Sukseskan TMMD 129 di Kesongo Kedungadem, Kodim Bojonegoro Siapkan 150 Personel BKO

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)–  Sebanyak 150 personel Bawah Kendali Operasi (BKO) dari Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU), siap mendukung kesuksesan kegiatan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 129 tahun 2026 di Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro.

Ratusan personel BKO Tiga Matra Angkatan ini terdiri dari 2 SST Yonif TP 885/Belibis Putih, 1 SSR Kodim 0813 Bojonegoro, 1 SSR Yonzipur 5/Arati Bhaya Wighina, 1 SSR Pasmar 2 dan 1 SSR Yonko 471 Pasgat.

Selain itu juga terdapat Tim Konsultasi Teknis/Zeni, Tim Penerangan dan Tim Kesehatan jajaran Korem 082/CPYJ, serta personel dari Polres dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.

Selama kegiatan program yang akan berlangsung mulai tanggal 15 Juli hingga 13 Agustus 2026, ratusan personel yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro akan menempati rumah-rumah penduduk.

Bagi warga masyarakat Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro yang rumahnya ditempati anggota Satgas TMMD ke- 129 ini, sekaligus akan menjadi orang tua asuh bagi para prajurit.

Demikian diungkapkan oleh Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, saat memimpin Apel Penyambutan dan arahan bagi personel BKO dilapangan Desa Mlideg Kecamatan Kedungadem, Selasa (14/7/2026).

Pada kesempatan itu, Dandim 0813 Bojonegoro juga menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan program yang mengusung tema ‘TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa’ ini mengerjakan sasaran fisik dan non fisik.

Sasaran fisik kegiatan program ini meliputi pembangunan jalan cor beton, rehab ruang kelas SDN Kesongo I, normalisasi sungai, pembangunan drainase, pembuatan sumur bor dan peningkatan kualitas Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH).

“Kegiatan non fisik, sasaranya seperti penyuluhan wawasan kebangsaan, kamtibmas, narkoba, hanpangan, kesehatan, peternakan/perikanan, pelayanan KB, penyuluhan stunting dan lain-lain,” ungkap Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto.

Ia berpesan kepada personel yang tergabung dalam Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro untuk menjaga marwah TNI di masyarakat, menjaga nama baik Satuan, serta bersosialisasi dengan masyarakat dengan baik dan benar.

“Kita semua harus kompak dan solid, bekerja bersama di antara AL-AU-AD, serta selalu koordinasi setiap menjalankan tugas,” tegas Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto.

Program TMMD merupakan kegiatan kerjasama antara Pemkab Bojonegoro dan Kodim 0813 Bojonegoro, yang dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan pembangunan yang merata, seimbang dan berkesinambungan.(Red)

TMMD Ke-129 Resmi Digelar di Bandar Lampung dan Lampung Utara, Korem 043/Gatam Percepat Pembangunan untuk Kesejahteraan Masyarakat

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Semangat gotong royong kembali menggelora. Korem 043/Garuda Hitam resmi membuka Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 secara serentak di dua wilayah, yakni Kodim 0410/Kota Bandar Lampung dan Kodim 0412/Lampung Utara, Rabu (15/7/2026).

Pelaksanaan TMMD bukan sekadar agenda rutin, melainkan wujud nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, Polri, dan seluruh elemen masyarakat dalam mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik di wilayah pedesaan maupun perkotaan.

Di Kabupaten Lampung Utara, upacara pembukaan dipusatkan di Lapangan SMP Negeri 2 Sungkai Utara, Desa Baru Raharja, Kecamatan Sungkai Utara. Kegiatan dipimpin langsung oleh Bupati Lampung Utara, Hi. Hamartoni Ahadis, serta dihadiri Kasrem 043/Gatam Kolonel Kav Roli Dewanto, S.E., M.Tr.(Han.), unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, dan warga setempat.

Sementara itu, di Kota Bandar Lampung, TMMD difokuskan pada pembangunan di kawasan perkotaan dengan tetap mengedepankan semangat kebersamaan dan kolaborasi antara TNI, Pemerintah Kota, serta masyarakat.

Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”, program ini dilaksanakan melalui kegiatan fisik dan nonfisik yang saling melengkapi.

