TMMD 129 Bojonegoro Gelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan dan Perkawinan Dini di Kesongo

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Langkah nyata menekan angka perkawinan anak dan kekerasan terhadap perempuan serta anak terus diseriusi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.

Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), kegiatan sosialisasi pencegahan kekerasan dan perkawinan dini digelar di Balai Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Selasa (11/8/2026).

Agenda ini menjadi bagian penting dari dukungan terhadap program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 tahun anggaran 2026.

Dua narasumber hadir memberikan pemaparan komprehensif, yakni Aditya Pradipta dari Bidang Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) DP3AKB Bojonegoro, serta Dra. Ratih R. Rahardja, psikolog UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Bojonegoro.

Sekretaris Desa Kesongo, Sumari, mewakili Kepala Desa Kusnadi, menyampaikan apresiasi atas sinergi dan perhatian yang diberikan Pemkab Bojonegoro bagi warganya.

“Semoga ilmu yang disampaikan hari ini bermanfaat dan bisa diterapkan untuk warga Desa Kesongo, terutama terkait pencegahan pernikahan dini,” ujar Sumari.

Ia mengakui bahwa persoalan perkawinan anak pernah menjadi tantangan serius di wilayahnya.

Berdasarkan data yang dipaparkan, Desa Kesongo sempat mencatatkan angka permohonan dispensasi kawin yang cukup tinggi.

Dalam paparannya, Aditya Pradipta menekankan bahwa perlindungan anak merupakan bagian dari visi besar pembangunan Bojonegoro untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul, berakhlak, dan berbudaya. Perkawinan anak berpotensi kuat memutus akses pendidikan dan masa depan anak.

“Ketika anak menikah, fokus mereka biasanya beralih kepada keluarga sehingga pendidikan dan cita-cita yang sebelumnya ingin dicapai bisa terhenti,” jelas Aditya.

Secara umum di tingkat kabupaten, permohonan dispensasi kawin menunjukkan tren penurunan: pada tahun 2021, sebanyak 68 permohonan, tahun 2022 ada 532 permohonan, tahun 2023 ada 448 permohonan, dan tahun 2025 ada 325 permohonan.

Di tingkat kecamatan, Kedungadem pernah masuk tiga besar permohonan terbanyak di Bojonegoro, dengan 41 permohonan pada 2025.

Sementara di tingkat desa, Kesongo sempat mencatat angka tertinggi yakni 11 kasus pada 2023 (disusul Tondomulo 6 kasus dan Megale 3 kasus). Meski kini tren di Kesongo sudah melandai, langkah penanganan tidak boleh kendor.

Aditya mengingatkan bahwa batas usia minimal perkawinan sesuai undang-undang adalah 19 tahun.

Mengingat mayoritas pemohon dispensasi berusia 18 tahun dan berlatar belakang pendidikan SMP, pendampingan keluarga menjadi kunci utama agar tidak terburu-buru mengambil langkah dispensasi ke Pengadilan Agama.

Faktor pendorong seperti ekonomi, pergaulan, dan budaya harus diurai bersama lewat sinergi orang tua, sekolah, dan pemerintah desa.

Sementara itu, Dra. Ratih R. Rahardja menyoroti pentingnya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Menurutnya, pemicu kekerasan sangat kompleks, mulai dari tekanan ekonomi, hunian padat, hingga pola komunikasi yang tidak sehat. Ia menegaskan agar masyarakat tidak mengabaikan kekerasan non-fisik.

“Kekerasan tidak selalu berupa pemukulan. Kata-kata yang merendahkan, tekanan, kekerasan ekonomi, hingga pemaksaan juga dapat menjadi bentuk kekerasan,” tegas Ratih.

Ratih juga mengingatkan orang tua untuk lebih bijak mengawasi interaksi anak, terutama di media sosial.

Mengingat kekerasan seksual kerap dilakukan oleh orang-orang terdekat, kewaspadaan harus diterapkan tanpa membedakan anak laki-laki maupun perempuan.

Masyarakat yang menemui indikasi kekerasan diminta aktif melapor, dan tidak menutup mata. Penanganan mendasar dapat dilakukan dengan mendengarkan korban, menjaga kerahasiaan, serta menghubungkan mereka ke perangkat desa atau UPTD PPA untuk pendampingan.

Sesi diskusi berlangsung interaktif saat Kepala Dusun Mundu, Hariyono, menanyakan solusi konkret jika orang tua dihadapkan pada dilema kekhawatiran anak nekat melakukan hal berbahaya bila tidak diizinkan menikah.

