H-Minus 5 Penutupan TMMD 129 Bojonegoro: Satgas Kebut Penyelesaian Rumah Pak Kardo di Tengah Medan Sulit

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Waktu terus berdetak, dan batas akhir pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 129 tahun 2026 di Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem Kabuapten Bojonegoro semakin dekat.

Namun, semangat anggota Satgas tak sedikitpun kendur. Mereka terus memacu pengerjaan sasaran fisik agar target tercapai 100 persen sebelum upacara penutupan tiba.

Tumpuan perhatian Satgas TMMD saat ini tertuju pada rumah Bapak Kardo, seorang warga di RT.014 RW.007, Dusun Bekatul, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem.

Rumah yang sebelumnya tidak layak huni (RTLH), kini tengah disulap menjadi tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman. Progresnya sangat menggembirakan, hampir menyentuh angka final.

Anggota Satgas TMMD kini sedang fokus pada tahap finishing. Mereka merapikan detail bangunan, membersihkan sisa-sisa material, dan melakukan pelangsiran bahan bangunan terakhir menuju lokasi.

Di tengah kesibukan itu, cuaca yang cerah dan panas seolah membakar semangat, terlihat jelas dari seragam TNI yang basah kuyup oleh keringat.

Tantangan terbesar yang dihadapi tim adalah akses jalan menuju rumah Pak Kardo yang sempit, dan sulit dijangkau kendaraan besar.

Hal ini memaksa para anggota Satgas TMMD untuk melangsir material secara bertahap, menggunakan metode estafet maupun angkut-panggul.

Dengan kesabaran dan ketelatenan, mereka memastikan setiap material yang dibutuhkan sampai tepat di lokasi pengerjaan.

“Akses memang jadi tantangan tersendiri, tapi itu bukan alasan bagi kami untuk melambat,” tegas Komandan SSK Satgas TMMD ke-129, Lettu Ckm Purnomo.

“Kami menyiasatinya dengan sistem pelangsiran bertahap. Tim bekerja keras memastikan semua kebutuhan terpenuhi, mulai dari pasir, semen, hingga material atap,” tambahnya.

Tindakan cepat dan cermat dari Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro ini membuktikan komitmen TNI dalam membantu masyarakat meningkatkan kualitas hidup melalui pembangunan infrastruktur.

Tak hanya sekadar membangun fisik rumah, program yang mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa” ini juga memberikan dampak positif bagi mental dan sosial masyarakat desa.

Sore ini Minggu (9/8/2026) target penyelesaian peningkatan kualitas Rutilahu Pak Kardo diharapkan bisa mencapai 95-98 persen, menyisakan sedikit finishing minor untuk besok.

Upacara penutupan TMMD ke-129 pun diprediksi akan menjadi momen bahagia, tidak hanya bagi Pak Kardo, tetapi bagi seluruh warga Desa Kesongo yang merasakan manfaat langsung dari pengabdian prajurit TNI.

Lewat Smash Kebersamaan: TMMD 129 Bojonegoro Pererat Kemunggalan TNI-Mahasiswa dan Warga Kesongo

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Semangat kebersamaan dan keguyuban tampak membakar antusiasme masyarakat di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Di tengah bergulirnya program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, sebuah gelaran olahraga sederhana namun penuh makna berhasil menyedot perhatian warga: Turnamen Bola Voli TMMD 129.

Tak sekadar ajang unjuk kebolehan dan adu teknik di lapangan, turnamen ini menjadi panggung sinergi yang mempertemukan unsur prajurit TNI, para mahasiswa KKN Universitas Bojonegoro (Unigoro), serta pemuda desa dalam suasana hangat, penuh keakraban, dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.

Setelah persaingan sengit dan dramatis di lapangan purna digelar, penyerahan piala dan penghargaan kepada para pemenang berlangsung khidmat di depan Balai Desa Kesongo.

