Melampaui Target: TMMD 129 Bojonegoro dan Disnakkan Sentuh Nadi Ekonomi Warga Lewat Layanan Kesehatan Hewan

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 129 tahun 2026 di Kabupaten Bojonegoro kembali membuktikan bahwa pengabdian prajurit tidak hanya sebatas membangun jalan atau dinding beton.

Di Dusun Kesongo, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, sentuhan humanis TNI merangkul langsung jantung perekonomian warga yakni kesehatan hewan ternak mereka.

Melalui kegiatan Pelayanan Terpadu Kesehatan Hewan (YANDUWAN) yang digelar berkolaborasi dengan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bojonegoro, antusiasme masyarakat pun pecah.

Dari target awal yang dipatok hanya 100 ekor, angka realisasi melonjak tajam hampir tiga kali lipat hingga mencapai 278 ekor ternak yang terdiri dari sapi, kambing, dan domba.

Pemandangan ini menjadi bukti betapa besarnya harapan, dan kebutuhan para peternak desa akan pendampingan medis bagi aset berharga mereka.

Bagi masyarakat pedesaan, ternak bukan sekadar hewan peliharaan, melainkan tabungan masa depan dan tumpuan hidup keluarga.

Menyikapi cuaca ekstrem yang tak menentu, tim gabungan bergerak cepat door-to-door dan membuka posko pelayanan kesehatan hewan secara holistik.

Berbagai tindakan medis serta pencegahan diberikan tanpa memungut biaya yang meliputi Pemberian Vitamin Spesifik, Khusus sapi betina pra-inseminasi, pasca-inseminasi, hingga masa kebuntingan guna menjaga mutu reproduksi.

Pemberian Obat Cacing & Vitamin, yang menyasar pedet (anak sapi) serta sapi jantan agar tumbuh kembangnya optimal. Pengobatan dan Penanganan Parasit, dengan memeriksa dan mengobati ternak yang terindikasi sakit serta membasmi serangan parasit.

Kemudian, Sterilisasi Lingkungan, dengan penyemprotan desinfektan di area kandang warga untuk memutus rantai penularan penyakit. Serta Edukasi dan Edu-sosiologi Peternakan yaitu pemberian pemahaman mengenai manajemen pakan yang bergizi, sanitasi kandang, kesehatan reproduksi, hingga sistem pencatatan ternak yang tertib.

Medik Veteriner Disnakkan Kabupaten Bojonegoro, Aris Eko Prasetyo, menjelaskan, aksi ini merupakan langkah preventif kru medis veteriner dalam mengantisipasi lonjakan risiko penyakit akibat ketidakstabilan iklim.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memastikan ternak masyarakat tetap sehat. Perubahan cuaca yang terjadi saat ini berpotensi memengaruhi kondisi kesehatan maupun produktivitas ternak, sehingga pelayanan langsung seperti ini sangat diperlukan,” ungkap Aris, Jum’at (7/8/2026).

Aris menambahkan, Dusun Kesongo sejatinya memiliki sekitar 118 ekor sapi sebagai sasaran utama. Namun, melihat tingginya harapan warga, jangkauan pelayanan langsung diperluas ke ternak kambing dan domba.

Ia juga menenangkan hati para peternak dengan memastikan bahwa pendampingan tidak akan berhenti saat TMMD usai. Petugas kesehatan hewan siap siaga merespons laporan warga kapan saja.

“Kami berharap masyarakat segera melapor apabila ternaknya menunjukkan tanda-tanda sakit. Semakin cepat ditangani, peluang ternak untuk pulih juga semakin besar,” imbaunya.

Di sisi lain, Komandan SSK Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, menegaskan, sasaran non-fisik seperti YANDUWAN ini memiliki bobot esensi yang sama pentingnya dengan pembangunan jalan atau jembatan.

“TMMD hadir tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membantu masyarakat melalui berbagai pelayanan. Kami berharap para peternak semakin peduli terhadap kesehatan ternaknya sehingga produktivitas meningkat dan berdampak pada kesejahteraan keluarga,” jelas Lettu Ckm Purnomo.

