Ketika Seragam Loreng dan Jaket Almamater Berpadu: TMMD 129 Bojonegoro Jadi Ajang Gembleng Generasi Muda

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 yang digelar Kodim 0813 Bojonegoro terbukti tak sekadar tentang adukan semen, perbaikan jalan, atau pembangunan fisik semata.

Lebih jauh dari itu, TMMD hadir sebagai wadah hangat tempat bertemunya semangat kepemimpinan, pengabdian, dan pembelajaran bagi generasi muda.

Suasana penuh keakraban itu terpancar jelas di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (2/8/2026).

Komandan Satuan Setingkat Kompi (SSK) Satgas TMMD, Lettu Ckm Purnomo, hadir di tengah-tengah para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-TK) 01 Universitas Bojonegoro (Unigoro) untuk memberikan pengarahan, motivasi, sekaligus pendampingan langsung.

Dalam tatap muka yang akrab dan komunikatif tersebut, Lettu Ckm Purnomo menekankan bahwa masa KKN adalah momentum emas bagi mahasiswa untuk menyelami realitas kehidupan masyarakat desa secara langsung.

Menurutnya, pemuda adalah kunci perubahan yang mampu menyuntikkan gagasan segar dan inovasi di wilayah pedesaan.

“Jadikan KKN ini sebagai pengalaman berharga. Belajarlah dari masyarakat, hormati budaya setempat, dan berikan kontribusi terbaik sesuai kemampuan yang dimiliki. Kehadiran mahasiswa harus mampu memberikan manfaat serta meninggalkan kesan positif bagi desa,” tegas Lettu Ckm Purnomo di hadapan puluhan mahasiswa.

Tak hanya itu, ia juga mengingatkan para mahasiswa untuk senantiasa menjaga etika, mengedepankan tanggung jawab, dan melatih kemampuan berkomunikasi dengan warga sekitar.

Selain aspek kepemimpinan, pesan utama yang ditanamkan adalah nilai gotong royong roh utama yang menjaga keberhasilan TMMD selama ini.

“Sinergi antara TNI, mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat akan menghasilkan dampak yang jauh lebih besar bagi pembangunan desa,” tambah Lettu Purnomo.

Amanat tersebut disambut hangat dan antusias oleh para mahasiswa KKN-TK 01 Unigoro.

Kehadiran Satgas TMMD membakar semangat mereka untuk tidak hanya menjalankan program kampus, tetapi juga aktif berkolaborasi dalam berbagai aksi sosial, pembangunan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Kesongo.

Melalui pendampingan ini, TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro kembali membuktikan bahwa batas antara aparat, akademisi, dan masyarakat bisa dilebur demi satu tujuan bersama: kemajuan desa.

Kolaborasi manis antara seragam loreng TNI dan almamater mahasiswa ini menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan tak hanya menyasar infrastruktur jalan dan fasilitas umum, melainkan juga investasi jangka panjang pada human capital mencetak generasi muda yang berkarakter, berjiwa sosial tinggi, dan siap mengabdi untuk bangsa.

Saat Bintang Satu dan Warga Bersujud Bersama: Potret Kebersamaan Tim Wasev TMMD 129 Bojonegoro di Desa Kesongo

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Suasana di Masjid Nur Rohman, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, tampak berbeda dari biasanya pada Jumat (31/7/2026).

Di antara deretan shaf jamaah yang memenuhi ruang utama hingga serambi masjid, terlihat perpaduan hangat antara seragam loreng TNI dan pakaian koko warga setempat yang duduk berdampingan dengan khusyuk.

Momen hangat ini tercipta di sela-sela kunjungan kerja Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129.

Rombongan yang dipimpin langsung oleh Ketua Tim Wasev TMMD, Direktur Pembinaan Teritorial (Dir Binter) Ster TNI, Brigjen TNI M. Herry Subagyo, S.I.P., bersama Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0813/Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, melebur tanpa sekat untuk menunaikan ibadah Sholat Jumat bersama masyarakat pelosok desa.

Kehadiran jenderal berbintang satu beserta jajarannya di tengah warga desa bukan sekadar pemandangan formal prajurit yang tengah bertugas.

Sejak melangkahkan kaki di halaman masjid, senyum ramah dan sapa hangat terpancar jelas dari para perwira tinggi dan pimpinan satgas tersebut.

Kedekatan spiritual dan emosional kian terasa saat ibadah berlangsung. Petinggi TNI dan warga berdiri bahu-membahu, bersujud dalam shaf yang sama, menyimbolkan kesetaraan serta kedekatan yang telah mengakar erat antara prajurit TNI dan rakyat.

Kehangatan tersebut tidak berhenti saat salam penutup Sholat Jumat diucapkan. Di pelataran masjid, suasana kekeluargaan kian menyeruak.

Tim Wasev TNI memberikan perhatian penuh dengan menyerahkan bantuan sarana ibadah berupa karpet sajadah untuk Masjid Nur Rohman.

Senyum meriah dan keceriaan anak-anak desa serta para tokoh masyarakat pecah saat berfoto bersama, mengepalkan tangan penuh semangat di hadapan kamera.

Rasa syukur dan haru tak mampu disembunyikan oleh Takmir Masjid Nur Rohman, Mustaman. Bagi warga Desa Kesongo, kedatangan pimpinan tinggi TNI yang mau duduk bersila dan beribadah bersama merupakan momen yang sangat berkesan dan langka.

“Ini menjadi kebanggaan luar biasa bagi kami. Tidak setiap hari masjid kampung kami dikunjungi pimpinan tinggi TNI. Kehadiran beliau-beliau merupakan kehormatan besar bagi seluruh jamaah dan warga Desa Kesongo,” tutur Mustaman dengan nada haru.

Mustaman menambahkan bahwa kehadiran Program TMMD ke-129 di desanya memberikan wujud nyata dari makna “TNI Manunggal dengan Rakyat”.

Menurutnya, TNI tidak hanya hadir membawa pembangunan fisik seperti jalan dan sarana umum, tetapi juga menyentuh aspek rohani serta nilai kemanusiaan yang mendalam.

Usai ibadah Sholat Jumat dan bersilaturahmi dengan warga, Brigjen TNI M. Herry Subagyo bersama Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto melanjutkan agenda peninjauan ke sejumlah sasaran fisik maupun non-fisik Program TMMD ke-129 di wilayah Kesongo.

Peninjauan lapangan ini dilakukan untuk memastikan seluruh pengerjaan infrastruktur berjalan presisi, tepat waktu, dan benar-benar siap memberikan dampak ekonomi serta kesejahteraan jangka panjang bagi warga desa.

Momentum sederhana di Jumat berkah tersebut menguji dan membuktikan kembali bahwa esensi utama TMMD bukan sekadar adukan semen atau megahnya bangunan fisik.

Lebih dari itu, TMMD adalah tentang merajut ikatan kekeluargaan, merawat kebersamaan, serta menyalakan api gotong royong di seluruh pelosok negeri.

Potret Hangat TMMD 129 Bojonegoro: Kala Prajurit TNI Jadi Sahabat Anak-Anak Desa Kesongo

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Di balik deru mesin dan peluh keringat pembangunan infrastruktur TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, terselip kisah humanis yang menyentuh hati.

Di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, program TMMD tidak hanya membangun jalan dan jembatan, tetapi juga jembatan hati antara TNI dan masyarakat, terutama anak-anak.

Sebuah momen sederhana namun penuh makna terekam kamera, saat Komandan SSK Satgas TMMD ke-129, Lettu Ckm Purnomo, bersama Babinsa Desa Kesongo, Serka Lasmidi, menyempatkan diri bercengkrama dengan anak-anak desa sebelum menunaikan ibadah sholat

Pemandangan ini seakan menghapus imej kaku dan formal yang sering melekat pada sosok prajurit, Minggu (2/8/2026).

Saat Lettu Purnomo dan Serka Lasmidi tiba, sejumlah anak dengan penuh antusias menghampiri. Tak ada rasa sungkan atau takut, justru senyum sumringah terpancar dari wajah-wajah polos mereka.

Dua prajurit itu pun menyambut hangat. Dengan sabar mereka melayani celotehan ringan, menyapa satu per satu, dan memberikan perhatian kepada anak-anak yang terlihat senang bisa berada di dekat “om tentara”.

Bagi anak-anak Desa Kesongo, personel TNI bukan lagi sekadar sosok yang membangun infrastruktur di desa mereka. Mereka kini adalah figur sahabat, kakak, atau paman yang mudah diajak berinteraksi dan dekat.

Komandan SSK Satgas TMMD, Lettu Ckm Purnomo, menegaskan bahwa kedekatan dengan masyarakat, termasuk anak-anak, adalah esensi dari semangat Kemanunggalan TNI dan Rakyat, yang merupakan ruh utama dari setiap pelaksanaan TMMD.