Adapun pemenang turnamen voli antardusun digelarang TMMD ke-129 tahun 2026 ini: Juara I: Tim Voli Yonif TP 885/BP, Juara II: Tim Voli Satgas TMMD ke- 129, dan Juara III: Tim Voli KKN-TK 01 Universitas Bojonegoro (Unigoro)

Penyerahan hadiah dilakukan secara langsung oleh jajaran Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro bersama Pemerintah Desa Kesongo.

Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan positif yang memberi warna dan gairah tersendiri bagi warga desa selama pelaksanaan TMMD.

“Kehadiran program TMMD tidak hanya membawa perubahan fisik bagi desa kami, tetapi juga menghidupkan kembali semangat gotong royong dan kemanunggalan melaui kegiatan-kegiatan kemasyarakatan seperti turnamen voli ini,” tutur Kusnadi.

Sementara itu, Komandan SSK Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, menegaskan, olahraga menjadi medium komunikasi sosial yang sangat efektif untuk membaurkan seluruh elemen yang terlibat dalam TMMD.

“Pertandingan ini bukan hanya mencari siapa yang menjadi juara, tetapi yang lebih utama adalah merajut kebersamaan dan menanamkan sportivitas. Lewat kegiatan santai seperti ini, sekat-sekat itu mencair. Hubungan antara pilar TNI, masyarakat, mahasiswa KKN, dan seluruh unsur pendukung TMMD semakin solid dan erat,” tegas Lettu Ckm Purnomo.

Ia menambahkan, TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik seperti jalan atau sarana publik semata, tetapi juga berfokus pada pembangunan karakter (character building) serta penguatan jaringan komunikasi sosial di tengah masyarakat.

Suasana penyerahan hadiah pada Sabtu (8/8/2026) malam itu ditutup dengan piala yang dijunjung tinggi, piagam sertifikat penghargaan, serta senyum kebanggaan para pemenang dan peserta.

Melalui smash-smash presisi di lapangan voli, tagline “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa” terbukti nyata tidak hanya diukir di atas adukan semen dan jalan beton, tetapi juga terpateri erat dalam kebersamaan, kekompakan, dan kehangatan warga Desa Kesongo.

Menabur Bibit, Memupuk Kemanunggalan: Aksi Serda Rizky Turun Sawah di TMMD 129 Bojonegoro

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik.

Kehadiran para prajurit TNI di tengah masyarakat juga memberikan dampak positif bagi perekonomian warga setempat.

Salah satunya seperti yang dilakukan Serda Rizky Fislamy Septianto, Danru 3 SST-2 SSK Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Minggu (9/8/2026).

Di sela-sela kesibukannya mengerjakan sasaran fisik program TMMD, ia tak ragu untuk turun ke sawah membantu petani menanam tembakau.

Dengan masih mengenakan pakaian dinas lapangan (PDL) loreng, Serda Rizky tampak luwes mengayunkan cangkul dan menanam bibit tembakau di lahan pertanian milik warga. Kehadirannya pun disambut antusias oleh para petani.

“Membantu petani merupakan bagian dari upaya kami untuk membangun kedekatan dengan masyarakat selama pelaksanaan TMMD,” ujar Serda Rizky.

Menurut Serda Rizky, petani memiliki peran penting dalam menjaga roda perekonomian masyarakat desa.

Karena itu, jajaran TNI dari Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro terus berupaya hadir dan membantu semampunya ketika melihat warga sedang bekerja di sawah.

“Selain melaksanakan tugas TMMD, kami juga ingin ikut membantu warga dalam aktivitas sehari-hari. Kalau ada kesempatan, kami senang bisa turun langsung ke sawah dan membantu petani,” tutur prajurit asal Tuban ini.

Bagi warga Desa Kesongo, kehadiran anggota Satgas TMMD di tengah aktivitas pertanian menjadi pemandangan tersendiri.

TNI tidak hanya datang untuk membangun jalan, jembatan, maupun fasilitas umum, tetapi juga ikut merasakan langsung denyut kehidupan masyarakat.

“Alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan kehadiran bapak-bapak TNI. Mereka tidak hanya membangun jalan, tapi juga mau membantu kami di sawah. Ini baru namanya TNI manunggal dengan rakyat,” kata salah satu petani, Mbah Pardi (65).

Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan semangat kemanunggalan TNI dan rakyat yang menjadi salah satu ruh pelaksanaan TMMD ke-129 di Desa Kesongo.

Program TMMD sendiri tidak hanya diarahkan pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyentuh berbagai kegiatan sosial, pemberdayaan masyarakat, kesehatan, pendidikan, hingga penguatan sektor ekonomi warga.

Turun langsung membantu petani menjadi salah satu cara sederhana Satgas TMMD untuk mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus mendorong semangat gotong royong di Desa Kesongo.

Di tengah hamparan sawah dan aktivitas penanaman tembakau, kebersamaan antara prajurit dan warga pun kembali terlihat.

Sebuah langkah kecil, tetapi memiliki makna besar dalam membangun kedekatan TNI bersama rakyat.

Senyum Ceria Anggi dan Jalan Beton TMMD 129 Bojonegoro yang Mengubah Suasana Sore di Dusun Mundu

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Gelak tawa anak-anak pecah saat sore menjelang di Dusun Mundu, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (9/8/2026).

Dengan kaki-kaki mungilnya, Anggi dan teman-temannya berlari riang menyusuri jalanan baru.

Tidak ada lagi kekhawatiran tersandung batu, atau jalan berlubang. Bagi mereka, jalan cor yang mulus itu kini menjadi arena bermain paling menyenangkan.

“Kalau jalannya sudah bagus, enak buat bermain dan lari-larian,” celetuk Anggi lugu sembari tersenyum.

Kegembiraan sederhana Anggi adalah potret nyata bagaimana pembangunan infrastruktur mampu menyentuh langsung denyut kehidupan masyarakat desa.

Wajah Dusun Mundu kini perlahan berubah. Jalan pedesaan yang sebelumnya rusak dan menyulitkan warga, kini tampil rapi dan kokoh berkat program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan oleh Kodim 0813 Bojonegoro.

Pembangunan jalan cor beton sepanjang 490 meter dengan lebar 3 meter ini kini telah rampung dan dimanfaatkan sepenuhnya oleh warga.

Kehadirannya tidak hanya mempermudah mobilitas kendaraan, tetapi juga memperlancar aktivitas ekonomi serta sosial warga sehari-hari.

Murti, salah seorang warga Dusun Mundu, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas hadirnya program TMMD di desanya.

Menurutnya, perubahan ini sangat dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Jalan ini sangat membantu warga. Sekarang aksesnya lebih enak untuk aktivitas sehari-hari, tidak licin dan jauh lebih nyaman,” tutur Murti.

Melalui sentuhan program TMMD ke-129 yang dijalankan jajaran TNI Kodim 0813 Bojonegoro dan pemerintah daerah, jalan beton di Dusun Mundu tak sekadar menjadi sarana penghubung antar wilayah.

Lebih dari itu, jalan baru ini menjadi simbol kemanunggalan TNI dengan rakyat menghadirkan ruang kemudahan bagi para orang tua, sekaligus menyatukan keceriaan anak-anak di sore hari.

Wajah Baru Jembatan TMMD 129 Bojonegoro Brang Etan: Senyum Warga Kesongo Akhirnya Terukir

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Angin segar berembus di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro. Wajah Jembatan Brang Etan yang dulunya memprihatinkan, kini semakin menunjukkan perubahan yang signifikan.

Jembatan vital ini tengah dalam proses finishing oleh tangan-tangan terampil Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro.

Kerja keras tak mengenal hari libur. Memasuki akhir pekan, intensitas pekerjaan justru dipacu. Anggota Satgas TMMD Kodim 0813 Bojonegoro terlihat mengebut tahap pengecatan, memberikan warna baru yang cerah pada struktur jembatan.

Jembatan Brang Etan adalah salah satu sasaran tambahan (Over Prestasi) pembangunan fisik dalam program TMMD tahun ini.

Kehadirannya bukan sekadar infrastruktur, melainkan urat nadi bagi masyarakat setempat.

Pembangunan jembatan ini merupakan jawaban atas kerinduan warga akan akses yang layak dan aman.