Sinergi yang tercipta antara prajurit TNI, dinas terkait, dan peternak lokal di Desa Kesongo menghadirkan optimisme baru.

Saat hewan ternak sehat dan produktif, pendapatan keluarga meningkat, dan Senyum kesejahteraan pun mengembang di wajah para peternak Bojonegoro.

Manfaat kegiatan program dengan tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dar Desa” tak sekadar dirasakan hari ini, melainkan menjadi pondasi kemandirian ekonomi desa yang berkelanjutan.(Red)

Gagah di Lapangan, Telaten Menganyam Janur: Potret Kemanunggalan Satgas TMMD 129 Bojonegoro di Kesongo

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Kehadiran Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, tidak hanya meninggalkan jejak pembangunan fisik berupa infrastruktur.

Di balik deru alat berat dan cangkul, terjalin kehangatan sosial yang menyentuh hati lewat interaksi sederhana bersama warga setempat.

Di sela-sela padatnya rutinitas pekerjaan fisik, para prajurit meluangkan waktu untuk membaur dan menyerap kearifan lokal, Jum’at (7/8/2026).

Salah satu momen penuh makna terlihat ketika sejumlah anggota Satgas duduk bersimpuh di lantai bersama seorang ibu lansia warga Desa Kesongo, belajar menganyam tikar berbahan dasar janur.

Tradisi menganyam tikar janur sendiri merupakan warisan budaya turun-temurun yang masih terus dilestarikan masyarakat setempat.

Momen ini dimanfaatkan para prajurit untuk melepas penat sekaligus mempererat ikatan kekeluargaan dengan warga.

Dengan penuh semangat dan rasa ingin tahu, para prajurit memperhatikan dengan seksama setiap gerakan tangan sang ibu.

Helai demi helai janur disusun telaten hingga membentuk aneka pola tikar yang rapi. Tak jarang, suasana diwarnai tawa hangat saat para tentara mencoba menirukan teknik menganyam yang membutuhkan tingkat kesabaran tinggi tersebut.

Kebersamaan ini menjadi bukti nyata bahwa program TMMD tidak sekadar membangun sarana fisik dan fasilitas desa, tetapi juga merawat kearifan lokal serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Salah seorang anggota Satgas TMMD ke-129, Prada Paschal Mana’o, mengaku sangat bersyukur bisa mendapatkan kesempatan berharga ini.

“Selain menjalankan tugas pembangunan, kami juga ingin lebih dekat dengan masyarakat. Menganyam tikar bersama warga menjadi pengalaman baru yang sangat berharga. Kami bisa belajar budaya lokal sekaligus mempererat kebersamaan,” ujar Prada Paschal Mana’o.

Ia menambahkan, aktivitas ini merupakan langkah sederhana untuk menunjukkan bahwa kehadiran Satgas TMMD di tengah-tengah warga bukan hanya sebagai pelaksana proyek, melainkan sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Desa Kesongo selama program berlangsung.

Warga Desa Kesongo pun menyambut kehadiran dan kepedulian para prajurit dengan sukacita.

Interaksi langsung seperti ini diharapkan mampu menjaga tradisi menganyam tikar janur agar tidak punah, sekaligus mengobarkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Melalui momen-momen humanis seperti ini, kegiatan program dengan tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa” di Kabupaten Bojonegoro ini kembali membuktikan bahwa pembangunan sejati sebuah desa diciptakan tidak hanya dari semen dan batu, tetapi juga dari ikatan batin, kepedulian, dan kebersamaan yang berkesan di hati warga.(Red)

Kemanunggalan di Atas Widik: Cerita Kehangatan Satgas TMMD 129 Bojonegoro Bantu Olah Tembakau Petani Kesongo

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Kehadiran Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, tak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur fisik semata.

Di tengah padatnya pelaksanaan program, para prajurit juga terjun langsung membantu denyut nadi ekonomi masyarakat setempat, Jum’at (7/8/2026).