“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Kami ingin mereka merasa dekat dengan TNI, tidak sungkan, dan melihat bahwa prajurit selalu hadir untuk masyarakat,” ujar Lettu Purnomo.

“Momen sederhana seperti berbincang bersama mereka menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami,” tambahnya.

Senada dengan itu, Babinsa Desa Kesongo Serka Lasmidi menambahkan bahwa interaksi semacam ini adalah bagian integral dari tugas Babinsa dalam membangun komunikasi sosial dengan semua lapisan masyarakat.

“Kedekatan dengan anak-anak maupun warga menjadi modal penting untuk mempererat hubungan TNI dan masyarakat,” kata Serka Lasmidi.

“Kami berharap kehadiran Satgas TMMD tidak hanya meninggalkan hasil pembangunan fisik, tetapi juga kenangan baik dan semangat kebersamaan bagi warga Desa Kesongo,” imbuhnya.

Melalui momen penuh kehangatan ini, TMMD ke-129 kembali membuktikan bahwa pengabdian TNI tidak hanya diwujudkan melalui beton dan infrastruktur lainnya, tetapi juga lewat sentuhan kemanusiaan yang mampu menumbuhkan rasa aman, nyaman, dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Merajut Masa Depan Sejahtera: Harmoni TNI, Pemdes dan Warga di TMMD 129 Bojonegoro

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Suasana hangat dan penuh semangat kekeluargaan melingkupi Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur

Rombongan Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 hadir meninjau secara langsung geliat pembangunan yang tengah mentransformasi desa tersebut menjadi lebih berdaya dan sejahtera.

Sejak langkah pertama rombongan tiba hingga penutupan seluruh rangkaian agenda, pemandangan indah tentang sinergi antar-elemen pemerintah dan TNI tersaji nyata.

Camat Kedungadem, Sahlan, bersama Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, tampak setia dan sigap mendampingi Ketua Tim Wasev TMMD, Direktur Pembinaan Teritorial (Dir Binter) Ster TNI, Brigjen TNI M. Herry Subagyo, S.I.P., yang hadir berdampingan dengan Komandan Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813/Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto.

Pendampingan erat ini bukan sekadar formalitas protokoler, melainkan bentuk komitmen kuat dan simbol sahih dari kokohnya pilar kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan pemerintah desa dalam menyukseskan seluruh program TMMD di Desa Kesongo.

Dalam kunjungan kerjanya, Tim Wasev menyisir berbagai sasaran fisik maupun non-fisik yang tengah dikerjakan secara gotong royong oleh personel Satgas TMMD dan warga lokal.

Rombongan tidak hanya memeriksa kualitas infrastruktur, tetapi juga melihat langsung fasilitas penunjang kemandirian desa, seperti sarana kesehatan dan pusat usaha ekonomi warga setempat.

Di sela-sela peninjauan fasilitas desa, Brigjen TNI M. Herry Subagyo dan Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto tampak berdialog ramah dengan perangkat desa dan masyarakat.

Kehadiran para pimpinan TNI ini memastikan bahwa setiap pengerjaan TMMD berjalan sesuai rencana dan benar-benar menjawab kebutuhan riil warga di lapangan.

Dikonfirmasi, Camat Kedungadem, Sahlan, menegaskan komitmen penuh jajarannya untuk mengawal pelaksanaan TMMD hingga tuntas.

Menurutnya, TMMD merupakan akselerator pembangunan kawasan perdesaan yang dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat.

“Kami siap terus mendukung TMMD agar seluruh program dapat selesai tepat waktu dan manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh warga,” tegas Sahlan, Minggu (2/8/2026)

Bagi masyarakat Desa Kesongo, kehadiran Satgas TMMD ke-129 dirasakan bak angin segar yang mewujudkan mimpi panjang mereka akan fasilitas desa yang representatif.

Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas perhatian besar TNI dan Pemkab Bojonegoro terhadap desanya.

“Kami mewakili seluruh warga Desa Kesongo mengucapkan terima kasih kepada TNI, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, dan seluruh pihak yang telah mendukung TMMD.

Kehadiran program ini menjadi berkah, karena pembangunan yang selama ini diimpikan masyarakat kini dapat terwujud,” ungkap Kusnadi penuh haru.

Kusnadi menambahkan, antusiasme warga yang turun langsung bahu-membahu bersama prajurit TNI setiap harinya menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong masih mengakar kuat di hati masyarakat Kesongo.