Sasaran fisik meliputi pembangunan dan peningkatan infrastruktur, rehabilitasi rumah tidak layak huni, penyediaan sarana air bersih, penataan lingkungan, serta penguatan ketahanan pangan. Adapun sasaran nonfisik mencakup penyuluhan wawasan kebangsaan, bela negara, hukum, kesehatan, pencegahan stunting, bahaya penyalahgunaan narkoba, pelayanan administrasi kependudukan, hingga pelatihan dan pendampingan bagi pelaku UMKM.

Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan berbagai instansi pemerintah, lembaga terkait, dan partisipasi aktif masyarakat sebagai bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Kasrem 043/Gatam Kolonel Kav Roli Dewanto menegaskan bahwa TMMD merupakan program strategis yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga bertujuan memperkuat kebersamaan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta menumbuhkan semangat gotong royong.

“Melalui TMMD, kita tidak hanya membangun sarana fisik, tetapi juga membangun semangat kebersamaan, kepedulian, dan kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai modal utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui pelaksanaan TMMD Ke-129 di Bandar Lampung dan Lampung Utara, Korem 043/Garuda Hitam berharap manfaat program ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, sehingga mampu mendorong kemajuan wilayah, meningkatkan kesejahteraan warga, serta memperkokoh fondasi pembangunan nasional dari tingkat desa hingga perkotaan.(Red)

Aspal Baru TMMD Hadirkan Harapan dan Senyum Warga Desa Krangean

PURBALINGGA –(deklarasinews.com)- Wajah Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga, kini perlahan berubah. Jalan desa yang sebelumnya rusak dan sulit dilalui, mulai berganti menjadi hamparan aspal hitam mulus melalui program TMMD Reguler ke-128 Kodim 0702/Purbalingga.

Sejak pagi, suasana di lokasi pengerjaan tampak penuh semangat. Personel Satgas TMMD bersama warga bergotong royong menyelesaikan proses pengaspalan yang menjadi salah satu sasaran fisik utama program tersebut. Kebersamaan antara TNI dan masyarakat terlihat begitu erat di setiap titik pekerjaan.

Bagi warga Desa Krangean, pembangunan jalan ini bukan sekadar proyek infrastruktur. Aspal baru yang mulai membentang di tengah desa menjadi simbol harapan baru setelah bertahun-tahun masyarakat mendambakan akses jalan yang layak, aman, dan nyaman untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Komandan Kodim 0702/Purbalingga, Aries Ika Satria, mengatakan bahwa program TMMD Reguler ke-128 tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan.

“Pengaspalan jalan ini menjadi salah satu wujud nyata TNI dalam membantu pemerintah daerah mempercepat pembangunan desa. Kami berharap jalan yang baik ini mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat serta memperlancar mobilitas warga,” ujarnya, Kamis (14/5/2026).

Menurut Dandim, semangat gotong royong warga menjadi kekuatan penting dalam mempercepat proses pembangunan. Keterlibatan masyarakat menunjukkan bahwa TMMD bukan hanya milik TNI, tetapi menjadi program bersama demi kemajuan desa.

“Antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Kehadiran warga yang ikut membantu pekerjaan di lapangan menunjukkan bahwa pembangunan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Krangean, Sodirin, mengaku bersyukur atas perubahan yang mulai dirasakan masyarakat. Ia mengatakan, kondisi jalan sebelumnya cukup menyulitkan warga, terutama saat musim hujan karena licin dan sulit dilalui kendaraan.

“Alhamdulillah, sekarang jalan desa mulai diaspal dan masyarakat sangat senang. Ini sudah lama menjadi harapan warga karena akses jalan yang baik sangat penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Satgas TMMD Reguler ke-128 Kodim 0702/Purbalingga yang telah bekerja keras bersama masyarakat membangun desa.