Salah satu pemandangan hangat terlihat saat anggota Satgas TMMD bahu-membahu bersama warga merajang (memotong) daun tembakau hasil panen hingga mengangkut dan menatanya di atas widik (papan bambu) untuk dijemur.

Pekerjaan yang membutuhkan ketelitian, serta kecepatan itu dilakukan dengan penuh semangat dalam suasana kekeluargaan.

Prajurit dan warga saling bekerja sama menyiapkan lembaran tembakau rajang agar proses pengeringan di bawah sinar matahari berjalan optimal.

Kebersamaan sederhana ini menjadi potret nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat yang terus dirawat melalui program TMMD ke- 129 di Desa Kesongo.

Anggota Satgas TMMD ke-129, Prada M. Rizki, mengungkapkan bahwa membantu aktivitas harian warga merupakan bagian dari bentuk pengabdian TNI.

Menurutnya, TMMD tidak sekadar berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga hadir di tengah kehidupan sosial masyarakat.

“Membantu petani merajang dan menjemur tembakau menjadi salah satu bentuk kepedulian kami. Semoga apa yang kami lakukan dapat meringankan pekerjaan warga sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat,” ujar Prada M. Rizki.

Ia menambahkan, keterlibatan langsung ini memberikan pengalaman serta wawasan baru bagi prajurit mengenai perjuangan para petani sebagai tulang punggung ekonomi desa. “Senang bisa membantu warga, selain itu dapat ilmu baru,” imbuhnya.

Merespons aksi para prajurit, warga Desa Kesongo mengaku tersentuh dan bangga. Kehadiran Satgas TMMD yang rela meluangkan waktu di sela pengerjaan sasaran fisik untuk membantu proses pascapanen menjadi penyemangat tersendiri bagi mereka.

Semangat gotong royong yang terjalin erat ini diharapkan dapat terus memotivasi petani untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian mereka.

Lebih dari sekadar membangun fasilitas umum seperti jalan dan drainase, TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro membuktikan bahwa esensi pembangunan desa adalah menumbuhkan kebersamaan, kepedulian, dan rasa saling percaya dalam kehidupan bermasyarakat.(Red)

Sinergi Hijau di TMMD 129 Bojonegoro: Babinsa Kesongo dan DLH ‘Keroyokan’ Buat Lubang Tanam Pohon untuk Jaga Tanggul Sungai

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Di sela-sela kesibukan pembangunan infrastruktur Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129, sebuah aksi nyata kepedulian terhadap lingkungan dan masa depan desa terukir indah di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Kolaborasi apik terjalin antara Babinsa Desa Kesongo bersama petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro, yang bahu-membahu dalam kegiatan pra-penanaman pohon (membuat lubang tanam) di sepanjang tanggul sungai setempat, Kamis (6/7/2026).

Aksi gotong royong ini bukan sekadar menancapkan bibit ke dalam tanah, melainkan sebuah langkah strategis untuk memperkuat struktur tanggul sungai yang vital bagi Desa Kesongo.

Dengan penuh semangat, Babinsa dan petugas DLH terlihat sibuk menyiapkan lubang tanam di titik-titik yang telah ditentukan, siap menyambut berbagai jenis pohon yang akan menjadi benteng alami pelindung tanggul.

“TMMD tidak melulu soal bangun jalan atau jembatan, tapi juga tentang bagaimana kita bersama-sama menjaga alam demi keberlangsungan hidup generasi mendatang. Penanaman pohon di tanggul sungai ini sangat krusial, terutama untuk mengantisipasi bahaya erosi dan longsor, apalagi saat musim hujan tiba,” ungkap Serka Lasmidi, Babinsa Desa Kesongo, dengan nada inspiratif.

Menurut Serka Lasmidi, inisiatif penghijauan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk mewujudkan lingkungan yang asri, sehat, dan aman bagi seluruh masyarakat Desa Kesongo.

“Selain memperkuat tanggul, pohon-pohon ini nantinya akan memberikan manfaat jangka panjang, seperti meningkatkan resapan air, menjaga keseimbangan ekosistem, serta memberikan keteduhan dan keindahan bagi desa kami,” tambahnya.