Kunjungan Tim Wasev TMMD ke-129 yang berlangsung dalam nuansa penuh keakraban ini menjadi momentum berharga untuk memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

TMMD tidak sekadar menghadirkan bangunan fisik atau perbaikan jalan, tetapi juga menyemai benih harapan, merawat persatuan, serta memperkokoh pondasi ekonomi masyarakat perdesaan secara berkelanjutan.

Kekompakan yang ditunjukkan oleh Camat Kedungadem, Kepala Desa Kesongo, jajaran TNI, serta seluruh warga Kesongo menjadi kunci utama terwujudnya desa yang mandiri, sejahtera, dan penuh daya hidup.

TMMD 129 Bojonegoro: Ketika Jenderal Bintang Satu Menunggang Trail Menembus Pelosok Kesongo Demi Senyum Warga

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Teriknya sengatan matahari siang di pedesaan Bojonegoro tak sedikit pun menyurutkan langkah prajurit dan para pimpinan TNI.

Demi memastikan roda pembangunan di pelosok desa berjalan presisi, Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 TA 2026, Brigjen TNI M. Herry Subagyo, S.I.P., turun langsung meninjau progres pengerjaan di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Ada pemandangan menarik dan penuh kehangatan saat peninjauan berlangsung. Didampingi Komandan Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813/Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, sang jenderal bintang satu memilih mengendarai motor trail menyusuri lorong-lorong desa dan jalur proyek TMMD.

Pilihan menunggangi roda dua jenis trail bukan tanpa alasan. Medan perdesaan yang khas dengan jalanan berdebu, berkelok, serta beberapa titik yang sukar dijangkau kendaraan roda empat dapat ditaklukkan dengan lebih lincah dan leluasa.

Perjalanan berdebu di bawah terik matahari tersebut menjadi bukti nyata keseriusan Tim Wasev.

Mereka tidak sekadar menerima laporan di balik meja, tetapi turun langsung memastikan setiap jengkal pembangunan fisik berjalan sesuai standar mutu, tepat waktu, dan memberikan manfaat nyata bagi warga lokal.

Di setiap sudut lokasi proyek yang disinggahi, Brigjen TNI M. Herry Subagyo tak ragu berhenti untuk menyapa dan berdialog hangat.

Perbincangan mengalir akrab, baik bersama personel Satgas TMMD yang berpeluh keringat, jajaran pemerintah daerah, hingga warga desa yang menyambut rombongan dengan senyum sumringah.

“Kita berharap apa yang sudah dilakukan oleh Kodim 0813 melalui kegiatan TMMD ini hasilnya benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Harapannya, pembangunan yang dilakukan juga mampu membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah sasaran,” ujar Brigjen TNI M. Herry Subagyo, S.I.P.

Ia menegaskan, setiap daerah memiliki karakteristik geografi dan kebutuhan masyarakat yang berbeda-beda. Oleh karena itu, pengawasan dilakukan secara objektif berdasarkan realitas di lapangan.

“Setiap kabupaten memiliki target sasaran yang berbeda-beda. Kami melihat kesesuaian dengan kebutuhan masyarakat serta kualitas pekerjaan yang nantinya menjadi acuan dalam menilai kinerja Satgas TMMD di masing-masing Kodim,” tambahnya.

Kehadiran Tim Wasev dengan cara yang sederhana dan merakyat ini memberikan dorongan semangat tersendiri bagi jajaran pemerintah kecamatan dan warga setempat.

Camat Kedungadem, Sahlan, mengungkapkan rasa optimisnya terhadap peninjauan langsung ini.

Kehadiran jajaran pimpinan TNI menjadi pemicu semangat untuk mempercepat penyelesaian proyek tanpa mengorbankan kualitas.

“Dengan adanya kegiatan pengawasan dan evaluasi dari Dirbinter Ster TNI, kami optimistis progres pembangunan akan semakin cepat dengan kualitas yang tetap terjaga, sehingga seluruh sasaran dapat selesai tepat waktu sesuai perencanaan,” ungkap Sahlan, Minggu (2/8/2026).

Menurut Sahlan, sentuhan pembangunan infrastruktur TMMD ke-129 ini bakal membawa dampak multiplier yang sangat besar bagi denyut nadi kehidupan warga Desa Kesongo.

“Pembangunan ini terutama sangat penting dalam memperlancar aktivitas sehari-hari warga, meningkatkan aksesibilitas antarwilayah, serta menjadi penggerak roda pertumbuhan ekonomi desa,” pungkasnya.

