1.060.834.720.613,25 (100%) di triwulan IV ini artinya capaian kinerja penyerapan anggaran perangkat daerah sampai saat ini masih rendah,” ungkapnya.

Ia menjelaskan hal ini di karenakan pelaksanaannya tidak sesuai dengan perencanaan yang berdasarkan target anggaran kas.

Dengan tidak tercapainya penyerapan anggaran saat ini yakni baru mencapai 76,73%, Nukman merasa capaian kinerja sangat kurang optimal dalam melaksanakan tanggung jawab sebagai pelayan publik.

“Saya berharap ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih serius dalam mengelola anggaran, lebih proaktif dalam melaksanakan program-program serta lebih bertanggung,” pungkasnya.(nsr)