SERUI -(deklarasinews.com)- Aksi Demo Damai Yapen Lapar yang digelar masyarakat dan tokoh adat di Kota Serui, Rabu (3/9/2025), menjadi momentum bagi Bupati Kepulauan Yapen, Benyamin Arisoy, untuk menyampaikan kondisi keuangan daerah sekaligus mengajak ASN dan seluruh masyarakat bersatu melewati masa sulit pada tahun 2025.
Dalam dialog bersama perwakilan pendemo di Gedung Silas Papare, Bupati menegaskan bahwa defisit APBD dan beban utang lama membuat ruang fiskal pemerintah terbatas. Akibatnya, banyak kebutuhan belum bisa dipenuhi cepat, termasuk pembayaran Tunjangan Penghasilan Berbasis Kinerja (TPB) ASN serta realisasi proyek pembangunan.

“Melalui demo ini saya ingin jujur, kita semua sedang menghadapi tahun yang berat. ASN dan masyarakat perlu mengerti bahwa kondisi ini bukan kesengajaan, tapi akibat beban lama yang kita tanggung bersama,” tegas Bupati.
Ia menambahkan, pemerintah tetap berkomitmen menata kembali manajemen keuangan, namun meminta dukungan penuh seluruh pihak agar tidak saling menyalahkan.
“Kalau kita bersatu dan sabar, saya percaya tahun 2026 akan ada harapan baru. Mari kita doakan sama-sama, supaya Yapen bisa keluar dari kondisi ini,” ujarnya.

Wakil Bupati Roi Palunga yang turut hadir menegaskan bahwa upaya perbaikan sedang dilakukan, mulai dari efisiensi belanja hingga penertiban pendapatan daerah. “Tahun ini kita harus menelan obat pahit, tapi itu untuk kesembuhan ke depan,” katanya.
Aksi Yapen Lapar berlangsung damai dan aspirasi masyarakat resmi diterima pemerintah daerah untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.