Goresan Kuas Pembawa Asa: TMMD 129 Bojonegoro Wujudkan Hunian Nyaman Mbah Samijan

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Udara pagi di Dusun Krebet, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro, Selasa (4/8/2026) terasa berbeda dari biasanya.

Di teras sebuah rumah yang bersolek cantik dengan kombinasi warna putih dan biru muda, tampak seorang pria sepuh duduk termenung.

Matanya berkaca-kaca, memancarkan rasa syukur yang mendalam. Pria itu adalah Bapak Samijan, warga RT.013 RW.006.

Dengan tenang, ia memperhatikan setiap ayunan kuas para prajurit TNI dari Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro yang tengah menyelesaikan tahap akhir rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) miliknya.

Bagi Mbah Samijan, setiap goresan cat tembok dan tiang bambu/kayu bernuansa hijau itu bukan sekadar mempercantik dinding, melainkan lambang hadirnya harapan baru.

Angan-angan memiliki hunian yang aman, kokoh, dan nyaman, yang dahulu terasa jauh di awang-awang kini menjelma menjadi kenyataan persis di depan matanya.

Proses pengecatan dinding dan pembersihan teras keramik yang mengilap menjadi tanda bahwa pembangunan fisik RTLH tersebut telah memasuki tahap finishing.

Para prajurit Satgas TMMD tak hanya mahir memegang senjata, tetapi juga cekatan mengayunkan kuas dan sapu demi memastikan hunian tersebut siap ditempati dengan layak.

Komandan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, menjelaskan, percepatan tahap akhir ini dilakukan agar seluruh target fisik program TMMD selesai tepat waktu tanpa mengurangi kualitas bangunan.

“Pengecatan dan pembersihan ini adalah bagian dari tahap finishing pembangunan RTLH yang terus kami kebut. Melalui program ini, kami berharap masyarakat khususnya Pak Samijan dapat merasakan manfaat nyata dan kehangatan dari kehadiran TMMD di tengah-tengah mereka. Kami akan terus bekerja maksimal hingga seluruh sasaran rampung 100 persen,” tegas Lettu Ckm Purnomo.

Tak banyak kata yang mampu diucapkan Bapak Samijan selain rasa terima kasih yang mendalam.

Sambil memegangi lututnya di sudut teras, senyum mengembang dari bibirnya saat melihat rumah beralas keramik bersih itu kini berdiri gagah menopang atap gentengnya.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Saya hanya bisa duduk di sini, melihat bapak-bapak TNI bekerja dengan sangat ikhlas mengecat dan merapikan rumah saya,” tutur Samijan dengan nada suara bergetar menahan haru.

“Terima kasih banyak kepada TNI dan semua pihak yang sudah membantu. Semoga seluruh anggota Satgas TMMD selalu diberikan kesehatan, keberkahan, dan kelancaran dalam setiap menjalankan tugas negara,” tambahnya.

Melalui kemanunggalan TNI dan rakyat, program TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro tidak hanya memperbaiki dinding rapuh menjadi tembok yang kokoh, tetapi juga merajut kembali rajutan asa dan kebahagiaan bagi warga pelosok desa.

Sentuhan Akhir: Progres Positif Bedah Rumah TMMD 129 Bojonegoro

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Senyum sumringah tersirat di wajah Ibu Wagini, warga Dusun Kesongo (Krisik), RT.010 RW.004, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem.

Rumah impiannya yang layak huni, aman, dan sehat kini tinggal menghitung hari untuk bisa ditempati.

Hal ini berkat dedikasi dan kerja keras personel Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro yang terus menggenjot pengerjaan program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Memasuki tahap akhir, kesibukan di rumah Ibu Wagini semakin terlihat. Alih-alih mengendur, semangat juang para TNI, yang tergabung dalam Satgas TMMD, justru semakin membara.

Fokus mereka kini tertuju pada detail-detail akhir, atau finishing untuk memastikan hunian tersebut siap sepenuhnya, Selasa (4/8/2026).

Salah satu fokus utama pada tahap ini adalah pemasangan pintu. Di bawah pengawasan teliti dari Komandan SST-1 SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letda Inf Ady Yuniarto, personel TNI nampak cekatan memasang kusen dan daun pintu.

“Saat ini, kami benar-benar fokus pada tahap penyelesaian atau finishing. Pemasangan pintu, jendela, dan penyempurnaan bagian-bagian rumah lainnya terus kami kebut agar Ibu Wagini bisa segera menempati rumah barunya dengan nyaman dan bahagia,” ungkap Letda Inf Ady Yuniarto.

Kualitas pengerjaan pun menjadi perhatian utama. Meskipun waktu pengerjaan terus dipacu, para personel Satgas TMMD tetap mengedepankan ketelitian dan kerapian.

Hasil renovasi tidak hanya didesain kokoh secara struktur, tetapi juga memberikan kesan estetis yang mengundang kenyamanan.

Program rehabilitasi RTLH merupakan salah satu pilar penting dalam kegiatan TMMD ke-129. Letda Inf Ady Yuniarto menegaskan bahwa program ini lebih dari sekadar membangun rumah, tetapi merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Melalui penyediaan tempat tinggal yang layak, kami ingin meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kami berharap rumah baru Ibu Wagini bukan hanya sekadar tempat berlindung, tetapi juga sumber semangat baru bagi keluarganya untuk menatap masa depan yang lebih baik,” tambah Letda Inf Ady Yuniarto.

Keberhasilan program RTLH di Desa Kesongo ini tidak lepas dari sinergi yang harmonis antara Satgas TMMD dan masyarakat setempat.

Semangat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia benar-benar terasa di lokasi pembangunan.

