YAPEN -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen bersama Panitia 1 Abad Pohon Terang menggelar Parade Santa Claus Tahun 2025 pada Senin, 1 Desember 2025. Kegiatan yang berlangsung meriah ini dilepas langsung oleh Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Roi Palunga bersama sama dengan ketua DPRK Yapen Ebzon Sembai, Wakil Ketua lll Bernad Worumi, Plh Sekda ( Asisten ll Setda) Oktavianus Ayorbaba dan Hamba hamba Tuhan yang hadir, dari Perempatan Distrik Angkaisera menuju Kota Serui.
Dalam sambutannya sebelum melepas parade, Wakil Bupati Roi Palunga menyampaikan bahwa kegiatan ini digelar sebagai wujud sukacita dan rasa syukur dalam menyambut peringatan kelahiran Juru Selamat dunia. “Parade ini kita lakukan untuk merayakan bulan penuh rahmat dan sukacita. Semoga membawa kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat Kepulauan Yapen,” ujarnya.
Wabup juga mengingatkan seluruh peserta parade agar tetap tertib dan menjaga keselamatan selama perjalanan. Pelepasan parade turut didampingi Ketua DPRK serta Plh Sekda Kepulauan Yapen.
Setelah menempuh rute dari Manawi, Distrik Angkaisera, dan berakhir di Lapangan Alun-Alun Kota Serui, rangkaian acara dilanjutkan dengan penyerahan simbolis insentif kepada lima perwakilan agama di wilayah tersebut. Selain itu, sejumlah kegiatan lain juga digelar, termasuk Malam Renungan AIDS Nusantara.
Dalam kegiatan tersebut, Sekretaris KPA Kepulauan Yapen, dr. Andi, memaparkan data kasus HIV di daerah itu. Per September 2025 tercatat 2.962 kasus kumulatif, dengan 1.590 di antaranya telah mendapatkan pengobatan. Sebanyak 63,90 persen kasus masih belum tertangani.
Di kesempatan berbeda, Wabup Roi Palunga menegaskan bahwa tingginya angka kasus HIV/AIDS menempatkan Kepulauan Yapen pada posisi keempat di Provinsi Papua, setelah Biak Numfor, Kabupaten Jayapura, dan Kota Jayapura. Ia menilai kondisi ini sebagai tantangan serius bagi seluruh pihak.
“Ini menjadi tanggung jawab bersama—pemerintah daerah, tenaga kesehatan, mitra pembangunan, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga seluruh elemen masyarakat. Kita harus bekerja lebih serius dan ekstra,” tegasnya.
Wabup mengajak semua pihak memastikan layanan pencegahan, pemeriksaan, pengobatan, serta pendampingan bagi ODHA terus berjalan secara intensif dan berkelanjutan tanpa stigma dan diskriminasi. “Setiap orang berhak mendapatkan pelayanan kesehatan,” tambahnya.
Ia berharap Kepulauan Yapen dapat terus berkembang sebagai ‘kota kembang’, bukan menjadi tempat berkembangnya HIV/AIDS. Wabup menutup dengan imbauan agar edukasi dan kolaborasi diperkuat, serta setiap keluarga menjadi benteng utama pencegahan.(GM)