Kunjungan menggunakan motor trail di bawah terik Bojonegoro ini memancarkan pesan tersirat yang mendalam bahwa TNI Manunggal Membangun Desa bukan sekadar program pembangunan fisik, melainkan simfoni kebersamaan antara TNI dan rakyat.

Lewat kerja keras di lapangan dan pengawasan yang transparan serta humanis, TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro membuktikan komitmennya untuk menghadirkan pembangunan yang tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga kokoh, berkualitas, dan membawa senyum serta kesejahteraan jangka panjang bagi masyarakat Desa Kesongo dan sekitarnya.

Sinergitas Satgas TMMD 129 Bojonegoro dan Mahasiswa KKN-TK Unigoro Dongkrak Ekonomi Desa Kesongo

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Melimpahnya hasil panen pisang di pedesaan sering kali menyisakan cerita lama: harga yang anjlok saat panen raya tiba.

Namun, potensi lokal Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro ini kini tak lagi dipandang sebelah mata.

Lewat kolaborasi hangat dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 TA 2026, puluhan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Tematik Kolaboratif (KKN-TK) 01 Universitas Bojonegoro (Unigoro) bersama Satgas TMMD diajak mengolah komoditas pisang menjadi produk pangan bergengsi dan bernilai jual tinggi.

Bertempat di Balai Desa Kesongo pada Minggu (2/8/2026), suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh semangat.

Menghadirkan narasumber dari Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Gading, Kristianingsih, para mahasiswa dilatih mengolah tepung pisang menjadi beragam kreasi kuliner menarik seperti brownies, cookies, dan jajanan pasar modern yang tidak hanya lezat, tetapi juga kaya gizi.

Kristianingsih menjelaskan bahwa pisang dipilih karena ketersediaannya yang sangat melimpah di Desa Kesongo.

Menurutnya, pengolahan hasil panen menjadi bahan olahan turunan merupakan kunci utama menciptakan nilai tambah (added value).

“Ketika musim panen tiba, harga hasil pertanian sering mengalami penurunan. Jika diolah menjadi produk pangan, nilai jualnya akan meningkat sehingga mampu memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga,” ungkap Kristianingsih.

Ia juga mengapresiasi antusiasme para mahasiswa KKN Unigoro yang begitu aktif mengikuti setiap tahapan, mulai dari teknik adonan, pencetakan, hingga tata cara penyajian produk agar menarik secara visual.

Komandan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, yang turut mendampingi langsung kegiatan ini menegaskan bahwa pembangunan desa tidak melulu tentang fisik dan infrastruktur jalan, melainkan juga penguatan kapasitas ekonomi warga.

“Pelatihan kewirausahaan ini bertujuan membekali generasi muda dengan keterampilan praktis yang dapat diterapkan setelah kegiatan KKN berakhir,” jelas Lettu Ckm Purnomo.

Ia berharap, bekal keterampilan ini menjadikan mahasiswa sebagai motor penggerak (agent of change) yang mampu menularkan ilmunya kepada masyarakat setempat.

“Kami berharap ilmu yang diperoleh mahasiswa dapat dikembangkan dan diterapkan bersama masyarakat sehingga mampu melahirkan pelaku usaha baru yang mandiri serta meningkatkan kesejahteraan warga,” pungkasnya.

Melalui sinergi erat antara TNI, lembaga pelatihan, dan perguruan tinggi, TMMD ke-129 di Desa Kesongo membuktikan komitmen nyatanya dalam mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan.

Pemanfaatan potensi lokal yang dipadukan dengan kreativitas anak muda kini menjadi langkah awal dalam mencetak kemandirian ekonomi desa menuju masyarakat yang lebih sejahtera.

Kopi Tulus Ibu Muji: Bukti Kemanunggalan TNI-Rakyat di TMMD 129 Bojonegoro

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Suara deru mesin molen beton beradu dengan dentingan sekop di Dusun Mundu, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro, Minggu (2/8/2026).

Di bawah terik matahari Kabupaten Bojonegoro, puluhan pasang tangan sebagian berbalut seragam loreng TNI, sebagian lagi bertangan telanjang legam khas petani bahu-membahu.

Mereka tidak sedang berperang, melainkan sedang ‘menyerbu’ keterisolasian melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026.

