Satgas TMMD 129 Bojonegoro Bergerak, Paving Jalan Dusun Mundu Dibongkar

‎BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Satgas Kodim 0813 Bojonegoro, mulai bergerak mengerjakan sasaran fisik dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 129 yakni pembongkaran paving jalan di  Dusun Mundu Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem, Jum’at (17/7/2026).

Langkah yang diambil anggota Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro ini merupakan tahap awal yang krusial sebelum dimulainya proses pembangunan jalan cor beton sepanjang 490×3 meter di Dusun Mundu Desa Kesongo.

Sebelumnya, kondisi paving jalan lama di Dusun Mundu ini sudah mulai rusak. Sehingga, perlu diganti untuk meningkatkan kualitas sarana transportasi bagi penduduk setempat.

Pantauan dilokasi pekerjaan, menunjukkan sinergi kuat antara anggota TNI dan masyarakat yang bahu-membahu mencabut material paving rusak. Selain tenaga manusia, alat berat (eksavator) juga dikerahkan untuk memastikan pembersihan area berjalan maksimal.

Peningkatan kualitas jalan cor beton ini dilakukan, dengan tujuan agar transportasi desa lebih kuat dan rata. Harapannya, dapat mempermudah mobilitas warga baik untuk kegiatan ekonomi maupun aktivitas lainnya.

Komandan Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, menjelaskan bahwa seluruh tahapan teknis telah direncanakan secara matang. Partisipasi warga masyarakat menjadi kunci utama atas kelancaran pekerjaan fisik dilapangan.

“Pembongkaran paving ini merupakan tahapan penting, sebelum proses rabat beton. Kami pastikan seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan baik, agar hasilnya maksimal dan bisa dinikmati masyarakat dalam jangka panjang,” ujarnya.

Dengan progres yang berjalan sesuai jadwal, pembangunan jalan cor di Dusun Mundu Desa Kesongo ini ditargetkan segera terealisasi. Keberhasilan pekerjaan ini diharapkan mampu membawa perubahan signifikan bagi aksesibilitas, dan kenyamanan infrastruktur desa tersebut.

Program TMMD ke- 129 di Desa Kesongo, merupakan wujud sinergi yang solid antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk menghadirkan manfaat nyata, serta meningkatkan kesejahteraan warga secara langsung.

Kegiatan program TMMD ke- 129 di Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro dengan tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa” ini akan berlangsung dari tanggal 15 Juli hingga 13 Agustus 2026 mendatang.

Berkat TMMD 129 Bojonegoro, Rumah Bapak Ladi Dibagun Melalui Program Aladin

‎BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Pelaksanaan kegiatan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 129 Tahun Anggaran 2026, kembali membawa harapan bagi masyarakat khususnya warga Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro.

Salah satu penerima manfaat program yang mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa” adalah Ladi, warga Dusun Pereng RT.011 RW.005, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Peningkatan kualitas Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH) milik bapak Ladi, kini mulai dibangun oleh anggota Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro melalui program Aladin, yakni Atap, Lantai dan Dinding.

Dengan wajah penuh syukur, bapak Ladi, menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan juga jajaran TNI Kodim 0813 Bojonegoro yang telah memberikan perhatian kepada keluarganya.

“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Bojonegoro dan bapak Dandim 0813 Bojonegoro. Berkat program TMMD ke- 129, rumah saya akhirnya dibangun. Semoga semua yang terlibat selalu diberikan kesehatan dan keberkahan,” ujarnya, Kamis (16/7/2026).

Peningkatan Kualitas Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH) menjadi salah satu sasaran fisik dalam pelaksanaan TMMD ke-129 di Desa Kesongo. Dalam kegiatan itu, anggota TNI menggarap 9 unit rumah milik warga.

Kehadiran program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan menyediakan hunian yang lebih layak, aman, sehat, dan nyaman untuk ditempati.

Pembangunan rumah milik bapak Ladi, juga menjadi bukti nyata kolaborasi antara TNI, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, dan masyarakat dalam mewujudkan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa.

