Pemulung di Bandar Lampung Ditangkap usai Cabuli Bocah 6 Tahun di Kamar Mandi Masjid

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Seorang pria berinisial YI (41), warga Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung, ditangkap polisi, lantaran diduga telah mencabuli seorang anak perempuan berusia 6 tahun di kamar mandi Masjid di wilayah Kecamatan Tanjung Senang.

Pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung itu diamankan Unit Reskrim Polsek Tanjung Senang usai aksinya diketahui orang tua korban dan warga sekitar.

Kapolsek Tanjung Senang, Iptu Andri Saputra, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (7/5/2026) sekitar pukul 17.30 WIB saat korban sedang berada di teras masjid.

“Pelaku melihat korban yang sedang berada di teras masjid, lalu mendekati dan langsung menggendong korban masuk ke kamar mandi masjid,” kata Iptu Andri, Jumat (15/5/2026).

Di dalam kamar mandi yang pintunya ditutup, pelaku diduga mencabuli korban.

Korban yang merasa ketakutan kemudian meminta untuk keluar dari kamar mandi. Setelah itu, pelaku melepaskan korban dan memberikan uang sebesar 4 ratus rupiah berupa dua keping uang logam pecahan 2 ratus rupiah.

“Pelaku sempat berpesan kepada korban agar tidak menceritakan kejadian tersebut kepada siapa pun,” ujarnya.

Usai keluar dari kamar mandi, korban langsung pulang dan menceritakan kejadian itu kepada ibunya. Mendengar pengakuan anaknya, orang tua dan saksi dilokasi langsung mendatangi pelaku yang saat itu masih berada di sekitar lokasi.

Pelaku kemudian diamankan oleh keluarga korban dan warga sekitar dan dibawa ke Mapolsek Tanjung Senang.

“Warga yang datang langsung ikut mengamankan pelaku. Tidak lama kemudian anggota piket Reskrim bersama Bhabinkamtibmas tiba di lokasi dan membawa pelaku ke Polsek Tanjung Senang untuk proses hukum lebih lanjut,” jelas Andri.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa satu stel pakaian korban dengan kondisi celana, pakaian milik pelaku, dua keping uang logam pecahan 2 ratus rupia

Saat ini pelaku telah ditahan di rutan Mapolsek Tanjung Senang dan dijerat Pasal 82 Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak junto Pasal 415 Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Peltu Wijianto Monitor Persiapan KDKMP di Way Halim

BANDAR LAMPUNG – (deklarasinews.com)– Semangat kebersamaan antara TNI dan rakyat kembali terlihat di Kelurahan Perumnas Way Halim, Kecamatan Way Halim, Bandar Lampung. Pagi ini, Peltu Wijianto, Babinsa setempat dari Koramil 410-04/TKT, memonitor langsung kegiatan pembersihan dan persiapan di titik KDKMP (Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih) Jalan Sumpah Pemuda. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 WIB hingga selesai itu berubah menjadi aksi gotong royong yang juga dihadiri oleh Dandim 0410/KBL serta sejumlah pejabat tinggi Kodam XXI/Radin Inten, Sabtu (15 Mei 2026).

“Kami ingin memastikan bahwa pusat kegiatan masyarakat ini benar-benar siap digunakan. Bukan hanya bersih, tapi juga representatif untuk berbagai kegiatan warga,” ujar Peltu Wijianto di sela-sela memantau pengecatan lis lantai gudang. Ia menjelaskan, persiapan ini meliputi pengecatan, perapian halaman parkir, pembersihan lantai keramik gerai, hingga pemasangan pompa air dan rak-rak gerai.

Yang menarik, hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 0410/KBL , Pabandya Komsos Kodam XXI/RI Letkol Inf Angki Setiadi, Mayor Inf Ahmad Sunarya, serta Pasi Ter dan Pasi Pers Kodim 0410/KBL. Kehadiran para perwira tinggi ini menunjukkan perhatian serius jajaran TNI terhadap pemberdayaan masyarakat hingga tingkat kelurahan.

Lurah beserta linmas Perumnas Way Halim, serta Ketua dan Pengurus Koperasi Merah Putih, juga turut serta dalam aksi bersih-bersih. Mereka bahu-membahu membersihkan area luar dan dalam gedung, memasang perangkat sound, serta merangkai rak gerai. Suasana penuh kekeluargaan tampak kental ketika para anggota Koramil bersama warga menyapu lantai keramik dan merapikan halaman parkir.

