Senyum Bahagia Bu Tini: Rumah Tak Layak, Kini Rampung 100 Persen Berkat TMMD 129 Bojonegoro

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Wajah haru dan senyum bahagia kini tak bisa disembunyikan dari Tini (50), warga RT.021 RW.009 Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) miliknya yang menjadi salah satu sasaran fisik program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro akhirnya resmi rampung 100 persen.

Setelah hampir sebulan dikerjakan bahu-membahu, kediaman Ibu Tini kini berdiri kokoh, layak, dan nyaman untuk dihuni.

Perubahan drastis ini bukan sekadar pembangunan fisik semata, melainkan bukti nyata kepedulian prajurit TNI terhadap kesejahteraan masyarakat desa.

Bagi Tini, selesainya perbaikan rumah tersebut menghadirkan kelegaan mendalam. Kini, ia dan keluarga dapat menempati hunian yang tak lagi mengkhawatirkan saat hujan maupun angin kencang datang.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur rumah saya sudah selesai diperbaiki. Terima kasih banyak kepada bapak-bapak TNI yang sudah membantu saya,” ungkap Tini penuh haru, Senin (10/8/2026).

Ibu Tini mengaku sangat tersentuh melihat ketulusan para prajurit selama proses pembangunan berlangsung.

Kehadiran Satgas TMMD di tengah warga meninggalkan kesan mendalam akan semangat kebersamaan dan gotong royong.

“Saya sangat senang dan terharu. Selama ini bapak-bapak TNI bekerja sungguh-sungguh. Saya tidak bisa membalas apa-apa selain mendoakan semoga semuanya selalu diberikan kesehatan dan keberkahan,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu anggota Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Prada Rido, menyampaikan bahwa proses perbaikan RTLH ini berjalan lancar berkat kemanunggalan antara TNI dan masyarakat setempat.

“Kami sangat senang bisa membantu perbaikan rumah Ibu Tini hingga tuntas. Selama hampir sebulan pengerjaan, warga Desa Kesongo sangat aktif bergotong royong. Ini adalah wujud pengabdian kami untuk rakyat,” kata Prada Rido.

Prada Rido menambahkan, kebersamaan dengan warga memberikan pengalaman serta kesan yang tak terlupakan bagi para prajurit di lapangan.

“Harapan kami, rumah yang sudah selesai diperbaiki ini dapat memberikan rasa aman, nyaman, serta kehangatan bagi Ibu Tini dan keluarga. Semoga bisa dirawat dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” harapnya.

Tuntasnya rehabilitasi rumah Ibu Tini menambah daftar keberhasilan pengerjaan sasaran fisik program TMMD ke-129 di Desa Kesongo.

Lebih dari sekadar merenovasi bangunan, program TMMD kembali membuktikan bahwa kebahagiaan dan harapan baru sering kali berawal dari langkah sederhana yakni menghadirkan tempat tinggal yang layak bagi sesama.

Ukir Senyum Lansia: Bedah Rumah Mbah Kasiman Lewat TMMD 129 Bojonegoro Rampung 100 Persen

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Wajah sumringah dan rasa haru tak dapat disembunyikan dari Mbah Kasiman (78), warga RT.020 RW.08, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Rumah yang dulunya tergolong Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kini telah bersolek total, dan selesai dikerjakan 100 persen.

Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 129 yang digelar oleh Kodim 0813 Bojonegoro, hunian Mbah Kasiman disulap menjadi tempat tinggal yang jauh lebih kokoh, bersih, dan nyaman.

Pemandangan dinding kayu sederhana bersanding cat hijau dan biru cerah serta keramik putih kini menyambut siapa saja yang berkunjung ke rumah lansia tersebut.

Bagi Mbah Kasiman, rampungnya renovasi rumah ini bukan sekadar perubahan wujud fisik bangunan, melainkan sebuah kado indah, rasa syukur, dan wujud hadirnya harapan baru di usia senjanya.