Kini, hamparan aspal baru yang membelah Desa Krangean bukan hanya menghadirkan kenyamanan bagi pengguna jalan, tetapi juga menumbuhkan optimisme baru bagi masyarakat. Di balik aroma aspal dan deru alat berat yang masih terdengar di lokasi pengerjaan, tersimpan harapan besar akan kehidupan desa yang semakin maju, mudah, dan sejahtera.(red)

Kasrem 043/Gatam Sambut Tim Wasev Pusterad Tinjau Lokasi TMMD ke-128 Pekon Kalimiring

TANGGAMUS -(deklarasinews.com)– Kepala Staf Korem 043/Gatam Kolonel Kav Roli Dewanto, S.E., M.Tr (Han), menyambut  kedatangan Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) dari Pusterad yang dipimpin langsung Brigjen TNI Mukhlis., S. AP.,M.M, untuk meninjau pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun 2026 di Pekon Kalimiring, Kecamatan Kota Agung Barat, Kabupaten Tanggamus, Selasa (12/5/2026).

Kedatangan Tim Wasev dan rombongan dilokasi TMMD disambut hangat oleh Dansatgas TMMD Dandim 0424/Tanggamus Letkol Inf Dwi Djunaidi Mulyono, S.E., M.I.P., Bupati Tanggamus Drs. Hi. Moh. Saleh Asnawi, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta warga setempat yang selama ini bergotong royong melaksanakan pembangunan di wilayah Pekon Kalimiring.

Kepada Ketua Tim Wasev, Dandim 0424/Tanggamus Letkol Inf Dwi Djunaidi Mulyono, menjelaskan bahwa program TMMD ke-128 merupakan bentuk sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan.

“Kegiatan TMMD ini bertujuan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur dan kegiatan sosial kemasyarakatan,” ujar Dandim.

Dikesempatan tersebut Dandim menjelaskan, meskipun cuaca hujan menjadi salah satu kendala di lapangan, pelaksanaan pekerjaan tetap berjalan sesuai target berkat manajemen waktu dan kerja sama seluruh pihak.

“Kendala tentunya ada, saat ini cuaca hujan. Namun kendala tersebut bukan menjadi rintangan berat bagi kami, karena kami mempunyai manajemen waktu,” jelas Dandim.

Lebih rinci Dandim menegaskan bahwa Satgas TMMD bersama masyarakat, menyesuaikan pola pekerjaan agar seluruh sasaran fisik dapat selesai tepat waktu. Saat cuaca hujan kami menyesuaikan pekerjaan, dan ketika cuaca cerah langsung dikebut bersama masyarakat dan Satgas TMMD.

“Adapun sasaran fisik TMMD ke-128 di Pekon Kalimiring meliputi normalisasi badan jalan sepanjang 2.570 meter, pengerasan jalan, pembangunan talud dan gorong-gorong, rehab rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan sumur bor, hingga fasilitas MCK, Selain itu, kegiatan nonfisik juga dilaksanakan berupa pelayanan kesehatan gratis, penyuluhan, administrasi kependudukan, bantuan sosial, bantuan pendidikan, hingga pembagian bibit tanaman kepada masyarakat,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Tim Wasev Pusterad Brigjen TNI Mukhis., S. AP.,M.M memberikan apresiasi atas semangat gotong royong dan dukungan masyarakat terhadap pelaksanaan TMMD di Kabupaten Tanggamus.

“Kita berikan apresiasi terhadap kegiatan TMMD ke-128 di Kabupaten Tanggamus ini. Peran serta dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat cukup bagus,” ujar Brigjen Mukhlis.

Menurutnya, pembangunan jalan yang sebelumnya hanya berupa jalan setapak kini mulai membuka akses baru yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

“Dulunya ini jalan tertutup, hanya jalan setapak. Setelah dinormalisasi sekarang kendaraan bisa lewat,” ungkapnya.

Ia berharap hasil pembangunan tersebut dapat membantu memperlancar pengangkutan hasil pertanian dan perkebunan masyarakat serta meningkatkan perekonomian warga desa.

TMMD ke-128 Tahun 2026 sendiri mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri Dari Desa” sebagai bentuk nyata kemanunggalan TNI bersama rakyat dalam mendukung percepatan pembangunan di daerah.(Red)

Dansatgas TMMD 128/Purwakarta: Rutilahu “Julang Ngapak” Jadi Ikon Sukajadi

PURWAKARTA -(deklarasinews.com)– Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD ke-128 Kodim 0619/Purwakarta, Letkol Inf Ardha Carirova Pariputra, melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik kegiatan di Desa Sukajadi, Kecamatan Pondoksalam, Kamis (30/4/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 berjalan sesuai rencana, baik dari sisi kualitas pekerjaan, ketepatan waktu, maupun manfaat nyata bagi masyarakat.

