Di Ruang Pengajian Akbar, Bupati Parosil: “Pembangunan itu Tidak Seperti Sim Salabim”

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Nuansa religius dan semangat pembangunan berpadu hangat dalam Pengajian Akbar menyongsong Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriyah yang digelar di kediaman Bupati Lampung Barat, Pekon Purawiwitan, Kecamatan Kebun Tebu, Sabtu (14/2/2026)

Ribuan masyarakat dari 15 kecamatan memadati lokasi, sekaligus menghadiri syukuran satu tahun kepemimpinan periode kedua Bupati dan Wakil Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus dan Mad Hasnurin (2025–2030).

Acara yang menghadirkan penceramah Asep Holis Nurjamil dari Kota Bandar Lampung ini juga dihadiri Ketua DPRD Lampung Barat Edi Novial, jajaran kepala perangkat daerah, camat, peratin, tokoh organisasi Wanita, serta berbagai unsur masyarakat.

Di tengah lantunan doa dan tausiyah, Bupati Parosil Mabsus menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriyah kepada seluruh masyarakat Lampung Barat.

“Saya atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriyah tahun 2026. Mudah-mudahan kita semua diberikan kesehatan, iman, kesabaran, dan keikhlasan,” ujarnya.

Namun, pengajian kali ini bukan sekadar seremoni spiritual. Ia menjadi ruang refleksi satu tahun kepemimpinan periode kedua yang penuh tantangan, terutama dalam hal efisiensi anggaran.

Bupati Parosil tak menampik, tahun pertama periode keduanya diwarnai kebijakan efisiensi anggaran.

Dampaknya, sejumlah proyek infrastruktur, terutama jalan penghubung antar kecamatan belum bisa dituntaskan secara cepat.

Ia mencontohkan ruas jalan Sumber Jaya–Kebun Tebu yang kini masih dalam tahap tambal sulam dan akan ditangani lebih lanjut setelah Lebaran, menunggu proses tender selesai.

“Pembangunan itu tidak seperti sim salabim. Ia butuh proses, butuh perjuangan, dan tentu butuh anggaran,” tegasnya.

Menariknya, Parosil mengakui bahwa jalan di sekitar kediamannya pun belum sepenuhnya mulus.

Bukan karena tak mampu membangun, melainkan karena ia mengedepankan asas pemerataan.

“Kalau cuma di sini saja yang bagus, apa kata masyarakat Suoh? Apa kata Batu Brak, Pagar Dewa, Sekincau? Pemimpin itu memang sulit adil secara sempurna, tapi ada konsep pemerataan,” katanya di hadapan ribuan warga.

Ia mengungkapkan, dalam pembahasan APBD Perubahan Oktober 2024, meski baru dilantik kembali pada Februari 2025, dirinya mengarahkan efisiensi anggaran sebesar Rp5,2 miliar untuk pembangunan di Kecamatan Suoh yang dinilai paling parah kondisi jalannya.

“Kalau saya egois, tentu anggaran itu saya fokuskan ke kampung halaman saya. Tapi tidak. Kita pakai skala prioritas,” jelasnya.

Selain Suoh, ruas Sekincau–Pekon Waspada menuju Batu Ketulis–Way Ngison juga menjadi perhatian utama.

Tahun ini, Pemkab bersama DPRD dan dukungan legislatif di tingkat pusat serta provinsi terus memperjuangkan agar ruas Sumber Jaya hingga Pura Mekar Kebun Tebu sampai Mutar Alam Air Hitam dapat tertangani.

“Berdoa dan berjuang itu seperti dua sisi mata uang, saling melengkapi,” ujar Parosil.

Momentum Ramadhan menjadi pengingat bahwa membangun daerah bukan hanya soal beton dan aspal, tetapi juga soal kesabaran, kebersamaan, dan niat tulus melayani masyarakat.

Satu tahun kepemimpinan periode kedua PM ini menjadi titik penguatan komitmen.

Meski tantangan fiskal membatasi gerak, arah pembangunan Lampung Barat tetap jelas: pemerataan, keberpihakan pada wilayah paling membutuhkan, dan sinegi eksekutif-legislatif.

Ramadhan datang membawa harapan, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, bersama Bupati Parosil dan Wakil Bupati Mad Hasnurin, menegaskan kesiapan: pembangunan akan terus dikuatkan, bertahap, terukur, dan merata.nsr)

Tinggalkan Balasan