Meskipun pengecatan masih berlangsung, masyarakat sudah tidak sabar untuk memanfaatkannya, Minggu (9/8/2026).

Sebuah pemandangan mengharukan terlihat saat sepasang lansia dengan sepeda motor melintasi jembatan tersebut dengan lancar.

Mereka disambut senyum hangat para prajurit TNI yang sedang bekerja. Gambar ini merefleksikan kebahagiaan warga atas terwujudnya impian mereka.

Bagi warga Kesongo, jembatan ini adalah pembuka jalan menuju masa depan yang lebih baik. Ia menjadi jalur penting untuk menunjang mobilitas masyarakat, termasuk aktivitas menuju tempat ibadah, sekolah, pasar, dan berbagai kegiatan sosial lainnya.

Suprapto, seorang warga setempat yang hampir setiap hari melewati Jembatan Brang Etan, mengaku merasakan langsung manfaat pembangunan tersebut.

“Sekarang lebih nyaman dan aman untuk dilewati, juga sudah tidak was-was lagi,” ujar Suprapto dengan nada penuh syukur.

Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, menyambut positif progres pembangunan ini. Menurutnya, Jembatan Brang Etan adalah bentuk nyata perhatian terhadap kebutuhan akses masyarakat yang sangat mendesak.

“Jembatan ini sangat membantu mobilitas warga. Dengan kondisi yang semakin baik, aktivitas masyarakat menjadi lebih lancar. Kami tentu berterima kasih kepada Satgas TMMD yang sudah bekerja keras bersama masyarakat,” kata Kusnadi.

Kades Kusnadi juga menambahkan, pemerintah desa bersama masyarakat akan berupaya menjaga hasil pembangunan tersebut agar tetap berfungsi dengan baik dalam jangka panjang.

“Mari kita bersama-sama menjaga serta merawat hasil pembangunan jembatan melalui TMMD ini, sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” pesannya.

Saat ini, personel Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro terus melakukan penyelesaian akhir pekerjaan.

Setelah seluruh rangkaian pekerjaan rampung total, Jembatan Brang Etan diharapkan tidak hanya memperkuat konektivitas antar wilayah di Desa Kesongo, tetapi juga mengukir sejarah baru tentang semangat gotong royong TNI dan rakyat yang tak pernah padam.

Jalan Baru, Harapan Baru: Asa Petani Dusun Mundu Mengangkut Rezeki Lewat TMMD 129 Bojonegoro

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Raut wajah Dusun Mundu, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro kini berseri, Minggu (9/8/2026).

Kenangan akan jalan berlubang, licin, dan menyulitkan warga saat melintas kini perlahan memudar, tergantikan oleh hamparan jalan cor beton yang kokoh, halus, dan nyaman.

Jalan sepanjang 490 meter dengan lebar 3 meter tersebut menjadi salah satu sasaran fisik utama dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026.

Pembangunan ini menjadi jawaban atas penantian panjang warga yang mendambakan akses mobilitas yang layak.

Manfaat dari berdirinya jalan baru ini tak sekadar angka di atas kertas, tetapi dirasakan langsung di atas roda-roda kendaraan warga khususnya para petani yang mengandalkan jalur ini sebagai urat nadi perekonomian mereka.

Poernomo, seorang warga RT.020 RW.008 Dusun Mundu Desa Keosngo, tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya.

Bagi Poernomo dan rekan-rekan petaninya, jalan mulus ini berarti kemudahan saat panen tiba, terutama ketika mengangkut komoditas unggulan seperti tembakau dan hasil bumi lainnya.

“Senang sekali, karena sekarang lebih lancar untuk mengangkut hasil pertanian, terutama tembakau. Aktivitas pertanian lainnya juga jadi jauh lebih mudah dan cepat,” ujar Poernomo dengan nada penuh rasa syukur.

Senada dengan warga, Kepala Dusun Mundu, Hariyono, menegaskan bahwa kehadiran program TMMD ke-129 ini memberikan dampak multiplier bagi kehidupan sosial dan ekonomi kemasyarakatan di wilayahnya.