“Kami sangat terbantu. TNI tidak hanya hadir saat ada bencana, tapi juga dalam urusan keseharian warga seperti ini. Ini benar-benar membangun kebersamaan,” ujar Ketua Koperasi Merah Putih, yang juga ikut memantau pemasangan pompa air.

Kegiatan yang berlangsung aman dan lancar ini merupakan bagian dari program TNI Manunggal Air (membantu rakyat) dalam rangka menyiapkan sarana ekonomi dan sosial warga. Diharapkan, setelah rampung, gedung KDKMP dapat menjadi pusat pelatihan, pertemuan, dan kegiatan usaha koperasi yang memberdayakan masyarakat setempat.

“Kami akan terus mendampingi. Bukan hanya hari ini, tetapi sampai gedung ini benar-benar berfungsi optimal untuk kesejahteraan rakyat,” tegas Peltu Wijianto. Laporan terakhir diterima pukul 12.00 WIB, kegiatan persiapan masih berlangsung dengan semangat gotong royong yang terus membara.(Red)

Tim DVI Polri Rilis Daftar Nama Korban Kecelakaan Bus ALS di Muratara

PALEMBANG – (deklarasinews.com)– Polda Sumatera Selatan melalui Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri mengumumkan perkembangan signifikan dalam proses identifikasi korban kecelakaan maut Bus ALS di jalur Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), sebagai bentuk komitmen transparansi dan pelayanan kemanusiaan kepada keluarga korban.

Hingga Jumat, 15 Mei 2026, Tim Laboratorium DNA Biro Laboratorium Kedokteran dan Kesehatan Pusdokkes Polri bersama Bid Dokkes Polda Sumatera Selatan telah berhasil mengidentifikasi 11 jenazah tambahan melalui pemeriksaan DNA secara ilmiah, rigid, dan profesional.

Identifikasi dilakukan melalui pencocokan sampel DNA post mortem dari jenazah dengan sampel DNA ante mortem yang diberikan keluarga biologis korban. Seluruh proses dilakukan menggunakan standar forensik kedokteran kepolisian guna memastikan akurasi identitas sebelum diumumkan secara resmi kepada publik dan pihak keluarga.

Dengan tambahan 11 identifikasi terbaru tersebut, total korban yang telah berhasil teridentifikasi hingga saat ini mencapai 14 jenazah dari keseluruhan korban kecelakaan Bus ALS yang terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara, pada Rabu, 6 Mei 2026.

Berikut rincian identitas 11 jenazah korban yang berhasil diidentifikasi melalui metode DNA :

  1. ALDI SULISTIAWAN BIN ANWARUDIN, laki-laki, teridentifikasi sebagai anak biologis dari Anwarudin (AM 0001).
  2. HJ. SYAMSIAH BACHRI BINTI SAMAAH, perempuan, teridentifikasi sebagai ibu biologis dari Yoga Aulia Graha (AM 0006).
  3. ZULPAN EFENDI BIN GUSTI, laki-laki, teridentifikasi sebagai anak biologis dari Gusti Pulungan (AM 0011).
  4. AGUSTINA MAHARANI BINTI KAMBALI, perempuan, teridentifikasi melalui dua kantong jenazah PM62/C/MTR/0008 dan PM62/C/MTR/0008C sebagai anak biologis dari Kambali (AM 0002).
  5. MARTONI BIN MARDANI, laki-laki, teridentifikasi sebagai ayah biologis dari Rimba Bagas Kara (AM 0005).
  6. ARYANTO BIN YASIN, laki-laki, teridentifikasi sebagai ayah biologis dari Rangga Saputra (AM 0004).
  7. KLINTON WARDANA MARBUN BIN DOHAR SAUT MARBUN, laki-laki, teridentifikasi sebagai anak biologis dari Juliana Sianturi (AM 0010).
  8. BAHRUL ULUM, laki-laki, teridentifikasi sebagai adik kandung dari Misbah Sanjani (AM 0007).
  9. SYAFRUDDIN NST, laki-laki, teridentifikasi sebagai kakak kandung dari Ahmadi Sudarta NST (AM 0012).
  10. ALIF SUPRIYATIN, laki-laki, teridentifikasi sebagai anak biologis dari Kamisah (AM 0009).
  11. BUDIYANTO, laki-laki, teridentifikasi sebagai ayah biologis dari Siti Junainah (AM 0014).

