Bupati Lampung Barat Tinjau Jalan Liwa – Hanakau Yang Putus Akibat Longsor

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus meninjau jembatan putus yang berada di ruas jalan penghubung Liwa – Hanakau, Senin 22 September 2025. Ia menjelaskan langkah jangka pendek dan panjang yang akan ditempuh oleh pihaknya.

Hujan deras yang mengguyur sejak hari Jum’at (19/9) sekira pukul 17.00 WIB mengakibatkan gorong-gorong yang dibangun pada tahun 1993 amblas sehingga membuat jalan lumpuh total. Jembatan ini merupakan satu-satunya akses yang menghubungkan antara Liwa – Hanakau.

Peristiwa itu sempat memutus seluruh akses mobilitas ribuan warga dan menghentikan lalu lintas kendaraan. Namun berkat langkah cepat yang diambil oleh pihak Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dengan menimbun separuh ruas jalan menggunakan tanah dan bebatuan saat ini jalan tersebut dapat dilalui oleh pejalan kaki dan kendaraan roda dua.

Ditengah hujan rerintik, Bupati Lampung Lampung Barat didampingi Kepala dinas PUPR beserta sejumlah stakeholder terkait turun langsung ke lokasi untuk memastikan langkah apa yang akan ditempuh pihaknya baik jangka pandek maupun panjang.

“Kami akan segera membangun jembatan darurat untuk memungkinkan pejalan kaki dan pengendara motor tetap dapat menyeberang. Saya minta kepada masyarakat untuk bersabar,” kata Parosil Mabsus.

“Untuk kendaraan roda empat, sementara ini dihimbau tidak menggunakan ruas jalan ini karena membahayakan,” sambungnya.

Untuk jangka panjang, pihaknya akan mengupayakan pembangunan jembatan permanen yang lebih berkualitas yang akan masuk dalam perencanaan anggaran di tahun 2026.

Sementara, Plt Kepala Dinas PUPR Lampung Barat Mia Miranda menjelaskan, pihaknya akan menindak lanjuti perintah Bupati Lampung Barat segera melakukan pembangunan jembatan bersifat tanggap darurat agar ruas jalan Liwa – Hanakau tidak lumpuh total.

“Dalam waktu lebih kurang 14 hari ke depan kami akan melakukan tanggap darurat terhadap longsor ruas jalan Liwa – Hanakau, yang kami utamakan adalah untuk pejalan kaki dan kendaraan roda dua,” ucapnya.

Ia menjelaskan teknis pembangunan akan dibuat dari rangka baja, namun sebelumnya pihaknya membuat penguatan di bawah dengan memberonjong, mengingat lokasi berada di daerah labil rawan longsor.

Ia mengimbau kepada masyakarat untuk sementara waktu melalui jalan arternatif terlebih dahulu mengingat saat ini masih musim penghujan ditakutkan terjadi longsor susulan.(andri)

Wakil Bupati Lampung Barat Hadiri Rakor Nasional Hilirisasi Komoditas Perkebunan

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Wakil Bupati Lampung Barat, Drs. Mad Hasnurin, menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Program Hilirisasi Komoditas Prioritas Perkebunan yang digelar oleh Kementerian Pertanian RI di Gedung F, Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Senin (22/9).

Rapat ini diikuti oleh para gubernur, bupati/walikota, serta kepala dinas yang membidangi perkebunan dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk dari Provinsi Lampung.

Kehadiran Wakil Bupati, Mad Hasnurin, dalam acara tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap percepatan program hilirisasi komoditas unggulan yang menjadi prioritas nasional.

Dalam keterangannya, Wakil Bupati Mad Hasnurin menyampaikan bahwa Kabupaten Lampung Barat siap mendukung program hilirisasi ini, khususnya pada komoditas kopi yang menjadi andalan daerah.

“Potensi kopi di Lampung Barat sangat besar. Dengan adanya dukungan dari pemerintah pusat, kami ingin memperkuat hilirisasi dari hulu ke hilir agar petani bisa merasakan langsung manfaatnya,” ujar Mad Hasnurin.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten telah menyiapkan data teknis dan strategi pengembangan hilirisasi sebagai bagian dari sinergi pusat dan daerah.