“Dengan adanya pembangunan jalan ini, masyarakat tentu sangat terbantu. Mobilitas warga menjadi lebih lancar, mulai dari aktivitas harian hingga pengangkutan hasil-hasil panen pertanian,” tutur Hariyono.

Bagi warga Dusun Mundu, bentangan beton sejauh 490 meter ini bukan hanya semen dan batu, melainkan pijakan baru untuk merajut kesejahteraan.

Akses yang kian terbuka diharapkan mampu mendongkrak denyut ekonomi lokal serta mempermudah senyum rezeki mengalir hingga ke dapur rumah-rumah warga.

Menyusun Genting, Merajut Asa: Sentuhan Kebersamaan Satgas TMMD 129 Bojonegoro dan Warga di Kesongo

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Spirit gotong royong dan kemanunggalan antara TNI dan rakyat terus bergelora di pelosok Kabupaten Bojonegoro, Minggu (9/8/2026).

Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026, para prajurit dan warga Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, tampak kompak membedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik warga setempat.

Di bawah sengatan terik matahari, Babinsa Desa Kesongo, Serka Lasmidi, bersama anggota Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro dan warga tak canggung berbagi peran.

Sebagian memanjat atap untuk menyusun genting demi genting, sementara yang lain sigap menyiapkan material kayu dan adukan semen di pelataran rumah.

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti seluruh proses pengerjaan. Kehadiran prajurit TNI di tengah-tengah pemukiman warga bukan hanya mempercepat proses pembangunan fisik, tetapi juga berhasil menghidupkan kembali tradisi luhur gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat pedesaan.

Serka Lasmidi menegaskan bahwa esensi utama dari TMMD tidak sekadar menyelesaikan target pembangunan fisik semata, melainkan merawat kemanunggalan dan hubungan emosional antara prajurit TNI dan masyarakat.

“Gotong royong seperti ini bukan hanya soal menyelesaikan pekerjaan fisik, tetapi juga mempererat hubungan batin antara TNI dan masyarakat. Kami ingin warga terlibat langsung agar muncul rasa memiliki yang kuat terhadap hasil pembangunan ini,” ujar Serka Lasmidi.

Ia menambahkan, Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro akan terus mengawal dan mendampingi seluruh rangkaian program di Desa Kesongo hingga tuntas.

Setiap tahap pengerjaan dilakukan secara humanis, dengan memperhatikan kondisi serta kebutuhan riil warga penerima manfaat.

Pemasangan atap genting ini menjadi krusial dalam program rehabilitasi RTLH. Dengan konstruksi atap yang kokoh dan tertata rapi, rumah yang dulunya kurang layak kini bertransformasi menjadi hunian yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi penghuninya.

Bagi masyarakat Desa Kesongo, setiap keping genting yang terpasang hari ini bukan sekadar pelindung dari hujan dan panas, melainkan simbol nyata bahwa sinergi TNI dan rakyat tetap kokoh dan berakar kuat hingga ke pelosok negeri.

Senyum Nyaring di Atas Jembatan TMMD 129 Bojonegoro Brang Etan: Buat Ibu-Ibu dan Santri Cilik Bernapas Lega

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Sinar matahari pada Minggu (9/8/2026) sore di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, kini terasa lebih hangat dan bersahabat.

Di atas kokohnya lantai beton Jembatan Brang Etan, tawa riang anak-anak berpeci dan berbusana muslim terdengar menyatu dengan kayuhan pedal sepeda mereka.

Akses penyeberangan yang dulunya kerap menjadi keluhan kini berganti wajah. Jembatan yang menjadi salah satu sasaran fisik over prestasi program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 129 tahun 2026 tersebut pengerjaannya kini telah menyentuh angka 95 persen.

Meski para prajurit TNI bersama warga masih melakukan sentuhan akhir (finishing) berupa pengecatan pagar pembatas kanan dan kiri berwarna hijau segar, jembatan ini sudah aman dan nyaman untuk melintas.

