SERUI -(deklarasinews.com)- IKEMAL Cabang Kabupaten Kepulauan Yapen kembali menggelorakan semangat Kapitan Pattimura pada peringatan Hari Pahlawan Nasional Ke-2009, Jumat (15/5/2026). Kegiatan berlangsung di Lapangan Sapta Marga Kodim 1709/Yawa, Serui, dan dihadiri sejumlah pejabat daerah serta tokoh masyarakat.
Rangkaian acara dimulai dengan kirab obor perjuangan Pattimura yang dibawa mengelilingi Kota Serui. Obor diterima oleh Ketua IKEMAL Cabang Kabupaten Kepulauan Yapen, Harold Wenno, dan diserahkan kepada Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen untuk dinyalakan di Lapangan Sapta Marga.
Hadir dalam acara tersebut Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen Benyamin Arisoy, Wakil Bupati Roi Palunga, Ketua DPRK Yapen Ebzon Sembai, Forkopimda, para asisten Setda, pimpinan OPD, perwakilan Dewan Adat Saireri, serta perwakilan BUMN dan BUMD. Hadirin juga terdiri dari warga Maluku yang bermukim di Yapen beserta perwakilan paguyuban dan masyarakat setempat.
Ketua IKEMAL Cabang Kabupaten Kepulauan Yapen Harold Wenno mengingatkan makna sejarah nyala obor Pattimura.
Menurutnya, nyala obor yang pertama kali dinyalakan oleh Kapitan Pattimura (Tomas Matulessi) di Gunung Sanewi, Saparua, pada 14–15 Mei 1817, kini terus hidup sebagai simbol perjuangan.
“Api obor ini telah menerangi Bumi Para Raja sejak masa lalu hingga kini,” kata Harold.
Harold menjelaskan empat makna utama yang dipetik dari nyala api obor perjuangan Kapitan Pattimura
Pemersatu bangsa. Nyala obor melambangkan keberanian, persatuan, dan tekad untuk membela kepentingan umum serta menolak praktik penjajahan.
Reformasi perjuangan. Bila para pahlawan dahulu berjuang dengan senjata (parang dan salawaku), generasi muda saat ini harus membekali diri menjadi pribadi tangguh dan profesional menghadapi tantangan modern.
Inspirasi generasi muda. Ritual lari obor setiap tahun menandai estafet perjuangan yang tidak boleh berhenti; semangat Pattimura harus terus hidup di kalangan pemuda.
Cinta tanah air. Api obor adalah api abadi yang mengingatkan anak-anak Maluku untuk berkarya dan memajukan daerah di mana pun mereka berpijak.
Dengan semangat itu, Harold menegaskan tekad IKEMAL untuk membantu pemerintah memberantas kebodohan, kemiskinan, dan ketertinggalan di Kabupaten Kepulauan Yapen. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada pemerintah daerah yang memberi kesempatan bagi putra-putri Maluku untuk bekerja dan berkarya di Yapen.
“Kami berterima kasih kepada Tuhan dan kepada pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen atas kesempatan yang diberikan kepada kami untuk mengabdi dan berkarya di sini,” ujar Harold Wenno. (GM)