Bagi bapak Ladi dan keluarganya, pembangunan rumah tersebut menjadi awal kehidupan baru. Rumah yang selama ini kurang layak, kini perlahan berubah menjadi tempat tinggal yang lebih nyaman dan aman.

Komandan SSK Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, mengatakan, kegiatan TMMD, pembangunan tidak hanya difokuskan pada infrastruktur seperti jalan dan fasilitas umum, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, termasuk penyediaan rumah layak huni bagi warga yang membutuhkan.

“Program TMMD ke- 129 di Desa Kesongo, menunjukkan sinergi yang solid antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat yang mampu menghadirkan manfaat nyata serta meningkatkan kesejahteraan warga secara langsung,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, kegiatan TMMD ke- 129 di Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro ini akan berlangsung dari tanggal 15 Juli hingga 13 Agustus 2026 mendatang.

Humanis, Anggota Satgas Sambangi Warga Kesongo Sosialisasikan Program TMMD 129 Bojonegoro

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)-  Pendekatan humanis kepada warga masyarakat terus dilakukan oleh personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Salah satunya dilakukan anggota Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Prada Wasikin, yang turun langsung menyambangi rumah-rumah warga untuk memberikan sosialisasi mengenai pelaksanaan program TMMD, Kamis (16/7/2026).

Dalam kunjungan silaturahmi tersebut, Prada Wasikin mendatangi kediaman Sarmining, warga Dusun Pereng RT.011/RW.05, Desa Kesongo. Suasana penuh keakraban tampak mewarnai pertemuan antara prajurit TNI dan masyarakat.

Melalui Komunikasi Sosial (Komsos) secara langsung dari rumah ke rumah, anggota Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro memberikan penjelasan mengenai berbagai kegiatan yang sedang dan akan dilaksanakan selama program terpadu dan lintas sektoral itu berlangsung.

Selain menyampaikan informasi, personel TNI tersebut juga mendengarkan dan menerima saran masukan, serta harapan warga Desa Kesongo terhadap pembangunan di desanya.

Prada Wasikin mengatakan, kegiatan komunikasi sosial secara langsung bertujuan agar masyarakat memahami manfaat program TMMD, yang sekaligus mendorong partisipasi aktif warga dalam setiap kegiatan pembangunan.

“Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa TMMD bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun kebersamaan, semangat gotong royong, dan mempererat hubungan antara TNI dengan rakyat,” ujarnya.

Ibu Sarmining pun menyambut dengan baik kedatangan anggota Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro yang ke rumahnya.

Menurutnya, komunikasi yang dibangun secara langsung membuat warga semakin memahami tujuan pelaksanaan TMMD serta merasa dilibatkan dalam pembangunan desa.

Kegiatan program dengan tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa” di Desa Kesongo sendiri merupakan bentuk sinergi antara TNI, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan wilayah.

Selain pembangunan fisik, berbagai kegiatan nonfisik seperti sosialisasi, penyuluhan, dan pemberdayaan masyarakat juga terus digencarkan oleh TNI bersama Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Melalui pendekatan door to door seperti ini, diharapkan hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat semakin kuat, sehingga seluruh rangkaian kegiatan TMMD ke-129 dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi warga Desa Kesongo.

Kolaborasi Perkuat Ketahanan Pangan, TMMD 129 Bojonegoro Tabur 11 Ribu Benih Ikan

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)-  Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) turut mendukung pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 129 Tahun 2026 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui kegiatan penebaran 1.000 bibit ikan nila dan 10. 000 benih ikan tawes di embung desa sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan, sekaligus meningkatkan potensi perikanan masyarakat, Kamis (16/7/2026).

Mewakili Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, Zulkifli, M.Si, menyampaikan bahwa kegiatan penebaran 11.000 bibit ikan nila dan tawes ini merupakan agenda rutin Disnakkan yang bertujuan meningkatkan ketahanan pangan sekaligus menambah populasi ikan di perairan umum.

“Program ini merupakan kegiatan rutin Dinas Peternakan dan Perikanan dengan tujuan meningkatkan ketahanan pangan, sekaligus menambah populasi ikan di perairan umum yang ada di desa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah desa maupun masyarakat dapat mengajukan bantuan benih ikan kepada Disnakkan dengan syarat embung yang digunakan memiliki ketersediaan air sepanjang tahun sehingga ikan dapat tumbuh dengan baik.