“Kami siap berkolaborasi, mulai dari peningkatan kapasitas petani, pengolahan hasil, hingga pemasaran produk kopi dan komoditas lainnya,” tambahnya.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk perkebunan lokal, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.(nsr)

Semarak Hut Ke-34 Lambar, Wadah Menggali Seni, Melestarikan Tradisi Adat Budaya.

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-34, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menggelar acara Semarak Budaya dan Pentas Seni pada hari Minggu, 21 September 2025 di Lapangan Tanjung Menang Pekon Kenali Kecamatan Belalau.

Acara ini menjadi ajang untuk menyalurkan kreativitas sekaligus melestarikan tradisi budaya lokal melalui berbagai pertunjukan seni. Beragam seni ditampilkan mulai dari pawai budaya dengan mengenakan berbagai kostum adat istiadat, nyambai bebakhong (menari bersama) hingga pesta sekura cakak buah.

Acara tahunan itu berlangsung dengan meriah dihadiri Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, Wakil Bupati Mad Hasnurin,

Kepala dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Boby Irawan, para sai batin Paksi Pak Sekala Bekhak beserta Marga Liwa, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Partinia Parosil Mabsus, Sekretaris Daerah (Sekda) Nukman, Asisten, Staf Ahli Bupati, Kepala Perangkat Daerah, Camat seta ribuan lapisan masyarakat.

Suasana menjadi lebih erok ketika satu persatu pertunjukan pawai budaya dengan berbagai peragaan yang mengacu pada kearipan seni budaya yang berada Lampung Barat. Kemudian, dilanjutkan dengan nyambai bebakhong yang dipandu langsung oleh bapak Musannip salah satu tokoh adat sekaligus pelestari seni budaya, diikuti langsung oleh Parosil Mabsus beserta tamu undangan dan ribuan lapisan masyarakat.

Dengan digelarnya Semarak Budaya dan Pentas Seni, Parosil Mabsus berharap masyarakat tidak hanya merayakan peringatan Hut Lampung Barat dengan gembira, tetapi juga ikut berperan dalam melestarikan seni dan budaya sebagai bagian dari identitas daerah.

“Menjaga dan melestarikan seni dan budaya menjadi tanggung jawab kita bersama. Hari ini Lampung Barat di nobatkan sebagai Kabupaten paling aman di Provinsi Lampung, hal itu salah satunya berkat masyarakat masih memegang teguh adat istiadat,” kata Parosil Mabsus.

Pria yang merupakan asli putra daerah itu meminta agar sinergitas antara pemerintah, Kepaksian dan masyarakat yang selama ini terjalin baik dalam melestarikan Seni dan Budaya harus trus ditingkatkan dengan tujuan menjadi aset kabupaten Lampung Barat ke depan.

“Mudah-mudahan tradisi dan budaya yang hingga saat ini ada di Lampung Barat tetap bisa dijaga dan dipertahankan sehingga akan menjadi aset bagi Lampung Barat untuk ke depan,” ucapnya.

Parosil Mabsus mengaku pihaknya sengaja memeriahkan peringatan Hut Kabupaten Lampung Barat kali ini menggelar Semarak Budaya hal itu bertujuan untuk memperkenalkan budaya-budaya yang ada di Lampung Barat ketingkat Nasional maupun Internasional.

“Dengan adanya pendidikan kebudayaan yang kita sampaikan kepada anak-anak kita saat ini, mudah-mudahan ke depan adat istiadat di Lampung Barat tetap terjaga, lestari dan menjadi kebanggan kita bersama,” tuturnya.

Sebab, kata dia saat ini memasuki zaman moderenisasi digitalisasi teknologi, oleh karena itu, menurut Parosil Mabsus salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Lampung Barat agar bisa menjaga generasi muda adalah dengan cara meningkatkan kesadaran pentingnya berbudaya.