Diskusi ini mempertegas bahwa penyelesaian isu perkawinan anak butuh pendekatan emosional, psikologis, dan edukatif, bukan sekadar aturan hukum.

Melalui kolaborasi lintas sektor dalam TMMD ke-129 ini, Pemkab Bojonegoro membuktikan bahwa pembangunan desa tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, melainkan juga pembangunan mental, sosial, dan kualitas hidup masyarakat demi menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak.

Rampung 100 Persen! Over Prestasi TMMD 129 Bojonegoro Hadirkan Fasilitas MCK di Rest Area Kesongo

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Pembangunan fasilitas umum di wilayah perdesaan terus digenjot melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro.

Salah satu wujud nyatanya adalah rampungnya fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) di kawasan Rest Area Terpadu Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Fasilitas MCK tersebut dibangun sebagai sasaran tambahan atau over prestasi guna melengkapi sarana rest area setempat.

Kini, dengan pengerjaan yang sudah tuntas 100 persen, fasilitas higienis tersebut siap memberikan kenyamanan maksimal, baik bagi warga lokal maupun masyarakat umum yang tengah beristirahat di kawasan tersebut.

Kehadiran MCK ini mempertegas komitmen Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro bahwa pembangunan desa tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik utama seperti jalan, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar kesehatan masyarakat.

Keberadaan sarana baru ini disambut hangat oleh warga. Ali, salah seorang warga Desa Kesongo yang sudah mencoba memanfaatkan MCK tersebut, mengungkapkan rasa bersyukurnya.

“Adanya MCK ini tentu sangat membantu. Fasilitasnya bisa digunakan warga dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar rest area,” ujar Ali saat dikonfirmasi, Selasa (11/8/2026).

Di tempat terpisah, Babinsa Desa Kesongo, Serka Lasmidi, menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas sanitasi ini sengaja ditambahkan agar manfaat keberadaan rest area di Desa Kesongo menjadi semakin optimal.

“Pembangunan MCK ini merupakan salah satu over prestasi TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro di Desa Kesongo. Alhamdulillah, pembangunannya sudah selesai 100 persen dan diharapkan dapat dimanfaatkan serta dirawat bersama,” terang Serka Lasmidi.

Ia menekankan bahwa fasilitas umum yang bersih dan memadai memegang peranan penting dalam menciptakan kenyamanan lingkungan.

Oleh karena itu, ia mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan sarana yang telah dibangun tersebut.

“Mari bersama-sama untuk menjaga dan merawat fasilitas ini dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” pungkasnya.

Bikin Rest Area Kesongo Makin ‘Aesthetic’ : TMMD 129 Bojonegoro Sulap Lapak UMKM Pakai Booth Container Modern!

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Penataan kawasan rest area Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, resmi memasuki babak baru, Selasa (11/8/2026).

Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang sebelumnya berjualan secara terpisah di sekitar lokasi kini mulai ditata rapi dengan menempati booth container (box kontainer) modern yang disediakan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 tahun anggaran 2026.

Proses relokasi dan penataan pedagang ini mendapat pengawalan serta pendampingan langsung dari Babinsa Desa Kesongo, Serka Lasmidi.

Dengan pendekatan persuasif, ia memberikan sosialisasi serta pengarahan agar para pedagang segera memindahkan aktivitas usahanya ke lapak baru yang jauh lebih layak dan higienis.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen penataan kawasan rest area agar menjadi pusat persinggahan yang tertib, bersih, dan nyaman bagi wisatawan maupun pengendara yang melintas.

Serka Lasmidi menyampaikan bahwa penyediaan booth container ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI dalam memberdayakan ekonomi kerakyatan melalui sasaran TMMD ke-129.

“Para pelaku UMKM kami berikan pengarahan agar mulai menempati box kontainer yang sudah disiapkan. Harapannya, penataan ini bisa membuat kawasan rest area lebih rapi dan nyaman, sekaligus memberikan tempat yang lebih layak bagi pedagang untuk menjalankan usahanya,” ujar Serka Lasmidi.

Tidak hanya mengajak menempati fasiltas baru, Serka Lasmidi juga mengimbau para pelaku usaha untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan serta merawat fasilitas publik tersebut.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari fisik bangunan, tetapi juga dari kesadaran bersama dalam memeliharanya.

Sambut hangat datang dari para pedagang lokal. Rara, salah satu pelaku UMKM di rest area Kesongo, mengapresiasi langkah cepat TMMD dan Babinsa dalam memfasilitasi tempat usaha yang lebih representative.

