Harga Sembako Murah, Cek Kesehatan Gratis, TMMD 129 Bojonegoro Jadi Magnet Warga

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)– Rangkain pelaksanaan kegiatan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 129 Tahun Anggaran 2026 di Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro, tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur desa.

Beragam kegiatan sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat sasaran program terpadu dan lintas sektoral yang mengankat tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa” ini juga menjadi bagian penting dari program tersebut.

Salah satunya yang paling menarik perhatian warga masyarakat adalah layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan pasar murah yang digelar dilokasi TMMD ke- 129 Bojonegoro tepatnya dihalaman Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem.

Sejak pagi, warga masyarakat dari Desa Kesongo maupun desa-desa sekitar tampak memadati lokasi yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Lamongan Jawa Timur ini untuk memanfaatkan dua layanan tersebut.

Layanan kesehatan gratis disediakan melalui kolaborasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro melalui Puskesmas Kedungadem dan Puskesmas Kesongo.

Warga desa setempat yang berusia 20 hingga 60 tahun, cukup membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk mendapatkan pemeriksaan Kesehatan gratis alias tanpa dipungut biaya.

Berbagai layanan kesehatan yang tersedia meliputi pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, hingga asam urat. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular.

Dokter Puskesmas Kedungadem, dr. Bowo Luhur Santoso, mengatakan, kegiatan dalam rangka mendukung pelaksanaan program TMMD ke- 129 ini menjadi kesempatan yang baik bagi masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini.

“Deteksi dini sangat penting, terutama untuk penyakit seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi maupun asam urat. Dengan pemeriksaan rutin, penanganan bisa dilakukan lebih cepat,” ujarnya di sela kegiatan, Rabu (15/7/2026).

Menurutnya, keterlibatan sektor kesehatan dalam kegiatan TMMD merupakan bentuk nyata dukungan terhadap program pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat hingga ke wilayah pedesaan.

Tingginya antusiasme warga terlihat dari antrean panjang yang sudah terbentuk sejak pagi. Banyak warga mengaku terbantu karena bisa memperoleh layanan kesehatan tanpa harus mengeluarkan biaya.

Selain layanan kesehatan, Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro ini juga menghadirkan pasar murah mandiri yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dibandingkan harga di pasaran.

Program ini menjadi angin segar bagi masyarakat sasaran pelaksanaaan kegiatan ditengah harga sejumlah kebutuhan yang masih cukup tinggi.

Dansatgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro menegaskan bahwa kegiatan TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik seperti jalan desa maupun rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), tetapi juga memperhatikan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“TMMD hadir bukan hanya membangun jalan dan rumah, kami juga ingin membangun masyarakat yang sehat, produktif, dan sejahtera. Karena itu kegiatan nonfisik seperti pelayanan kesehatan gratis dan pasar murah juga menjadi bagian penting dari program ini,” tegas Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto.

Seorang warga Dusun Mundu, Desa Kesongo, Sri Minarsih (49), mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan bakti sosial pelayanan kesehatan gratis tersebut.  Selain memanfaatkan pemeriksaan kesehatan gratis, ia juga membeli kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih murah.

“Terima kasih kepada TNI, Pemkab Bojonegoro dan semua pihak yang sudah mengadakan kegiatan ini. Biasanya kalau cek kesehatan harus ke puskesmas, sekarang bisa gratis. Sekalian belanja sembako dengan harga lebih hemat,” tuturnya.

Sri Minarsih juga mengungkapkan bahwa selisih harga sejumlah kebutuhan pokok dalam pasar murah mandiri di kegiatan TMMD ke- 129 di Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem ini cukup signifikan.

“Salah satunya minyak goreng kemasan dua liter, yang biasanya dijual sekitar Rp42 ribu, namun di pasar murah mandiri TMMD ini hanya dibanderol sekitar Rp32.500,” pungkasnya.

Program TMMD ke-129 di Desa Kesongo akan berlangsung selama 30 hari mulai dari tanggal 15 Juli hingga 13 Agustus 2026 mendatan, dengan rangkaian kegiatan meliputi pekerjaan fisik maupun nonfisik.