“Kalau orang berbudaya pasti dia punya adat istiadat, punya adap, bisa menghargai orang lain,” tutupnya.(andri)

Parosil Mabsus Minta Dukungan Kepada Kementan Untuk Pengembangan Pengolahan Kopi di Lambar

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Dalam upaya mendorong pengembangan industri hilirisasi pertanian, khususnya komoditas kopi, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus meminta dukungan langsung kepada pihak Kementrian Pertanian. Permintaan itu disampaikan ketika Parosil Mabsus merima audensi Tenaga Ahli Kementrian Pertanian di Sekolah Kopi Kecamatan Sumber Jaya, Jum’at 19 September 2025.

Pertemuan Parosil Mabsus dengan Tanaga Ahli Kementrian Pertanian yang dipimpin oleh Hermansyah bertujuan untuk hilirisasi produk kopi agar memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi petani kopi di Lampung Barat.

Hadirnya Tenaga Ahli Kementrian Pertanian menjadikan motivasi dan harapan baru, karena kata Parosil Mabsus masyarakat Lampung Barat 70 persen berpropesi sebagai petani kopi robusta.

“Dengan adanya pertemuan ini, saya berharap dukungan dan bantuannya dari pihak Kementrian Pertanian agar ada pabrik pengolahan hasil pertanian kopi di Lampung Barat ke depannya,” kata Parosil Mabsus.

Sebab kata Parosil Mabsus, pentingnya mendorong petani kopi di Lampung Barat untuk tidak berhenti pada tahap produksi biji kopi mentah saja, tetapi juga melangkah ke tahap pengolahan dan pengemasan produk jadi yang siap bersaing di pasaran.

“Jika berbicara masalah hulunya, petani kopi di Lampung Barat ini cerdas-cerdas, produktifitas kopinya bagus-bagus, cara ngurus batang kopinya luar biasa, sekarang ini yang menjadi masalah terkait hilirnya lemah,” kata Parosil Mabsus.

Ia mengaku kerap merasa sedih, pasalnya sejauh ini Kabupaten Lampung Barat yang sudah dikenal sebagai penghasil kopi terbesar di Provinsi Lampung namun terkadang Kabupaten lain yang mendapat nama di mata umum.

“Saya kadang merasa sedih, Lampung Barat yang memiliki kopi tetapi Kabupaten lain yang memiliki nama sedangkan yang benar-benar penghasil kopi terbesar di Lampung itu adalah Lampung Barat tetapi karena lemahnya hilirisasinya tadi sehingga Kabupaten lain yang mendapat nama,” sebutnya.

Menurut Parosil Mabsus, industri hilirisasi kopi bisa menjadi solusi nyata bagi tantangan yang selama ini dihadapi petani, seperti harga jual yang tidak stabil. Dengan menjual produk olahan, petani punya daya tawar lebih dan bisa menikmati hasil yang lebih besar.

Sementara, Hermansyah menyambut baik apa yang telah disampaikan Bupati Lampung Barat. Ia mengaku pihaknya akan berupaya untuk merealisasikan apa yang menjadi usulan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat.

“Saya akan usahakan, untuk ke depan harapan saya akan ada komunikasi lanjutan dengan stacholder terkait dari Pemerintah Kabupaten Lampung Barat. Jika ini berjalan dengan lancar nanti akan kita tentukan suatu wilayah yang akan dijadikan percontohan setelah berhasil nanti bisa kita terapkan di seluruh wilayah Lampung Barat,” tutupnya.(andri)

Lampung Barat Dinobatkan Sebagai Kabupaten Paling Aman, Parosil Mabsus; Ini Keren

LAMBAR  -(deklarasinews.com)- Lampung merupakan provinsi di ujung tenggara Sumatera yang berfungsi sebagai Gerbang Pulau Sumatera. Memiliki daerah 15 Kabupaten/kota dengan wilayah paling ujung adalah Kabupaten Lampung Barat.

Kendati Lampung Barat berada diujung Provinsi Lampung berbatasan langsung dengan Sumatra Selatan, tidak menghalangi untuk menjadi Kabupaten berkembang dengan fokus pada pembangunan infrastruktur secara adil dan berwawasan lingkungan, pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas dan peningkatan ekonomi melalui agrobisnis dan agrowisata berbasis potensi lokal.

Lampung Barat selain dikenal kaya akan budaya, juga tersohor penghasil kopi robusta terbesar di Provinsi Lampung. Melejitnya harga kopi dalam waktu belakangan ini tidak merubah leting Lampung Barat dinobatkan Kabupaten paling aman di Provinsi Lampung.