Proses pengerjaan rumah dilakukan secara bahu-membahu oleh Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro bersama masyarakat setempat.

Mbah Kasiman mengaku takjub, melihat semangat para prajurit TNI yang tanpa lelah bekerja membedah rumahnya dari awal hingga tuntas.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur rumah saya sudah selesai diperbaiki. Saya mengucapkan terima kasih kepada bapak-bapak TNI dan semua pihak yang sudah membantu,” ujar Mbah Kasiman dengan nada haru, Senin (10/8/2026).

Lansia 78 tahun tersebut mengaku tidak pernah menyangka rumah yang ditempatinya bersama keluarga bisa menjadi selayak dan senyaman sekarang.

“Saya tidak menyangka rumah ini bisa diperbaiki sampai selesai seperti ini. Saya sangat senang dan berterima kasih. Semoga kebaikan bapak-bapak TNI dibalas dengan kebaikan dan selalu diberikan kesehatan,” tuturnya mendoakan para prajurit.

Rampungnya renovasi RTLH milik Mbah Kasiman, menjadi salah satu potret nyata keberhasilan pelaksanaan TMMD ke-129 di Desa Kesongo.

Program yang memadukan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan warga ini membuktikan bahwa sasaran TMMD tidak hanya menyentuh infrastruktur jalan dan fasilitas umum, tetapi juga merangkul kebutuhan paling mendasar masyarakat.

Lebih dari sekadar bangunan fisik, berdirinya rumah baru Mbah Kasiman menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong oyong dan kemanunggalan TNI bersama rakyat tetap hidup subur di pedesaan.

Kini, Mbah Kasiman dapat menikmati hari tuanya di hunian yang aman, layak, dan penuh kenangan kebaikan.

Rutilahu Tuntas 100 Persen: Sentuhan Kasih TMMD 129 Bojonegoro Hadirkan Hunian Layak Bagi Mbah Saelah

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Wajah bahagia tak mampu disembunyikan dari Mbah Saelah (63), warga RT.023 RW.004 Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Peningkatan kualitas Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu) milik lansia tersebut kini telah bertransformasi total, dan selesai direhabilitasi 100 persen.

Pembangunan hunian tersebut merupakan salah satu sasaran fisik program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 yang digelar oleh Kodim 0813 Bojonegoro sejak 15 Juli 2026 lalu.

Rumah yang sebelumnya memprihatinkan kini berganti menjadi tempat tinggal yang bersih, kokoh, dan nyaman untuk dihuni.

Rampungnya rehab rumah ini menjadi bukti nyata bahwa TMMD tidak sekadar membangun fasilitas publik desa, melainkan hadir langsung menyentuh dan meningkatkan taraf hidup masyarakat bawah.

Bagi Mbah Saelah, momen pengerjaan rumah selama hampir sebulan memberikan kenangan tersendiri.

Kehadiran para prajurit TNI yang bekerja bahu-membahu bersama warga desa menciptakan rasa kekeluargaan yang erat.

“Alhamdulillah, rumah saya sekarang sudah selesai. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah membantu memperbaiki rumah saya,” tutur Mbah Saelah dengan nada haru, Senin (10/8/2026).

Ia menambahkan, bantuan perbaikan rumah ini sangat berarti bagi kehidupan keluarganya.

Selain mendapatkan hunian yang ramah dan aman, kesabaran serta kehangatan para prajurit selama pengerjaan membekas di hatinya.

“Selama pengerjaan, bapak-bapak TNI selalu membantu dengan sabar. Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Semoga semua kebaikan ini mendapat balasan dari Allah SWT,” ungkapnya.

Di sisi lain, anggota Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Prada Candra, yang terjun langsung dalam proses renovasi selama sebulan terakhir mengungkapkan bahwa keberhasilan pembangunan ini lahir dari kuatnya semangat gotong royong.

“Kami merasa senang bisa membantu memperbaiki rumah Ibu Saelah hingga selesai. Selama proses pengerjaan, kami bersama warga saling membantu dan bekerja sama,” kata Prada Candra.