“Kami menyambut baik adanya tempat ini. Dengan adanya box kontainer, kami jadi punya tempat berjualan yang lebih tertata. Semoga ke depan rest area ini semakin ramai dan usaha para pedagang juga ikut berkembang,” ungkap Rara dengan nada optimis.

Program TMMD ke-129 di Desa Kesongo membuktikan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat tidak hanya menghadirkan infrastruktur jalan atau bangunan fisik semata, melainkan juga menyentuh aspek roda perekonomian warga.

Dengan wajah baru yang lebih modern dan tertata, rest area terpadu Desa Kesongo diproyeksikan tidak sekadar menjadi tempat beristirahat sejenak, melainkan bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Kedungadem, Bojonegoro.

Rampung 100 Persen! Musholla Rest Area Kesongo Hasil Over Prestasi TMMD 129 Bojonegoro Kini Siap Digunakan

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Kawasan rest area terpadu Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, kini semakin lengkap dan nyaman.

Pembangunan fasilitas ibadah berupa musholla yang dikerjakan melalui program sasaran tambahan (over prestasi) TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro telah resmi rampung 100 persen dan siap dimanfaatkan oleh masyarakat umum maupun para pengguna jalan.

Bangunan musholla berdesain rapi dengan nuansa ornamen khas serta fasilitas tempat wudu yang memadai ini dihadirkan untuk menjawab kebutuhan vital warga, pedagang, hingga pengujung kawasan rest area.

Kehadiran musholla baru ini disambut penuh rasa syukur oleh para pedagang setempat.

Salah satunya Lasmi, pedagang yang sehari-hari menggantungkan matapencaharian di area tersebut.

Ia mengaku kini tak perlu lagi bingung, atau bergegas pulang ke rumah hanya untuk menunaikan ibadah sholat.

“Adanya mushola ini tentu sangat membantu. Kalau mau sholat sekarang tidak perlu jauh-jauh atau harus pulang ke rumah. Saya bisa beribadah di sini,” ungkap Lasmi lega saat ditemui di lokasi, Selasa (11/8/2026).

Bagi para pedagang dan pengunjung, keberadaan sarana ibadah ini menjadi pelengkap penting yang menambah nilai kenyamanan rest area Desa Kesongo secara keseluruhan.

Sementara itu, Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, menjelaskan bahwa pembangunan musholla tersebut merupakan wujud nyata kepedulian TNI melalui program over prestasi TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro.

Pihak pemerintah desa sengaja mengarahkan program ini untuk melengkapi fasilitas umum agar rest area berfungsi optimal.

“Pembangunan mushola ini merupakan salah satu over prestasi TMMD ke-129 di Desa Kesongo. Alhamdulillah, pembangunannya sudah selesai 100 persen dan diharapkan dapat dimanfaatkan serta dirawat bersama,” terang Kusnadi.

Kusnadi menekankan bahwa selesainya pembangunan fisik hanyalah awal. Ia mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan pengguna rest area untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kelestarian fasilitas yang telah terbangun tersebut.

“Fasilitas ini milik kita bersama. Mari kita rawat agar tetap bersih, nyaman, dan dapat memberi manfaat dalam jangka panjang,” pungkasnya.

TMMD 129 Bojonegoro Tuntaskan Jalan Cor 1,04 KM di Kesongo, Urat Nadi Ekonomi Desa Kini Melesat

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Deru mesin sepeda motor di pagi buta kini terdengar lebih renyah dan halus di Dusun Mundu dan Dusun Kedungpandan, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (11/8/2026).

Di atas jok motor yang melaju mulus, tampak seorang warga lokal membawa tumpukan kayu bakar setinggi pundak dengan raut wajah tenang.

Pemandangan kontras tersebut menjadi bukti nyata dari perubahan besar yang sedang bergulir di wilayah Desa Kesongo.

Aktivitas masyarakat Dusun Mundu dan Kedungpandan mulai menunjukkan perubahan yang positif dan signifikan.

Warga kini memanen berkah dari pembangunan akses jalan cor beton di dua dusun hasil program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro.

Jalan cor beton Dusun Kedungpandan sepanjang 550 meter dan jalan cor beton Dusun Mundu sepanjang 490 meter, masing-masing dengan lebar 3 meter yang dulunya menjadi momok, kini berubah total.

Sebelum sentuhan TMMD ke-129 tahun 2026 hadir, jalur ini dipenuhi batu lepas, paving rusak, dan kubangan air sedalam betis saat musim hujan tiba.