Berdasarkan pilai institusi Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2024 Lampung Barat menduduki nomor satu Kabupaten paling aman di Provinsi Lampung, kemudian disusul Prengsewu, Lampung Selatan, Lampung Tengah, Pesawaran, Kota Metro, Lampung Timur, Way Kanan, Pesisir Barat, Tanggamus, Tulang Bawang, Mesuji, Tulang Bawang Barat, Kota Bandar Lampung dan Lampung Utara.

Sebagai kepala daerah yang memimpin Lampung Barat sejak tahun 2017, Parosil Mabsus bersyukur atas pencapaian yang telah ditorehkan sampai dengan saat ini tahun 2025 dalam memimpin Kabupaten yang sampai dengan saat ini memegang teguh kearipan lokal dan menjunjung tinggi adat istiadat budaya warisan terdahulu.

“Lampung Barat memang pantas dinobatkan daerah paling aman di Provinsi Lampung. Meskipun ada kejadian kriminalitas sering kali pelaku dari luar daerah bukan pribumi asli,” kata Parosil Mabsus, Kamis 18 September 2025.

Keamanan di Lampung Barat selama ini menurut Parosil Mabsus dilatar belakangi salah satunya karena masyarakat masih menjunjung tinggi adat dan budaya.

Karena menurutnya, budaya dapat membentuk kesadaran, sikap dan perilaku masyarakat terhadap pentingnya keselamatan, baik itu keselamatan fisik maupun keamanan informasi. Dengan budaya keamanan yang kuat, kesadaran terhadap risiko akan meningkat, mendorong tindakan proaktif untuk melindungi diri dari ancaman, serta memperkuat rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan lingkungan.

“Sebuah kebanggan tersendiri bagi kita semua Masyarakat Lampung Barat. Ini keren, harus tetap dijaga dan dipertahankan,” tutupnya.(nsr)

Jelang Hut Ke-34 Lambar, Parosil Mabsus Gelar Silaturahmi Dengan Jungkuan Sai Batin

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menggelar silaturahmi dengan perwakilan kepala jukuan Sai Batin Paksi Pak Sekala Bekhak. Silaturahmi dikemas dengan pengajian di Rumah Dinas Bupati Pekon Kubu Perahu Kecamatan Balik Bukit, Kamis 18 September 2025.

Silaturahmi dalam rangka menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-34 Kabupaten Lampung Barat yang jatuh pada 24 September mendatang. Dalam pertemuan istimewa itu Parosil Mabsus memberikan Tupung Tungkus (Peci Adat) dan Injang Tapis (Sarung Tapis) sebagai bentuk penghargaan terhadap adat istiadat.

Sebagai kepala daerah, Parosil Mabsus meminta doa agar dalam memimpin Kabupaten Lampung Barat supaya diberi kesehatan, kekuatan dan kelancaran untuk menjalankan program-program demi kemajuan ke depan.

“Sebentar lagi Kabupaten Lampung Barat akan memasuki usia 34 tahun. Untuk itu, saya bersama pak Mad Hasnurin meminta doa dan dukungan agar diberi kesehatan serta kelancaran dalam menjalankan program-program untuk kemajuan daerah kita ini,” pinta Parosil Mabsus.

Melalui pengajian dan do’a bersama ini, Bupati Parosil mengajak kepada seluruh masyarakat untuk mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas perjalanan sejarah, serta kemajuan Kabupaten Lampung Barat dalam 34 tahun.

Parosil Mabsus berkomitmen peningkatan pembangunan disegala bidang terus akan  diupayakan agar kualitasnya semakin meningkat setiap tahun.

“Semua fasilitas yang telah dibangun pemerintah, saya harapkan agar dapat dijaga, dirawat, dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat,” ungkapnya.(nsr)

Parosil Mabsus Harap Program Mitra Adhyaksa Tingkatkan Daya Saing UMKM Lambar

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus berharap program Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Mitra Adhyaksa dapat meningkatkan daya saing pelaku UMKM khususnya Lampung Barat.