“Kami juga mengimbau masyarakat agar menjaga ikan yang telah ditebar dan tidak melakukan praktik illegal fishing, seperti menggunakan racun atau bahan berbahaya lainnya yang dapat merusak ekosistem perairan,” kata Zulkifli.

Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, menyampaikan apresiasi atas dukungan Disnakkan Bojonegoro melalui bantuan 1.000 bibit ikan nila. Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi desa.

Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro atas bantuan 1.000 bibit ikan nila tersebut. Ia pun berharap, keberadaan ikan di embung desa dapat menjadi sumber pangan bagi masyarakat.

“Kami juga mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga dan merawatnya agar nantinya dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat Desa Kesongo,” ujar Kusnadi.

Sementara itu, koordinator mahasiswa KKNTK Unigoro, Wahyu Putro Utomo, mengatakan bahwa keberhasilan konservasi lingkungan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi dari berbagai elemen masyarakat.

“Melalui kegiatan penebaran bibit ikan ini, kami berharap Embung Desa Kesongo tidak hanya menjadi sumber daya perairan yang produktif, tetapi juga menjadi simbol kepedulian bersama terhadap pelestarian lingkungan. Kolaborasi antara mahasiswa KKN-TK, Satgas TMMD, Polri, Pemerintah Desa, dan masyarakat menjadi bukti bahwa semangat gotong royong mampu menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi desa,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Komandan SST-1 SSK Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Adi Yuniarto, mengatakan, kegiatan tabur benih ikan dilakukan sebagai upaya menjaga kelestarian ekosistem perairan sekaligus meningkatkan potensi sumber daya perikanan desa.

“Melalui sinergi antara TNI-Polri, Pemkab Bojonegoro, Pemerintah Desa dan Mahasiswa KKNTK Unigoro, pelaksanaan TMMD ke- 129 di Desa Kesongo ini tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan potensi perikanan di desa,” pungkasnya.

Sebanyak 1.000 ekor bibit ikan nila yang berasal dari Mahasiswa KKN-TK 01 Universitas Bojonegoro serta 10.000 ekor bibit ikan tawes ditebar di embung desa sebagai langkah awal meningkatkan populasi ikan sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem perairan.

Kompak, Satgas TMMD 129 Bojonegoro dan Mahasiswa KKNTK Unigoro Bersih-Bersih Area Embung Bekatul

‎BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Semangat gotong royong terus bergelora, mewarnai pelaksanaan kegiatan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun 2026 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Seperti yang dilaksanakan pada Kamis (16/7/2026), personel Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro bersama Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKNTK) Universitas Bojonegoro (Unigoro) melaksanakan kegiatan kerja bakti membersihkan area embung desa.

Kegiatan tersebut melibatkan 20 personel gabungan dari anggota Satgas TMMD ke- 129, dan Mahasiswa KKNTK Unigoro. Mereka bergotong royong membersihkan rumput liar, sampah, serta semak belukar yang berada di sekitar embung agar lingkungan menjadi lebih bersih, rapi dan nyaman.

Komandan SST-1 SSK Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letda Inf Adi Yuniarto, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari kepedulian Satgas TMMD terhadap kebersihan lingkungan, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan antara TNI, mahasiswa, dan masyarakat.

“Kami dari Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro melaksanakan kegiatan pembersihan di sekitar wilayah Desa Kesongo. Prajurit bersama mahasiswa KKNTK Unigoro bergotong royong membersihkan lingkungan, dengan harapan desa menjadi lebih bersih, indah, dan nyaman,” ujarnya.

Menurutnya, kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Melalui kerja bakti seperti ini, “Harapannya tumbuh kesadaran masyarakat untuk terus menjaga kebersihan fasilitas umum, termasuk embung desa yang memiliki peran penting sebagai sumber cadangan air dan penunjang aktivitas warga,” kata Letda Inf Adi Yuniarto.

