AHASS TDM Kota Agung Infokan Dampak Akibat Telat Ganti Oli 

KOTA AGUNG – (deklarasinews.com) – Oli mesin motor merupakan salah satu komponen penting yang harus diperhatikan pengendara. Utamanya bagi pengendara yang aktif menggunakan sepeda motor dalam aktivitas sehari-hari.

“Memiliki fungsi mengurangi gesekan antar komponen yang ada di dalam mesin, yaitu sisem transmisi sampai piston dengan dinding silinder, fungsi oli mesin begitu krusial. Selain memberikan lapisan pada logam agar komponen tidak cepat aus atau terkikis akibat gesekan, oli juga berfungsi mendinginkan suhu panas pada mesin yang ditimbulkan akibat proses pembakaran., “ungkap Santo selaku Servis Advisor TDM Kota Agung.

Mengganti oli mesin motor idealnya dilakukan setiap menempuh perjalanan 1.500 – 4.000 km. Anjuran untuk mengganti oli setiap mencapai jarak tempuh tersebut merupakan rekomendasi aman. Toleransi batas penggantian oli yakni 500 – 1000 km saja, itupun hanya sesekali boleh dilakukan dalam kondisi darurat ketika pengendara sama sekali belum bisa melakukan penggantian. Jika lebih dari itu, sepeda motor wajib untuk segera ganti oli.

Jika mengganti oli kendaraan dalam masa toleransi, pengendara juga wajib melakukan pengecekan kembali seluruh komponen dalam mesin. Namun, tak sedikit pengendara yang malas ataupun lupa tidak secara berkala melakukan penggantian oli mesin motor. Alhasil, timbul berbagai dampak buruk yang diakibatkan telat melakukan penggantian oli. Adapun akibat yang bisa ditimbulkan akibat sering telat ganti oli mesin antara lain :

  1. Suara dan getaran yang bikin tidak nyaman.
  2. Penurunan Kinerja mesin
  3. Bahan bakar boros
  4. Mesin sepeda motor akan cepat panas
  5. Ketahanan mesin berkurang
  6. Motor tiba-tiba mati
  7. Turun mesin

“Kelihatannya sepele, tapi sering terabaikan. Oli yang sering telat diganti lama-kelamaan akan merusak komponen lainnya. Akibatnya, pergantian akan lebih mahal dibanding ganti oli itu sendiri,” katanya. (rls)

Tinggalkan Balasan