Kepala Biro Laboratorium Kedokteran dan Kesehatan Pusdokkes Polri, Brigjen Pol Dr. dr. Sumy Hastry Purwanty, DFM., Sp.FM., menjelaskan bahwa proses identifikasi masih terus berlangsung terhadap tiga jenazah lainnya yang saat ini masih berada dalam tahap analisis laboratorium lanjutan.

“Seluruh pemeriksaan dilakukan melalui tahapan ilmiah yang ketat mulai dari ekstraksi DNA, kuantifikasi, profiling, hingga rekonsiliasi data ante mortem dan post mortem untuk memastikan identitas korban benar-benar akurat,” jelas Brigjen Pol Dr. dr. Sumy Hastry Purwanty, DFM., Sp.FM.

Wakapolda Sumatera Selatan Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., menegaskan bahwa Polda Sumatera Selatan berkomitmen menyelesaikan seluruh proses identifikasi secara cepat, profesional, dan humanis demi memberikan kepastian kepada keluarga korban.

“Kami memastikan seluruh tahapan penanganan korban kecelakaan ini dilakukan secara maksimal, mulai dari evakuasi, identifikasi, hingga pendampingan administrasi pemulangan jenazah kepada keluarga masing-masing,” tegas Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa keterbukaan informasi kepada publik menjadi bagian penting dalam penanganan musibah berskala besar tersebut.

“Kami memastikan seluruh proses identifikasi berjalan secara transparan, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan secara medis maupun hukum. Polda Sumsel juga terus memberikan pendampingan kepada keluarga korban selama proses pemulangan jenazah berlangsung,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Polda Sumatera Selatan kembali mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam insiden kecelakaan Bus ALS agar terus berkoordinasi dengan Posko DVI di RS Bhayangkara M. Hasan Palembang untuk membantu percepatan proses identifikasi terhadap korban yang masih belum teridentifikasi.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan kemanusiaan, kepastian informasi, serta penanganan profesional terhadap setiap peristiwa kecelakaan menonjol di wilayah Sumatera Selatan. (Ning)

Gunakan Modifikan Botol Minuman, Pria di Asahan Dibekuk Polisi, Dua Rekannya Masih Buron

ASAHAN -(deklarasinews.com)- Operasi penggerebekan narkotika kembali dilakukan kepolisian di wilayah Kabupaten Asahan. Unit Reskrim Polsek BP Mandoge berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu dan menangkap seorang tersangka, Jumat malam (15/5/2026). Namun, dua orang lainnya yang terlibat berhasil melarikan diri dan kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Penangkapan berlangsung sekitar pukul 20.30 WIB di Jalan Kampung Dusun XII, Desa BP Mandoge, Kecamatan BP Mandoge. Aksi kepolisian ini bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai lokasi tersebut kerap dijadikan jalur transaksi gelap narkotika.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Kapolsek BP Mandoge IPTU Erlyanto, SH langsung memerintahkan Kanit Reskrim IPDA Paris Sinurat, SH bersama tim opsnal untuk melakukan penyelidikan mendalam hingga melakukan tindakan undercover buy (pembelian tersamar) di lokasi.

Saat sedang melakukan pengintaian, petugas melihat dua pria datang berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Vario berwarna putih dengan gerak-gerik yang sangat mencurigakan. Saat tim berusaha melakukan penyergapan, kedua orang tersebut berusaha kabur, namun petugas sigap mengejar dan berhasil mengamankan satu orang berinisial AD (39). Sementara rekannya yang berinisial S berhasil meloloskan diri ke kawasan pemukiman warga.

Dari hasil penggeledahan pada tersangka dan di lokasi kejadian, petugas menemukan barang bukti berupa tiga bungkus kecil diduga narkotika jenis sabu yang disamarkan di dalam tisu putih. Tak hanya itu, polisi juga menyita sejumlah alat hisap yang sudah dirakit dari botol minuman bekas, kaca pirex, serta peralatan pendukung pemakaian narkotika lainnya.

Di dalam pemeriksaan, AD mengakui seluruh barang haram tersebut adalah miliknya dan diperoleh dari seseorang berinisial L. Atas pengakuan ini, polisi kini juga memasukkan nama L ke dalam daftar pencarian orang untuk dimintai pertanggungjawaban hukumnya.