Sinergi antara TNI dan Pemerintah Daerah melalui DLH Bojonegoro dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam melestarikan lingkungan.

Semangat kolaborasi dan gotong royong yang tunjukkan oleh Babinsa, DLH, dan masyarakat setempat patut diacungi jempol dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya.

“Tentu kami sangat berharap masyarakat juga turut berpartisipasi aktif, tidak hanya dalam penanaman, tetapi juga dalam merawat dan menjaga pohon-pohon ini agar manfaatnya bisa dirasakan bersama. Ini adalah investasi kita untuk masa depan,” pungkas Serka Lasmidi.

Aksi penghijauan di tanggul sungai Desa Kesongo ini, walau sederhana, memiliki dampak yang sangat besar bagi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Semoga semangat hijau ini terus menyebar dan memberikan inspirasi bagi lebih banyak orang untuk ikut berkontribusi dalam menjaga alam. (Red)

Lewat Setetes Darah: TMMD 129 Bojonegoro Rajut Kepedulian Kemanusiaan di Desa Kesongo

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Pembangunan suatu daerah tak melulu soal kokohnya jalan beton atau megahnya fasilitas umum. Lebih dari itu, menyentuh sisi kemanusiaan dan mempererat kepedulian sosial antar sesama adalah wujud pengabdian yang tak kalah bermakna.

Semangat inilah yang kembali dipancarkan melalui program non-fisik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro.

Bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro, Satgas TMMD menggelar aksi donor darah dan sosialisasi kesehatan di Balai Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (7/8/2026).

Meski program TMMD di Desa Kesongo sudah memasuki penghujung kegiatan, energi gotong royong dan kepedulian sosial warga bersama personel TNI justru kian terasa hangat.

Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Satgas TMMD atas konsistensinya menghadirkan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Program TMMD di Desa Kesongo memang tinggal memasuki penghujung kegiatan, namun berbagai aktivitas bermanfaat masih terus berjalan. Alhamdullah, agenda donor darah yang sebelumnya sempat tertunda akhirnya dapat terlaksana berkat hadirnya TMMD ini. Kami berharap donor darah ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Kusnadi dengan nada penuh syukur.

Ia pun mengajak seluruh warganya yang memenuhi syarat kesehatan untuk tak ragu melangkahkan kaki dan menyumbangkan darahnya sebagai wujud kepedulian terhadap sesama.

Pentingnya aksi donor darah ini ditegaskan oleh Pengurus Pencarian dan Pelestarian Donor Darah Sukarela (P2D2S) PMI Kabupaten Bojonegoro, Veri Suryani.

Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini kebutuhan darah di Bojonegoro dan sekitarnya masih sangat tinggi.

“Darah yang didonorkan merupakan hadiah kehidupan bagi pasien yang membutuhkan. Sampai sekarang belum ada darah buatan atau sintetis yang mampu menggantikan fungsi darah manusia. Satu-satunya sumber hanyalah dari para pendonor sukarela,” jelas Veri.

Ia menambahkan, PMI Bojonegoro tak hanya menyokong kebutuhan rumah sakit lokal, tetapi juga kerap mengulurkan bantuan stok darah ke kabupaten tetangga seperti Lamongan, Ngawi, Nganjuk, hingga Ponorogo.

Oleh karena itu, PMI terus mendorong agar donor darah bisa menjadi gaya hidup dan kebiasaan rutin di tengah masyarakat.

“Kami berharap setelah TMMD selesai, kegiatan donor darah di Desa Kesongo tetap bisa berlanjut secara berkala sehingga semakin banyak masyarakat yang terbantu,” tambahnya.

Aksi kemanusiaan ini juga mendapat sambutan hangat dari Komandan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, yang menyerukan kepada seluruh prajurit yang fit untuk ikut serta mendonorkan darahnya.

“Kalau kondisi kesehatan memenuhi syarat, saya mengajak seluruh anggota untuk ikut donor darah. Ini bentuk kepedulian kita kepada masyarakat yang sedang membutuhkan. Membantu orang sakit adalah bentuk pengabdian kemanusiaan yang sangat mulia,” tegas Lettu Purnomo.

