Rektor Unsri: Wisuda Bukan Akhir, Tapi Gerbang Awal Pengabdian

OGANILIR -(deklarasinews.com)- ‎Universitas Sriwijaya (Unsri) kembali mencatat momen penting dalam perjalanan akademiknya. Pada Rabu, 15 Oktober 2025, kampus kebanggaan Sumatera Selatan ini secara resmi melepas 899 wisudawan dan wisudawati dalam prosesi Wisuda ke-180 yang digelar di Gedung Auditorium Unsri, Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir.

‎‎Acara sakral tersebut dipimpin langsung oleh Rektor Unsri, Prof. Dr. Taufiq Marwa. Dengan penuh kebanggaan, ia menyaksikan satu per satu lulusan dari berbagai fakultas resmi menyandang gelar akademik dan siap memasuki dunia pengabdian.

‎‎Harapan Besar untuk Para Lulusan

‎‎Usai prosesi wisuda, Rektor Unsri menyampaikan pesan penuh makna. Ia menegaskan bahwa momen ini merupakan saat yang paling dinanti oleh para lulusan, bukan hanya sebagai simbol akhir pendidikan, tetapi juga sebagai gerbang awal menuju dunia kerja dan pengabdian.

‎‎ “Momen ini tampaknya sudah lama ditunggu-tunggu oleh para wisudawan. Ada harapan besar agar mereka segera terjun dan berkarya di dunia kerja,” ujarnya.

‎‎Ia menegaskan, setelah prosesi wisuda, para alumni langsung menerima ijazah tanpa menunggu lama. Dengan demikian, lulusan Unsri bisa segera mendaftar pekerjaan ataupun melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi tanpa hambatan administratif.

‎‎ “Semoga mereka bisa diterima di tempat terbaik. Dan bagi yang ingin melanjutkan studi, kami doakan sukses dan lancar,” tambah Taufiq.

‎‎Lebih lanjut, Prof. Taufiq menyampaikan bahwa pendidikan di tingkat Diploma dan Strata Satu bukan hanya soal gelar, tetapi merupakan bekal dasar untuk membentuk cara berpikir dan karakter lulusan agar siap menghadapi tantangan di lingkungan masyarakat.

‎‎ “Kami berharap ilmu dasar yang mereka peroleh mampu menjadi fondasi untuk pengembangan diri di masa depan,” ungkapnya.

‎‎Wisuda kali ini juga menjadi sorotan publik karena turut diikuti oleh sejumlah pejabat pemerintahan. Salah satunya adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan, H. Edward Chandra, yang berhasil menuntaskan pendidikan Program Doktor Administrasi Publik di Unsri.

‎‎Selain Edward Chandra, beberapa pejabat eselon III di lingkungan pemerintahan juga tercatat sebagai peserta wisuda, menunjukkan tingginya kepercayaan aparatur negara terhadap kualitas pendidikan di Unsri.

‎‎Dalam kesempatan yang sama, Rektor Unsri menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepercayaan para pejabat yang memilih Unsri sebagai tempat mereka melanjutkan pendidikan. Menurutnya, semangat belajar sepanjang hayat adalah bentuk teladan yang patut diapresiasi.

“Belajar sepanjang hayat adalah prinsip yang harus dijaga. Kami bangga Unsri menjadi pilihan mereka untuk menambah wawasan dan kapasitas,” tutupnya.‎(Ning)

Tinggalkan Balasan