Kapolsek BP Mandoge menyatakan bahwa saat ini tersangka AD beserta barang bukti telah diamankan di kantor polisi guna menjalani proses penyidikan. Selanjutnya, kasus ini akan diserahkan ke Satres Narkoba Polres Asahan untuk proses hukum lebih lanjut.

“Kami terus melakukan pengembangan kasus ini dan memburu kedua pelaku lain yang masih menjadi buronan. Kami tidak akan membiarkan peredaran narkoba meresahkan masyarakat,” tegas Kapolsek.

Polisi kembali mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif melaporkan setiap indikasi kejahatan narkotika demi menciptakan lingkungan yang aman dan bersih dari dampak destruktif obat terlarang.(Don)

Viral IRT di Way Kanan, Polda Lampung Kerahkan Tim Propam

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Polda Lampung merespons cepat beredarnya sebuah video viral seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) mengaku menjadi korban pemerasan oleh oknum polisi di wilayah Way Kanan setelah suaminya ditahan atas dugaan penimbunan BBM subsidi jenis Pertalite.

Dalam video berdurasi kurang dari dua menit tersebut, sang ibu mengenakan baju bermotif batik ini menyebut bahwa dirinya adalah pedagang eceran kecil yang menjual Pertalite untuk membantu warga sekitar yang jauh dari SPBU.

Selain itu, ​ia juga mengaku dimintai uang sebesar Rp50 juta oleh oknum di Polsek Pakuan Ratu agar suaminya bisa dibebaskan. Karena tidak sanggup membayar, suaminya pun kini ditahan di Polres Way Kanan. Ia bahkan menyebut Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri dalam aduannya tersebut.

Menanggapi video viral tersebut, Kabid Humas Polda Lampung, Yuni Iswandari Yuyun menyampaikan, Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) telah turun langsung melakukan pengecekan dan pendalaman di lapangan.

Selain itu, ia menegaskan setiap laporan maupun pengaduan dari masyarakat akan ditindaklanjuti secara profesional sesuai prosedur yang berlaku.

“Atas perintah Kapolda, laporan sudah diterima dan Propam sudah turun ke lapangan. Setiap pengaduan dan laporan akan ditangani secara profesional,” ujar Yuni, Kamis (14/5/2026).

“Sesuai arahan pimpinan, kami menegaskan setiap temuan pelanggaran anggota akan ditindak tegas,” tambahnya

Dalam kasus ini, Polda Lampung memastikan proses penanganan dilakukan secara objektif dan transparan, guna memastikan seluruh fakta di lapangan dapat diketahui secara utuh.

“Kami juga meminta masyarakat tetap tenang, serta tidak mudah terpancing narasi yang belum terverifikasi di media sosial,” katanya.

Selain itu, Yuni turut mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan berbagai informasi maupun dugaan pelanggaran melalui layanan kepolisian yang tersedia, termasuk melibatkan terduga anggota Polri.

“Masyarakat bisa sampaikan setiap informasi tentang anggota polri lewat barcode pelayanan pengaduan yang telah disediakan Bidpropam,” tandas Kabid Humas.(Red)

TNI dan Komduk Bersama Polri Gelar Patroli Intensif Pengamanan Gereja

TANGERANG  -(deklarasinews.com)- TNI dan Komponen Pendukung (Komduk) bersama Polri menggelar patroli intensif dan pengamanan gereja untuk memastikan keamanan perayaan ibadah Kenaikan Isa Almasih.

Patroli gabungan Babinsa Koramil 01/Tgr dan Babinsa Koramil 08/Pamulang bersama Komduk dan Polri difokuskan pada pemantauan situasi kamtibmas di sekitar tempat ibadah guna memberikan rasa aman bagi umat Kristiani yang beribadah. Patroli gabungan dilakukan di wilayah teritorial Kodim 0506/Tgr, Kamis (14/05/2026).

Pasi Ops Kodim 0506/Tgr Mayor Inf Herru Susanto menjelaskan, patroli di fokus utamakan Pengamanan, Sterilisasi Gereja.

“Aparat gabungan melakukan sterilisasi tempat ibadah sebelum misa dimulai untuk menjamin keamanan Patroli Wilayah,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, patroli menyusuri titik-titik rawan kriminalitas dan area sekitar gereja di wilayah hukum masing-masing.