Namun, di tengah kesibukan pengecoran jalan RT.017 RW.008 Dusun Mundu itu, tersaji sebuah pemandangan yang menyejukkan hati.

Bukan tentang seberapa cepat beton mengeras, melainkan tentang seberapa hangat hubungan manusia yang terjalin.

Adalah Ibu Muji Utami, seorang warga setempat, yang mencuri perhatian. Di sela-sela deru pekerjaan, ia mendekat dengan senyum tulus, membawa baki berisi cangkir-cangkir kopi hangat.

Tanpa canggung, ia menyuguhkan minuman penyegar raga itu kepada para personel Satgas TMMD yang tengah bermandikan keringat.

Secangkir kopi itu bukan sekadar minuman biasa. Ia menjelma menjadi simbol kedekatan, rasa terima kasih, dan penghormatan yang mendalam dari masyarakat kepada para prajurit yang bekerja tanpa lelah membangun desa mereka.

Bagi Ibu Muji, kehadiran program TMMD adalah berkah yang nyata. Jalan di depan rumahnya, yang selama ini menjadi sumber debu saat angin kemarau bertiup dan mengganggu aktivitas warga, kini bertransformasi menjadi jalan beton yang kokoh.

“Saya sangat senang dengan adanya pembangunan ini. Jalan di depan rumah saya sekarang jauh lebih bagus. Nantinya tidak lagi berdebu saat musim kemarau,” ungkap Muji dengan mata berbinar penuh syukur.

Keakraban yang tercipta antara Ibu Muji dan para prajurit menegaskan kembali esensi sejati dari TMMD.

Program ini bukan melulu soal target fisik seperti panjang jalan, jumlah jembatan, atau renovasi rumah.

TMMD adalah tentang merajut kembali simpul-simpul kebersamaan dan kepedulian antara TNI dengan rakyat, yang merupakan ruh pertahanan negara.

Suasana humanis di Dusun Mundu ini juga dirasakan betul oleh para prajurit di lapangan.

Komandan SST-1 SSK Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letda Inf Ady Yuniarto, mengakui, antusiasme warga adalah suntikan moral terbesar bagi pasukannya.

Bagi Letda Ady, dukungan masyarakat tidak melulu harus besar. Hal-hal sederhana seperti suguhan minuman, tumpangan tenaga, hingga sekadar sapaan penyemangat adalah energi tak kasat mata yang membuat lelah para prajurit sirna.

“Semangat gotong royong dan kepedulian masyarakat seperti yang ditunjukkan Ibu Muji menjadi energi bagi kami. TMMD bukan hanya membangun jalan, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” tegas Letda Inf Ady Yuniarto.

Ia berharap, sinergi yang terbangun di Desa Kesongo ini dapat terus terjaga dan hasil pembangunan fisik yang dilakukan dapat memberikan manfaat jangka panjang, terutama dalam meningkatkan kenyamanan dan mobilitas warga dalam beraktivitas sehari-hari.

Melalui TMMD ke-129, Kodim 0813 Bojonegoro kembali membuktikan komitmennya untuk menghadirkan pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus merawat hubungan harmonis TNI-Rakyat.

Dan dari secangkir kopi hangat di tengah debu pengecoran jalan Dusun Mundu Desa Kesongo, kita belajar bahwa gotong royong dan persaudaraan di negeri ini masih tumbuh sangat kuat.

Hadapi Ancaman El Niño, Polda Lampung Perkuat Kesiapsiagaan Nasional Antisipasi Karhutla

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Menghadapi ancaman musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Niño, Polda Lampung memperkuat kesiapsiagaan seluruh kekuatan lintas sektor guna mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Melalui Apel Kesiapsiagaan Bencana Karhutla Tahun 2026 yang dipimpin Wakapolda Lampung Brigjen Pol. Sumarto di Lapangan Apel Mapolda Lampung, Senin (3/8/2026), Polri menegaskan komitmennya mengedepankan pencegahan sebagai strategi utama untuk melindungi masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, serta mendukung ketahanan nasional.

Apel kesiapsiagaan tersebut menjadi momentum konsolidasi personel TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, BMKG, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun sistem penanggulangan Karhutla yang terpadu, cepat, dan efektif menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga September 2026.

Dalam amanat Kapolda Lampung yang dibacakan Wakapolda, ditegaskan bahwa fenomena El Niño harus direspons dengan kesiapan maksimal melalui penguatan deteksi dini, patroli terpadu, respons cepat terhadap setiap titik panas, serta edukasi berkelanjutan kepada masyarakat agar kebakaran dapat dicegah sebelum meluas.