Lettu Purnomo, yang juga berlatar belakang sebagai tenaga medis, mengingatkan, selain menyelamatkan nyawa orang lain, mendonorkan darah secara rutin juga berdampak sangat positif bagi kesehatan si pendonor itu sendiri.

Rangkaian kegiatan TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro ini membuktikan bahwa sinergi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat tidak hanya meninggalkan jejak fisik berupa pembangunan desa, tetapi juga meninggalkan warisan nilai kemanusiaan, empati, dan kebersamaan yang mendalam bagi warga Desa Kesongo. (Red)

Warisan Hijau TMMD 129 Bojonegoro: Menanam Pohon, Merawat Masa Depan Desa Kesongo

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Pembangunan sebuah desa tak melulu soal kokohnya semen, jalurnya beton, atau megahnya infrastruktur fisik. Di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, geliat pembangunan disempurnakan dengan sebuah napas keasrian dan kepedulian lingkungan.

Melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129, aksi nyata penghijauan digelar pada Jumat (7/8/2026).

Langkah ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap kelestarian alam adalah bagian tak terpisahkan dari semangat membangun desa secara menyeluruh.

Aksi penghijauan ini lahir dari sinergi kuat antara Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro, Pemerintah Desa Kesongo, mahasiswa, hingga masyarakat setempat.

Sebanyak 50 bibit pohon yang terdiri dari lima jenis tanaman peneduh dan pelindung yakni trembesi, flamboyan, tabebuya, pule, dan mahoni mulai ditanam secara gotong royong.

Tiga kawasan vital desa disasar sebagai pusat penghijauan, yaitu Kawasan Embung Desa, untuk menguatkan struktur tanah sekaligus menjaga ketersediaan cadangan air, Kawasan KDKMP sebagai upaya mempercantik dan menyejukkan lingkungan aktivitas warga, dan Bantaran Sungai Desa Kesongo untuk mencegah erosi tanah serta menjaga ekosistem aliran air.

Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, menegaskan bahwa gerakan penanaman pohon ini bukan sekadar agenda seremonial yang usai setelah cangkul diletakkan dan bibit ditancapkan.

Tantangan sebenarnya justru dimulai setelahnya, terutama dalam menjaga agar bibit tersebut mampu bertahan di tengah teriknya musim kemarau.

“Kami berharap seluruh masyarakat ikut menjaga dan merawat pohon-pohon ini. Jangan sampai bibit yang sudah ditanam menjadi sia-sia karena tidak disiram atau dirawat,” ujar Kusnadi.

Ia menambahkan, kebutuhan penghijauan di Desa Kesongo masih cukup luas. Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan DLH Bojonegoro agar aksi serupa berlanjut di tahun-tahun mendatang. Kusnadi juga mendorong warga untuk membangun kesadaran mandiri.

“Kalau setiap warga menanam minimal satu pohon setiap tahun, saya yakin Desa Kesongo akan semakin hijau, teduh, dan nyaman. Tidak harus menunggu bantuan pemerintah, masyarakat juga bisa mencangkok atau menanam sendiri,” tambahnya menginspirasi.

Pandangan senada disampaikan oleh Kepala Bidang Persampahan dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) DLH Kabupaten Bojonegoro, Imam Purnomo.

Menurutnya, indikator utama suksesnya program penghijauan bukanlah seberapa banyak bibit yang ditanam di awal, melainkan seberapa banyak pohon yang berhasil tumbuh hingga rindang.

“Pengalaman di sejumlah daerah menunjukkan masih banyak bibit yang mati karena kurangnya perawatan, terutama saat musim kemarau. Kami berharap Pemdes bersama masyarakat ikut bertanggung jawab. Keterbatasan anggaran membuat kami tidak mungkin terus-menerus melakukan penyiraman dari kabupaten. Kolaborasi masyarakat sangat dibutuhkan,” terang Imam.

Imam menambahkan, penanaman pohon di area seperti embung memiliki fungsi ekologis yang vital, mulai dari memberikan peneduh alami hingga memperkuat struktur tanah agar tidak mudah tererosi.