Menurut Prada Candra, bagi prajurit TNI, mengabdi kepada rakyat adalah sebuah kewajiban dan kebanggaan.

Selama bertugas di Desa Kesongo, mereka tak hanya berfokus pada target fisik, tetapi juga membangun hubungan harmonis dengan warga setempat.

“Semoga rumah yang sudah diperbaiki ini bisa memberikan kenyamanan dan manfaat bagi Ibu Saelah dan keluarga. Kami juga berterima kasih kepada warga yang ikut membantu selama pengerjaan,” pungkasnya.

Tuntasnya rehabilitasi rumah Mbah Saelah semakin menambah panjang daftar keberhasilan sasaran fisik TMMD ke-129 di Desa Kesongo.

Di balik bangunan rumah yang kini berdiri megah, tersimpan cerita kehangatan, kemanunggalan TNI, dan semangat gotong royong yang terus menyala di tengah masyarakat.

Perkuat Infrastruktur Desa, TMMD 129 Bojonegoro Tuntaskan Drainase 330 Meter di Kesongo

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Komitmen Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro dalam memperkuat infrastruktur pedesaan kembali membuahkan hasil nyata.

Salah satu sasaran fisik utama, yaitu pembangunan saluran drainase sepanjang 330 meter di Dusun Krebet, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, kini resmi tuntas 100 persen.

Rampungnya saluran drainase ini disambut hangat oleh warga setempat. Selain membuat lingkungan pemukiman menjadi lebih tertata dan rapi, keberadaan saluran drainase beton bertutup ini diproyeksikan mampu mengatur debit aliran air dengan optimal, sekaligus mencegah genangan yang berpotensi merusak jalan desa saat musim penghujan tiba.

Di balik suksesnya pembangunan fisik ini, tersimpan cerita kebersamaan dan kemanunggalan yang kuat antara TNI, pemerintah desa, serta masyarakat.

Semangat gotong royong yang tinggi menjadi bahan bakar utama sehingga pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu sesuai target progres yang telah ditentukan.

Dansatgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas capaian tersebut.

“Alhamdulillah, sasaran drainase selesai berjalan sesuai progres dan tidak ditemukan kendala yang berarti. Kelancaran ini berkat sinergi yang sangat baik antara Satgas TMMD dengan masyarakat,” ujar Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, Senin (10/8/2026).

Menurut Dandim, keberhasilan program TMMD KE- 129 di Desa Kesongo ini tidak semata-mata diukur dari seberapa banyak bangunan fisik yang didirikan, melainkan juga dari sejauh mana kebersamaan dan kemanunggalan antara prajurit TNI dan rakyat dapat diperkokoh.

Partisipasi aktif warga Desa Kesongo yang bahu-membahu bersama personel Satgas di lapangan menjadi modal sosial yang sangat berharga.

“Tanpa dukungan pemerintah desa dan masyarakat, seluruh kegiatan ini tentu tidak akan berjalan secara maksimal. Semangat kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama TMMD,” tegasnya.

Tuntasnya drainase sepanjang 330 meter di Dusun Krebet ini semakin melengkapi deretan sukses sasaran fisik TMMD ke-129 di Desa Kesongo.

Lebih dari sekadar pembangunan infrastruktur, hadirnya program ini membuktikan bahwa semangat “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa” benar-benar mewujud nyata di tanah Bojonegoro.

Panas Terik Tak Masalah! Satgas TMMD 129 Bojonegoro Gotong ‘Lapak Masa Depan’ Demi UMKM Kesongo

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Sengatan matahari siang yang membakar kawasan Kedungadem tak sedikit pun melunturkan semangat para prajurit. Di tengah cuaca terik, otot-otot kekar anggota Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro bersatu padu dengan warga memikul beban berat dengan memboyong booth container (box kontainer) UMKM ke lokasi Rest Area Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Senin (10/8/2026).