Berdasarkan data Dashboard Lancang Kuning Polda Lampung, sejak 1 Januari hingga 30 Juli 2026 terpantau sebanyak 1.070 hotspot, terdiri atas 1.005 titik kategori medium dan 43 titik kategori high confidence.

Data tersebut menjadi dasar penentuan prioritas pengamanan di sejumlah wilayah rawan, seperti Way Kanan, Lampung Timur, Lampung Tengah, Tulang Bawang, dan Lampung Utara.

Selain menyiagakan personel, Polda Lampung memastikan kesiapan seluruh sarana dan prasarana penanggulangan Karhutla, mulai dari embung, kendaraan water cannon, mobil tangki air, mesin pompa, hingga perlengkapan pendukung lainnya.

Pemanfaatan teknologi melalui Dashboard Lancang Kuning Polri, SIPONGI Kementerian Kehutanan, serta data hotspot BMKG terus dioptimalkan guna mempercepat deteksi dan penanganan awal di lapangan.

Wakapolda Lampung Brigjen Pol. Sumarto menegaskan bahwa keberhasilan mencegah Karhutla hanya dapat dicapai melalui sinergi seluruh elemen bangsa.

“Kesiapsiagaan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi komitmen nyata untuk melindungi masyarakat dan lingkungan. Seluruh personel harus mampu bergerak cepat, memperkuat sinergi dengan seluruh stakeholder, serta mengedepankan pencegahan sebagai langkah utama agar kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah sejak dini,” tegasnya.

Ia menambahkan, Polda Lampung tidak hanya mengedepankan langkah preventif melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, tetapi juga akan melakukan penegakan hukum secara profesional, tegas, dan berkeadilan terhadap setiap pelaku pembakaran hutan dan lahan sebagai bentuk perlindungan terhadap keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol. Yuni Iswandari Y, mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berperan aktif mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan dengan tidak membuka lahan menggunakan cara dibakar.

Menurutnya, upaya pencegahan akan lebih efektif apabila didukung kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena selain berpotensi memicu kebakaran yang meluas, tindakan tersebut juga memiliki konsekuensi hukum.

Mari bersama-sama menjaga lingkungan dengan mengedepankan cara-cara yang aman dan ramah lingkungan demi melindungi hutan, lahan, serta keselamatan masyarakat,” ujar Kabid humas.

Yuni juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak perubahan iklim akibat fenomena El Niño.

Cuaca panas berkepanjangan berpotensi memengaruhi kondisi kesehatan, sehingga masyarakat diimbau mencukupi kebutuhan cairan tubuh, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat suhu sedang tinggi, menggunakan masker apabila kualitas udara menurun akibat asap, serta segera melaporkan kepada aparat kepolisian atau pemerintah setempat apabila menemukan titik api maupun indikasi kebakaran hutan dan lahan.

“Perubahan iklim merupakan tantangan bersama. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat menjadi bagian dari upaya pencegahan dengan menjaga kesehatan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta segera melaporkan apabila menemukan potensi Karhutla. Sinergi antara masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk menjaga Lampung tetap aman, sehat, dan bebas dari bencana kebakaran hutan dan lahan,” tutup Yuni.

Melalui Apel Kesiapsiagaan Karhutla Tahun 2026, Polda Lampung menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi bersama TNI, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, BMKG, serta seluruh pemangku kepentingan dalam membangun sistem mitigasi bencana yang terintegrasi.

Langkah tersebut merupakan implementasi nyata Polri Presisi dalam mendukung agenda nasional pengendalian Karhutla, menjaga stabilitas keamanan, melindungi ketahanan pangan, serta memastikan masyarakat tetap aman di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin kompleks.(red)

Tim URC Polsek Katibung Bekuk Pelaku Jambret Tas Mahasiswi di Jalinsum

KATIBUNG -(deklarasinews.com)- Tim URC Opsnal Reskrim Polsek Katibung berhasil mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan (jambret) yang menyasar seorang mahasiswi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Desa Babatan, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan. Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap seorang pelaku dan berhasil mengamankan hampir seluruh barang milik korban.

Kapolsek Katibung IPTU Dita Hidayatullah, S.H., M.H. membenarkan pengungkapan kasus tersebut. Ia mengatakan, pelaku berinisial M.S. (33), warga  Cinta Maya, Desa Tarahan, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, berhasil diamankan setelah Tim URC melakukan serangkaian penyelidikan pascakejadian.