Harapan itu disampaikan Parosil Mabsus dalam acara seminar UMKM mitra Adhyaksa yang digelar Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Barat di Gedung Pancasila Kecamatan Balik Bukit, Rabu 17 September 2025.

Seminar yang dihadiri Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung Danang Suryo Wibowo, Wakil Bupati Mad Hasnurin, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah (Sekda) Nukman, Asisten, Staf Ahli Bupati, Kepala Perangkat Daerah, perwakilan Instansi Vertical dan pelaku UMKM.

Dalam acara bertajuk “Peningkatan Peran UMKM Sebagai Penggerak Pertumbuhan dan Inovasi Ekonomi Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas” Kajati Lampung mengatakan, kejaksaan memiliki program UMKM Mitra Adhiyaksa dengan harapan Kejaksaan hadir memberikan pendampingan terkait, hukum, perizinan maupun terhadap produksi olahan produk.

“Contoh, seperti pendampingan hukum kontrak antar pelaku usaha dengan konsumen atau terkait produksi, bagaimana kemasan yang bagus agar terlihat menarik. Inilah bukti nyata kehadiran Pemerintah terhadap masyarakat maka manfaatkanlah jajaran saya, maka akan kita bantu,” terangnya.

Danang Suryo Wibowo mengajak Pemerintah Kabupaten Lampung Barat untuk terus menjalin sinergitas guna memajukan UMKM “Mari kita lakukan apa yang bisa kita perbuat untuk masyarakat,” kata dia.

Menyambut baik sampaian Kajari Lampung, Bupati Parosil mengatakan, dengan adanya sinergitas ini dirinya berharap dapat meningkatkan daya saing pelaku UMKM khusunya Lampung Barat.

“Terimakasih setinggi-tingginya kepada Kejari Lampung Barat yang sudah melakukan pendampingan kepada pelaku UMKM, sinergitas yang sudah terjalin dengan baik selama ini tentu harus terus kita pertahankan,” papar Parosil Mabsus.

Pria yang akrab disapa Pak Cik itu menceritakan kendala pelaku UMKM Lampung Barat selama ini terkait pendistribusian produk kepada konsumen luar daerah.

“Salah satu yang menjadi keluhan pelaku UMKM Lampung Barat ini pak Kajati adalah terkait pendistribusian, sering kali dua, tiga kali kali pengiriman produk pembayannya lancar, namun setelah empat, lima kali pembayarannya mendapatkan kendala, seperti konsumennya menghilang tidak ada kabarsehingga pelaku UMKM kita dirugikan,” jelas Parosil Mabsus.

Dengan adanya seminar ini, Pak Cik berharap pelaku UMKM mendapatkan wawasan dan pengetahuan yang luas agar bisa menjadi pendoronga tersendiri ke depan untuk lebih baik lagi, baik terkait hukum, perizinan maupun produksi.

“Manfaatkan kesempatan emas ini dengan sebaik-baiknya. Selain bapak ibu sebagai mitra dengan Koprindag, harus menjalin sinergi kepada pihak Kejaksaan agar bapak ibu dapat menambah kepengetahuan dan wawasan,” tutup Parosil Mabsus.

Sementara Kajari Lampung Barat M. Zainur Rochman menjelaskan adanya kegiatan ini agar UMKM dapat naik kelas, yang tadinya belum ada kegiatan sehingga akan dibantu khususnya terkait perizinan, hukum dan produksi.

“Kegiatan ini sebagai salah satu bentuk nyata kolaborasi antara Kejaksaan terhadap Pemerintah Daerah Lampung Barat untuk kesejahteraan warga,” ujarnya.

Sebab menurutnya, UMKM merupakan tulang punggung bagi daerah, sehingga Kejaksaan mempunyai keinginan bagaimana caranya untuk meningkat UMKM sebagai motor penggerak peningkatan prekonomian.(nsr)

Wujudkan Astacita Presiden Kajati Lampung Bersama Bupati Lambar Tanam Padi Bersama Warga

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Wujudkan Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung Danang Suryo Wibowo bersama Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menanam padi bersama warga Pemangku Tanjung Kemala Pekon Tanjung Raya Kecamatan Sukau, Rabu 17 September 2025.

