Kepala SPPG Karya Mulya Sari 1 Bungkam, Kader Kurir MBG B3 Pertanyakan Insentif yang Tidak Jelas

CANDIPURO -(deklarasinews.com)- Kader Kurir Makan Bergizi Gratis khusus Bantuan Bergizi Berkelanjutan (B3) mempertanyakan Insentif yang diterima dari kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karya Mulya Sari 1 yang beralamat di Dusun 2 desa Titiwangi Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan, Senin (2/3/2026).

Para Kader Kurir B3 ini mempertanyakan Insentif yang diterima selama ini dari Kepala SPPG Karya Mulya Sari 1 Mahfud Alizar yang diduga melakukan pemotongan Insentif dari jumlah yang seharusnya diterima.

Penghataran MBG B3  lanjut salah seorang kader Kurir sampai kepada penerima manfaat ongkos kirimnya sebesar Rp. 500 x 6 hari yang dilaksanakan setiap hari Senin dan hari Kamis. Namun Insentif yang diterima oleh kader MBG B3 hanya Rp. 500 x 4 setiap minggunya. Pertanyaannya kemana yang 2 hari kenapa hanya menerima Insentif untuk 4 hari ? tutur salah seorang kader yang enggan disebut namanya.

Kader yang telah berjuang untuk melakukan pengiriman kepada para penerima manfaat seperti Balita, Lansia, Ibu hamil dan menyusui dan anak sekolah (dalam beberapa program).

Seperti diketahui program  yang bertujuan peningkatan kualitas Gizi dan kesehatan masyarakat terutama kelompok rentan. Akhir-akhir ini mempertanyakan jumlah Insentif yang seharusnya diterima dari kepala SPPG Desa Karya Mulyasari 1 yang beralamat di Dusun 2 desa Titiwangi Kecamatan Candipuro Lamsel,

” Sebenarnya Insentif kami ini 6 hari atau 4 hari, ” tutur salah seorang Kader Kurir MBG B3 ini yang enggan ditulis namanya.

Untuk memperoleh informasi tentang isu itu Tim media melakukan upaya menghubungi Kapala SPPG Karya Mulya Sari 1 yang beralamat di Dusun 2 desa Titiwangi  kecamatan Candipuro Mahfud Alizar melalui pesan Whatshappnya.

Namun hingga berita ini diturunkan yang bersangkutan tidak menjawab telpon atau Chat WA yang dikirim oleh Tim media ini.

Sekedar untuk diketahui bahwa SPPI (Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia) yangnjuga sebagai kepala  SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi).

Kepala SPPG tugasnya  bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya, termasuk mengelola tim, memastikan kualitas makanan, dan membuat laporan ke Badan Gizi Nasional.

Sebagai Kepala SPPG, SPPI memiliki tugas penting seperti,

Pengelolaan Operasional Memantau proses pengolahan makanan, distribusi, dan kualitas gizi.

Selain itu juga melakukan koordinasi, berkolaborasi dengan sekolah, dinas pendidikan, dan pemerintah daerah. Dan selanjutnya

Membuat laporan harian dan bulanan tentang pelaksanaan program.

Dan kalau kepala SPPG ikut cawe-cawe masalah keuangan yang bukan wewenangnya itu patut dipertanyakan dan dievaluasi oleh atasannya. (cak Ton)

Auzir Fahlevi : BNPB Jangan Andalkan Satu Bank Saja Gandeng Bank Aceh Salurkan Bantuan Rumah Terdampak Banjir

ACEH TIMUR -(deklarasinews.com)- Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) diminta melakukan kerjasama dengan bank lokal di Aceh seperti Bank Aceh Syariah guna menyalurkan bantuan stimulus untuk penerima manfaat bantuan rumah rusak ringan dan sedang.

Menurut kami jika penyalurannya hanya mengandalkan Bank Syariah Indonesia ( BSI ) maka dikhawatirkan akan menimbulkan antrian panjang dan memakan waktu lama karena sebagian besar bank BSI hanya tersedia satu unit di ibukota kecamatan tertentu dan terkadang itu menaungi 2 hingga 3 kecamatan bahkan lebih.Ujar Auzir Fahlevi SH.Ketua Gerakan Masyarakat Partisipasi (GEMPAR) Aceh kepada media ini.Minggu (1/3/2026).

Kondisi tersebut tentu akan menyulitkan masyarakat penerima manfaat atas bantuan tersebut guna mempercepat proses pencairan.