“Pengamanan Ibadah, berupa personel TNI-Polri siaga di lapangan untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas selama peringatan Kenaikan Isa Almasih,” paparnya.

Sinergi Komduk melibatkan Komponen Pendukung untuk menjaga situasi kondusif, khususnya saat malam atau hari libur nasional. Patroli terkoordinasi ini memastikan seluruh rangkaian misa Kenaikan Yesus Kristus berjalan dengan aman dan kondusif.(Nan)

Polda Lampung Intensifkan Pengejaran Pelaku Penembakan Bripka Anumerta Arya Supena

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Polda Lampung memastikan proses pengejaran terhadap pelaku penembakan anggota Polri gugur, Bripka (Anumerta) Arya Supena, masih terus berlangsung. Hingga hari kelima pasca kejadian, tim khusus bentukan Polda Lampung terus bekerja melakukan penyelidikan dan pendalaman di lapangan.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengatakan, penyidik telah mengumpulkan sejumlah keterangan saksi dan petunjuk yang mengarah pada identitas para pelaku.

“Tim khusus masih terus melakukan pengejaran. Dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi, penyelidikan mengarah pada beberapa petunjuk yang sedang didalami,” ujarnya, Kamis (14/5/2026).

Dalam rangka mempersempit ruang gerak pelaku, jajaran kepolisian juga melakukan penyekatan di sejumlah titik wilayah hukum Polda Lampung. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi agar pelaku tidak melarikan diri keluar daerah.

“Seluruh jajaran Polres dan Polsek turut membantu proses pengejaran dan pengamanan wilayah,” katanya.

Polda Lampung juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, termasuk terkait video viral yang beredar di media sosial dan dikaitkan dengan proses penangkapan pelaku.

Kapolda Polda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf menegaskan, proses penyidikan masih berlangsung dan pihaknya akan menyampaikan informasi resmi setelah seluruh data dan fakta lapangan dipastikan valid.

“Proses pengejaran masih berlangsung. Nanti akan kami sampaikan secara resmi setelah seluruh informasi terkonfirmasi,” ujar Helfi.

Terkait informasi mengenai keberadaan senjata api milik korban, Kapolda menyebut hal tersebut masih dalam proses pendalaman oleh penyidik.

Selain melakukan pengejaran terhadap pelaku, kepolisian juga terus melakukan proses pembuktian perkara melalui metode scientific crime investigation dengan melibatkan tim forensik guna mendukung pengungkapan kasus secara menyeluruh.

Diketahui, Bripka (Anumerta) Arya Supena gugur saat menjalankan tugas setelah diduga ditembak oleh pelaku pencurian kendaraan bermotor di wilayah Labuhan Ratu, Bandar Lampung. Peristiwa tersebut saat ini masih dalam penanganan intensif aparat kepolisian. (Red)

Babinsa Koramil 410-04/TKT Kawal Ibadah Gereja

BANDAR LAMPUNG – (deklarasinews.com)– Dengan personel terbatas hanya satu orang TNI, Babinsa Kelurahan Jagabaya III, Sertu Sugiyanto dari Koramil 410-04/TKT, menunjukkan dedikasi luar biasa dalam melaksanakan pengamanan ibadah peringatan Kenaikan Yesus Kristus di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Villa Citra, Kecamatan Way Halim, Kota Bandar Lampung, Kamis (14/5/2026).

Meski hanya bertugas sendirian mewakili unsur TNI, Sertu Sugiyanto berhasil berkoordinasi dengan tujuh personel dari para terkait untuk mengamankan dua sesi ibadah yang dihadiri total 495 jemaat. Ibadah dipimpin oleh Pendeta Dr. Hengky Andrean, M.Th., dengan tema yang diangkat dari Kisah Para Rasul 1:9: “Terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.”

Babinsa memulai tugas sejak pukul 07.30 WIB untuk sesi pertama yang dihadiri 245 jemaat, kemudian sesi kedua pukul 10.00 WIB dengan 250 jemaat. Meskipun jumlah jemaat cukup besar, terutama pada sesi kedua, suasana ibadah berlangsung khidmat, tertib, dan aman hingga selesai pada pukul 12.15 WIB.