Acara yang dipusatkan di lahan persawahan seluas 1,5 hektare ditandai dengan launching Program Petani Mitra Adhyaksa (PMA). Suryo Wibowo menyampaikan apresiasi atas tersenggaranya kegiatan tersebut, pasalnya, sejauh ini kunjungannya di Provinsi Lampung terkait program Petani Mitra Adhyaksan baru Lampung Barat yang membuka lahan.

“Selama saya berkunjung ke Kabupaten di Provinsi Lampung terkait program PMA ini baru Lampung Barat yang lokasinya membuka lahan,” kata dia.

Suryo Wibowo menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk dukungan nyata Kejaksaan dalam mewujudkan Asta Cita Presiden RI, khususnya misi memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Ini bukti nyata bahwa Kejati Lampung, Kejari dan Pemerintah Daerah (Pemda) Lampung Barat hadir ditengah-tengah masyarakat untuk membantu memperkuat ketahanan pangan,” kata dia.

Sementara, Parosil Mabsus menyampaikan apresiasi sekaligus terimakasih kepada pihak Kejati Lampung maupun Kejari Lampung Barat yang sudah memanfaatkan lahan tidur selama 31 tahun untuk mendukung program nasioanal ketanan pangan.

Bupati juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dalam mendukung sektor pertanian sebagai pilar ketahanan ekonomi dan pangan daerah.

“Kami sangat menyambut baik dan sangat mendukung dilaksanakannya kegiatan ini, karena kegiatan ini merupakan upaya kita bersama dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan di Provinsi Lampung khususnya di Kabupaten Lampung Barat,” terang Parosil Mabsus.

Dilanjutkan Parosil Mabsus, untuk mendukung asta cita Presiden Prabowo  tidak bisa disesaikan secara sendiri, perlu adanya kolaborasi serta dukungan dari berbagai elemen dan stakeholder lainnya.

Ditempat yang sama Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lampung Barat M. Zainur Rochman menjelaskan, program tersebut guna meningkatakan produktifitas masyarakat melalui peningkatan ketahanan pangan.

“Adanya sinergi atar pemerintah dan petani dalam sistem moderen secara berkelanjutan ini diharapkan dapat menopang ketahanan pangan masyarakat. Semoga warga sekitar dengan adanya program ini tidak lagi membeli beras,” tutupnya.(nsr)

Parosil Mabsus Minta Festival Literasi Memiliki Kesinambungan dan Implementasi Nyata Ke Depan

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, menekankan pentingnya literasi sebagai pondasi utama dalam mencerdaskan generasi. Ia menyoroti bahwa budaya membaca yang perlahan mulai ditinggalkan, harus kembali ditumbuhkan, terutama di kalangan generasi muda.

Demikian disampaikan Parosil Mabsus pada kegiatan Festival Literasi Nasional Lampung Barat tahun 2025 di pelataran Gedung Perpustakaan dan Kearsipan setempat, Selasa (16/09). Turut dihadiri Wakil Bupati Mad Hasnurin, Ketua DPRD Edi Novial, Sekretaris Daerah Nukman, Ketua Literasi Partinia Parosil Mabsus, Asisten, Perwakilan Forkopimda, Staf Ahli Bupati, Kepala Perangkat Daerah, Camat dan dewan Guru.

Kepala Daerah dua periode itu meminta kegiatan literasi tidak hanya menjadi acara seremonial, melainkan harus ada tindakan nyata dan keberlanjutan agar manfaatnya dirasakan masyarakat dengan tujuan agar literasi benar-benar menjadi kebiasaan, seperti kebiasaan membaca, dan tidak hanya berhenti pada perayaan atau peringatan semata.

“Lampung Barat adalah salah satu Kabupaten yang memiliki komitmen untuk terus menggelar Festival Literasi, namun harapan pak Bupati bukan hanya sekedar seremonial saja, selain untuk meningkatkan minat baca generasi muda, juga harus memiliki kesinambungan dan Implementasi nyata untuk ke depannya,” harap Parosil Mabsus.