Momen paling menggetarkan hati terlihat saban petang. Ketika jam mengaji tiba, Jembatan Brang Etan menjadi saksi bisu keceriaan santri-santri cilik yang lalu lalang berangkat maupun pulang dari Musholla dan tempat pengajian Al-Qur’an (TPA).

Pemandangan ini menegaskan bahwa pembangunan TMMD tidak sekadar menghadirkan tumpukan semen dan besi, tetapi membangun asa, kebahagiaan, serta mempermudah langkah generasi penerus bangsa meraih ilmu agama.

Rasa lega tak bisa disembunyikan oleh Sri Purnami, warga RT.004 RW.001 Desa Kesongo. Ibu rumah tangga ini mengaku, kini tak perlu khawatir lagi saat mengantarkan buah hatinya menuntut ilmu tiap sore.

“Sekarang sudah bisa dilewati, saya kalau mengantar anak mengaji lewat sini jadi lebih mudah dan tenang,” tutur Sri Purnami dengan nada penuh rasa syukur.

Menurut Sri, hadirnya jembatan beton yang kokoh ini sangat membantu memangkas kekhawatiran orang tua, terutama saat anak-anak melintas secara mandiri mengendarai sepeda di sore hari.

Sementara itu, Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, mengapresiasi tinggi dedikasi prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro.

Menurutnya, Jembatan Brang Etan merupakan urat nadi vital yang memang sudah lama diimpikan oleh warga desa.

“Pengerjaan Jembatan Brang Etan saat ini telah mendekati tahap akhir, tinggal menyelesaikan pengecatan pagar pembatas kanan dan kiri. Dengan progres sekitar 95 persen ini, kami berharap pekerjaan segera rampung total agar manfaatnya terasa makin optimal,” jelas Kades Kusnadi.

Kusnadi menegaskan, dampak positif pembangunan jembatan ini melingkupi berbagai sektor kehidupan warga mulai dari mobilitas harian, kegiatan ekonomi, hingga aktivitas keagamaan anak-anak.

“Jembatan ini sangat membantu aktivitas warga. Apalagi anak-anak yang setiap sore berangkat mengaji. Kami atas nama pemerintah desa dan warga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Satgas TMMD serta seluruh pihak yang telah bahu-membahu membangun jembatan ini,” ucap Kusnadi.

Sementara itu, Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, mengatakan, yang juga menjabat sebagai Dansatgas TMMD ke- 129, menyampaikan, pembangunan Jembatan Brang Etan merupakan bagian dari dukungan terhadap pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat di wilayah pedesaan.

Pembangunan jembatan tersebut diharapkan dapat mengembalikan konektivitas warga, sekaligus memberikan akses yang lebih layak.

“Setelah jembatan ini selesai, kami berharap masyarakat Desa Kesongo dan sekitarnya dapat kembali menjalankan aktivitas dengan lebih aman dan lancar,” ujarnya.

Ia juga berharap masyarakat agar ikut menjaga fasilitas tersebut. Menurutnya, pembangunan infrastruktur akan memberikan manfaat lebih panjang apabila dirawat dan digunakan secara bertanggung jawab.

“Kami berharap masyarakat bersama-sama menjaga, dan merawat jembatan ini. Jangan sampai fasilitas yang sudah dibangun kembali rusak dan mengganggu aktivitas warga,” pungkasnya.

Hadirnya Jembatan Brang Etan menjadi bukti nyata bahwa manunggalnya TNI bersama rakyat mampu menghadirkan kebaikan yang menyentuh hingga ke pelosok desa menyambungkan jalan, merajut kebersamaan, dan melapangkan jalur menuju masa depan.

Cerita Satgas TMMD 129 Bojonegoro Rajut Kebersamaan di Jembatan Brang Etan

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Mentari pagi di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, menyapa derap langkah hangat antara prajurit TNI dan warga setempat.

Tanpa sekat dan canggung, personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro bahu-membahu bersama masyarakat menggelar kerja bakti membersihkan area Jembatan Brang Etan, Sabtu (8/8/2026).

Jembatan Brang Etan bukan sekadar pelintasan beton berseri warna hijau yang menyeberangi sungai, melainkan urat nadi penting bagi mobilitas harian warga Kesongo.