Langkah tegap dan derap gotong royong tersebut bukan sekadar kerja fisik biasa. Box kontainer berwarna kombinasi biru-putih bantuan dari Kodim 0813 Bojonegoro itu merupakan simbol sentuhan nyata program TMMD dalam membangkitkan denyut ekonomi kerakyatan dari tingkat paling bawah.

Proses pemindahan enam unit box kontainer tersebut dilakukan secara manual dan bergotong royong.

Satu per satu kontainer digotong bersama hingga menempati landasan beton yang telah disiapkan di area rest area terpadu jalur lintas perbatasan Kesongo, Bojonegoro dengan Sukorame, Lamongan.

Babinsa Desa Kesongo, Serka Lasmidi, yang memimpin langsung aksi di lapangan menegaskan bahwa cucuran keringat para prajurit diniatkan demi masa depan perekonomian warga desa.

“Walaupun panas terik, para Satgas TMMD tetap semangat mengangkat dan menempatkan box kontainer ke tempat yang sudah tersedia,” ungkap Serka Lasmidi di sela-sela kegiatan.

Ia menjelaskan, hadirnya enam kontainer ini diprioritaskan bagi pelaku UMKM maupun pedagang asongan lokal yang selama ini terkendala tempat berjualan.

Terlebih, sebagian dari warga Kesongo sebelumnya telah dibekali ilmu dan keterampilan melalui pelatihan UMKM selama lima hari.

“Enam kontainer box ini nantinya diperuntukkan bagi UMKM di desa. Yang menempati nanti dari warga Desa Kesongo, terutama yang sudah punya usaha tetapi belum mempunyai tempat. Kita arahkan ke sini,” jelasnya.

Serka Lasmidi berharap rest area ini tidak hanya jadi pelipur lelah bagi pengguna jalan yang melintas, tetapi juga menjelma menjadi sentra ekonomi baru.

“Di rest area ini juga diberikan fasilitas untuk masyarakat yang singgah dan beristirahat. Yang jelas mohon dijaga dan dirawat, karena ini merupakan fasilitas pemberian sehingga bisa membawa manfaat jangka panjang,” imbaunya.

Apresiasi tinggi datang dari Kepala Desa Kesongo, Kusnadi. Menurutnya, bantuan fasilitas booth container ini sangat krusial dalam mendukung percepatan ekonomi desanya.

“Kami berharap pengelolanya nanti dapat dilakukan dengan baik sehingga benar-benar memberikan ruang bagi warga untuk mengembangkan usaha,” ujar Kusnadi.

Kusnadi juga berpesan agar kemitraan harmonis antara Satgas TMMD, pemerintah desa, dan masyarakat terus terjalin mesra meski program TMMD nantinya telah usai.

“Fasilitas yang telah dibangun harus terus dirawat dan dimanfaatkan secara produktif agar dampaknya dapat dirasakan masyarakat dalam waktu panjang,” pungkasnya.

Kehadiran booth container UMKM di Rest Area Desa Kesongo menegaskan wajah baru TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro.

Program ini terbukti tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik seperti jalan atau jembatan, namun juga menyentuh aspek vital pemberdayaan ekonomi warga.

Kini, booth-booth kontainer kokoh tersebut telah berdiri rapi menyambut asa baru. Pelaku UMKM Desa Kesongo siap memamerkan produk-produk unggulan mereka menjadikan Rest Area Terpadu Kesongo bukan sekadar tempat beristirahat, melainkan etalase kebangkitan ekonomi desa.

Jalan Beton TMMD 129 Bojonegoro Tuntas 100 Persen: Akses Ekonomi Dusun Mundu Kian Mulus

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Langkah kaki Suprapto kini terasa jauh lebih ringan. Sembari memikul puluhan bantal dan guling yang digantung rapi di bahunya, penjual keliling ini menyusuri jalanan kampung yang kini telah mulus dilapisi cor beton di Dusun Mundu, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Jalan sepanjang 480 meter dengan lebar 3 meter tersebut merupakan hasil kerja keras program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026.