Salah satu fokus peninjauan yakni rehabilitasi rumah tidak layak huni (rutilahu) yang mengusung konsep rumah adat Sunda Julang Ngapak. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kelayakan hunian warga, tetapi juga mengangkat nilai kearifan lokal yang menjadi identitas budaya masyarakat setempat.

Dalam keterangannya, Dansatgas menegaskan pentingnya pengawasan langsung di lapangan guna memastikan seluruh pekerjaan berjalan optimal.

“Peninjauan ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk memastikan setiap program TMMD benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kualitas pekerjaan harus dijaga agar hasilnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Ardha.

Ia menambahkan, penerapan konsep Julang Ngapak pada pembangunan rutilahu menjadi langkah strategis dalam mengintegrasikan pembangunan fisik dengan pelestarian budaya.

“Selain meningkatkan kualitas tempat tinggal, kami juga ingin menghadirkan nilai budaya dalam setiap pembangunan. Rumah dengan konsep Julang Ngapak ini diharapkan menjadi simbol kearifan lokal yang tetap lestari,” tambahnya.

Selain sektor perumahan, Dansatgas juga memantau progres pembangunan infrastruktur lainnya, seperti jalan desa serta sarana pendukung aktivitas masyarakat.

Kegiatan nonfisik, termasuk penyuluhan wawasan kebangsaan dan pemberdayaan masyarakat, turut menjadi perhatian dalam program TMMD kali ini.

Melalui peninjauan langsung tersebut, diharapkan setiap kendala di lapangan dapat segera diidentifikasi dan diatasi, sehingga seluruh target TMMD ke-128 di Desa Sukajadi dapat tercapai secara maksimal.

Program TMMD merupakan bentuk sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong percepatan pembangunan di wilayah pedesaan, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. (DR)

TMMD ke-128 Purwakarta Tak Hanya Bangun Fisik, Kesadaran Hukum Warga Ikut Dikuatkan

PURWAKARTA -(deklarasinews.com)- Komitmen membangun desa tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik, tetapi juga penguatan kapasitas dan kesadaran masyarakat. Hal itu tampak dalam kegiatan nonfisik program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 yang digelar di Desa Sukajadi, Kecamatan Pondoksalam, Kabupaten Purwakarta, Senin (27/4).

Melalui sinergi bersama Polres Purwakarta, kegiatan ini menghadirkan penyuluhan terpadu mengenai bahaya narkoba, maraknya judi online, pemahaman Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), serta pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Penyuluhan berlangsung di Aula Desa Sukajadi dan diikuti sekitar 50 warga dengan antusias.

Hadir dalam kegiatan tersebut Pasiter Kodim 0619/Purwakarta Kapten Inf Rasam, KBO Satres Narkoba Polres Purwakarta Iptu Rangga Bumira bersama jajaran, Kepala Desa Sukajadi Nurdin beserta perangkat desa, serta unsur masyarakat.

Dalam keterangannya, Kapten Inf Rasam menegaskan bahwa kegiatan nonfisik merupakan bagian strategis dalam pelaksanaan TMMD.

“Pembangunan desa tidak cukup hanya dengan infrastruktur. Yang tidak kalah penting adalah membangun kesadaran hukum dan kualitas sumber daya manusia. Melalui penyuluhan ini, kami ingin masyarakat memahami risiko dan dampak dari narkoba, judi online, maupun pelanggaran hukum lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, edukasi langsung kepada masyarakat menjadi langkah preventif yang efektif untuk menekan potensi pelanggaran hukum di tingkat desa.

Senada dengan itu, Kepala Desa Sukajadi Nurdin menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kontribusi TNI serta kepolisian dalam memberikan edukasi kepada warganya.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat kami. Banyak hal yang sebelumnya belum dipahami, kini menjadi lebih jelas, terutama terkait konsekuensi hukum dan dampak sosial dari perilaku menyimpang,” kata Nurdin.