Sementara itu, Koordinator mahasiswa KKNTK Unigoro, Wahyu Putro Utomo, mengatakan bahwa kegiatan kerja bakti ini dilakukan sebagai wujud kepedulian bersama terhadap pelestarian lingkungan.

“Kolaborasi antara mahasiswa KKNTK Unigoro, Satgas TMMD, Polri, pemerintah daerah, pemdes dan masyarakat menjadi bukti bahwa semangat gotong royong bisa menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi desa,” ucapnya.

Kolaborasi antara Satgas TMMD dan mahasiswa KKN Unigoro juga menjadi wujud sinergi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan program TMMD. Selain fokus pada pembangunan infrastruktur, kegiatan tersebut turut menanamkan nilai-nilai gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, serta mempererat hubungan antara TNI, mahasiswa, dan masyarakat Desa Kesongo.

Dengan semangat kebersamaan yang terus terjalin, program TMMD ke-129 di Desa Kesongo diharapkan tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik, tetapi juga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan memperkuat budaya gotong royong.

TMMD 129 Bojonegoro Sediakan Fasilitas Air Bersih Warga Bekatul Kesongo

‎BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro terus menunjukkan progres.

Salah satu sasaran fisik kegiatan program dengan tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa” yang kini mulai dikerjakan adalah pembangunan sumur bor yang berada di Dusun Bekatul Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem.

Pembangunan fasilitas air bersih tersebut menjadi bagian dari upaya TNI bersama Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan air bersih yang selama ini menjadi kebutuhan utama warga.

Komandan SSK Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, mengatakan bahwa pembangunan sumur bor merupakan salah satu program prioritas dalam TMMD ke-129, karena manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat dalam jangka panjang.

“Pembangunan sumur bor ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, terutama saat musim kemarau. Kami juga berharap keberadaan fasilitas ini nantinya benar-benar memberikan manfaat bagi warga Dusun Bekatul dan sekitarnya,” ujarnya, Kamis (16/7/2026).

Ia menambahkan bahwa pelaksanaan kegiatan program TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan jalan maupun infrastruktur lainnya, tetapi juga menyasar kebutuhan dasar masyarakat yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan warga.

Pengerjaan sumur bor dilakukan secara bertahap dengan melibatkan personel Satgas TMMD bersama masyarakat setempat. Semangat gotong royong yang menjadi ciri khas TMMD tampak mewarnai proses pembangunan sejak hari pertama pekerjaan dimulai.

“Keberadaan sumur bor diharapkan mampu menjadi solusi atas kebutuhan air bersih masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan desa dalam menghadapi musim kemarau yang kerap berdampak pada terbatasnya pasokan air,” kata Lettu Ckm Purnomo.

Ungkapan terima kasih yang tulus disampaikan seorang warga Dusun Bekatul, Sulistiyono, dengan penuh syukur atas bantuan air bersih (sumur bor) melalui kegiatan program TNI Manunggal Membangun Desa tahun 2026.

“Alhamdulillah terima kasih, air bersih adalah kebutuhan utama masyarakat baik untuk kehidupan sehari-hari maupun keberlangsungan segala macam aktivitas. Kami bersyukur, karena apa yang kami nantikan menjadi kenyataan berkat TMMD,” tuturnya.

Melalui kegiatan program yang akan berlangsung hingga 13 Agustus 2026, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat terus diwujudkan dalam berbagai program pembangunan yang menyentuh kebutuhan riil warga.

Pembangunan sumur bor di Dusun Bekatul menjadi salah satu bukti nyata komitmen tersebut dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro.

TMMD 129 Bojonegoro Permudah Masyarakat Dapatkan Layanan Adminduk

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 129 Tahun 2026 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur.

Berbagai kegiatan pelayanan publik, juga dibawa langsung ke tengah masyarakat sasaran program TMMD. Salah satunya yakni pelayanan administrasi kependudukan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bojonegoro.

Sosialisasi, sekaligus pelayanan Administrasi Kependudukan (Adminduk) yang digelar pada Kamis (16/7/2026) di Bali Desa Kesongo ini sebagai bagian dari kegiatan nonfisik program yang mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”.