Oleh karena itu kami menyarankan agar pihak BNPB menggandeng bank daerah seperti Bank Aceh Syariah atau perusahaan BUMN lainnya seperti PT POS, Pegadaian dan lainnya.pungkas.

Auzir Fahlevi SH (Ami/Rls)

Baksos Ramadan WLC Lampung: Sinergi Komunitas dan TNI untuk Berbagi Berkah

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Bulan suci Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk berbagi kebahagiaan dan mempererat tali silaturahmi. Hal ini terus dijaga dan dilestarikan oleh Willys Lampung Community (WLC) Provinsi Lampung yang kembali menggelar kegiatan Bakti Sosial (Baksos) pada Minggu, 1 Maret 2026. Kegiatan yang telah menjadi agenda rutin tahunan ini berlangsung dengan nuansa yang lebih istimewa dan khidmat.

Untuk pertama kalinya, aksi sosial WLC berkolaborasi dengan Detasemen Kesehatan Wilayah (Denkesyah) 02.04.03 Lampung. Kemitraan strategis ini menandai sinergi positif antara komunitas otomotif dan institusi kesehatan TNI dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Hadir langsung dalam kegiatan tersebut, Dandenkesyah 02.04.03 Lampung, Letkol Ckm dr. Usman Alkaf, Sp.PD., FINASIM. Beliau tidak hanya hadir sebagai perwakilan institusi, tetapi juga membersamai rombongan dalam penyaluran bantuan dari satu titik ke titik lainnya. Kehadiran beliau menambah semarak dan nilai lebih dalam setiap proses penyerahan paket sembako kepada para penerima manfaat.

Ketua Umum WLC Provinsi Lampung, Henry Kurniawan Yuza, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kolaborasi yang terjalin dengan sangat baik ini.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Dandenkesyah beserta jajaran yang telah membersamai dan bekerja sama dalam kegiatan rutin Bakti Sosial WLC di bulan yang penuh berkah ini. Semoga sinergi ini terus berlanjut di masa mendatang,” ujar Henry dalam sambutannya.

Kolaborasi ini terasa semakin bermakna karena Letkol Ckm dr. Usman Alkaf juga merupakan bagian dari keluarga besar WLC. Dalam sela-sela kegiatan, beliau menyampaikan pesan hangatnya.

“Terima kasih kepada WLC yang telah menunjukkan lokasi-lokasi ini kepada kami. Jujur, kami tidak mengetahui sebelumnya. Insya Allah, tempat-tempat seperti ini dan kegiatan mulia ini akan menjadi jembatan silaturahmi yang terus terjalin ke depannya,” tutur Letkol Usman dengan penuh keakraban.

Kegiatan bakti sosial ini menyasar para penerima manfaat yang membutuhkan, dengan perhatian khusus diberikan kepada penyandang Tuna Netra di wilayah Bandar Lampung. Setelah rangkaian pembagian sembako selesai, suasana kebersamaan semakin terasa hangat saat seluruh panitia dan tamu undangan menggelar acara buka puasa bersama di Pondok Santap Rumah Makan Kayu. Momen ini menjadi penutup yang sempurna untuk sebuah hari yang penuh dengan kebersamaan dan keberkahan.(Red)

Henry Kurniawan Yuza Ketum Willys Lampung Community Pimpin Langsung Pembagian Baksos di Beberapa Titik

BANDAR LAMPUNG –(deklarasinews.com)- Menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Willys Lampung Community (WLC) Provinsi Lampung menggelar aksi bakti sosial (Baksos) yang menyentuh langsung masyarakat di tiga titik wilayah Bandar Lampung, Minggu (01/03/2026). Kegiatan yang penuh makna ini menjadi wujud nyata kepedulian komunitas otomotif terhadap sesama di bulan yang penuh berkah.

Aksi mulia tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum Willys Lampung Community, Henry Kurniawan Yuza, serta dihadiri oleh jajaran pengurus dan segenap anggota komunitas WLC. Titik pertama pelaksanaan pembagian baksos berlokasi di Jl. H. Syarif No. 73, Kelurahan Kalibalau, Kecamatan Kedamaian, Bandar Lampung.

Dalam sambutannya di sela-sela kegiatan, Henry Kurniawan Yuza menyampaikan bahwa aksi sosial ini merupakan program rutin yang telah menjadi tradisi WLC sejak tahun 2019. Ia menegaskan komitmen komunitasnya untuk terus hadir di tengah masyarakat.