Sementara itu, salah satu perwakilan warga mengaku mendapatkan wawasan baru yang sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari.

“Kami jadi lebih paham bahaya narkoba, risiko judi online, dan bagaimana bijak menggunakan media sosial agar tidak terjerat UU ITE. Ini sangat membuka pikiran kami,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Sukajadi semakin sadar hukum, mampu menjaga ketahanan keluarga, serta menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Program TMMD ke-128 pun terus diharapkan menjadi motor penggerak pembangunan desa yang menyentuh aspek fisik sekaligus nonfisik secara berkelanjutan. (DR)

Jembatan Garuda Mulai Dibangun, Menghubungkan Harapan Dua Desa dan Dua Kecamatan

PURBALINGGA -(deklarasinews.com)- Dari hamparan tanah yang sebelumnya hanya menjadi jalur terbatas, kini mulai tampak fondasi kuat yang perlahan membentuk penghubung baru. Pembangunan Jembatan Garuda menjadi bagian dari sasaran tambahan over prestasi dalam program TMMD Reguler ke-128 Kodim 0702/Purbalingga, sebuah langkah nyata yang melampaui target, sekaligus menjawab kebutuhan warga akan akses yang lebih layak.

Di lokasi pembangunan, aktivitas tak pernah benar-benar berhenti. Satgas TMMD bersama warga terus bergotong royong, menyusun demi menyusun material yang akan menjadi pondasi penyangga jembatan. Pembangunan ini bukan berdiri sendiri, melainkan kelanjutan dari sasaran fisik sebelumnya, yakni pembuatan dan pelebaran jalan yang telah lebih dulu dikerjakan.

Jembatan Garuda dirancang sebagai penghubung dua desa yang berada di dua kecamatan berbeda. Selama ini, keterbatasan akses membuat mobilitas warga kurang optimal, bahkan sering kali menghambat aktivitas ekonomi dan sosial. Kini, dengan dimulainya pembangunan jembatan, harapan itu mulai menemukan bentuknya.

Babinsa Koramil 12/ Karanganyar untuk Desa Krangean, Serma Jarwono, menyampaikan bahwa pembangunan ini merupakan bentuk komitmen TMMD dalam memberikan manfaat lebih bagi masyarakat.

“Jembatan Garuda ini menjadi sasaran tambahan atau over prestasi dari TMMD. Ini juga sebagai kelanjutan dari pembangunan jalan yang sudah dilakukan, sehingga nantinya akses benar-benar tersambung dengan baik,” jelasnya, Minggu (26/4/2026).

Menurutnya, kehadiran jembatan ini akan membawa perubahan signifikan bagi warga di kedua wilayah. Tidak hanya mempermudah mobilitas, tetapi juga membuka peluang baru dalam berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Di tengah proses pembangunan, suasana kebersamaan begitu terasa. Warga dari berbagai usia ikut terlibat, menyatu dalam semangat gotong royong bersama Satgas TMMD. Mereka tidak sekadar membantu pekerjaan, tetapi juga menanam harapan pada setiap bagian jembatan yang dibangun.

Jembatan Garuda mungkin masih dalam tahap awal, namun maknanya sudah terasa sejak sekarang. Ia bukan hanya penghubung fisik antara dua wilayah, melainkan juga pengikat harapan, kerja sama, dan masa depan yang lebih terbuka bagi masyarakat. Dari program TMMD, lahir bukan hanya pembangunan, tetapi juga kepercayaan bahwa perubahan dapat dimulai dari kebersamaan.(red)

Kepala Desa Sukajadi Apresiasi TMMD ke-128

PURWAKARTA -(deklarasinews.com)- Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0619/Purwakarta membawa angin segar bagi masyarakat Desa Sukajadi, Kecamatan Pondoksalam, Kabupaten Purwakarta. Kehadiran program terpadu lintas sektoral ini diyakini menjadi momentum percepatan pembangunan di wilayah yang selama ini tergolong terisolasi.

Kepala Desa Sukajadi, Nurdin, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas pelaksanaan TMMD di desanya. Ia menilai, program tersebut sangat membantu membuka keterisolasian wilayah, terutama melalui pembangunan akses jalan yang menghubungkan Desa Sukajadi dengan Desa Kertasari, Kecamatan Bojong.