Kini, jalan di dua dusun tersebut telah bertransformasi menjadi jalur urat nadi utama yang memanusiakan mobilitas warga setempat dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.

Sejak fajar menyingsing, jalan baru di dua dusun ini langsung dipadati oleh denyut kehidupan warga, mulai dari pekerja berangkat mengais rezeki dengan pakaian bersih tanpa takut terpercik lumpur, petani dengan mudah mengangkut hasil bumi dan pakan ternak tanpa khawatir motor terguling, ibu-ibu berbelanja kebutuhan pokok ke pasar dengan waktu tempuh yang jauh lebih singkat, dan anak-anak sekolah melintas dengan senyum lebar tanpa takut terlambat.

Infrastruktur kokoh ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata. Kehadirannya memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup, memberikan efisiensi biaya transportasi, serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan saat berkendara.

Jalan yang sebelumnya menjadi hambatan besar, kini sukses dikonversi menjadi sarana penunjang kemajuan ekonomi dan sosial.

Hal itu merupakan wujud komitmen nyata Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro dalam menyelesaikan seluruh sasaran pembangunan sesuai dengan rencana.

Di luar urusan semen dan batu cor, keberadaan program ini terbukti ampuh memperkuat semangat kemanunggalan serta gotong royong antara TNI dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan.

Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, menyampaikan harapan besarnya agar roda perekonomian masyarakat Desa Kesongo dan sekitarnya dapat bergerak semakin cepat.

“Akses yang semakin baik dipastikan mempermudah distribusi hasil pertanian, memperlancar pelayanan kesehatan, mempercepat akses pendidikan, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di wilayah sekitarnya,” ujar Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto.

Program TMMD ke-129 ini menjadi bukti otentik sinergi manis antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadirkan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa.

Infrastruktur yang dibangun bukan sekadar proyek jangka pendek, melainkan sebuah investasi jangka panjang demi menaikkan taraf kesejahteraan masyarakat Desa Kesongo dari generasi ke generasi.

Wajah Baru Desa Kesongo: Sinergi TNI-Rakyat, Rehab 9 Unit Rutilahu TMMD 129 Bojonegoro Tuntas 100 Persen

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 tahun 2026 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, sukses membawa perubahan besar bagi warga.

Rehabilitasi 9 (sembilan) unit Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu) yang menjadi sasaran utama program TMMD ke- 129, kini telah rampung 100 persen dan siap ditempati oleh keluarga penerima manfaat.

Pengerjaan rehabilitasi Rutilahu yang dimulai sejak 15 Juli 2026 lalu ini sempat menyentuh angka progres 98 persen pada tahap finalisasi, Selasa (11/8/2026).

Di fase akhir tersebut, Satgas TMMD bersama warga fokus melakukan pembersihan sisa material konstruksi guna memastikan bangunan tidak hanya kokoh dan aman, tetapi juga bersih dan nyaman untuk segera dihuni.

Keberhasilan program ini menjadi bukti nyata kuatnya kemanunggalan antara TNI dan masyarakat setempat.

Sepanjang proses pembangunan, personel TNI Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro bahu-membahu dan bergotong royong tanpa lelah bersama warga Desa Kesongo.

Dandim 0813 Bojonegoro sekaligus Dansatgas TMMD ke-129, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, menegaskan bahwa rehabilitasi Rutilahu merupakan prioritas utama.

Program ini dirancang khusus untuk menyediakan hunian yang sehat, sekaligus mengangkat taraf hidup dan martabat keluarga kurang mampu di wilayah tersebut.

“Rehab 9 unit Rutilahu dalam program yang digulirkan sejak 15 Juli 2026 yang lalu di Desa Kesongo ini sudah diselesaikan oleh Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro. Jadi, semuanya 100 persen selesai,” ungkap Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto.

Tuntasnya pembangunan ini tidak hanya memberikan hunian yang layak bagi warga yang membutuhkan, tetapi juga mempertebal semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat yang menjadi fondasi kebersamaan di Kabupaten Bojonegoro.

Tugu TMMD 129 Bojonegoro Kokoh Berdiri di Rest Area Terpadu Desa Kesongo

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Pemandangan berbeda kini menghiasi kawasan Rest Area Terpadu Desa Kesongo. Sebuah monumen gagah berdiri kokoh, menandai tuntasnya pembangunan Tugu TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro.