Ia juga memberikan apresiasi khusus bagi Desa Kesongo yang sebelumnya telah menorehkan prestasi berupa penghargaan di bidang lingkungan serta sukses menjadi tuan rumah TMMD ke-129 tahun 2026.

Sementara itu, Babinsa Desa Kesongo, Serka Lasmidi, menyampaikan bahwa aksi penghijauan ini merupakan bentuk keberlanjutan dari visi TMMD.

TNI tidak hanya hadir untuk membangun fasilitas fisik warga, tetapi juga ikut merawat keseimbangan alam tempat warga tinggal.

“Melalui sinergi antara TNI, Pemkab Bojonegoro, Pemerintah Desa, dan masyarakat, diharapkan gerakan menanam pohon ini mampu menciptakan Desa Kesongo yang semakin hijau, sejuk, serta menjadi warisan lingkungan yang berharga bagi generasi mendatang,” ungkap Serka Lasmidi.

Aksi goresan cangkul dan peluh bersama di tanah Kesongo hari ini menjadi simbol kebersamaan.

Sebuah bukti nyata bahwa ketika TNI, pemerintah, dan warga menyatu, masa depan desa yang asri, hijau, dan lestari bukan lagi sekadar impian. (Red)

Sentuhan Kasih di Kesongo: Saat Satgas TMMD 129 Bojonegoro Merangkul Mbah Kasidah Menatap Rumah Baru Anak Tercinta

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Langkah kaki Mbah Kasidah yang renta terasa lebih ringan hari itu. Dengan lembut dan penuh rasa hormat, Babinsa Desa Kesongo, Serka Lasmidi, merangkul serta menuntun lansia tersebut menyusuri halaman rumah.

Di samping mereka, para personel Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro mengawal dengan senyum hangat, menghadirkan pemandangan yang menyentuh hati di Dusun Pareng, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem.

Hari itu, Jum’at (7/8/2026) pagi, kehadiran para prajurit TNI bukan sekadar untuk menjalankan tugas kedinasan, melainkan membawa misi kemanusiaan.

Mereka mendampingi Mbah Kasidah meninjau langsung proses pembangunan rumah milik putranya, Bapak Ladi, yang terpilih menjadi penerima manfaat bantuan program Rehabilitasi Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu) dalam gelaran program TMMD ke-129 di Desa Kesongo.

Rumah yang terletak di RT.009 RW.005 tersebut kini tengah dipugar agar menjadi hunian yang lebih aman, sehat, dan layak diandalkan.

Kehadiran Babinsa dan Satgas TMMD di lokasi tidak hanya untuk memantau progres fisik bangunan agar sesuai rencana, tetapi juga menghadirkan dukungan moral yang mendalam bagi keluarga penerima manfaat.

Babinsa Desa Kesongo, Serka Lasmidi, mengungkapkan bahwa pendampingan yang menyentuh sisi humanis ini adalah wujud nyata dari komitmen TNI untuk selalu hadir di tengah-tengah rakyat.

“Melalui kebersamaan ini, kami ingin memberikan semangat kepada keluarga penerima manfaat sekaligus memastikan pembangunan RTLH berjalan dengan baik sehingga nantinya dapat ditempati dengan nyaman,” ujar Serka Lasmidi.

Program rehabilitasi rumah ini menjadi salah satu sasaran fisik krusial dalam TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro.

Lebih dari sekadar membangun dinding dan mengokohkan atap, program RTLH ini menjadi fondasi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan.

Semangat gotong royong dan ketulusan para prajurit TNI dalam menuntun warga seperti Mbah Kasidah menjadi bukti nyata bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat bukan sekadar slogan, melainkan ikatan batin yang hidup dan menginspirasi. (Red)

Sinergi Tanpa Sekat: Kala Satgas TMMD 129 Bojonegoro dan Warga Kesongo Bahu-Membahu Merajut Asa Ibu Jasmiati

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Deru suara cangkul yang menghantam adukan semen dan roda gerobak sorong yang bergerak lincah menyemarakkan suasana pagi di RT.009 RW 0.003, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Di tempat ini, Jum’at (7/8/2026), tawa riang dan ceceran keringat menyatu dalam satu semangat mewujudkan mimpi Ibu Jasmiati untuk memiliki tempat bernaung yang layak, aman, dan nyaman.

Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 yang dilaksanakan oleh Kodim 0813 Bojonegoro, pengerjaan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Ibu Jasmiati kini terus dikebut.

Tidak ada sekat antara seragam loreng prajurit dan pakaian sederhana warga. Semua menyatu dalam irama gotong royong, ada yang mengayak pasir, mengangkut adukan semen dengan ember, hingga memasang ubin dan merapikan bagian teras rumah.

Pemandangan ini menjadi bukti nyata bahwa TMMD bukan sekadar proyek fisik pembangunan, melainkan panggung sentuhan humanis yang mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Komandan SST-1 SSK Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letda Inf Ady Yuniarto, menyampaikan, setiap tumpukan bata dan lapisan semen yang terpasang membawa misi kemanusiaan yang mendalam.

Menurutnya, pembangunan RTLH ini adalah wujud kepedulian tulus TNI untuk membantu masyarakat agar memiliki hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman.

“Melalui program TMMD ini, kami bersama masyarakat terus bergotong royong agar pembangunan rumah Ibu Jasmiati dapat selesai sesuai target,” ungkap Letda Inf Ady Yuniarto.

Ia menegaskan, kebersamaan dan rasa kekeluargaan antara personel Satgas dan warga lokal menjadi bahan bakar utama percepatan pembangunan di lapangan.

“Semangat kebersamaan inilah kunci utamanya. Dengan dukungan penuh dari warga yang sangat luar biasa, kami optimistis seluruh target fisik dapat selesai tepat waktu, sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh Ibu Jasmiati dan keluarga,” tambahnya.

Program TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro memang hadir membawa perubahan holistik.

Selain membangun infrastruktur desa, penataan dan perbaikan hunian warga menjadi fokus penting untuk mengangkat derajat Kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat perdesaan secara berkelanjutan.

Bagi Ibu Jasmiati dan warga Desa Kesongo, hadirnya TMMD ke-129 tak hanya menghadirkan dinding rumah yang kokoh, tetapi juga mengukir kembali kehangatan nilai-nilai gotong royong bangsa. (Red)

Memasuki Fase Finishing: Pembangunan Musholla Rest Area di TMMD 129 Bojonegoro Tahap Pasang Keramik dan Pengecatan Teras

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Di bawah terik matahari Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, deru semangat gotong royong memancarkan kehangatan humanis, Jum’at (7/8/2026).

Pembangunan fasilitas umum mushola yang berdiri anggun di kawasan rest area terpadu program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro kini telah memasuki fase finishing.

Tampak pemandangan menginspirasi di lokasi pembangunan, para prajurit TNI berseragam loreng bahu-membahu bersama warga setempat.

Ada yang telaten mengaduk semen dan pasir, memasang tiap keping keramik putih bertekstur elegan di area teras, hingga merapikan ornamen fasad mushola berukir seni Timur Tengah.

Tidak ada sekat antara seragam tentara dan pakaian kerja warga, semua menyatu demi menghadirkan tempat ibadah yang nyaman.

Pembangunan tempat ibadah ini bukan sekadar pengerjaan fisik semen dan bata, melainkan simbol kemanunggalan TNI dengan rakyat yang menebar kebaikan jangka panjang.

Mushola ini dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan spiritual warga Desa Kesongo, tetapi juga hadir sebagai ‘oase’ tempat beristirahat dan beribadah bagi para pengguna jalan yang singgah di kawasan rest area.

Komandan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, menyampaikan kepuasannya atas semangat kerja keras prajurit dan warga yang tak kenal lelah.

Menurutnya, pembangunan mushola sudah memasuki tahap finishing. Saat ini tinggal penyelesaian pemasangan keramik teras dan pengecatan detail.

