PURWAKARTA –(deklarasinews.com)- Dari ragam motif batik Purwakarta yang dirilis Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (KUPP) lokal. Salah satunya bermotif karakter Purwakarta. Yang memiliki arti tentang ciri atau karakter masyarakat Purwakarta yang tumbuh berkembang, seperti mendorong puspa bangsa yaitu melati, atau tentang semangat budaya Sunda.
Kepala Bidang UMKM di KUPP Kabupaten Purwakarta, Ahmad Nizar mengatakan, dari sekitar 150 motif batik itu punya ide dasar dan filosofi yang melatar belakangi terciptanya batik tersebut.
“Yang pertama rilis sebanyak 100 desain batik, kemudian desain tambahan pada bulan ini sebanyak 50, jadi total 150. Semuanya memiliki makna terkandung di dalamnya, tidak sembarangan,” kata Ahmad Nizar, Senin (9/3).
Menurutnya, desain batik yang dibuatkan tim ahli dari akademisi pada bidang batik, kemudian dirilis sebagai batik khas Purwakarta.
“Nantinya dikembangkan oleh warga Purwakarta, diharapkan di masa mendatang Purwakarta menjadi sentra batik di Indonesia khusus di wilayah Provinsi Jawa Barat,” katanya.
Kata dia, tim yang membuat telah bergerak akademis baik literasi mau pun studi lapangan, untuk menghasilkan motif batik baru khas Purwakarta.
Karena pelestarian budaya batik harus senantiasa dilakukan agar batik di Purwakarta terus dikembangkan, mengedepankan inovasi kearifan lokal.
“Motif batik harus terus dikembangkan, jika tidak up to date wirausaha yang digaungkan akan sirna dan mati,” katanya.
Sejauh ini, diakui oleh salah satu peserta pelatihan batik Dewi Hatikah, bahwa pihaknya sering kali memberikan pembelajaran cara membuat batik khas Purwakarta kepada masyarakat, mengajak orang-orang ahli dibidang batik.
“Terus terang keterampilan ini sangat membantu perekonomian rakyat, apabila dikembangkan di setiap wilayah, maka akan menumbuhkan kembangkan kreativitas yang menghasilkan nilai jual tinggi untuk peningkatan ekonomi masyarakat,” ucapnya. (Deni)