“Kegiatan bakti sosial di bulan suci Ramadhan ini merupakan agenda rutin Willys Lampung Community yang telah berjalan konsisten bertahun-tahun, tepatnya sejak tahun 2019,” ujar Henry.

Lebih lanjut, Ketum WLC menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki dua dimensi tujuan. Pertama, sebagai wadah bagi para anggota untuk memanfaatkan momentum Ramadhan dalam meraih keberkahan dan pahala yang berlipat ganda melalui berbagi kebaikan. Kedua, kegiatan ini menjadi ajang mempererat tali silaturahmi, baik antar sesama anggota WLC maupun bersama keluarga besar komunitas.

“Selain menjadi kesempatan bagi anggota WLC untuk mendulang pahala di bulan suci melalui berbagi dengan sesama, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi yang memperkuat kebersamaan di antara anggota dan keluarga,” tambahnya.

Semangat berbagi WLC diwujudkan dengan menyalurkan sebanyak 110 paket sembako kepada warga penerima manfaat. Paket-paket tersebut didistribusikan ke tiga wilayah, yaitu Kalibalau, Gunung Terang, dan Untung Suropati, sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan.

Usai melaksanakan bakti sosial, rangkaian acara dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama di RM. Rumah Kayu. Suasana hangat dan akrab mewarnai acara ramah tamah tersebut. Momen kebersamaan ini juga dimanfaatkan para anggota untuk membahas berbagai persiapan penting, termasuk rencana partisipasi dalam kegiatan Jambore yang akan datang di Provinsi Lampung.(red)

Sirkuit Haram di Area Persawahan Sidowaluyo Kembali Marak

SIDOMULYO -(deklarasinews.com)- Belum usai permasalahan kasus Cunramor, kini masyarakat keluhkan dengan adanya aksi balap liar yang dilakukan oleh kaula muda diarea pesawahan desa Sidowaluyo Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (1/3/2026).

Aksi Trek-trekan (Balap liar) yang berada diruas jalan Raya Sidomulyo-Way Panji ini sangat mengancam keselamatan pengemudi (Joki) balap liar itu sendiri juga para pengemudi kendaraan lain yang sedang melintas . Aksi berbahaya ini biasanya dilakukan pada saat menjelang buka puasa (sore hari) bahkan usai sholat subuh.

Kendaraan yang digunakan oleh para Joki (pembalap Liar) sangat tidak sesuai dengan spesifikasi kendaraan pada umumnya. Kenalpot Brong dan body kendaraan sangat jauh dari standart pabrikan.

Dari informasi yang dihimpun Tim media ini Sirkuit Haram yang digunakan para Joki amatir ini menggunakan ruas jalan Sidomulyo-Way Panji tepatnya diarea pesawahan desa Sidowaluyo Kecamatan Sidomulyo.

Mula-mula kaum milenial atau para remaja ini beralasan ngabuburit (menunggu saat buka puasa),  kemudian berkumpul disatu titik/berjejer disepanjang jalan yang nantinya digunakan sebagai Start dan Finish Sirkuit Trek-trekan (Balap Liar) yang biasanya dilakukan sekitar pukul 17.00 wib – 19.00 wib, bahkan ada juga yang melakukan usai solat Subuh.

Melalui Vidio yang sebar luaskan melalui Media Sosialnya, kepala desa Sidowaluyo H.Haroni langsung menanggapi keluhan masyarakat yang resah dengan adanya aksi Balap Liar diwilayahnya.

Dalam Vidionya Haroni meminta kepada masyarakat Sidowaluyo khusus Sidomulyo dan Way Panji agar dapat bersama-sama menciptakan suasana Kamtibmas yang sejuk aman dan kondusif saat bulan suci Ramadhan ini, sehingga kita dapat melaksanakan ibadah dengan baik

Haroni juga berharap kepada semua orang tua agar sekiranya dapat menasehati putra-putrinya supaya tidak melakukan kegiatan hal-hal yang negatif dan cenderung berbahaya bagi diri sendiri dan orang lain serta tidak ada bermanfaatnya.

” Mari ciptakan kondisi Kamtibmas yang mantaf pada bulan suci Ramadhan ini, sehingga kita dapat menjalankan ibadah ini dengan aman, nyaman dan kondusif, ”

Selain itu kata dia, dengan nongkrong di pinggir jalan serta melakukan aksi Balap  liar dapat membayangkan diri sendiri dan juga keselamatan orang lain, ” ujar Haroni dalam Vidionya.