“Alhamdulillah, kami sangat bangga dan bersyukur atas hadirnya TMMD ke-128 di Desa Sukajadi. Ini menjadi harapan baru bagi masyarakat, terutama dalam membuka akses jalan yang selama ini menjadi kendala utama. Ke depan, ini akan sangat berpengaruh terhadap peningkatan perekonomian dan kelancaran mobilitas warga,” ujar Nurdin. Kamis (23/4).

Tak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur jalan, TMMD ke-128 juga menyasar kebutuhan dasar masyarakat, seperti pembangunan fasilitas sanitasi dan peningkatan sarana pendidikan. Menurut Nurdin, pembangunan tersebut sangat penting untuk menunjang kualitas hidup warga.

“Ada pembangunan fasilitas toilet dan perbaikan sekolah yang sangat dibutuhkan masyarakat. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan dan dijaga dengan baik agar manfaatnya berkelanjutan,” katanya.

Di sisi lain, sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi warga juga menjadi perhatian. Sekitar 80 persen masyarakat Desa Sukajadi menggantungkan hidup dari sektor ini. Karena itu, Nurdin berharap adanya dukungan berkelanjutan, baik berupa pembinaan maupun pendampingan.

“Kami berharap ada perhatian lebih untuk sektor pertanian, baik padi maupun palawija. Diperlukan bimbingan dan pendampingan agar hasil pertanian masyarakat bisa meningkat dan berdampak pada kesejahteraan,” ucapnya.

Antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan TMMD terlihat sejak hari pertama pembukaan. Warga tampak berbondong-bondong mengikuti berbagai kegiatan yang digelar, termasuk pelayanan administrasi kependudukan seperti pembuatan KTP dan Kartu Keluarga.

Selain itu, kehadiran personel TNI yang tersebar di setiap dusun turut memberikan dampak positif. Kedekatan antara TNI dan masyarakat tidak hanya memperkuat kemanunggalan, tetapi juga mempercepat proses pembangunan di lapangan.

“Kehadiran TNI di setiap dusun benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Mereka sangat antusias dan merasa terbantu dalam berbagai kegiatan pembangunan,” ungkap Nurdin.

Dengan berbagai program yang dilaksanakan, Pemerintah Desa Sukajadi berharap TMMD ke-128 dapat menjadi titik awal kemajuan desa, sekaligus mendorong terwujudnya pembangunan yang merata dan berkelanjutan di Kabupaten Purwakarta. (DR)

Buka TMMD ke-128 di Tanggamus, Danrem 043/Gatam Harapkan Kesejahteraan Warga Kalimiring Meningkat

TANGGAMUS -(deklarasinews.com)– Komandan Korem (Danrem) 043/Garuda Hitam, Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, S.E., M.Han., menghadiri upacara pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 di wilayah Kodim 0424/Tanggamus. Kegiatan dipusatkan di Pekon Kalimiring, Kecamatan Kota Agung Barat, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Rabu (22/04/2026).

Kehadiran Danrem yang didampingi Ketua Persit KCK Koorcab 043 PD XXI/Radin Inten, Ny. Bebi Sumarlin, menegaskan komitmen TNI dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah perdesaan melalui sinergi lintas sektor.

Pembukaan TMMD ke-128 secara resmi dipimpin oleh Wakil Bupati Tanggamus, Agus Suranto, yang membacakan amanat Bupati Tanggamus. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa TMMD merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat.

“Dengan dibukanya akses jalan, mobilitas serta distribusi ekonomi warga akan semakin lancar. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mewujudkan pekon yang maju dan mandiri,” ujar Agus.

Adapun sasaran fisik utama TMMD ke-128 meliputi:

– Peningkatan akses jalan yang menghubungkan Pekon Kalimiring, Pekon Banjarmasin, dan Pekon Kandang Besi.

– Program unggulan Kasad berupa rehabilitasi 5 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

– Pembangunan 5 unit sumur bor serta 5 unit fasilitas MCK untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Pelaksanaan TMMD ke-128 melibatkan sekitar 150 personel yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas). Unsur yang terlibat antara lain Kodim 0424/Tanggamus, Yonif TP 945/PPC, Lanal Lampung, Lanud Pangeran M. Bunyamin, serta Polres Tanggamus.

Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki menegaskan bahwa TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga bertujuan menghidupkan kembali semangat gotong royong sebagai jati diri bangsa.

“TMMD hadir untuk memperkuat ketahanan wilayah sekaligus mempercepat pembangunan di daerah terpencil. Kami berharap program ini mampu menyediakan sarana yang dibutuhkan masyarakat untuk menggerakkan roda perekonomian desa,” tegasnya.

Upacara pembukaan turut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan unsur TNI-Polri, di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Tanggamus, Kasiren Korem 043/Gatam, Para Kasi Kasrem 043/Gatam,  Dandim 0424/Tanggamus, Danyonif TP 945/PPC, jajaran Forkopimda Tanggamus dan Pringsewu, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Tanggamus.

Melalui sinergi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah, TMMD ke-128 diharapkan tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga menjadi fondasi dalam meningkatkan kemandirian serta kesejahteraan masyarakat Pekon Kalimiring di masa mendatang.(Red)

TMMD ke-127 Resmi Ditutup, Sejumlah Pembangunan Strategis Hadir untuk Masyarakat Tanjung Rejo

PESAWARAN -(deklarasinews.com)-  Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun Anggaran 2026 resmi berakhir melalui upacara penutupan yang digelar di Lapangan Desa Gunung Sari, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran. Rabu, (11/3/2026).

Upacara penutupan tersebut dipimpin langsung oleh Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si. (Han). Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M., jajaran perangkat daerah, Danrem 043/Gatam, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Lampung yang diwakili oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Transmigrasi.

Sementara itu, Komandan Kodim 0421/Lampung Selatan Letkol Kav M. Nuril Ambiyah selaku Dansatgas TMMD dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan TMMD ke-127 berlangsung selama 30 hari dengan berbagai sasaran pembangunan fisik maupun nonfisik.

Untuk sasaran fisik, TMMD berhasil menyelesaikan pembangunan jalan rabat beton sepanjang 666 meter dengan lebar 3 meter dan ketebalan 0,15 meter, pembangunan talud, pembangunan lima unit sumur bor, serta rehabilitasi lima unit rumah tidak layak huni (RTLH).

Selain pembangunan fisik, kegiatan TMMD juga melaksanakan berbagai program nonfisik berupa penyuluhan kepada masyarakat. Materi yang diberikan meliputi wawasan kebangsaan dan bela negara, sekolah ramah anak, penyuluhan peternakan dan perikanan, bahaya judi online dan pornografi, keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), bahaya narkoba, penyuluhan hukum, serta edukasi tentang lingkungan hidup.

Pada kesempatan tersebut, juga turut diserahkan sejumlah bantuan kepada masyarakat, antara lain bingkisan sembako serta bantuan bibit kambing sebagai upaya mendukung peningkatan kesejahteraan warga.

Dalam sambutannya, Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam pelaksanaan program TMMD ke-127. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan wujud nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan.

“Program TMMD ini merupakan bentuk nyata kerja sama antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. Kami berharap seluruh hasil pembangunan yang telah dilaksanakan dapat dijaga dan dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat,” ujarnya.

Penutupan TMMD ke-127 secara simbolis ditandai dengan penanggalan tanda peserta dan pengembalian alat kerja TMMD oleh Pangdam XXI/Radin Inten.

Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B. dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya program TMMD yang berjalan lancar serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat Desa Tanjung Rejo.

“Ini adalah salah satu bentuk sinergi antara TNI, masyarakat, dan Pemerintah Daerah dalam upaya mempercepat pembangunan desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati.

Usai pelaksanaan upacara, Pangdam XXI/Radin Inten bersama Bupati Pesawaran dan rombongan meninjau langsung sejumlah hasil pembangunan TMMD di Desa Tanjung Rejo, termasuk jalan rabat beton, sumur bor, serta rumah warga yang telah direhabilitasi melalui program RTLH.

Kegiatan penutupan kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama di Kantor Desa Tanjung Rejo sebagai wujud kebersamaan serta ungkapan rasa syukur atas keberhasilan pelaksanaan TMMD ke-127 yang diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat.(Dedi)