Kini, infrastruktur yang baru rampung tersebut langsung memberikan dampak nyata bagi denyut kehidupan masyarakat setempat.

Bagi pedagang kecil seperti Suprapto yang mengandalkan fisik dan jarak tempuh untuk menjemput rejeki door-to-door, kondisi jalan yang rata dan nyaman adalah sebuah berkah besar.

“Sekarang sudah tidak terlalu kesusahan. Jalannya sudah bagus, jadi lebih mudah untuk masuk ke lingkungan warga sambil menawarkan dagangan. Buat pedagang keliling yang berjalan kaki seperti kami ini ya sangat bermanfaat, karena sudah tidak risiko kesandung lagi,” tutur Suprapto sembari tersenyum saat ditemui di sela-sela aktivitasnya.

Manfaat pembangunan ini dirasakan menyeluruh. Jalur tersebut kini menjadi nadi utama mobilitas warga, mulai dari anak sekolah, pekerja, hingga para petani yang mengangkut hasil panen dari areal persawahan di kanan-kiri jalan.

Kepala Dusun Mundu, Hariyono, mengapresiasi penuh selesainya pembangunan jalan cor beton oleh satgas TMMD. Menurutnya, jalan ini tidak hanya memperlancar konektivitas warga, tetapi juga menjadi pemantik pertumbuhan ekonomi lokal.

“Dengan selesainya jalan ini, masyarakat tentu lebih nyaman beraktivitas. Tidak hanya warga yang menggunakan, pedagang keliling juga lebih mudah masuk ke dusun untuk menawarkan dagangannya. Jalannya sudah bagus, semoga ekonomi warganya juga semakin bagus,” ungkap Hariyono optimistis.

Melalui kemanunggalan TNI dan rakyat dalam TMMD ke-129, tantangan aksesibilitas yang dulu sempat menghambat aktivitas warga kini telah terjawab.

Jalan mulus di Desa Kesongo tak sekadar menghubungkan antar-rumah, tetapi juga menghubungkan harapan dan kesejahteraan masyarakat pelosok Bojonegoro.

Akses Mulus, Ekonomi Terakselerasi: Jalan Cor Beton TMMD 129 Bojonegoro di Kedungpandan Tuntas 100 Persen

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Senyum sumringah kini mengembang di wajah warga Dusun Kedungpandan, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Pembangunan jalan cor beton yang menjadi salah satu sasaran fisik program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 TA 2026 resmi rampung 100 persen.

Jalan beton sepanjang 550 meter dengan lebar 3 meter tersebut kini membentang kokoh membelah kawasan pemukiman dan lahan pertanian warga.

Jalur yang dulunya menjadi tantangan tersendiri saat dilintasi, kini telah bertransformasi menjadi akses mulus yang siap menunjang mobilitas masyarakat sehari-hari.

Pantauan di lokasi pada Senin (10/8/2026), jalan baru ini langsung disambut hangat oleh warga.

Tampak pengendara sepeda motor hingga angkutan hasil tani lalu lalang dengan nyaman.

Permukaan cor beton yang mulus dan solid membuat aktivitas angkut barang maupun perjalanan harian terasa jauh lebih efisien dan aman.

Rasa syukur tak dapat disembunyikan oleh warga setempat. Imam Bawana, salah seorang warga Kedungpandan, mengaku sangat gembira melihat jalan di dusunnya kini sudah selesai digarap.

“Alhamdulillah, jalan sudah selesai dan sekarang bisa langsung dimanfaatkan warga. Kami tentu senang sekali karena aksesnya jadi jauh lebih nyaman,” ungkap Imam dengan nada optimistis.

Hal senada disampaikan Kepala Dusun Kedungpandan, Ahmad Alfarizi. Ia mengapresiasi tinggi kerja keras Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro dan seluruh pihak yang terlibat.

Menurutnya, jalan cor ini memiliki peran vital, bukan sekadar menghubungkan antarwilayah, melainkan juga menjadi urat nadi penggerak roda ekonomi masyarakat pedesaan.