Haroni juga meminta, kepada anak-anak remaja yang selama ini telah melaksanakan kegiatan nongkrong di pinggir jalan dan balapan liar pada sore menjelang magrib dan setelah subuh  diarea persawahan Sidomulyo way Panji agar dapat di hentikan

Meskipun hal ini telah di laporkan ke pihak Kepolisian sektor Sidomulyo, dan di lakukan pembubaran paksa oleh pihak berwajib tersebut,  namun pada esok harinya sekelompok remaja kembali  melakukan aksi balapan liar dilokasi itu.

Untuk itu kata dia, peran serta orang tua sangatlah penting, untuk menasehati putra putri agar tidak melakukan aksi balap liar yang sangat mengancam keselamatan diri dan orang lain.

“Peran orang tua sangat penting untuk menasehati putra putri agar tidak melakukan aksi balap liar ini, ” pungkasnya.

Salah satu warga  yang mengeluhkan dan cukup resah dengan aksi Balap Liar yang dilakukan kaum muda ini yaitu Hasanah (41) warga desa Sidowaluyo  menyampaikan keluhannya saat bertemu media ini.

Dalam keluhannya bahwa keberadaan aksi Balap Liar yang dilakukan anak-anak muda menjelang buka puasa diarea pesawahan desa Sidowaluyo menurutnya cukup meresahkan dan mengancam keselamatan diri dan orang lain.

Menurutnya diri yang berprofesi sebagai pedagang kerap menggunakan ruas jalan tersebut khususnya pada sore hari. Sehingga dengan adanya aksi Balap Liar tersebut dirinya bersama pengemudi lainya sangat terganggu,,

” Balap Liar diarea pesawahan desa Sidowaluyo sangat mengganggu pengemudi yang sedang melintas, karena sangat berbahaya, ”

Oleh karena itu kami para pengemudi sangat berharap kepada aparat kepolisian khususnya Polsek Sidomulyo agar menindak tegas kepada para pemuda yang melakukan aksi Balap Liar itu, “tutur Hasanah.

Dari pantauan dan informasi yang diterima oleh Tim media ini penertiban dan himbauan kepada pemuda yang diduga melakukan Balap Liar diarea pesawahan desa Sidowaluyo (ruas jalan Sidomulyo -Way Panji) sering dilakukan oleh pihak kepolisian  khususnya dari Polsek Sidomulyo. Namun lagi dan lagi para pembalap amatir ini kembali melakukan hal yang sama dilokasi yang sama. Oleh karena itu tindakan tegas dan terukur oleh pihak kepolisian sangat diperlukan sehingga ada efek jera dari para pembalap amatir ini. (Cak Ton)

Lembaga Perlindungan Konsumen Kecam SPPG yang Bermasalah

PRINGSEWU -(deklarasinews.com)- Elnofa Hariyadi.S.E., Ketua DPD  Lembaga Perlindungan Konsumen ( LPK- GPI)  Kabupaten Pringsewu, Angkat bicara terkait ramainya keluhan masyarakat dengan program MBG yang mereka terima tak sesuai dengan SOP.

Saya membaca ramainya pemberitaan di berbagai media sosial terkait  keluhan masyarakat sampai hari ini dengan Program MBG yang mereka terima, ini betul betul sangat memprihatinkan.ujarnya

LPK meminta dan mendukung evaluasi Program MBG kepada pemerintah Pusat dan Daerah agar program ini benar benar berjalan agar masyarakat selaku konsumen mendapatkan haknya. Elnofa juga menekankan pentingnya Kontrol kualitas makanan, keamanan dan  kebersihan yang  harus di jalankan sesuai SOP.

Banyaknya Keluhan masyarakat mendorong LPK untuk usulkan survei dampak gizi di sekolah-penerima atau penerima MBG. Kalau hasil surve menunjukan MBG tidak menaikan status gizi dan sesuai standar.  LPK Meminta Pemerintah untuk melakukan penyesuaian anggaran atau mengalihkan ke program yang  lebih Efektif.

Program untuk masyarakat  harus transparan agar hak konsumen terlindungi. Kami akan mengawal realisasi program berjalan dengan semesti nya agar sesuai dengan UU Perlindungan konsumen. ucapnya.