Sadar betul akan pentingnya fasilitas publik tersebut, personel TNI dan warga bergotong royong membersihkan sisa material, rerumpuhan bambu, serta kotoran yang menumpuk di sekitar tiang penyangga dan tepi sungai.

Bersenjatakan peralatan sederhana seperti sapu, cangkul, dan sabit, keakraban tampak jelas mengalir sepanjang kegiatan.

Tawa dan gurauan hangat menyelingi cucuran keringat di bawah terik matahari, meleburkan batasan seragam dan pakaian keseharian warga.

Komandan SST-1 SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letda Inf Ady Yuniarto, menyampaikan, aksi gotong royong ini merupakan komitmen nyata TNI untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat dan memberikan manfaat langsung.

“Dengan gotong royong seperti ini, pekerjaan berat terasa jauh lebih ringan dan cepat selesai. Namun yang paling berharga, ikatan kekeluargaan dan kebersamaan antara Satgas TMMD dan warga terasa semakin erat,” tutur Letda Inf Ady Yuniarto dengan penuh semangat.

Lebih lanjut, ia menegaskan, menjaga kelestarian dan kebersihan fasilitas umum adalah tanggung jawab bersama.

Melalui aksi bersih-bersih ini, diharapkan kesadaran masyarakat untuk merawat sarana publik di lingkungannya semakin tumbuh secara berkelanjutan.

Aksi nyata di Jembatan Brang Etan ini menegaskan kembali makna sejati kemanunggalan TNI dengan rakyat: bukan sekadar slogan, melainkan kerja keras, kepedulian, dan rasa memiliki yang dirawat bersama demi kenyamanan serta kemajuan warga Desa Kesongo. (Red)

Menolak Menyerah pada Terik: Ketika Keringat Satgas TMMD 129 Bojonegoro dan Warga Kesongo Menyatu Demi Jalan Masa Depan

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Terik matahari yang menyengat di atas langit Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, tak sedikit pun melunturkan semangat prajurit TNI dan warga setempat, Sabtu (8/8/2026).

Di Dusun Mundu, debu dan panas justru menjadi saksi bisu perjuangan Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro dalam mempercepat penyelesaian pengerjaan berem (bahu) jalan cor.

Bukan perkara mudah untuk merapikan bahu jalan di kawasan ini. Keterbatasan akses jalan membuat truk pengangkut material tidak bisa langsung menumpahkan muatan di titik target.

Namun, halangan geografis itu tak lantas menyurutkan langkah. Dengan menggunakan gerobak dorong (sorong), cangkul, hingga pengangkutan secara bertahap, material pedel uruk dipindahkan sedikit demi sedikit.

Ceceran batu pedel putih dan tanah urukan itu diangkut secara beranting. Keringat yang menetes dari dahi para prajurit berpakaian loreng bersama warga desa dibayar lunas oleh semangat gotong royong yang membuncah.

Komandan SST-1 SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letda Inf Ady Yuniarto, menegaskan bahwa tantangan medan adalah hal biasa yang harus ditaklukkan demi masyarakat.

“Pekerjaan terus kami kebut. Meskipun ada keterbatasan dalam pengangkutan material, kami tetap berupaya agar pembangunan berjalan sesuai target,” ujar Letda Inf Ady Yuniarto.

Menurutnya, prinsip pantang menyerah menjadi kunci utama. Medan yang terbatas justru menguatkan ikatan kekeluargaan antara prajurit TNI dan masyarakat Desa Kesongo.

Setiap sekop pedel yang diratakan adalah wujud pengabdian nyata untuk memberikan akses jalan yang lebih aman dan nyaman.

Dengan diratakannya berem jalan cor ini, kekhawatiran warga akan bahaya bahu jalan yang anjlok atau licin kini terkikis.

Pembangunan jalan ini diharapkan tak hanya melancarkan mobilitas sehari-hari, tetapi juga mengakselerasi roda ekonomi dan aktivitas pertanian warga Desa Kesongo ke depannya. (Red)