Melalui berbagai program tersebut, TNI bersama Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap manfaat TMMD benar-benar dapat dirasakan masyarakat. Tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga peningkatan kesehatan, kesejahteraan dan ketahanan ekonomi warga.(Red)

Sapa Hangat Satgas TMMD 129 Bojonegoro, Siswa SDN Kesongo Antusias Sambut Personel TNI

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Rangkaian pelaksanaan kegiatan TMMD ke- 129 yang resmi dibuka Bupati Bojonegoro pada Rabu (15/7/2026), personel Satuan Tugas (Satgas) TMMD Kodim 0813 Bojonegoro menyempatkan diri berbaur dan bercengkerama bersama siswa-siswi SDN Kesongo I.

Momen kebersamaan yang penuh keakraban ini menjadi salah satu warna tersendiri ditengah padatnya agenda pelaksanaan kegiatan program yang mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa” di Kabupaten Bojonegoro.

SDN Kesongo I sendiri, bukan sekadar lokasi kunjungan biasa, melainkan salah satu sasaran fisik prioritas dalam program TMMD ke- 129 tahun ini. Di mana 4 ruang kelas sekolah ini masuk dalam daftar rehabilitasi yang akan dikerjakan Satgas selama masa pelaksanaan program.

Kedekatan personel TNI dengan siswa-siswi di sekolah ini pun menjadi relevan, mengingat mereka yang akan menyaksikan dan terdampak langsung oleh program perbaikan lingkungan kelas SDN Kesongo I.

Dalam momen sapa siswa tersebut, jajaran TNI bersama para pejabat dilingkup Pemkab Bojonegoro tampak berjalan menyusuri barisan siswa yang mengenakan seragam olahraga SDN Kesongo I.

Anak-anak yang tergabung dalam barisan tersebut menyambut kehadiran para personel TNI dan Pemkab Bojonegoro dengan wajah sumringah, sebagian bahkan tampak antusias memperhatikan lebih dekat sosok prajurit TNI yang biasanya hanya mereka lihat di layar televisi atau buku pelajaran.

Dansatgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, mengatakan, interaksi hangat semacam ini bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan bagian dari sasaran non-fisik program TMMD yakni membangun semangat kebersamaan.

Melalui momen sederhana berupa sapaan, senyuman, dan obrolan ringan tersebut sebagai upaya menyebarluaskan nilai-nilai kedisiplinan, semangat kebangsaan, serta cinta tanah air kepada anak-anak. Pendekatan ini dinilai efektif membangun kedekatan emosional antara TNI dan masyarakat.

Masih menurut Dansatgas, kehadiran Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro dilingkungan sekolah juga turut memperkenalkan sosok TNI secara lebih manusiawi kepada anak-anak, jauh dari kesan kaku maupun formal semata.

“Anak-anak yang semula mungkin hanya mengenal TNI dari seragam dan atribut tugas, kini mendapat pengalaman langsung berinteraksi dan bertanya kepada para personel yang hadir ditengah mereka,” ucap Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto.

Ia meyakini, momentum seperti itu diyakini turut membentuk persepsi positif generasi muda terhadap institusi TNI, sekaligus menjadi bagian dari edukasi wawasan kebangsaan secara tidak langsung.

“Sehingga, kombinasi antara kegiatan fisik dan non-fisik akan menjadi kunci keberhasilan program TMMD dalam menghadirkan manfaat yang menyeluruh bagi masyarakat. Tidak hanya dari sisi pembangunan infrastruktur semata, tetapi juga dari sisi kedekatan sosial dan kepercayaan warga terhadap TNI,” terang Dansatgas.

Momen keakraban antara Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro dan siswa SDN Kesongo I ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan program kemanunggalan TNI dengan rakyat tidak selalu diukur dari besar-kecilnya proyek fisik yang dikerjakan, tetapi juga dari sejauh mana kehadiran TNI mampu menyentuh dan diterima oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak sebagai generasi penerus bangsa di Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem. (Red)

Babinsa Koramil 410-02/TBS Perkuat Gotong Royong Warga dalam Pembangunan Infrastruktur Lingkungan

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Dalam rangka mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat serta mendukung program pembangunan infrastruktur berbasis gotong royong, Babinsa Koramil 410-02/TBS, Serka Pungut Supratman, melaksanakan kegiatan pemantauan dan pendampingan progres pembuatan Talut (penahan tanah) serta drainase di Jalan Nangka RT 04 Lk 02, Kelurahan Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung.

