SERUI -(deklarasinews.com)- Dunia pendidikan di Kabupaten Kepulauan Yapen kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Lima siswa SMA Kristen Kasih Bangsa (SKKB) Serui berhasil meraih Gold Medal dan Myso Special Award pada ajang World Invention Competition and Exhibition (WICE) 2025 yang berlangsung di SEGi University, Malaysia pada 21–24 September 2025.
Prestasi ini merupakan buah dari penelitian mereka berjudul E-SATE DP (Effects of Salinity, Temperature, DO and pH on Perkinsus Parasite), sebuah riset yang menyoroti keberadaan parasit Perkinsus yang ditemukan di perairan Kampung Sarawandori. Parasit ini berpotensi menyerang kerang/bia bakau (Polymesoda erosa) yang menjadi bagian penting dari ekosistem mangrove.

Sebelum berangkat ke Malaysia, para siswa dan guru pembimbing terlebih dahulu melakukan audiensi sekaligus mempresentasikan penelitian mereka di hadapan Bupati Kepulauan Yapen Benyamin Arisoy, Wakil Bupati Roi Palunga, dan jajaran pimpinan OPD di ruang rapat Sekretariat Daerah pada 9 September 2025.
Dalam kesempatan itu, Bupati Benyamin menegaskan bahwa penelitian yang dilakukan para siswa sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan lingkungan, khususnya terkait sistem pembuangan sampah di TPA Sarwandori dan Aromarea.
“Dampak TPA sangat besar terhadap kesehatan masyarakat, mulai dari diare hingga penyakit kulit akibat air yang tercemar. Hasil penelitian siswa ini bisa menjadi pembanding berharga untuk kondisi di Sasawa, Ransarnoni, bahkan hingga Ansus,” ujar Bupati Benyamin.
Ia juga menegaskan perlunya langkah serius menghentikan sistem open dumping serta mengkaji lokasi TPA baru agar tidak menimbulkan pencemaran serupa.
Setelah berhasil meraih penghargaan di Malaysia, kelima siswa pulang dengan penuh kebanggaan. Kedatangan mereka disambut meriah dalam sebuah acara penyambutan di Gedung Silas Papare, Serui, pada Sabtu (27/9/2025).

Acara tersebut dihadir langsung mewakili Bupati Kepulauan Yapen Benyamin Arisoy dan Wakil Bupati Roi Palunga, Plt Sekretaris Daerah Harold Weno didampingi Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan CH Marani, Plt Kepala Bappeda Saskar Paiderow, Staf Ahli Bupati Edi N. Mudumi, hadir pula para guru, orang tua siswa, serta keluarga besar SMA Kristen Kasih Bangsa.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Plt Sekda Harold Weno, ditegaskan bahwa capaian ini adalah bukti nyata kualitas generasi muda Yapen.
“Prestasi ini adalah bukti bahwa anak-anak Kepulauan Yapen mampu bersaing di level dunia. Buktinya, ajang WICE ini rupanya bukan ajang bilateral antara Indonesia dan Malaysia, tetapi kompetisi yang diikuti lebih dari 200 sekolah dari berbagai negara. Yapen mampu bersaing di antara mereka dan berhasil membawa pulang medali emas serta penghargaan khusus dari WICE,” ungkap Harold Weno.
Ia menambahkan, prestasi ini harus menjadi motivasi bagi seluruh pelajar di Kepulauan Yapen untuk terus belajar, berkarya, dan membuktikan diri di tingkat nasional maupun internasional.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepulauan Yapen, CH. Marani, menegaskan bahwa prestasi ini adalah sebuah capaian istimewa yang memberikan warna baru bagi dunia pendidikan Yapen.
“Walaupun SMA Kristen Kasih Bangsa masih baru, tetapi mereka mampu menembus ajang internasional dan membawa pulang medali emas. Ini luar biasa. Dengan prestasi ini, kita ingin mengembalikan Serui sebagai kota pendidikan Odo yang pernah berjaya dan kini harus kembali dikenal dunia,” ungkapnya penuh semangat.

Ia menambahkan, keberhasilan ini membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi. Justru dengan kreativitas, kerja keras, dan semangat, pelajar Yapen mampu tampil sejajar bahkan lebih unggul dari peserta lain di tingkat internasional.
Kepala Sekolah SMA Kristen Kasih Bangsa menjelaskan, penelitian ini dilakukan sejak Juni hingga Desember 2024 dengan melibatkan 135 sampel kerang bakau, air laut, serta wawancara dengan petani kerang di Kampung Aromarea.
Meski menghadapi banyak keterbatasan fasilitas, semangat siswa dan dukungan sekolah membuat penelitian tetap berjalan. Laboratorium sederhana bahkan disulap dari ruang kosong di sekolah. Beberapa peralatan, termasuk mikroskop, harus dipinjam atau dipesan secara mandiri.
“Semua proses ini menjadi bukti bahwa keterbatasan bisa diatasi dengan kerja sama dan kreativitas. Hasilnya, siswa-siswa kami mampu membuktikan diri di level dunia,” ungkap Kepala Sekolah.
Ajang WICE 2025 ini merupakan kali kedua SMA Kristen Kasih Bangsa mengikuti kompetisi internasional. Tahun sebelumnya, sekolah ini berhasil meraih medali perak, dan pada tahun ini naik level dengan medali emas serta penghargaan khusus.
Bupati Benyamin menegaskan bahwa prestasi ini bukan hanya tentang medali, tetapi juga memberikan rekomendasi penting bagi kebijakan konservasi lingkungan di Kepulauan Yapen.
“Melalui penelitian ini, kita diingatkan untuk terus menjaga kelestarian lingkungan, karena dampaknya langsung pada kesehatan dan kehidupan masyarakat. Prestasi ini adalah inspirasi bagi kita semua bahwa Yapen bisa,” tegasnya.