PALEMBANG- –(deklarasinews.com)– Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Tirta Sriwijaya Maju (Perseroda) digelar di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Rabu (4/3/2026). Forum tahunan tersebut menjadi momentum penting bagi perusahaan daerah itu dalam mengevaluasi kinerja sekaligus merumuskan strategi ke depan.
RUPS dihadiri Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Cik Ujang, yang bertindak sebagai Kuasa Pemegang Saham. Turut hadir sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, di antaranya Biro Perekonomian Provinsi Sumatera Selatan, Inspektorat Provinsi Sumatera Selatan, serta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sumatera Selatan.
Dalam arahannya, Cik Ujang menegaskan pentingnya peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat serta perhatian terhadap kesejahteraan pegawai. Ia juga mengingatkan bahwa pada tahun berjalan, PT Tirta Sriwijaya Maju (PT TSM) tidak mendapatkan penyertaan modal dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
“Tanpa adanya suntikan dana dari pemprov, PT TSM harus mampu mengoptimalkan anggaran internal untuk meningkatkan performa kerja dan kualitas pelayanan,” tegasnya.
Menurutnya, RUPS bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan forum strategis untuk mengevaluasi capaian kinerja perusahaan sekaligus menetapkan arah kebijakan dan rencana kerja yang lebih progresif. Ia berharap, melalui RUPS tersebut, PT TSM semakin profesional, transparan, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
“Semoga PT Tirta Sriwijaya Maju semakin profesional, transparan, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat serta berkontribusi optimal bagi kemajuan Sumatera Selatan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT TSM (Perseroda), Adib Ubaidillah, SE., MM., CRGP., menjelaskan bahwa terdapat sembilan agenda utama yang dibahas dalam RUPS. Seluruh agenda tersebut merupakan bentuk akuntabilitas jajaran komisaris dan direksi kepada pemegang saham.
Salah satu poin krusial yang mengemuka adalah rencana penguatan investasi di Kabupaten Banyuasin serta perluasan kapasitas layanan di Kota Palembang. Adib menegaskan, seluruh program pengembangan tersebut akan dibiayai melalui dana internal perusahaan tanpa tambahan modal dari Pemprov Sumsel.
Dari sisi kinerja keuangan, PT TSM menunjukkan tren positif dalam tiga tahun terakhir. Perusahaan secara konsisten memberikan kontribusi kepada daerah melalui dividen. Untuk tahun buku 2024 yang dibayarkan pada 2025, dividen yang disetorkan mencapai Rp5 miliar meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp3,4 miliar.
“Evaluasi kesehatan perusahaan dilakukan oleh BPKP, dan hasilnya menunjukkan PT TSM mengalami peningkatan signifikan,” jelas Adib.
Capaian tersebut menjadi indikator bahwa perusahaan daerah ini mampu menjaga stabilitas dan pertumbuhan kinerja, meskipun tanpa dukungan tambahan penyertaan modal pada tahun berjalan.
Ke depan, manajemen optimistis PT TSM dapat terus memperkuat tata kelola perusahaan sekaligus meningkatkan pelayanan publik secara berkelanjutan. (Ning)