“Jalan ini sangat membantu warga, terutama untuk mobilitas harian dan mengangkut hasil pertanian. Kami berharap masyarakat bisa bersama-sama menjaga serta merawat jalan ini agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” tutur Ahmad.

Pembangunan jalan cor sepanjang 550 meter ini merupakan wujud nyata sinergi dan kemanunggalan TNI bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Bojonegoro serta masyarakat.

Dengan tuntasnya proyek fisik TMMD ke-129 ini, warga Dusun Kedungpandan kini menatap masa depan dengan aksesibilitas yang lebih baik, efisien, dan sejahtera.

Wajah Sumringah Warga Kesongo: Jembatan Brang Etan TMMD 129 Bojonegoro Tuntas 100 Persen

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Senyum lega dan bahagia kini merona di wajah warga Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur.

Pembangunan Jembatan Brang Etan, yang menjadi salah satu sasaran fisik over prestasi dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026, resmi rampung 100 persen dan kini sudah berdiri kokoh serta siap dilalui masyarakat.

Jembatan beton bercat hijau segar tersebut hadir sebagai jawaban atas kerinduan warga akan akses jalan yang aman dan nyaman.

Kehadirannya diproyeksikan menjadi penghubung vital yang mempermudah mobilitas harian sekaligus menggerakkan roda perekonomian lokal.

Sebelum tersentuh program TMMD, jalur perintisan ini merupakan salah satu titik krusial yang kondisinya sangat membutuhkan perbaikan.

Kini, jalan penghubung yang kokoh berdiri di atas aliran sungai kecil desa tersebut sudah bisa dilintasi dengan senyuman warga yang lewat.

Yeti, warga RT.001 RW.001 Desa Kesongo, tidak mampu menyembunyikan rasa bahagianya saat melintasi jembatan baru tersebut.

“Sekarang sudah bisa dilewati. Kami sebagai warga tentu senang sekali karena akses menjadi jauh lebih mudah dan aktivitas sehari-hari juga lebih lancar,” ungkap Yeti sumringah saat ditemui di lokasi, Senin (10/8/2026).

Yeti menambahkan, keberadaan infrastruktur yang menyentuh langsung kebutuhan akar rumput seperti Jembatan Brang Etan ini sangat berdampak nyata.

Ia berharap program pembangunan serupa terus berlanjut agar manfaatnya semakin luas dirasakan oleh masyarakat pedesaan.

Apresiasi tinggi juga disampaikan oleh Kepala Desa Kesongo, Kusnadi. Menurutnya, TMMD ke-129 tidak hanya membawa pembangunan fisik, tetapi juga memboyong program pemberdayaan yang memberi napas baru bagi desanya.

Kusnadi menilai, rampungnya Jembatan Brang Etan merupakan bukti nyata sinergi dan kemanunggalan yang erat antara TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat.

“Jembatan ini sangat penting bagi masyarakat karena merupakan akses utama yang digunakan warga dalam beraktivitas. Kami sangat berterima kasih kepada seluruh jajaran TNI dan semua pihak yang terlibat, termasuk warga yang bahu-membahu selama proses pembangunan,” tutur Kusnadi.

Ia pun berpesan kepada warga Desa Kesongo agar fasilitas yang telah dibangun dengan semangat gotong royong ini dapat dijaga dan dirawat bersama-sama agar memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Kini, jalur yang dulunya sulit dilewati telah menjelma menjadi ‘nadi baru’ konektivitas Desa Kesongo sebuah hasil karya nyata TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro yang menghubungkan senyum, harapan, dan kesejahteraan warga.

Menjaga Asa di Depan Rumah Ibadah: Kala Satgas TMMD 129 Bojonegoro Setia Merawat Jalan Desa Kesongo

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Pembangunan infrastruktur tak hanya berhenti pada proses pengecoran, tetapi juga pada detail perawatan demi hasil yang kokoh dan tahan lama.