Letaknya yang strategis menjadikan tugu ini tak sekadar ornamen beton biasa. Kehadirannya diproyeksikan menjadi penanda permanen jalinan kolaborasi erat antara prajurit TNI, pemerintah daerah, dan warga setempat sepanjang tahun 2026.

Mengusung tema besar “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa,” proses pengerjaan tugu ini merupakan potret nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Peluh prajurit Satgas dan keringat warga menyatu dalam harmoni pembangunan desa, melahirkan tugu yang sarat makna filosofis.

Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, Selasa (11/8/2026), menegaskan bahwa nilai filosofis di balik pendirian monumen tersebut.

“Tugu TMMD ini menjadi penanda pelaksanaan TMMD ke-129 di Desa Kesongo. Lebih dari sekadar bangunan, tugu ini diharapkan menjadi simbol kebersamaan, gotong royong, dan kemanunggalan TNI dengan rakyat yang telah terjalin selama kegiatan berlangsung,” tegas Letkol Dedy.

Kehadiran tugu di kawasan rest area ini diproyeksikan akan menjadi pengingat jangka panjang bagi generasi mendatang akan pentingnya nilai persatuan, kerja sama, dan kepedulian terhadap kemajuan desa.

Tugu ini berdiri sebagai saksi bisu betapa besarnya potensi kekuatan ketika TNI dan rakyat bahu-membahu membangun negeri.

 

Wajah Baru Desa Kesongo: Seluruh Pembangunan TMMD 129 Kodim 0813 Bojonegoro Rampung 100 Persen

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Memasuki hari-hari penutup pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro tahun 2026, capaian kinerja Satgas menunjukkan hasil yang sangat membanggakan.

Seluruh sasaran kegiatan baik fisik, non-fisik, maupun program unggulan telah tuntas diselesaikan 100 persen. Kehadiran Satgas TMMD kini sukses mengubah wajah Desa Kesongo secara menyeluruh menjadi desa yang lebih maju, aman, dan sejahtera.

Sejak digulirkan pada 15 Juli 2026 lalu, Satgas TMMD bersama masyarakat dan pemerintah daerah bekerja tanpa kenal lelah merampungkan berbagai infrastruktur vital yang menjadi urat nadi perekonomian warga.

Pembangunan fisik utama yang berhasil dituntaskan antara lain Akses Jalan Cor Beton, Pembangunan jalan cor beton di Dusun Kedungpandan sepanjang 550 meter, serta di Dusun Mundu sepanjang 490 meter dengan lebar 3 meter kini rampung total dan siap dilalui.

Rehabilitasi rumah warga kurang mampu, sebanyak 9 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) telah disulap menjadi hunian yang layak, kokoh, dan sehat bagi warga penerima manfaat.

Fasilitas Umum dan Sanitasi, Perbaikan Jembatan Brang Etan, pembangunan musholla, serta penyediaan fasilitas MCK di kawasan rest area terpadu telah selesai 100 persen.

Infrastruktur Penunjang berupa Pembuatan sumur bor beserta jaringan perpipaan air bersih, rehabilitasi 4 ruang kelas gedung sekolah, hingga normalisasi sungai afvoer guna mencegah banjir juga telah dituntaskan secara sempurna.

Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, TMMD ke- 129 di Desa Kesongo ini juga menyasar penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) warga lokal.

Berbagai program penyuluhan non-fisik mulai dari wawasan kebangsaan, teknik pertanian modern, layanan kesehatan, pemberdayaan UMKM, pencegahan stunting melalui Posyandu, hingga edukasi hukum seluruhnya sukses dilaksanakan dengan partisipasi aktif warga.

Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Dedy Dwi Wijayanto, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas kemitraan erat antara TNI, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, dan seluruh elemen warga Desa Kesongo.

“Seluruh sasaran telah tuntas dengan kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan. Kami tidak hanya membangun jalan, tembok, dan rumah, tetapi juga membangun kemandirian, kesehatan, serta kesejahteraan warga secara menyeluruh,” tegas Letkol Dedy Dwi Wijayanto, Selasa (11/8/2026).

Ia menambahkan, warga kini tidak hanya menikmati fasilitas fisik yang megah dan representatif, tetapi juga dibekali ilmu serta keterampilan praktis untuk memajukan perekonomian desa secara mandiri dan berkelanjutan.

“Sisa pekerjaan akhir dan pengerjaan minor terus kami rapikan agar pada saat penutupan resmi nanti, seluruh sasaran dapat diserahkan secara utuh dan siap dimanfaatkan sepenuhnya oleh masyarakat,” pungkasnya.