Kegiatan yang berlangsung pada hari Kamis, 16 Juli 2026, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai, melibatkan personel TNI, Ketua RT setempat, dan sejumlah warga masyarakat. Kehadiran Babinsa di lokasi bertujuan untuk memastikan pembangunan infrastruktur tersebut berjalan sesuai rencana, tepat waktu, serta memenuhi standar teknis agar bermanfaat maksimal bagi warga.

Dalam kesempatan tersebut, Babinsa Serka Pungut Supratman memberikan arahan dan motivasi kepada warga agar selalu menjaga semangat gotong royong. Beliau menekankan bahwa pembangunan talud dan drainase ini sangat strategis untuk mencegah terjadinya erosi tanah dan genangan air yang kerap mengganggu aktivitas warga serta merusak jalan lingkungan.

“Pekerjaan ini adalah hasil inisiatif murni dari masyarakat yang didukung penuh oleh aparat kewilayahan. Kami dari Koramil hanya memfasilitasi dan memberikan pendampingan teknis agar hasilnya maksimal. Saya berharap setelah selesai, warga dapat merawat dan menjaganya dengan baik,” ujar Serka Pungut.

Proses kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Antusiasme warga terlihat sangat tinggi, terjalin komunikasi yang baik antara warga dan aparat, sehingga target penyelesaian pekerjaan dapat dipercepat.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen TNI AD khususnya jajaran Kodim 0410/KBL untuk terus hadir dan bersinergi dengan seluruh komponen bangsa dalam membangun ketahanan wilayah dari tingkat paling bawah.

Dandim Bojonegoro : TMMD 129 di Kesongo Kedungadem Prioritaskan Jalan Poros Desa dan RTLH

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)-  Selaku Dansatgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 129 tahun 2026, Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, Rabu (15/7/2026), menegaskan, kegiatan terpadu dan lintas sektoral TMMD merupakan program yang sangat strategis dan efektif dalam mempercepat pembangunan daerah, baik dari sisi ekonomi, pertahanan keamanan, hingga meningkatkan rasa cinta tanah air.

Program yang mengusung tema ‘TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa’ tahun ini dilaksanakan di Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur.

Kegiatan yang akan berlangsung mulai tanggal 15 Juli hingga 18 Agustus 2026 ini melibatkan TNI, kementerian, lembaga, pemerintah daerah hingga masyarakat. Program tersebut bertujuan mempercepat pembangunan baik fisik maupun nonfisik di daerah.

“Kegiatan TMMD di Desa Kesongo ini akan dilaksanakan selama 30 hari, sasaran fisik difokuskan pada pembangunan infrastruktur yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” ungkap Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto.

Ia menjelaskan, sasaran fisik TMMD ke- 129 tahun ini diantaranya pembangunan jalan cor beton 2 titik, normalisasi sungai afvoer, rehab 4 ruang kelas sekolah, pembangunan 1 titik sumur bor, peningkatan kualitas 9 unit Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH), serta pembangunan drainase.

Kegiatan nonfisik juga digelar dalam pelaksanaan program tersebut seperti penyuluhan program KB, stunting, penghijauan, hingga ketahanan pangan. Program TMMD tersebut, diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat ketahanan sosial masyarakat.

“Program TMMD ini diharapkan memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat gotong royong antara TNI, pemerintah daerah, dan warga,” pungkas Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto.(Red)

TMMD 129 Bojonegoro Perkuat Pembangunan Infrastruktur Perdesaan

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)-  Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Bojonegoro, Djoko Lukito, S.Sos., MM., melalui Kabit Pembangunan dan Kerjasama Desa/Kelurahan dan Teknologi Tepat Guna, Mohammda Aris Hidayatulloh, A.STP., menyampaikan, program TMMD ke- 129 tahun 2026 dilaksanakan di Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem.