Adapun tujuan diselenggarakannya kegiatan tersebut, untuk mempermudah masyarakat mengurus berbagai dokumen kependudukan tanpa harus datang ke kantor Disdukcapil Kabupaten Bojonegoro.

Hadir dalam kegiatan ini, Camat Kedungadem, Sahlan, mengajak seluruh lapisan masyarakat khususnya warga Desa Kesongo untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya.

Menurutnya, administrasi kependudukan yang tertib merupakan fondasi penting dalam berbagai pelayanan pemerintah.

Setiap perubahan data seperti kelahiran, kematian, perpindahan penduduk, perubahan pendidikan, pekerjaan, maupun status perkawinan harus segera dilaporkan agar data kependudukan selalu akurat.

“Data kependudukan yang valid sangat penting. Jika ada anggota keluarga meninggal, lahir, menikah, pindah domisili maupun perubahan identitas lainnya, segera laporkan agar data selalu diperbarui,” ujarnya.

Ia menambahkan, validitas data kependudukan akan berpengaruh terhadap berbagai program pemerintah mulai dari bantuan sosial, pelayanan kesehatan, pendidikan hingga perencanaan pembangunan daerah.

Selama ini, lanjutnya, pelayanan administrasi kependudukan di Kecamatan Kedungadem berjalan cukup baik.

Namun masyarakat tetap diharapkan lebih aktif melaporkan setiap perubahan data sehingga tidak terjadi perbedaan antara kondisi di lapangan dengan data administrasi.

Ditempat yang sama, Kepala Disdukcapil Kabupaten Bojonegoro, Heri Widodo, mengatakan bahwa kehadiran layanan Dukcapil dilokasi TMMD ke- 129 di Desa Kesongo merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut, menurut dia, menjadi bagian dari dukungan Disdukcapil terhadap program TMMD melalui pelayanan nonfisik yang langsung menyentuh kebutuhan warga masyarakat.

“Kami ingin masyarakat semakin mudah mendapatkan pelayanan administrasi kependudukan. Tidak hanya KTP dan Kartu Keluarga, tetapi juga akta kelahiran, Kartu Identitas Anak (KIA), perekaman KTP elektronik hingga berbagai layanan pencatatan sipil lainnya,” ungkap Heri.

Heri Widodo menegaskan bahwa pelayanan administrasi kependudukan sebenarnya tersedia setiap hari di kantor Disdukcapil. Namun melalui kegiatan TMMD ini masyarakat mendapat kemudahan, karena layanan hadir langsung di desa.

Ia juga mengingatkan, agar tidak ada lagi warga Desa Kesongo yang belum memiliki dokumen kependudukan. Sebab, dokumen tersebut kini menjadi syarat utama dalam berbagai layanan publik, termasuk pendidikan, kesehatan, hingga penyaluran bantuan sosial.

Selain itu, perkembangan digital juga membuat identitas kependudukan semakin mudah diakses melalui layanan digital sehingga masyarakat diharapkan semakin sadar pentingnya memiliki dokumen yang lengkap dan selalu diperbarui.

“Melalui kolaborasi antara TNI, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Disdukcapil dalam TMMD ke- 129, diharapkan kualitas administrasi kependudukan masyarakat Desa Kesongo semakin baik sehingga seluruh warga memperoleh hak pelayanan publik secara optimal,” kata Heri Widodo.

Sementara itu, Komandan SSK Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, mengatakan bahwa penyuluhan dan pelayanan Adminduk ini sangat diperlukan masyarakat, karena masih banyaknya masyarakat yang belum paham saat akan melakukan kepengurusan Administrasi kependudukan.

“Dengan adanya kerjasama dan sinergitas dalam rangkaian mendukung kegiatan program TMMD ke- 129 di Desa Kesongo, kami jajaran TNI bersama Pemkab Bojonegoro dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan kepengurusan Adminduk,” ucapnya.

Seorang warga Desa Kesongo, Siska, mengaku senang dengan hadirnya pelayanan tersebut. Menurutnya, masyarakat menjadi lebih mudah mengurus berbagai dokumen kependudukan tanpa harus datang jauh ke kantor Disdukcapil.