Mengutip isi berita yang saya baca  dari salah satu media kamis 26/02/26 kalau Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang kembali menegaskan bahwa pihaknya tidak memaksa sekolah untuk menerima Makan Bergizi Gratis (MBG). Jadi untuk pihak penerima MBG  bisa menolak

Pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia kekurangan gizi.

Tapi, penerimaan MBG sifatnya sukarela. Tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah.

Dari sini jelas kalau program ini tidak ada paksaan. Dan kalau program ini malah menambah keluhan. LPK – GPI meminta pemerintah untuk program ini di alihkan ke program yang lebih bermanfaat.

Untuk masyarakat silahkan hubungi LPK -GPi  jika  merasa kecewa dan tidak menerima haknya sesuai SOP SPPG MBG

LPK – GPI Siaga

0812 – 7952 – 368

0821 – 8114 – 9804

0895 – 3700 – 66160

Gizi Baik, Masa Depan Cerah

Mari Sehat Bersama.Pungkasnya, 28/02/26.[ Mulia Mega ]

Ketua KW – RI RANGKING Pringsewu: Pemblokiran Nomor Wartawan oleh Oknum K3S Pagelaran Sangat Disayangkan

PRINGSEWU -(deklarasinews.com)- Ketua Kualisi Wartawan Rangking  Indonesia (KWRI RANGKING) Kabupaten Pringsewu, Mulia Sari Dewi, angkat bicara terkait dugaan pemblokiran nomor WhatsApp jurnalis oleh oknum K3S Kecamatan Pagelaran yang juga menjabat sebagai Kepala Sekolah SD Negeri 2 Pekon Karangsari.

Pernyataan tersebut disampaikan Mulia Sari Dewi saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Kantor Koalisi Wartawan Rangking Indonesia (KWRI RANGKING) Kabupaten Pringsewu, JUM’AT (27/2/2026).

Dengan tegas, ia menyatakan bahwa tindakan pemblokiran terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas konfirmasi sangat disayangkan dan mencederai prinsip keterbukaan informasi.

“Pemblokiran nomor WhatsApp jurnalis oleh oknum K3S Kecamatan Pagelaran sangat kami sayangkan. Secara moral dan etika, seorang pejabat di dunia pendidikan seharusnya mencerminkan pribadi yang berintegritas dan memahami tata cara berkomunikasi yang baik,” tegasnya.

Menurutnya, guru dan kepala sekolah adalah figur pendidik yang menjadi suri teladan bagi peserta didik. Sikap dan perilaku seorang pendidik tidak hanya dinilai dari kompetensi akademik, tetapi juga dari etika, moral, dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

“Seorang pendidik wajib menjadi contoh bagi murid-muridnya. Menanamkan prinsip moral dan etika tidak cukup hanya melalui teori di ruang kelas, tetapi juga melalui sikap nyata dalam menghadapi persoalan, termasuk saat dikonfirmasi oleh media,” lanjutnya.

Mulia menambahkan, tugas jurnalis dalam melakukan konfirmasi merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial yang dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta sejalan dengan semangat transparansi dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Ia berharap, ke depan seluruh pejabat publik, khususnya di lingkungan pendidikan Kabupaten Pringsewu, dapat bersikap terbuka, komunikatif, dan profesional dalam menghadapi konfirmasi media.

“Media dan institusi pendidikan bukanlah pihak yang saling berseberangan. Justru keduanya memiliki peran penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Maka komunikasi yang sehat dan terbuka harus dikedepankan,” pungkasnya.[ Tim ]

Alex Noerdin: Menembus Batas, Menantang Arus

Opini  Oleh: Sobirin Malian (asal Gunung Meraksa Baru__Sedusun ngen Mang Alex)

Dalam catatan sejarah kepemimpinan daerah di Indonesia, nama Alex Noerdin berdiri sebagai simbol keberanian yang jarang tertandingi. Beliau adalah sosok yang percaya bahwa perubahan besar tidak pernah lahir dari zona nyaman. Baginya, memimpin bukan tentang mencari popularitas semu, melainkan tentang mengambil keputusan-keputusan sulit yang dampaknya mampu melintasi generasi.