Adapun pelaksanaan kegiatan program yang mengusung tema ‘TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa’ tersebut akan berlangsung selama 30 (tiga puluh) hari.

“Alhamdulillah, program TMMD ke- 129 telah dibuka secara resmi oleh Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, hari ini Rabu 15 Juli 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sampai 13 Agustus 2026 di Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sejumlah sasaran fisik telah disiapkan dalam program terpadu dan lintas sektoral tersebut. Kegiatan difokuskan pada pembangunan jalan cor beton bervolume 550×3 meter di Dusun Kedungpandan, serta 490×3 meter di Dusun Mundu.

Selain itu, ada juga peningkatan kualitas 9 unit Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH), pembangunan 1 titik sumur bor, rehab 4 ruang kelas SDN Kesongo I, pembangunan drainase sepanjang 330 meter dan normalisasi sungai afvoer.

Program TMMD merupakan wujud sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas PMD dengan pihak TNI dalam rangka mendukung percepatan pembangunan desa.

“Melalui kolaborasi ini, kami berharap infrastruktur dan sarana prasarana di kawasan perdesaan dapat terus ditingkatkan, sehingga berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat desa,” jelas Sumantri.

Ia juga menekankan pentingnya peran aparat pemerintah desa, beserta masyarakat Desa Kesongo dalam menjaga hasil pembangunan yang telah dilakukan melalui program TMMD.

“Kami berharap seluruh sarana dan prasarana yang telah dibangun nantinya dapat dijaga, dirawat dan dikelola dengan baik oleh pemerintah desa bersama masyarakat. Sehingga manfaatnya, dapat dirasakan secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Dengan pelaksanaan TMMD ke-129 tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro optimistis pembangunan perdesaan akan semakin merata dan mampu mendorong kesejahteraan masyarakat. (Red)

TMMD 129 Bojonegoro, Sinergi Lintas Sektor Membangun Desa

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)-  Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa atau TMMD ke- 129 tahun 2026 yang berlangsung di Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, secara resmi telah dimulai.

Hal tersebut ditandai melalui upacara pembukaan yang dipimpin langsung oleh Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, dilapangan Desa Mlideg Kecamatan Kedungadem, Rabu (15/7/2026).

Upacara pembukaan kegiatan program terpadu dan lintas sektoral yang mengusung tema ‘TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa’ dihadiri berbagai unsur Forkopimda, jajaran TNI-Polri, Forkopimcam, Kepala Desa se- Kabupaten Bojonegoro, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda.

Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, menyambut baik atas kegiatan yang akan berlangsung hingga 13 Agustus 2026 mendatang di desa yang ia pimpin. Program tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mencakup pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat.

“Program TMMD menjadi salah satu strategi pembangunan terintegrasi yang memperkuat persatuan nasional, dan mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat termasuk warga Desa Kesongo,” ucapnya.

Ia menilai, program TMMD sebagai bentuk nyata dari semangat gotong royong yang perlu terus didorong utamanya dalam membangun kebersamaan, ketahanan sosial dan nilai kebhinekaan.

Kegiatan nonfisik program TMMD seperti penyuluhan kesehatan, pembinaan mental, penyuluhan hukum dan lainnya dirancang menjadi ruang sinergi potensial antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat.

“Program TMMD ini merupakan bukti nyata, dan konkret dalam membangun desa dari berbagai dimensi. Kami berharap, kolaborasi lintas sektor yang baik ini akan terus berlanjut dan diperluas. Masyarakat Desa Kesongo siap mendukung penuh terlaksananya kegiatan program TMMD di desa kami,” tegas Kusnadi.

Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, selaku Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD ke- 129, mengatakan, kegiatan program TMMD tahun 2026 ini tidak hanya membangun infrastruktur seperti jalan dan fasilitas umum, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui kegiatan sosial dan edukatif.

“Kami hadir bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun semangat gotong royong dan kebersamaan,” ungkapnya.

Kegiatan program TMMD merupakan bukti adanya kemanunggalan TNI dan rakyat, serta wujud nyata dukungan kepada pemerintah dalam rangka mempercepat pembangunan desa.

