PAGARALAM –(deklarasinews.com)-Dampak Wabah Covid 19 yang hingga kini belum usai menjadi penyebab terkendalanya berbagai aktivitas, mulai dari sektor ekonomi, pelayanan publik, pariwisata, pendidikan dan sebagainya. Sehingga harus disiasati meski pengaruhnya belum maksimal.
Menyiasati pembelajaran luar jaringan (luring ) karena tidak semua anak-anak memiliki HP dan juga biaya paket maka disiasati dengan fotokopian demi untuk keseragaman dan haknya anak didik mendapatkan pelajaran. Hal ini dijelaskan oleh Hairullah Sazili kepala MTS Negeri Jambatbalo kepada media ini, Selasa (28/07). Semua anak bergantian mengambil dan mengumpulkan tugas di madrasah,” imbuhnya.
Kondisi ini mau tidak mau kita jalankan karena belum diketahui kapan melaksanakan belajar tatap muka. “seberapa banyak bidang study sebanyak itu juga difotokopi sesuai dengan jumlah anak.”perlu 2 atau 3 lembar tugas ya kita fotokopi, supaya anak anak bisa belajar, baru kemudian dikumpul tentunya setelah dikerjakan di rumah.”urainya.
Andai saja dari Dinas dan Kemenag telah memberi lampu hijau belajar dalam ruangan, tentu dilaksanakan karena bukan hanya anak-anak yang merasa jenuh belajar melalui daring, tenaga pendidik pun juga merasakan. Namun mengingat belum ada edaran maka proses Kegaiatan Belajar-Mengajar (KBM) lewat jaringan dan juga Fotokopian,” tutupnya.(Repi)