Keberanian di Atas Kalkulasi Biasa

Sejak awal masa kepemimpinannya, Alex telah memilih jalan yang terjal. Ketika banyak pihak meragukan kemampuan anggaran daerah, beliau dengan berani memancangkan bendera Sekolah Gratis dan Berobat Gratis. Ini adalah risiko politik dan administratif yang besar. Namun, bagi Alex, risiko tersebut jauh lebih kecil dibandingkan risiko melihat rakyatnya tidak bisa sekolah atau jatuh miskin karena biaya rumah sakit yang tak terjangkau. Ia lebih memilih dikritik karena kebijakan yang ambisius daripada diam dalam kemapanan yang tidak menghasilkan apa-apa bagi rakyat.

Cara berfikir seperti ini, bisa jadi yang disebut orang dengan karakter!

Transformasi yang Membelah Opini

Visi Alex sering kali dianggap terlalu “berlari cepat” oleh zamannya. Pembangunan Jakabaring Sport City, misalnya, hingga kehadiran LRT pertama di Indonesia bukanlah tanpa hambatan. Di tengah sanjungan, tak jarang beliau menghadapi gelombang skeptisisme dan kritik tajam. Namun, di sinilah letak kualitas (karakter)  kepemimpinan Alex Noerdin: beliau memahami betul bahwa dalam setiap langkah besar, akan selalu ada yang suka dan tidak suka.

Beliau memandang pro-kontra bukan sebagai penghalang, melainkan sebagai konsekuensi logis dari sebuah kepemimpinan yang progresif. Ia menganggap suara-suara sumbang sebagai dinamika yang biasa dalam demokrasi. Tanpa gentar, beliau tetap melangkah, karena komitmennya bukan pada pujian sesaat, melainkan pada kemajuan nyata yang bisa dilihat, dirasakan, dan dibanggakan oleh masyarakat.

Mengutamakan Kemanusiaan di Balik Infrastruktur

Meski dikenal melalui pembangunan fisik yang monumental, detak jantung kepemimpinan Alex tetaplah untuk kesejahteraan rakyat. Baginya, stadion internasional atau transportasi modern hanyalah alat untuk mengangkat harga diri bangsa dan menggerakkan ekonomi akar rumput. Di balik sosoknya yang tegas dan penuh nyali, ada keinginan kuat untuk menempatkan daerahnya di peta dunia, agar rakyatnya tidak lagi dipandang sebelah mata.

Warisan Sang PetarungAlex Noerdin meninggalkan sebuah pelajaran berharga bagi para pemimpin masa depan: bahwa integritas diuji saat kita berani mengambil risiko demi kepentingan orang banyak. Ia telah membuktikan bahwa dengan nyali dan visi, keterbatasan bisa diubah menjadi peluang.

Kini, setelah semua perjalanan panjang itu, kita mengenangnya bukan hanya sebagai seorang Gubernur atau Bupati, tetapi sebagai seorang petarung pembangunan yang tak gentar menghadapi badai. Jejaknya abadi dalam senyum anak-anak sekolah, kemudahan layanan kesehatan, dan kemegahan infrastruktur yang kini menjadi jati diri daerah. Beliau telah menuntaskan tugasnya dengan berani, meninggalkan warisan yang akan terus berbicara meski raga telah tiada.

Mendengar berita kepergiannya, tak terasa ada bulir-bulir air mata menetes…tidak mudah mendapatkan pemimpin sEperti beliau…selamat jalan Mang Alex…!..doa kami menyertaimu.(Jogja,25 februar 2026)

PLKB-Dalduk Candipuro Diduga Sunat Insentif Kader Kurir MBG Balita

CANDIPURO -(deklarasinews.com)- Program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menjadi salah satu program primadona yang ada pada saat ini.  Oleh karena itu tidak sedikit orang atau oknum lembaga yang ingin dekat dan ikutan merasakan lagit dan gurihnya program presiden dan wakil presiden ini.

Salah satu lembaga yang diduga ikut mencoba mencicipi manis dan gurihnya program MBG ini adalah petugas lapangan keluarga berencana – dan pengendalian kependudukan (PLKB-Dalduk) kecamatan Candipuro Kebupaten Lampung Selatan.

Petugas PLKB-Dalduk Kecamatan Candipuro ini diduga meminta bagian Insentif yang diterima kader Kurir MBG Balita yang ada diseluruh kecamatan Candipuro.

Dari data yang dihimpun Media ini dari beberapa kader Kurir MBG Balita menyebutkan bahwa dirinya bersama kurir lainya diminta untuk memberikan sebagian insentif yang diterima dari SPPG,

” kami diminta dua bagian dari insentif yang kami terima dari SPPG, ” tutur kader ini kepada media ini.