Selain itu, program ini juga merupakan bagian dari upaya kolektif, dalam memperkuat struktur sosial masyarakat, serta mewujudkan kehidupan desa atau wilayah yang lebih sejahtera.

“Harapannya, program TMMD ini mampu mengakselerasi pembangunan wilayah, mempererat sinergi lintas lembaga, serta menjadi sarana penguatan karakter kebangsaan masyarakat desa,” pungkas Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto. (Red)

Camat Kedungadem Ungkap Manfaat Besar TMMD 129 Bojonegoro di Desa Kesongo

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)-  Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 129 tahun 2026 di Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro, mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kecamatan Kedungadem.

Program kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat yang mengusung tema ‘TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa’ ini dinilai menjadi langkah strategis dalam mempercepat pembangunan hingga kewilayah pedesaan.

Camat Kedungadem, Sahlan, Rabu (15/7/2026), mengatakan bahwa pelaksanaan TMMD memberikan banyak manfaat bagi masyarakat terutama dalam mempercepat pembangunan infrastruktur yang selama ini menjadi kebutuhan warga.

Selain itu, program terpadu dan lintas sektoral tersebut juga mampu meningkatkan konektivitas antar wilayah, sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui semangat gotong royong.

Mesih menurut Camat Kedungadem, pembangunan yang dilakukan melalui kegiatan program TMMD bukan hanya membangun sarana fisik, tetapi juga membuka akses yang lebih baik bagi warga antar dusun.

Dengan harapan, program ini mampu mendorong aktivitas ekonomi, memperlancar mobilitas masyarakat, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga.

“Manfaat TMMD sangat besar karena mampu mempercepat proses pembangunan, meningkatkan konektivitas warga antar dusun, serta mendorong pemberdayaan masyarakat,” ujar Sahlan.

Ia pun berharap, seluruh rangkaian kegiatan program yang akan berlangsung hingga 13 Agustus 2026 mendatang tersebut, dapat berjalan optimal dan sesuai perencanaan yang telah disusun.

Dengan dukungan semua pihak mulai dari TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa hingga masyarakat, pelaksanaan program TMMD ini diyakini akan berlangsung lancar dan memberikan hasil maksimal.

“Kami berharap pelaksanaan TMMD berjalan dengan baik dan lancar sesuai proses perencanaan sehingga hasil pembangunan dapat segera dimanfaatkan, dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ucapnya.

Sahlan juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro yang telah memilih Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem sebagai lokasi pelaksanaan program TMMD tahun ini.

Menurutnya, program tersebut menjadi bukti nyata hadirnya negara dalam mempercepat pembangunan diwilayah pedesaan yang masih membutuhkan perhatian.

Dia juga menilai bahwa kehadiran program TMMD ini sangat membantu pemerintah daerah dalam menjangkau pembangunan hingga ke pelosok desa yang selama ini membutuhkan peningkatan infrastruktur dan fasilitas pendukung lainnya.

“Terima kasih atas pelaksanaan TMMD di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem. Melalui program ini, pembangunan benar-benar dapat menyentuh wilayah pelosok perdesaan sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.

Dengan semangat sinergi antara TNI, pemerintah dan masyarakat, TMMD ke-129 diharapkan tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik yang berkualitas, tetapi juga memperkuat kebersamaan serta mendorong percepatan pembangunan desa demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bojonegoro. (Red)

TMMD 129 Dimulai, Sinergi TNI-Warga Tuai Apresiasi Anggota DPRD Bojonegoro

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)-  Pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 129 tahun 2026 di Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro terus menunjukkan progres.

Sejumlah pekerjaan fisik mulai dikerjakan sebagai bagian dari upaya mempercepat pemerataan pembangunan diwilayah pedesaan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Program kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak termasuk kalangan legislatif.

Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro, Moch. Choirul Anam, menilai program TMMD menjadi salah satu program yang terbukti efektif dalam mempercepat pembangunan, sekaligus memperkuat kehidupan sosial masyarakat desa.

Menurutnya, kegiatan program TMMD tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan warga, tetapi juga menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi pedesaan.

Selain itu, kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung dinilai mampu menjaga dan memperkuat budaya gotong royong yang telah menjadi ciri khas kehidupan desa.