“Kami sangat optimistis seluruh pengerjaan segera tuntas 100 persen, sehingga mushola ini bisa langsung dimanfaatkan masyarakat luas maupun pengguna jalan sebagai sarana ibadah yang bersih dan nyaman,” ungkap Lettu Ckm Purnomo.

Melalui kerja cepat, presisi, dan dilandasi semangat kekeluargaan, pengerjaan seluruh sasaran fisik TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro dipastikan rampung tepat waktu.

Kehadiran mushola ini diharapkan menjadi warisan bermanfaat yang menguatkan nilai-nilai keagamaan sekaligus menggerakkan kenyamanan fasilitas umum di kawasan Kedungadem. (Red)

Jelang Purnatugas TMMD 129 Bojonegoro: Satgas Menyulap Rumah Harapan Mbah Kasiman Menjadi Hunian Layak dan Nyaman

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 yang digelar oleh Kodim 0813 Bojonegoro kini memasuki babak akhir.

Dengan sisa waktu sekitar satu pekan sebelum penutupan resmi, ritme kerja prajurit TNI di lapangan bukannya mengendur, melainkan kian dipacu demi menuntaskan seluruh sasaran fisik secara sempurna.

Salah satu fokus utama yang menyedot perhatian dan sentuhan hangat humanis adalah rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Bapak Kasiman, warga RT.020 RW.008 Dusun Mundu, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem.

Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa pengerjaan renovasi rumah Bapak Kasiman telah memasuki tahap finishing (penyelesaian akhir), Jum’at (7/8/2026).

Para prajurit Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro bersama warga setempat bahu-membahu merapikan setiap sudut bangunan.

Dengan teliti dan cekatan, personel TNI memoles dinding menggunakan plamir sebagai bahan dasar sebelum pengecatan akhir, merapikan adukan semen di area teras depan, hingga menyapu dan membersihkan lantai keramik yang baru saja selesai dipasang.

Rumah yang dulunya tergolong tidak layak, kini bertransformasi menjadi hunian yang kokoh, rapi, dan menyejukkan mata.

Sentuhan kepedulian ini terpancar nyata saat warga senior desa duduk menyaksikan prajurit TNI yang berpeluh keringat mengaduk semen dan menyapu ruangan.

Rasa haru dan syukur membuncah, menandai hadirnya negara dan TNI di tengah-tengah kesulitan rakyat kecil.

Komandan SST-1 SSK Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letda Inf Ady Yuniarto, menegaskan bahwa sisa waktu yang terbatas tidak akan mengurangi standar kualitas pengerjaan.

Ia mengungkapkan, pelaksanaan TMMD ke- 129 di Desa Kesongo ini tinggal sekitar satu pekan lagi. Oleh karena itu pihaknya terus mengoptimalkan setiap pekerjaan.

“Saat ini RTLH milik Bapak Kasiman telah memasuki tahap finishing, mulai dari plamir dinding sebagai dasar pengecatan hingga pembersihan lantai yang telah terpasang. Kami optimistis seluruh pekerjaan dapat rampung tepat waktu dengan hasil yang maksimal,” ujar Letda Inf Ady Yuniarto.

Letda Inf Ady juga menambahkan bahwa percepatan ini tetap memprioritaskan keamanan, kenyamanan, dan ketahanan bangunan agar dapat memberikan nilai manfaat jangka panjang bagi pemiliknya.

“Kekuatan utama kami adalah semangat gotong royong antara Satgas TMMD dan masyarakat Desa Kesongo. Kebersamaan inilah yang membuat pekerjaan berat terasa ringan dan berjalan cepat,” pungkasnya.

Melalui program TMMD ke-129, Kodim 0813 Bojonegoro tidak hanya sekadar membangun infrastruktur dan fisik bangunan, tetapi juga merajut kembali tali silaturahmi serta menumbuhkan optimisme masyarakat perdesaan.

Dengan terus dikebutnya seluruh sasaran fisik di Desa Kesongo menjelang penutupan program, diharapkan masyarakat dapat segera menikmati fasilitas dan rumah layak huni yang lebih baik, aman, dan sejahtera.(Red)