Polemik Umbul-Umbul, Plt Kepala Distrik Yerui Beri Klarifikasi

SERUI -(deklarasinews.com)- Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distrik Yerui, Charles Waimbo, memberikan klarifikasi terkait polemik peminjaman umbul-umbul milik SD YPK Miosnum yang sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial.

Polemik tersebut bermula dari sebuah unggahan di grup Facebook Info Kejadian Kota Serui yang menyebut adanya “pencurian umbul-umbul oleh Kepala Distrik Yerui di SD YPK Miosnum”. Unggahan itu kemudian mendapat berbagai tanggapan dari warganet dan turut menjadi perhatian Wakil Bupati Kepulauan Yapen.

Charles menjelaskan, persoalan tersebut terjadi dalam rangka persiapan peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Distrik Yerui pada 10 Agustus 2026.

Menurutnya, pada 8 Agustus 2026 telah dilaksanakan rapat melalui Zoom bersama pihak Direktorat Jenderal yang diikuti Kepala Distrik Yerui, Windesi, Yapen Utara serta Pj Sekda. Dalam rapat tersebut, lokasi awal peresmian PLTS direncanakan berlangsung di Distrik Windesi. Namun, hingga sekitar pukul 23.00 WIT, lokasi peresmian kemudian diputuskan dipindahkan ke Distrik Yerui.

Perubahan lokasi yang dilakukan secara mendadak membuat waktu persiapan menjadi sangat terbatas. Charles kemudian berkoordinasi dengan aparat kampung untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan acara, termasuk meja dan umbul-umbul untuk mendukung penyambutan pejabat serta tamu undangan.

Ia menjelaskan, pada pagi hari sekitar pukul 05.30 WIT, aparat diminta untuk meminjam umbul-umbul dari pihak sekolah. Saat itu, kepala sekolah tidak berada di tempat sehingga aparat berkoordinasi dengan salah satu dewan guru, Marcel.

“Saya suruh aparat pinjam ke dewan guru karena kepala sekolah yang bersangkutan tidak ada di tempat. Pak Marcel, salah satu dewan guru, memberikan akses kepada kami untuk mengeluarkan barang tersebut. Jadi, kami sudah mendapatkan akses dan barang itu dipinjam,” jelas Charles.

Ia menegaskan, umbul-umbul yang digunakan dalam persiapan peresmian bukan hanya berasal dari SD YPK Miosnum, tetapi juga terdapat umbul-umbul milik Kampung Yenyari (Jeniari).

Charles mengatakan, kepala sekolah baru tiba setelah barang-barang tersebut dibawa ke lokasi peresmian di ibu kota Distrik Yerui.

“Setelah barang-barang itu tiba di lokasi peresmian, barulah kepala sekolah tiba,” ujarnya.

Lebih lanjut, Charles mengaku telah mendatangi kepala sekolah dan membicarakan persoalan tersebut secara baik-baik. Ia juga telah menjelaskan bahwa umbul-umbul tersebut digunakan untuk kebutuhan peresmian PLTS dan diperoleh melalui komunikasi dengan pihak dewan guru.

Charles mengira persoalan tersebut telah selesai. Namun, beberapa hari kemudian dirinya mendapat informasi bahwa kepala sekolah melaporkan persoalan tersebut ke Polsek Ansus untuk meminta klarifikasi.

Ia mengaku baru mengetahui bahwa persoalan tersebut telah diunggah ke media sosial pada 17 Agustus 2026. Menurut Charles, unggahan tersebut dapat menimbulkan persepsi berbeda di tengah masyarakat, seolah-olah peminjaman umbul-umbul berkaitan dengan pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

“Padahal kejadian ini berlangsung pada 10 Agustus, saat persiapan peresmian PLTS di Distrik Yerui, bukan pada saat upacara 17 Agustus,” tegasnya.

Charles juga menyampaikan bahwa dirinya telah memberikan klarifikasi kepada Wakil Bupati Kepulauan Yapen dan Pj Sekda. Ia menegaskan bahwa tudingan pencurian sebagaimana yang beredar di media sosial tidak sesuai dengan kronologi yang terjadi menurut keterangannya.

“Yang terjadi adalah peminjaman. Saat itu kepala sekolah tidak berada di tempat dan kami berkoordinasi dengan dewan guru yang memberikan akses untuk mengambil umbul-umbul tersebut,” katanya.

Sementara itu, terkait keberadaan kepala sekolah di tempat tugas, Charles mengatakan sejak 10 Agustus hingga 20 Agustus 2026, yang bersangkutan belum berada di tempat tugas. Ia menyebut informasi tersebut juga disampaikan oleh masyarakat dan sejumlah guru.

Charles berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang berkembang sehingga masyarakat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai persoalan tersebut. Ia juga berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara baik-baik melalui komunikasi dan klarifikasi, tanpa menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan