JAKARTA – (deklarasinews-com) – Dalam rangka mengangkat Harkat dan Martabat Bangsa Indonesia sekaligus mengenang nilai – nilai juang angkatan 45 maka Pengurus Presidium Generasi Penerus Angkatan 45 (PGPA”45) adakan Acara Diskusi Nasional dengan mengangkat beberapa tema yang saling mengaitkan.
Acara Diskusi Nasional tersebut diadakan belum lama ini (27/06/2020) Aula Museum Joang 45 di Jl Menteng Raya, Nomor 31, Menteng, Jakarta Pusat yang dihadiri oleh 3 orang perwakilan dari sejumlah lebih kurang 40 Badan Hukum yang terdiri dari Yayasan, LSM, Ormas dan Perkumpulan.
Untuk mengenang nilai nilai sejarah para pejuang 45 maka Adityo Bambang Mataram – Putra AM Hanafi sebagai Pembicara Utama mengangkat tema “Siapakah AM Hanafi di mata dunia” Sedangkan untuk menggali, mengkaji dan menata benda benda bersejarah maka Fachruddin mengangkat tema Menciptakan Museum Bela Negara adalah wujud dari pada mengenang nilai nilai juang 45.
Senada dengan itu HRM Soekarna sebagai Tokoh Perintis Kemerdekaan mengangkat tema “Republik Pancasilaistik” dengan maksud agar bangsa Indonesia bisa memahami isi dari pada perjuangan 45.
Seirama dengan itu juga Dra. Elly Yuniarti, MS, MM (Kasubdid Ketahanan Seni Dan Budaya Direktorat Ketahanan – EKOSOSBUD DITJEN POL PUM KEMENDAGRI) mengangkat tema “Legiun Bhinneka Tunggal Ika adalah Fasilitas Pemersatu Bangsa dengan harapan gar seluruh unsur lapisan masyarakat Indonesia memiliki suatu fasilitas untuk dijadikan alat pemersatu.
Untuk 2 orang pembicara lainya yaitu Prof. Dr. Ir. AR. Adji Hoesodo, MD(H), SH, MH, MBA (LEMHANAS) dan Dwiyono Noto Saputro, SH – Ketua Umum Lembaga Garuda Muda Indonesia (LGMI) dinyatakan absen tidak bisa hadir karena terhalang oleh suatu kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan.
Berdasarkan keterangan Sekretaris Jendral PGPA – Fachruddin di lokasi pertemuan, bahwa acara tersebut terlaksana atas permintaan dari beberapa elemen Badan Hukum yang telah tergabung dalam PGPA yang diantaranya adalah Yayasan Keluarga Besar Pejuang 45 (YKBP “45), Yayasan Bina Umat (YBU), Perkumpulan Sosial Ekonomi Pancasila (PSEP), Perkumpulan Suara Rakyat Merdeka (PSRM), Media Informasi Pikiran Bangsa, Media Informasi Pikiran Nasional dan beberapa unsur Badan Hukum lainya.
“Acara ini terlaksana berdasarkan permintaan dari beberapa elemen Badan Hukum yang telah tergabung dalam PGPA yang kemudian dirumuskan dengan suatu kesepakatan sehingga tercipta rangkaian Acara Diskusi Nasional, Jadi bukan berdasarkan suatu keinginan belaka akan tetapi benar benar hajat bangsa melalui beberapa perwakilan untuk kepentingan nasional” ungkap Fachruddin.
Fachruddin juga menambahkan bahwa segala aktivitas yang diprogramkan oleh PGPA baik yang telah, akan dan belum terlaksana selalu berusaha untuk tidak memihak kepada kelompok tertentu atau untuk kepentingan sesuatu.
“Segala aktivitas yang kita programkan bukan berdasarkan keinginan atau suatu pesanan pihak tertentu akan tetapi berdasarkan aspirasi dari sesutuh elemen masyarakat melalui beberapa Badan Hukum yang telah tergabung dalam PGPA untuk tercipta suatu solusi yang tepat untuk, bangsa dan negara” kata Fachruddin yang dikenal sebagai Konseptor Perancang System Nasional.
Dengan nada yang sama Adityo Bambang Mataram – Putra AM Hanafi selaku Ketua Umum PGPA “45 mengatakan bahwa segala aktivitas PGPA “45 dilimpahkan kepada Fachruddin selaku Sekretaris Jendral PGPA “45, “Semua urusan terkait kendali beberapa organisasi termasuk merumuskan segala program mulai dari planning, training dan controlling sekaligus pengondisian, monitoring dan pengendalian untuk semua program saya percayakan dengan Fachruddin, jadi saya cukup mengomandoi saja, jika ada yang salah atau keluar dari perinsip baru saya luruskan” kata putra AM Hanafi yang dikenal Adityo Bambang Mataram.
Menyikapi segala gerakan dalam acara Diskusi Nasional tersebut, ternyata Dra. Elly Yuniarti, MS, MM sangat merespon baik karena menurutnya aktivitas Diskusi Nasional yang diadakan yang diadakan oleh PGPA tidak berbau politik atau kepentingan suatu pihak tertentu.
“Acara Diskusi Nasional ini menurut penilaian saya terkesan baik dan sangat berkesan karena segala kesimpulan dalam bentuk suatu keputusan sebagai hasil dari pada acara tersebut diterima dan diakui oleh seluruh elemen organisasi yang hadir dalam acara tersebut.” Kata Elly Yuniarti yang berbicara atas nama Kasubdid Ketahanan Seni Dan Budaya Direktorat Ketahanan – EKOSOSBUD DITJEN POL PUM KEMENDAGRI.
“Selain itu motor penggerak dalam acara tersebut ternyata Fachruddin sebagai Sekretaris Jendral PGPA sekaligus sebagai Ketua Umum Presidium Indonesia yang selama ini dikenal sebagai orang yang memiliki konsep dan gerakan sebagai Perancang System Nasional. Selain fachruddin dianggap mampu melakukan segala tindakan ia juga senantiasa komitmen dalam setiap statemen sehingga banyak kalangan yang percaya bekerja sama denganya” tegas Elly Yuniarti.(Desmiati)