Dengan tuntasnya seluruh program TMMD ke- 129 ini, Desa Kesongo kini siap melangkah ke babak baru menuju kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang lebih merata.

Monumen Kebersamaan: Tugu TMMD 129 Bojonegoro Siap Jadi Saksi Kemanunggalan TNI dan Rakyat di Kesongo

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Semangat gotong royong terus membakar pelataran Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, Senin (10/8/2026).

Di tengah bergulirnya berbagai target fisik maupun non-fisik program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, sebuah simbol bersejarah kini tengah dipahat, yakni Tugu TMMD.

Berlokasi strategis di kawasan Rest Area Terpadu Desa Kesongo, tugu ini dirancang bukan sekadar sebagai ornamen beton.

Lebih dari itu, tugu ini menjadi penanda permanen atas jalinan kolaborasi erat antara prajurit TNI, pemerintah daerah, dan warga setempat sepanjang tahun 2026.

Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, proses pengerjaan tugu menjadi potret nyata di mana peluh prajurit Satgas dan keringat warga menyatu dalam harmoni pembangunan desa.

Dansatgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, menegaskan nilai filosofis di balik pendirian monumen tersebut.

“Tugu TMMD ini menjadi penanda pelaksanaan TMMD ke- 129 di Desa Kesongo. Lebih dari sekadar bangunan, tugu ini diharapkan menjadi simbol kebersamaan, gotong royong, dan kemanunggalan TNI dengan rakyat yang telah terjalin selama kegiatan berlangsung,” tegas Letkol Dedy.

Kehadiran tugu di kawasan rest area ini diproyeksikan akan menjadi pengingat jangka panjang, bagi generasi mendatang akan pentingnya nilai persatuan.

Keterlibatan aktif warga dalam setiap adukan semen dan pemasangan keramik tidak hanya mempercepat penyelesaian target, tetapi juga mengikis sekat, mempererat ikatan kekeluargaan, serta menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) terhadap fasilitas desa.

Melalui program TMMD ke-129, pembangunan tidak berhenti pada perbaikan infrastruktur jalan atau fasilitas publik semata.

Nilai-nilai sosial seperti kepedulian, kebersamaan, dan semangat membangun dari pinggiran menjadi fondasi utama yang diwariskan bagi masyarakat Desa Kesongo.

Tugu TMMD ini akan berdiri kokoh, menyuarakan pesan bahwa ketika TNI dan rakyat menyatukan langkah, masa depan desa yang lebih maju bukanlah hal yang mustahil.

Wajah Baru SDN Kesongo 1: Satgas TMMD 129 Bojonegoro Rampungkan Rehab 4 Ruang Kelas

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro resmi merampungkan pengerjaan rehabilitasi empat ruang kelas di SDN Kesongo 1, Kecamatan Kedungadem.

Selesainya sasaran fisik utama program terpadu lintas sektoral tahun 2026 ini menjadi angin segar bagi peningkatan kualitas pendidikan di wilayah tersebut.

Dansatgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, menegaskan bahwa pembenahan fasilitas pendidikan ini merupakan komitmen TNI dalam menghadirkan sarana belajar yang layak.

“Rehabilitasi gedung sekolah ini menjadi bagian dari upaya untuk menghadirkan sarana pendidikan yang lebih layak, guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan di wilayah pedesaan,” ujar Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, Senin (10/8/2026).

Ia menambahkan, ketersediaan fasilitas yang representatif diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta kondusif bagi para siswa maupun tenaga pendidik.

“Melalui program TMMD ini, TNI bersama pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat fondasi lahirnya generasi muda yang berkualitas sebagai modal pembangunan bangsa,” tambahnya.

Rasa syukur dan bangga turut disampaikan oleh Kepala SDN Kesongo 1, Suroto. Ia mengapresiasi sinergi apik antara prajurit TNI dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro yang berhasil menyelesaikan proyek tepat waktu serta sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB).

“Harapan kami semoga gedung sekolah yang telah direhab ini bisa melayani pendidikan anak didik kita lebih nyaman, sehingga kualitas pembelajaran bisa tercapai dengan optimal. Terima kasih untuk bapak-bapak TNI dan semua pihak yang terkait, semoga keberkahan selalu menyertai kita semua,” tutur Suroto.

Melalui sinergi dalam program TMMD ke- 129 ini, SDN Kesongo 1 kini siap menyambut proses kegiatan belajar mengajar dengan semangat dan suasana baru yang lebih optimal.