Alasan kedua bagian yang diminta oleh PLKB-Dalduk ini tutur kader yang enggan disebut namanya ini untuk ucapan terima kasih atas upayanya karena telah membantu para kader hingga dapat diterima sebagai kurir MBG Balita, ” ujarnya.

Permintaan dua bagian dari insentif itu lanjutnya yakni satu bagian untuk PLKB-Dalduk, satunya lagi untuk petugas desa yang besaranya mencapai ratusan ribu rupiah setiap menerima Insentif dari SPPG setiap akhir pekan, ” tutupnya.

Koordinator Penyuluh PLKB-Dalduk Kecamatan Candipuro Umi Latifah saat ditemui dikantornya, Rabu (25/2/2026) kepada media ini menepis informasi yang beredar bahwa pihaknya meminta bagian dari Insentif Kader Kurir MBG diwilayahnya,

” Maaf pak informasi bahwa kami meminta bagian Insentif kader Kurir MBG Balita adalah tidak benar, ” ujar Latifah yang didampingi anggotanya ini.

Yang benar adalah kami PLKB Candipuro hanya meminta uang rokok dan kebutuhan administrasi saja, dan itupun atas dasar sukarela. Sehingga apabila ada yang keberatan tidak dipaksa untuk memberikan sumbangan yang sudah disepakati bersama itu.

Untuk diketahui lanjut Umi Latifah kawan-kawan kader bisa masuk menjadi Kurir MBG Balita setelah kami rekomendasikan berdasarkan data yang kami sampaikan kepada SPPG, jadi alangkah eloknya kalau para kader memberikan sebagian kepada PLKB dan desa Insentif yang diterimanya, itupun kami tidak memaksa. Selain itu sumbangan dari kader kuris MBG itu dananya juga dikumpulkan untuk keperluan kader dan juga untuk membuat kaos seragam kader disaerahnya masing-masing, ” papar Umi Latifah.

Ditempat terpisah, salah satu kader Kurir MBG mengatakan bahwa dirinya bersama rekan kader lainya tidak ikhlas memberikan sebagian Insentifnya kepada PLKB. Selain itu bahwa dirinya bersama rekan lainya menjadi kader Kurir MBG Balita atas permintaan SPPG langsung dan tidak ada campur tangan dari PLKB. Dan kalau sekarang meminta bagian dari Insentif yang kami terima, sungguh kami tidak ikhlas, ” ucap salah satu kader ini yang tidak mau disebutkan namanya. (Cak Ton)

Bantuan ATENSI Kemensos RI Disalurkan untuk 90 Lansia di Kabupaten Pesawaran

PESAWARAN -(deklarasinews.com)- Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat, Pemerintah Kabupaten Pesawaran bersinergi dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia, telah menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) kepada 90 orang Lansia di Desa Trimulyo, Kecamatan Tegineneng. Rabu, (25/2/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Sentra Handayani, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pesawaran, Camat Tegineneng beserta jajaran, Kepala Desa Trimulyo, Ketua LKS Berkah Harapan, serta para penerima manfaat.

Hadir mewakili Bupati Pesawaran, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Pesawaran, Sunyoto, SE., MM, yang sekaligus membacakan sambutan Bupati Pesawaran. Dalam sambutan tersebut disampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Sosial RI, khususnya Sentra Handayani, atas kepedulian dan perhatian yang terus diberikan kepada masyarakat Kabupaten Pesawaran.

Disampaikan pula bahwa bantuan ATENSI yang diserahkan merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak. Usulan bantuan dihimpun oleh LKS Berkah Harapan, direkomendasikan oleh Bupati melalui Dinas Sosial Kabupaten Pesawaran, hingga diteruskan dan direalisasikan oleh Kementerian Sosial RI.

“Meskipun merupakan usulan tahun 2025 yang baru terealisasi pada awal tahun 2026, hal tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan hak-hak masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Sunyoto.

“Pemerintah Kabupaten Pesawaran berharap sinergi dan kolaborasi yang telah terjalin dengan Sentra Handayani Kementerian Sosial RI dapat terus berlanjut dan semakin diperkuat, guna mendorong peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti lansia, “tambahnya.

Selain itu, para penerima manfaat pun diimbau agar bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk menunjang kesehatan dan meningkatkan kemandirian keluarga.

Penyaluran bantuan ATENSI ini menjadi bagian dari upaya negara untuk hadir di tengah masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan sosial yang inklusif dan berkeadilan.