“Saat ini anak-anak kita lebih menguasai terkait digital dibanding dengan kita. Namun saat ini yang menjadi tantangan adalah bagaimana caranya kita mengarahkan agar literasi kemampuan tersebut dipergunakan kearah yang positif dan produktif, terhindar dari efek-efek negatif dan yang tidak diharapkan,” tutur Parosil Mabsus.

Pria yang lebih akrap disapa Pak Cik berharap kepada Gerakan Literasi Daerah (GLD) Kabupaten Lampung Barat agar lebih peka terhadap program maupun kegiatan supaya memiliki dampak yang memiliki kesinambungan.

“Perlombaan-perlombaan yang akan digelar dalam setiap kegiatan harus diperhatikan, apakah bisa dilanjutkan tingkat Provinsi maupun Nasional atau hanya berhenti ditingkat Kabupaten Lampung Barat saja,” pintanya.

“Karena hal itu akan berdampak terhadap prestasi anak-anak kita di tingkat Provinsi maupun Nasional, sekaligus nama harum Kabupaten Lampung Barat,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Dinas Perputakaan dan Kearsipan Kabupaten Lampung Barat, Dahlin, mengatakan tujuan adanya Festival Literasi salah satunya adalah untuk menumbuhkan dan meningkatkan minat baca serta kemampuan literasi masyarakat dengan sasaran luas seperti siswa, guru, dan warga umum.

Senada disampaikan Ketua Literasi Lampung Barat, Partinia Parosil Mabsus, budaya membaca adalah kunci membuka cakrawala berpikir dan memperluas pengetahuan.

“Festival Literasi ini kita hadirkan sebagai stimulan untuk kembali menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap dunia literasi meskipun pesatnya perkembangan teknologi sering kali menggeser minat baca masyarakat. Namun teknologi tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman, melainkan justru dapat menjadi sarana untuk memperkuat budaya literasi,” tutupnya.(andri)

Parosil Mabsus Apresiasi Kejari Lambar Manfaatkan Lahan Terbengkalai Dorong Program Ketahanan Pangan

‎LAMBAR -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mengapresiasi gagasan Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Barat memanfaatkan lahan terbengkalai puluhan tahun untuk mendorong program nasional ketahanan pangan.

Pengakuan itu disampaikan Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus saat mendampingi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lampung Barat M. Zainur Rochman meninjau langsung persiapan penyambutan Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung Danang Suryo Wibowo dalam rangka meresmikan lahan yang akan dijadikan lokasi program Pekon Binaan Ketahanan Pangan Adhyaksa di Pemangku Tanjung Kemala Pekon Tanjung Raya Kecamatan Sukau, Senin 15 September 2025.

Seperti diketahui, Kejari Lampung Barat memiliki program Pekon Binaan Ketahanan Pangan Adhyaksa. Program ini sebagai langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan daerah serta memberdayakan masyarakat pedesaan. Rancangan itu berdiri di lahan milik salah satu warga setempat dengan luasan 1,5 Hektare yang tertidur sejak tahun 1994 pasca gempa bumi.

Program ini dinilai Parosil Mabsus sebagai langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan khususnya di Lampung Barat “Saya sangat mengapresiasi inisiatif dan kepedulian Kejari Lampung Barat yang telah menggagas program ini,” ungkap Parosil Mabsus.

Menurutnya, ini merupakan salah satu contoh sinergi yang baik antara aparat penegak hukum dan pemerintah daerah dalam mendorong ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, kepala Kejari Lampung Barat, M. Zainur Rochman berharap melalui program ini, lahan-lahan tersebut akan kembali dimanfaatkan untuk pertanian padi secara produktif dan berkelanjutan.

“Program Pekon Binaan Ketahanan Pangan Adhyaksa ini bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan, mendorong efisiensi distribusi pupuk dan bantuan pertanian, meningkatkan pendapatan masyarakat Pekon Tanjung Raya, dan mewujudkan model percontohan pekon binaan yang dikelola secara profesional dan akuntabel,” ujarnya.

Dengan adanya kolaborasi antar lintas sektor ini, ke depan Kabupaten Lampung Barat diharapkan dapat menjadi contoh daerah yang berhasil mengintegrasikan aspek hukum, pertanian, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu program terpadu yang berdampak langsung pada ketahanan pangan dan kesejahteraan rakyat.(andri)