“Meskipun hanya sendiri dari TNI, saya tidak merasa sendiri karena ada rekan-rekan dari para terkait yang solid. Kami bergerak bersama melakukan pengecekan area gereja, pengaturan parkir, hingga pengamanan arus lalu lintas di sekitar Perum Villa Citra. Yang terpenting, jemaat merasa aman dan nyaman,” ujar Sertu Sugiyanto usai kegiatan.

Pendeta Dr. Hengky Andrean menyampaikan apresiasi tinggi atas kehadiran Babinsa dan seluruh petugas gabungan. “Kami sangat bersyukur. GBI Villa Citra dikunjungi hampir 500 jemaat, namun berkat pengamanan yang profesional dari Pak Sertu dan tim, semuanya berjalan lancar. Tidak ada rasa khawatir sedikit pun. Ini bentuk cinta tanah air yang nyata,” ungkapnya.

Pengamanan yang dilakukan mencakup patroli keliling lingkungan gereja, pengecekan titik rawan, serta pengaturan kedatangan dan kepulangan jemaat agar tidak terjadi kepadatan. Berkat koordinasi yang baik antara Babinsa dan para terkait, tidak ditemukan gangguan keamanan apapun selama dua sesi ibadah berlangsung.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa sinergi TNI dengan aparat terkait mampu memberikan rasa aman kepada umat beragama, bahkan dengan rasio personel yang timpang sekalipun. Satu Babinsa yang profesional dan penuh semangat ternyata cukup untuk menjadi garda terdepan pengamanan ibadah bagi ratusan jemaat.

Danramil 410-04/TKT melalui Ba Jaga menyampaikan apresiasi kepada Sertu Sugiyanto atas ketangguhannya dalam menjalankan tugas. “Meskipun hanya satu orang, beliau tetap semangat, pantang menyerah, dan selalu gembira dalam tugas. Itulah jiwa kewiraan yang sesungguhnya,” pungkasnya.

Dengan selesainya seluruh rangkaian ibadah dalam keadaan aman dan tertib, Sertu Sugiyanto bersama para petugas gabungan kembali ke kesatuan masing-masing setelah melaporkan hasil kegiatan melalui jalur komando. (*)

Babinsa Jaga Kekhusyukan Ibadah Kenaikan Yesus Kristus

BANDAR LAMPUNG – (deklarasinews.com)– Di tengah kesibukan umat Kristiani merayakan Kenaikan Yesus Kristus, seorang Babinsa dari Koramil 410-06/Kdt, Kopka Ferdi Sopyansah, dengan penuh dedikasi melaksanakan tugas pengamanan dan pemantauan di Gereja Kristen Protestan Angkola (GKPA), Jalan Sukarno Hatta Gang Angkola, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung, Kamis (14/5/2026).

Meskipun hanya mengandalkan satu personel TNI, Babinsa tersebut tetap sigap berkoordinasi dengan tiga personel dari para terkait untuk memastikan ibadah berjalan aman, tertib, dan khidmat. Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB ini dipimpin oleh Pendeta Mannaria Lubis, S.Th., dengan tema “Naiknya Yesus Kristus ke Surga dan Awal Penggenapan Janji Roh Kudus” dan dihadiri sekitar 40 jemaat.

Tujuan utama pengamanan ini, sebagaimana disampaikan dalam laporan resmi, adalah memberikan rasa aman kepada umat Kristiani dalam menjalankan ibadah. Babinsa tidak hanya bertugas di lokasi, tetapi juga aktif memantau situasi sekitar gereja, mengatur arus lalu lintas di gang sempit, serta menjalin komunikasi dengan pengurus gereja dan warga sekitar.

“Meskipun personel terbatas, kami tidak pernah setengah-setengah dalam memberikan pelayanan pengamanan. Satu Babinsa bersama rekan-rekan dari para terkait sudah cukup untuk menjamin kelancaran ibadah di GKPA. Yang terpenting, jemaat merasa tenang dan fokus beribadah,” ujar Kopka Ferdi Sopyansah di sela-sela tugasnya.

Pendeta Mannaria Lubis menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran Babinsa dan para petugas gabungan. “Kami sangat bersyukur. Gereja yang berada di gang kecil sekalipun tetap diperhatikan oleh TNI dan aparat terkait. Ini bukti nyata negara hadir untuk melindungi seluruh umat beragama tanpa terkecuali,” ungkapnya setelah kebaktian usai.