“Kami berterima kasih atas adanya sosialisasi dan pelayanan administrasi kependudukan dalam TMMD ini. Semoga pelayanan seperti ini terus dilaksanakan, karena sangat membantu masyarakat,” ungkapnya.

Komiten Persit Sukseskan TMMD 129 Bojonegoro di Kesongo

‎BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXVIII Kodim 0813 Bojonegoro terus berkomitmen untuk mendukung dan mensukseskan pelaksanaan kegiatan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 129 Tahun 2026.

Kegiatan terpadu dan lintas sektoral dengan tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa” ini yang digelar di Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro, mulai dari tanggal 15 Juli hingga 13 Agustus 2026 mendatang.

Kehadiran anggota Persit KCK Cabang XXVIII Kodim 0813 Bojonegoro ini merupakan salah satu bentuk dukungan nyata terhadap program TNI Angkatan Darat yang bertujuan mempercepat pembangunan diwilayah pedesaan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan fisik maupun nonfisik.

Ketua Persit KCK Cabang XXVIII Kodim 0813 Bojonegoro, Ny. Faradina Dedy Dwi Wijayanto, mengungkapkan, partisipasi aktif Persit menjadi bagian dari sinergi untuk menyukseskan kegiatan TMMD. Program ini dikenal sebagai salah satu langkah strategis pemerintah bersama TNI dalam mendorong pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa.

“Persit KCK Cabang XXVIII Kodim 0813 Bojonegoro berkomitmen mendukung berbagai program nonfisik yang menjadi bagian dari TMMD, diantaranya berkaitan dengan kesehatan keluarga, peningkatan kesejahteraan masyarakat, edukasi, serta penguatan budaya gotong royong dilingkungan desa,” ujarnya.

Apresiasi disampaikan oleh Dansatgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, dukungan penuh yang diberikan oleh jajaran Persit KCK Cabang XXVIII Kodim 0813 Bojonegoro terhadap rangkaian kegiatan program TMMD.

Keberhasilan program TMMD tidak hanya ditentukan oleh kemampuan personel Satgas dilapangan, tetapi juga oleh kuatnya sinergi seluruh komponen yang terlibat diantaranya dukungan dari Persit yang menjadi energi positif bagi seluruh personel Satgas TMMD.

“Semangat kebersamaan yang ditunjukkan keluarga besar Kodim 0813 Bojonegoro ini tentunya menjadi motivasi dalam menyelesaikan seluruh sasaran program sesuai target yang telah ditetapkan,” ungkapnya.

Ia berharap dengan adanya kolaborasi antara TNI, Persit, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat mampu menghasilkan pembangunan yang lebih berkualitas, sekaligus memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Dengan keterlibatan berbagai pihak ini, kegiatan program TMMD ke- 129 di Desa Kesongo diharapkan tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik yang bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat nilai gotong royong, meningkatkan kesejahteraan warga, serta membangun kemandirian desa sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan nasional yang merata,” pungkas Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto.

Ciptakan Lingkungan Belajar yang Layak, TMMD 129 Bojonegoro Rehab Ruang Kelas SD Kesongo

‎BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Semangat gotong royong terus ditunjukkan oleh personel Satuan Tugas (Satgas) TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, yang turun langsung mengerjakan perbaikan 4 ruang kelas SDN Kesongo 1, Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem.

Sebelumnya, ke 4 (empat) ruang kelas tersebut dalam kondisi kurang layak digunakan untuk kegiatan belajar-mengajar, akibat kondisi dinding yang retak dan atap yang bocor.

Atas kondisi tersebut, 4 ruang kelas SDN Kesongo I masuk dalam daftar sasaran fisik prioritas program TMMD ke- 129 tahun 2026 yang sudah resmi dibuka Bupati Bojonegoro dilapangan Desa Mlideg, pada Rabu (15/7/2026) yang lalu.