“Kami mendukung penuh program TMMD karena sangat efektif sebagai akselerator pemerataan pembangunan untuk memajukan ekonomi pedesaan, sekaligus merawat budaya gotong royong khususnya bagi masyarakat Desa Kesongo,” ujar Moch. Choirul Anam, saat menghadiri acara pembukaan TMMD ke- 129 dilapangan Desa Mlideg Kecamatan Kedungadem, Rabu (15/7/2026).

Ia menambahkan, program TMMD juga sangat membantu pemerintah desa maupun Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam menghadirkan pelayanan pembangunan yang lebih cepat dan tepat sasaran.

Sinergi lintas sektor yang dibangun melalui program TMMD ini dinilai mampu mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama diwilayah yang masih tergolong pelosok atau membutuhkan perhatian lebih.

“Melalui kegiatan TMMD, pemerintah desa dan pemerintah kabupaten sangat terbantu dalam memberikan layanan yang cepat, dan tepat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus kualitas sumber daya manusia di daerah terpencil maupun yang masih tertinggal,” jelasnya.

Choirul Anam berharap kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa dan masyarakat tidak berhenti pada pelaksanaan TMMD tahun ini saja.

Ia menginginkan sinergi tersebut terus berlanjut sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara berkesinambungan oleh masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik, tetapi juga dari dampak jangka panjang yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mempercepat kemajuan desa.

“Harapan kami, sinergitas ini terus berkesinambungan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan warga Desa Kesongo,” tuturnya.

Dia juga mengajak seluruh elemen untuk terus menjaga semangat kebersamaan yang telah terbangun selama pelaksanaan TMMD.

Menurutnya, kekompakan antara TNI, pemerintah dan masyarakat merupakan modal penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

“Pesan kami, sinergitas lintas sektoral ini harus terus dijaga agar hubungan antara TNI, pemerintah, dan masyarakat semakin erat. Dengan kebersamaan seperti inilah pembangunan desa dapat berjalan lebih cepat, merata, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (Red)

Bazar Pangan Murah Persit Kodim Bojonegoro Meriahkan Pembukaan TMMD 129 di Kesongo Kedungadem

BOJONEGORO -(deklarasinews.com) – Acara pembukaan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 129 tahun 2026 dilapangan Desa Mlideg, Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, Rabu (15/7/2026), berlangsung meriah dan dalam nuansa kebersamaan.

Tidak hanya menjadi ajang sinergi antara TNI dan masyarakat, pada momen tersebut juga diwarnai partisipasi aktif dari para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) desa setempat.

Tak terkecuali dari kalangan ibu-ibu Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXVIII Kodim 0813 Bojonegoro, dengan menampilkan bazar pangan murah dilokasi Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem.

Kehadiran bazar pangan murah Persit KCK Cabang XXVIII Kodim 0813 Bojonegoro ini menambah semarak suasana, sekaligus memberi semangat warga masyarakat untuk berpartisipasi dalam pasar murah mandiri, pelayanan kesehatan, dan lainnya dalam rangka mendukung acara pembukaan TMMD ke- 129.

Ketua Persit KCK Cabang XXVIII Kodim 0813 Bojonegoro, Ny. Faradina Dedy Dwi Wijayanto, mengungkapkan, kegiatan bazar pangan murah ini merupakan salah satu wujud nyata dukungan dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 129 di Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem.

“Bazar pangan murah ini rutin digelar untuk mendukung kegiatan program TMMD dalam rangka membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujarnya.

Ia menambahkan, partisipasi aktif jajaran Persit KCK Cabang XXVIII Kodim 0813 Bojonegoro ini merupakan bukti nyata bahwa kegiatan program yang mengusung tema ‘TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa’ ini bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga pemberdayaan masyarakat.

“Rangkaian kegiatan ini menjadi wujud sinergi luar biasa antara TNI, Persit, dan rakyat,” kata Ny. Faradina Dedy Dwi Wijayanto.

Sebagaimana diketahui, pelaksanaan program TMMD ke- 129 tahun 2026 di Kabupaten Bojonegoro dipusatkan di Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem. Kegiatan tersebut berlangsung mulai tanggal 15 Juli hingga 13 Agustus 2026.

