PALEMBANG -(deklarasinews.com)– Menanggapi pemberitaan yang beredar terkait insiden pada Kejuaraan FORKI Sumatera Selatan baru-baru ini, M. Annas Efendi,S.M salah satu pelatih karate di Sumatera Selatan, memberikan tanggapan atas sejumlah pernyataan tersebut 16 April 2026.
Annas menyampaikan rasa prihatin dan sangat menyayangkan adanya berita yang menyebut terjadi tindakan tidak fair play dalam pertandingan tersebut. Menurutnya, pernyataan seperti itu seharusnya disampaikan berdasarkan bukti yang jelas dan pemahaman langsung terhadap jalannya pertandingan.
“Saya melihat langsung pertandingan itu, dan kejadian yang terjadi murni unsur ketidaksengajaan, bukan tindakan curang atau sengaja mencederai lawan,” ujar M. Annas Efendi kepada awak media.
Ia juga menanggapi pernyataan yang menyebut dalam kategori junior atlet tidak boleh menyerang dari arah depan dan harus dari samping. Menurutnya, pernyataan tersebut perlu dibuktikan dasar aturannya secara jelas agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
“Harus dijelaskan aturan yang dimaksud itu yang mana, sehingga pernyataan tersebut memiliki dasar yang kuat. Jangan sampai publik menerima informasi yang keliru,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dalam pertandingan kumite karate, teknik tertentu yang sah dan sesuai aturan tetap dapat menghasilkan poin. Misalnya, atlet yang terjatuh akibat teknik ashibarai masih bisa menghasilkan nilai apabila disertai serangan lanjutan sesuai regulasi pertandingan.
Ia berharap seluruh pihak dapat lebih bijak dalam memberikan pernyataan, khususnya mengenai cabang olahraga karate yang memiliki aturan teknis tersendiri.
“Kami berpikir positif, mungkin yang menyampaikan hal itu belum memahami aturan pertandingan karate secara menyeluruh. Namun hal seperti ini perlu diluruskan agar masyarakat tidak memiliki pandangan buruk terhadap olahraga karate,” tutupnya. (Ags)