Kondisi bangunan yang memprihatinkan tersebut telah lama menjadi keluhan pihak sekolah, mengingat ruang kelas yang rusak turut mengganggu kenyamanan siswa dalam menerima pelajaran

Terlebih saat musim hujan tiba, air kerap merembes masuk melalui celah atap yang bocor. Sehingga, kehadiran program TMMD di Desa Kesongo itu menjadi angin segar bagi pihak sekolah.

Berkat program TMMD ke- 129, perbaikan menyeluruh terhadap 4 ruang kelas akhirnya dapat direalisasikan melalui sinergi antara TNI dan masyarakat.

Kepala SDN Kesongo I, Suroto, mengaku senang dan bersyukur dengan hadirnya program TMMD ke- 129 tahun 2026 di sekolah yang dipimpinnya. Ia menilai program terpadu, dan lintas sektoral itu benar-benar menyasar tepat pada kebutuhan yang selama ini dihadapi pihak sekolah.

“Kami sangat senang dan bersyukur dengan adanya TMMD ini. Program ini menyasar tepat pada yang membutuhkan, seperti SDN Kesongo I yang memang sudah lama membutuhkan perbaikan ruang kelas,” ungkapnya.

Sementara itu, Dansatgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, mengungkapkan, rehabilitasi ruang sekolah ini dikerjakan bersama-sama antara personel TNI dan tenaga kerja sipil. Dengan pembagian tugas yang rapi mulai dari pembongkaran bagian bangunan yang rusak, hingga perbaikan struktur dinding dan atap.

Disampaikan juga, proses kerja yang dilakukan secara bahu-membahu ini menjadi gambaran nyata semangat gotong royong yang menjadi ciri khas pelaksanaan TMMD di setiap wilayah sasaran. Di mana TNI tidak sekadar hadir sebagai pelaksana proyek, tetapi juga sebagai mitra kerja masyarakat setempat.

“Perbaikan dua ruang kelas ini diharapkan dapat menghadirkan lingkungan belajar yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi siswa-siswi SDN Kesongo I, sekaligus menjadi bukti nyata kehadiran TNI dalam mendukung sektor pendidikan di wilayah pedesaan,” kata Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto.

Ia menambahkan, rehabilitasi SDN Kesongo I menjadi salah satu dari 5 (lima) sasaran fisik utama TMMD ke- 129 di Desa Kesongo, bersama dengan peningkatan kualitas Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH) milik warga, pembangunan jalan cor beton, pembuatan sumur bor dan pembangunan drainase.

Kelima sasaran fisik TMMD ke- 129 ini dikerjakan secara paralel selama masa pelaksanaan program guna memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat secara menyeluruh. Tidak hanya dari sisi infrastruktur jalan dan rumah warga, tetapi juga dari sisi fasilitas pendidikan yang menjadi bekal masa depan generasi muda di desa tersebut.

“Perbaikan 4 ruang kelas ini, diharapkan proses belajar-mengajar di SDN Kesongo I dapat berjalan lebih kondusif, sekaligus menjadi warisan nyata dari pelaksanaan TMMD ke- 129 yang akan terus dikenang oleh masyarakat Desa Kesongo, khususnya generasi siswa yang akan menikmati langsung manfaat dari program kemanunggalan TNI dan rakyat ini,” pungkas Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto.

TMMD ke-129 Kodim 0410/KBL Kebut Rehab Rumah Siswanto, Progres Capai 35 Persen

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Memasuki hari keempat pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 tahun 2026, semangat gotong royong di Kelurahan Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, terus membara. Pada Kamis (16/7/2026), fokus kegiatan Satgas TMMD Kodim 0410/Kota Bandar Lampung (KBL) tertuju pada percepatan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Bapak Siswanto, seorang warga yang selama ini tinggal di hunian yang tak layak di Jalan Mata Air.

Di bawah guyuran sinar matahari yang cerah sepanjang hari, para personel Babinsa bersama warga masyarakat bahu-membahu mengerjakan sejumlah target fisik. Suasana kerja keras dan kekeluargaan tampak menyelimuti lokasi proyek. Hari ini, tim gabungan fokus pada pemasangan batu bata untuk dinding rumah dan mobilisasi material bangunan guna memastikan kelancaran proses konstruksi.