Kegiatan program terpadu dan lintas sektoral TMMD ke- 129 tersebut berfokus pada pembangunan infrastruktur desa seperti pembangunan jalan, drainase, normalisasi sungai, rehab ruang kelas sekolah, serta fasilitas umum lainnya.

Tak hanya itu, program ini juga melaksanakan kegiatan non-fisik seperti penyuluhan kesehatan, wawasan kebangsaan dan bela negara. Pemberdayaan masyarakat dan ekonomi juga menjadi bagian penting dari agenda tersebut.

Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong yang ditunjukkan dalam pembukaan ini, diharapkan TMMD ke- 129 tersebut mampu memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Kesongo, serta memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat.(Red)

Resmi Dibuka, TMMD 129 Bojonegoro Jadi Motor Pembangunan Diwilayah Pedesaan

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)-    Kegiatan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 129 Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Bojonegoro secara resmi telah dimulai melalui upacara pembukaan yang dipimpin oleh Bupati Setyo Wahono dilapangan Desa Mlideg Kecamatan Kedungadem, Rabu (15/7/2026).

Hadir dalam kegiatan yang mengusung tema ‘TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa’ diantaranya dari unsur TNI-Polri, jajaran Forkopimda dan Kepala OPD Pemkab Bojonegoro, Forkopimcam Kedungadem, Kepala Desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda.

Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, menyampaikan, program TMMD merupakan program terpadu dan lintas sektoral yang dilakukan sebagai wujud kepedulian TNI untuk membantu pemerintah daerah dalam upaya pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Program TMMD dilaksanakan dalam bentuk kegiatan karya bakti yang dilakukan bersama-sama antara TNI dengan instansi pemerintah dan seluruh komponen masyarakat, pada hakekatnya ditujukan untuk memotivasi dan menumbuhkembangkan kesadaran, semangat dan gotong royong masyarakat dalam membangun semangat dan percaya diri masyarakat agar mampu mengelola potensi yang dimiliki, serta kesiapsiagaan menghadapi setiap tantangan yang sedang maupun yang akan dihadapi.

Tujuan dilaksanakannya program TMMD adalah untuk meningkatlan kesejahteraan masyarakat, serta sebagai wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi yang sangat strategis antara TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, dunia usaha serta seluruh elemen masyarakat dalam mempercepat pembangunan diwilayah pedesaan.

“Program TMMD ini menjadi salah satu instrumen strategis dalam rangka mempercepat terwujudnya desa-desa di Bojonegoro yang maju, mandiri dan sejahtera,” kata Bupati Setyo Wahono dalam sambutannya.

Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, selaku Komandan Satgas TMMD ke- 129, mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan mengacu pada Surat Telegram Pangdam V Brawijaya Nomor ST/1055/2026 tanggal 25 Juni 2026, dan Surat Telegram Danrem 082/CPYJ Nomor ST/308/2026 tanggal 27 Juni 2026, serta perjanjian kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan Kodim 0813 Bojonegoro.‎

Program terpadu dan lintas sektoral TMMD ke- 129, dilaksanakan selama 30 hari mulai tanggal 15 Juli sampai dengan 13 Agustus 2026. Kegiatan ini dipusatkan di Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro.

Adapun sasaran kegiatan program ini mencakup pembangunan fisik dan nonfisik. Sasaran fisik meliputi rehabillitasi 4 ruang kelas SDN Kesongo I, pembangunan jalan cor beton, pembangunan drainase, normalisasi sungai avfoer, pembangunan 1 titik sumur bor dan peningkatan kualitas 9 unit Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH).

Sasaran nonfisik ditujukan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat agar memiliki pengetahuan, ketrampilan, serta kesadaran dalam mengelola potensi desa, menjaga kesehatan dan lingkungan, memperkuat ketahanan pangan, mengembangkan usaha produktif, serta berpartisipasi aktif dalam pembangunan.

“Melalui semangat kemanunggalan TNI dan rakyat, program TMMD ke- 129 diharapkan memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bojonegoro,” pungkas Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto.(Red)