Sepanjang pelaksanaan ibadah, tidak terjadi gangguan keamanan atau hal-hal yang dapat mengganggu kekhidmatan jemaat. Situasi lalu lintas di Jalan Sukarno Hatta dan Gang Angkola juga terpantau lancar berkat pengaturan bersama antara Babinsa dan para terkait.

Tepat pukul 11.30 WIB, rangkaian ibadah perayaan Kenaikan Yesus Kristus dinyatakan selesai dalam keadaan aman dan tertib. Seluruh jemaat meninggalkan lokasi dengan damai. Kopka Ferdi Sopyansah beserta para petugas gabungan kemudian kembali ke kesatuannya masing-masing setelah melaporkan hasil kegiatan melalui jalur komando.

Kegiatan ini menjadi contoh nyata bahwa pengamanan tempat ibadah tidak selalu membutuhkan pasukan besar. Dengan satu Babinsa yang profesional dan semangat kebersamaan bersama para terkait, rasa aman bagi masyarakat tetap dapat terwujud. (*)

Sinergi Babinsa dan Aparat Terkait Ciptakan Ibadah Aman di Gereja Bhetany

BANDAR LAMPUNG – (deklarassinews.com)– Dalam rangka menciptakan rasa aman dan nyaman bagi umat Kristiani yang merayakan peringatan Kenaikan Isa Almasih Tahun 2026, personel Babinsa dari Koramil 410-04/TKT bersama para terkait melaksanakan pengamanan di Gereja Bhetany, Perum Bumi Asri Jl. Cendana III, Kelurahan Bumi Kedamaian, Kecamatan Kedamaian, Kota Bandar Lampung, Kamis (14/5/2026).

Kegiatan ibadah yang dipimpin oleh Pendeta Linda Senduk dengan tema “Kenaikan Yesus ke surga: Penggenapan atas Janji Allah kepada Manusia” berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai pada pukul 12.00 WIB. Ibadah tersebut dihadiri sekitar 150 jemaat yang mengikuti rangkaian acara dengan penuh kekhidmatan.

Dalam pengamanan ini, Babinsa menerjunkan 2 personel yang berkoordinasi erat dengan 3 personel dari para terkait. Meskipun tanpa keterlibatan Linmas dalam laporan resmi, sinergi antara TNI dan para terkait dinilai cukup untuk memastikan kelancaran jalannya ibadah. Sejak pagi, personel Babinsa telah berada di lokasi untuk melakukan pengecekan area gereja, pengaturan arus lalu lintas sekitar, serta patroli rutin di lingkungan perumahan.

“Kami hadir untuk memberikan rasa tenang kepada jemaat yang sedang beribadah. Meskipun cuaca cukup panas, kami tetap bersemangat menjalankan tugas pengamanan. Yang terpenting, seluruh jemaat dapat merayakan Kenaikan Isa Almasih dengan aman dan khusyuk,” ujar Serka Bambang, salah satu Babinsa yang bertugas di lokasi.

Pendeta Linda Senduk menyampaikan apresiasi atas kehadiran Babinsa dan para terkait. “Kami merasa sangat diperhatikan. Keamanan gereja menjadi prioritas, dan dengan adanya bapak-bapak TNI serta rekan-rekan dari aparat terkait, jemaat bisa fokus beribadah tanpa rasa khawatir,” ungkapnya setelah kebaktian usai.

Selama dua jam pelaksanaan ibadah, tidak terjadi gangguan keamanan apapun. Lalu lintas di sekitar Jalan Cendana III terpantau lancar berkat pengaturan yang dilakukan oleh petugas gabungan. Seluruh jemaat meninggalkan lokasi dengan tertib dan damai.

Pengamanan ini merupakan bagian dari komitmen TNI, khususnya jajaran Kodim 0410/KBL dan Koramil 410-04/TKT, untuk mendukung kebebasan beragama serta menjaga kerukunan umat beragama di wilayah Bandar Lampung. Danramil 410-04/TKT melalui Ba Jaga Koramil menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan pada setiap momen keagamaan penting.

“Kami selalu siap mengamankan tempat-tempat ibadah, baik gereja, masjid, vihara, maupun pura. Keamanan adalah hak seluruh umat beragama,” tegasnya.

Dengan berakhirnya ibadah dalam keadaan aman dan tertib pada pukul 12.00 WIB, seluruh personel Babinsa dan para terkait kembali ke kesatuan masing-masing setelah melaporkan hasil kegiatan kepada Komando Atas. (*)