Kehadiran para Babinsa di tengah-tengah warga bukan hanya sebagai pengawas proyek, tetapi juga sebagai motor penggerak semangat kebersamaan. Mereka turun langsung, mengangkut material, dan berbaur dengan warga. Sinergi ini menjadi bukti nyata bahwa TMMD adalah wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat untuk mewujudkan pembangunan yang lebih baik.

Dukungan Material untuk Sasaran Prioritas

Dalam upaya menuntaskan rehabilitasi rumah Bapak Siswanto, Komandan Kodim 0410/KBL melalui jajarannya memohon dukungan material tambahan guna memenuhi kebutuhan pembangunan. Material yang sangat dibutuhkan untuk percepatan pengerjaan sasaran RTLH ini antara lain:

  1. Semen: 5 Sak
  2. Asbes: 2 Kodi ukuran 240
  3. Wuwung Asbes: 7 Meter
  4. Risplang: 10 Keping
  5. Paku Asbes: 2 Kg
  6. Paku Campur Ukuran 3′ & 4′: 5 Kg

Dengan progres yang telah mencapai 35 persen, pemenuhan material ini diharapkan dapat mempercepat realisasi program, sehingga Bapak Siswanto dan keluarganya segera dapat menempati rumah yang lebih layak, sehat, dan aman. Dukungan dari semua pihak sangat diharapkan untuk menyukseskan program mulia ini.

Pelibatan Personel dan Situasi Kondusif

Kegiatan hari ke-4 ini melibatkan 2 personel TNI dan 2 orang masyarakat yang berkolaborasi secara harmonis. Sepanjang pelaksanaan kegiatan, situasi di lokasi berlangsung aman dan terkendali, tanpa adanya kendala berarti (Haljol: Nihil).

Program TMMD ke-129 ini merupakan bukti nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kesejahteraan warga, sejalan dengan tema yang diusung, “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa” . Semangat kebersamaan ini diharapkan terus berlanjut hingga seluruh sasaran fisik dan non-fisik TMMD selesai dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Kelurahan Pinang Jaya.

Berita Terbaik: “Kemanunggalan TNI dan Rakyat: Hari Ke-4 TMMD, Rehab RTLH Bapak Siswanto di Pinang Jaya Tembus 35 Persen”

Memasuki hari keempat, Sabtu (16/7/2026), semangat gotong royong dalam Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 di Kelurahan Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling, semakin terasa. Fokus utama hari ini adalah percepatan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Bapak Siswanto, salah satu dari enam unit RTLH yang menjadi sasaran program unggulan Kasad di wilayah Kodim 0410/Kota Bandar Lampung (KBL) .

Para Babinsa bersama warga bahu-membahu melakukan pemasangan batu bata dan mobilisasi material di lokasi Jalan Mata Air. Hingga sore hari, progres pembangunan rumah yang diharapkan menjadi hunian layak bagi Bapak Siswanto ini telah mencapai 35 persen.

Komandan Kodim 0410/KBL melalui laporan Babinsa di lapangan menyampaikan permohonan dukungan material untuk memastikan kelancaran dan percepatan pembangunan. Material yang dibutuhkan meliputi semen, asbes, wuwung, risplang, dan paku. “Dukungan dari semua pihak sangat kami harapkan untuk segera mewujudkan rumah layak bagi warga kami,” ujar salah satu personel Babinsa di lokasi.

Kegiatan hari ke-4 ini berlangsung dengan cuaca cerah dan situasi aman terkendali. Pelibatan personel TNI dan masyarakat menunjukkan kolaborasi yang solid dalam setiap tahap pembangunan. Kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan hanya untuk membangun infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat ikatan emosional dan semangat kebersamaan.

Program TMMD ke-129 yang mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa” ini merupakan wujud sinergitas antara TNI, Pemerintah Kota Bandar Lampung, dan seluruh elemen masyarakat dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan di tingkat desa . Dengan semangat yang terus membara, diharapkan seluruh target pembangunan, termasuk rehabilitasi RTLH, dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Pinang Jaya. (Red)