“Pelaku berhasil kami identifikasi dari hasil penyelidikan dan langsung diamankan bersama barang bukti. Saat diinterogasi, pelaku mengakui telah melakukan aksi penjambretan terhadap korban di Jalan Lintas Sumatera, Desa Babatan,” ujar Dita.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 20.30 WIB. Korban, VAH (23), menjadi sasaran penjambretan saat melintas di Jalan Lintas Sumatera, Desa Babatan, Kecamatan Katibung.

Tas tersebut berisi dua unit telepon genggam, yakni iPhone XR dan Vivo Y30, serta uang tunai Rp2.500.000. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp8 juta dan melaporkan peristiwa itu ke Polsek Katibung.

“Modus yang digunakan pelaku adalah memepet kendaraan korban di jalan raya kemudian merampas tas yang sedang dibawa korban. Dari hasil pengembangan, sebagian besar barang milik korban berhasil kami amankan sehingga dapat dijadikan barang bukti dalam proses penyidikan,” kata Dita.

Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan tas wanita warna putih, dua unit handphone milik korban, dompet warna merah muda berisi KTP korban, serta uang tunai Rp2.276.000 yang merupakan bagian dari hasil kejahatan.

“Atas perbuatannya, tersangka kami proses sesuai Pasal 479 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana mengenai pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 9 tahun,” tegas Dita.

Selain barang milik korban, polisi turut menyita satu unit sepeda motor Yamaha Mio warna hijau BE 3646 EK yang digunakan pelaku saat beraksi, satu potong jaket warna hitam, dan satu celana jeans biru dongker yang dikenakan ketika melakukan penjambretan.

Saat ini tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Polsek Katibung untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polres Lampung Selatan mengimbau masyarakat agar segera melaporkan setiap tindak pidana melalui layanan Kepolisian 110 atau kantor polisi terdekat agar dapat segera ditindaklanjuti. (Cak Ton)

Tingkatkan Harkamtibmas, Personel Komposit Gegana Brimob Lampung Gelar Patroli Dialogis di Pusat Keramaian dan Rumah Ibadah

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Personel siaga komposit Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Lampung melaksanakan kegiatan patroli dialogis di sejumlah titik strategis di wilayah Kota Bandar Lampung guna menjaga pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas). Kegiatan yang dipimpin oleh Brigpol Bagus Arya ini menyasar pusat keramaian, pos kepolisian, hingga rumah ibadah guna memastikan situasi wilayah tetap kondusif bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Minggu, 2 Agustus 2026

Rangkaian patroli diawali dengan menyambangi Masjid Al Bakri Bandar Lampung untuk menjalin komunikasi dengan para jamaah serta warga sekitar. Setelah itu, personel bergerak menuju Pos Polisi Tanjung Karang Barat guna melakukan koordinasi kewilayahan serta memantau perkembangan situasi keamanan di area perkotaan. Langkah ini diambil sebagai bentuk deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan di titik-titik yang memiliki mobilitas tinggi.

Tim patroli kemudian melanjutkan penyisiran ke pusat ekonomi masyarakat di Pasar Bambu Kuning guna memberikan rasa aman kepada para pedagang dan pengunjung pasar. Lokasi terakhir yang menjadi sasaran patroli adalah Gereja Katedral, di mana personel melakukan dialog dengan pengurus rumah ibadah sebagai upaya memastikan keamanan dan kenyamanan umat dalam beribadah sekaligus memperkuat kerukunan antarumat beragama di Kota Tapis Berseri.

Dansat Brimob Polda Lampung Kombes Pol Yustanto Mujiharso mengungkapkan bahwa patroli dialogis merupakan langkah preventif yang mengedepankan sisi humanis kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan daerah. Pihaknya menegaskan bahwa kehadiran personel di lapangan bertujuan untuk menyerap informasi langsung dari masyarakat serta memberikan edukasi terkait pentingnya peran aktif warga dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing.

Ditempat Berbeda Danden Gegana Kompol Sonep menyampaikan, Melalui kegiatan rutin ini, diharapkan sinergitas antara Polri dan masyarakat semakin kuat sehingga tercipta situasi kamtibmas yang aman, damai, dan terkendali. Dengan terjaganya stabilitas keamanan, seluruh aktivitas sosial maupun ekonomi masyarakat di Kota Bandar Lampung diharapkan dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya hambatan yang berarti.(Red)