Hal itulah yang ditunjukkan oleh para prajurit Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro saat merawat jalan cor di Dusun Krebet, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Minggu (9/8/2026).

Di bawah terik matahari, sejumlah anggota Satgas TMMD tampak sigap memegang selang air dan sapu lidi di depan masjid setempat.

Menggunakan mobil tangki air, mereka melakukan penyiraman permukaan jalan cor secara merata dan berkala.

Langkah penyiraman (curing) ini dilakukan bukan tanpa alasan. Selain untuk menjaga kelembapan beton agar proses pengerasannya optimal dan tidak mudah retak, penyiraman ini juga efektif menekan polusi debu dari lalu lalang kendaraan serta aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.

Komandan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, menegaskan bahwa tahap perawatan adalah komitmen TNI dalam menjaga mutu hasil pembangunan.

“Penyiraman ini penting untuk menjaga kelembapan jalan cor agar pengerasannya optimal. Sekaligus mengurangi debu di sekitar lokasi, sehingga masyarakat yang beraktivitas maupun beribadah di masjid tetap merasa nyaman,” ungkap Lettu Ckm Purnomo.

Ia menambahkan, perawatan intensif ini bertujuan agar fasilitas fisik yang dibangun bersama warga memiliki daya tahan jangka panjang.

Jalan yang mulus dan bebas debu di Dusun Krebet ini diharapkan mampu memperlancar roda perekonomian, mempermudah mobilitas harian warga, serta mempererat rasa kebersamaan dan kemanunggalan antara TNI dan rakyat.

Ukir Senyum Ibu Wagini: Anggota Satgas Kebut Pembersihan dan Finishing Sebelum TMMD 129 Bojonegoro Usai

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 129 tahun 2026 yang digelar di Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro kini telah memasuki detik-detik penghujung kegiatan.

Meski waktu penutupan kian dekat, semangat para prajurit di lapangan tak kunjung surut. Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro terus mengebut pengerjaan fisik guna memastikan seluruh program tuntas secara maksimal.

Salah satu fokus utama pada tahap akhir ini adalah pembenahan Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu) milik Ibu Wagini, warga Dusun Krisik RT.010 RW 0.004, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Memasuki fase finishing, anggota Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro bahu-membahu merapikan bagian detail bangunan, Minggu (9/8/2026).

Selain menyelesaikan pemasangan bingkai dan kaca jendela, para prajurit juga tampak sigap membersihkan sisa-sisa material konstruksi seperti tumpukan genteng dan batu bata di area sekitar rumah.

Langkah ini dilakukan agar rumah tersebut tidak hanya kokoh, tetapi lingkungan sekitarnya juga rapi dan siap huni sebelum TMMD resmi ditutup.

Komandan SST-1 SSK Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letda Inf Adi Yuniarto, menyampaikan, menjelang purna tugas, seluruh sasaran fisik dikerjakan dengan presisi dan percepatan tanpa mengurangi kualitas.

“Ini sudah memasuki tahap akhir. Kita fokus menyelesaikan finishing pemasangan jendela sekaligus membersihkan sisa-sisa material di sekitar rumah,” ungkap Letda Inf Adi Yuniarto.

Ia menambahkan, tahap pembersihan dan sentuhan akhir (finishing) menjadi kunci penting dalam pembangunan RTLH. Hal ini dilakukan agar hunian yang direhabilitasi dapat langsung digunakan dengan rasa aman dan nyaman.

“Pembersihan dan finishing menjadi bagian penting dalam tahap akhir pembangunan RTLH, sehingga rumah yang telah direhabilitasi tersebut nantinya terlihat lebih bersih, rapi, layak, aman, dan nyaman untuk ditempati,” pungkasnya.

Melalui kerja keras dan kepedulian para prajurit TNI di Desa Kesongo ini, program terpadu dan lintas sektoral yang mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa” ini kembali membuktikan komitmennya dalam menghadirkan hunian yang lebih manusiawi dan membawa harapan baru bagi masyarakat pedesaan.