KAMPUNG DAWAI, YAPEN TIMUR -(deklarasinews.com)- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Kepulauan Yapen, Ebzon Sembai S.Pi., M.H., bersama Ketua Komisi C DPRK Fredrik Samber, menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat distrik Yapen Timur Tahun 2026. Acara ini bertempat di Kantor Distrik Yapen Timur, Kampung Dawai, Kamis (19/2/2026), dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun 2027.
Tema Musrenbang tahun ini adalah “Peningkatan Kualitas SDM yang Berdaya Saing dengan Ekonomi Daerah yang Inklusif serta Tata Kelola yang Profesional dan Infrastruktur yang Berketahanan”

Dalam arahan singkatnya, Ketua DPRK Ebzon Sembai menekankan lima hal penting yang harus menjadi perhatian peserta. Pertama, sesuai kalender kerja DPRK, kehadiran mereka di Musrenbang tingkat distrik bertujuan bertatap muka langsung dengan pemerintah distrik, kepala kampung, Bamuskam, tokoh masyarakat, adat, agama, pemuda, dan perempuan untuk menyerap aspirasi masyarakat.
“Sesuai kalender kerja DPRK, melalui momentum Musrenbang tingkat distrik, kami hadir untuk menyerap aspirasi masyarakat melalui pemerintah distrik, kepala kampung, Bamuskam, tokoh masyarakat, agama, adat, pemuda, dan perempuan,” ujarnya.
Kedua, peserta diminta mengusulkan program-program mendasar yang diprioritaskan. Kehadiran DPRK akan mengawal dan memperjuangkannya hingga sidang penetapan APBD Tahun 2027 di DPRK.
Ketiga, Ketua DPRK meminta evaluasi terhadap semua 11 kampung di Distrik Yapen Timur dari Musrenbang tahun 2025: program mana yang sudah terealisasi dan mana yang belum, agar usulan hari ini tidak tumpang tindih.
Keempat, mengingat keterbatasan anggaran daerah dua tahun terakhir yang menghambat pembangunan infrastruktur, ia berharap pada 2027 kondisi normal kembali. Program pembangunan jalan dan jembatan di Yapen Timur dijanjikan akan dikawal agar berjalan lancar.
Kelima, ia soroti masalah listrik yang masih menjadi keluhan sejak Indonesia merdeka. Sebagian wilayah di Kabupaten Kepulauan Yapen, termasuk Kampung Wabo dan Korombobi, belum teraliri listrik.
“Saya dulu belajar dengan lampu pelita hingga hari ini terpilih menjadi Ketua DPRK, tapi kampung saya masih gelap gulita,” tegasnya.
Ia mengisahkan pertemuannya di Jayapura dengan pemerintah daerah dan pimpinan PLN Wilayah Papua untuk mempercepat pemasangan listrik di kampung-kampung terpencil.
“Negara harus perhatikan hal ini. Saya juga tegas meminta PLN di Yapen Timur dinyalakan 24 jam penuh, dan prosesnya sedang berjalan. Masa Indonesia sudah merdeka puluhan tahun, wilayah kita masih seperti ini? Tidak ada keadilan buat kami. Apa gunanya Pancasila kalau daerah kami masih gelap gulita terus?” tambahnya.
” Pernyataan Ketua DPRK Ebzon Sembai mencerminkan komitmen kuat dan pribadi dalam memperjuangkan pembangunan Yapen Timur.

Dengan latar belakang pengalaman hidup tanpa listrik, ia tidak hanya menyerap aspirasi secara langsung, tapi juga mengawal program prioritas hingga APBD 2027. Sikap tegasnya terhadap PLN dan infrastruktur menunjukkan visi inklusif, menuntut keadilan Pancasila bagi daerah tertinggal, sambil menjaga profesionalisme dalam Musrenbang demi SDM berkualitas dan ekonomi lokal yang tangguh.
Hadir dalam acara itu perwakilan pemerintah daerah yakni Tim Asistensi Baperlinda, Plt. Kepala Distrik Yapen Timur beserta jajaranya, perwakilan Polsek dan Koramil Yapen Timur, 7 kepala kampung dan Bamuskam Distrik Yapen Timur, serta tokoh pemuda, adat, agama, dan perempuan.