Progres positif pengerjaan rehabilitasi RTLH Ibu Wagini memberikan harapan baru bagi masyarakat Desa Kesongo.

Kehadiran TMMD ke-129 di tengah-tengah mereka memberikan dampak positif yang nyata dalam meningkatkan infrastruktur dan kualitas hidup.

Melalui program-programnya, TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro membuktikan bahwa sinergi antara TNI dan rakyat merupakan kunci utama dalam membangun desa dan mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.

Sebagai informasi tambahan, program TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro dilaksanakan di wilayah Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Selain program RTLH, TMMD ke-129 juga mencakup berbagai kegiatan pembangunan lainnya, seperti pembangunan jalan cor beton, pembangunan jembatan, drainase, normalisasi sungai, pembangunan tempat ibadah dan MCK, dan rehabilitasi gedung sekolah.

Tujuan utama program TMMD adalah untuk mempercepat pembangunan di wilayah perdesaan dan meningkatkan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Program TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk terus berupaya membangun desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan semangat gotong royong dan sinergi yang kuat, kita dapat mewujudkan masa depan yang lebih baik bagi seluruh bangsa Indonesia.

Menjaga “Napas” Pembangunan: Cerita Kemanusiaan dan Kesigapan Tim Kesehatan Satgas TMMD 129 Bojonegoro

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Di balik kokohnya fondasi fisik dan mulusnya jalanan desa yang tengah dibangun dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 tahun 2026, ada raga-raga tangguh yang terus diperhatikan kondisinya.

Di tengah padatnya aktivitas mengabdi dan bergotong royong bersama warga Dusun Kedungpandan, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, kesehatan para prajurit tetap menjadi prioritas utama.

Pada Selasa (4/8/2026), Tim Kesehatan Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro menyisir Posko untuk menggelar pemeriksaan kesehatan rutin bagi seluruh personel.

Dengan cekatan dan penuh kehangatan, Serma Edi Sujarmanto dan Praka Andi Aprianto, Tim Kesehatan Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, aktif memeriksa satu per satu prajurit.

Pengecekan tekanan darah, pemeriksaan kondisi fisik umum, hingga pembagian suplemen vitamin dan obat-obatan diberikan secara berkala.

Langkah ini menjadi fondasi penting agar semangat pengabdian di lapangan tidak terhalang oleh kondisi fisik yang menurun.

Serma Edi Sujarmanto, mengungkapkan bahwa mobilitas dan beban kerja prajurit Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro di lapangan sangat tinggi.

Cuaca terik dan kerja fisik berat dapat menguras stamina, jika tidak diimbangi dengan perawatan tubuh yang baik.

“Kami ingin memastikan seluruh anggota Satgas tetap sehat, dan siap menjalankan tugas. Jika ada keluhan kesehatan sekecil apa pun, bisa segera diketahui dan ditangani. Dengan begitu, pelaksanaan program TMMD dapat berjalan lancar tanpa hambatan,” ujar Serma Edi Sujarmanto.

Suasana kebersamaan pun terasa hangat saat tim medis duduk berhadapan dengan para prajurit di atas lantai teras rumah warga.

Pendekatan yang humanis ini tak hanya menyembuhkan atau mencegah penyakit fisik, tetapi juga menghadirkan ketenangan batin bagi para personel yang jauh dari keluarga.

Prada M. Rizki, salah satu anggota Satgas TMMD, menyampaikan kepuasan dan rasa terharunya atas perhatian medis yang secara konsisten mereka terima.

“Pemeriksaan kesehatan rutin seperti ini memberikan rasa aman dan menambah semangat kami. Kami merasa sangat diperhatikan. Ketika kondisi tubuh terpantau prima, kami bisa terus bekerja maksimal bersama warga untuk menyelesaikan seluruh target pembangunan desa,” ungkapnya.

Melalui komitmen pelayanan kesehatan yang berkelanjutan, Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro memastikan bahwa pembangunan di Desa Kesongo tidak hanya cepat dan tepat waktu, tetapi juga dilandasi oleh stamina prajurit yang prima dan rasa kekeluargaan yang erat.

Kesiapan fisik para prajurit inilah yang menjadi kunci utama terwujudnya kemanunggalan TNI dan rakyat dalam mengukir masa depan desa yang lebih sejahtera.

Ketika Gerobak Dorong dan Peluh Satgas TMMD 129 Bojonegoro Menyejahterakan Warga Kesongo

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Terik matahari di pertengahan musim tak surutkan langkah para prajurit. Di balik debu material dan deru pengerjaan fisik, sebuah kisah tentang pengabdian dan kemanusiaan terus diukir di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, personel Satgas bergerak cepat menggenjot penyelesaian pembangunan akses jalan utama desa.

Pada Selasa (4/8/2026), fokus pekerjaan bergeser pada detail penting yang menentukan ketahanan jalan cor beton Dusun Kedungpadan yaitu perataan bahu jalan (berem).

Di lokasi pekerjaan, terlihat pemandangan yang menggerakkan hati. Tanpa canggung, para prajurit TNI berseragam loreng bahu-membahu memanfaatkan gerobak dorong atau yang akrab disebut arko.

Alat manual sederhana ini menjadi ‘senjata’ paling ampuh untuk menjangkau sudut-sudut bahu jalan yang masih ledok (cekung dan rendah).

Material berem yang menumpuk diusung perlahan, lalu disebar dan diratakan secara manual menggunakan cangkul serta sekop.

Langkah presisi ini dilakukan agar permukaan bahu jalan sejajar sempurna dengan badan jalan beton yang baru selesai dibangun.

Bagi Prada M. Rizki, salah satu anggota Satgas TMMD di lapangan, arko bukan sekadar alat angkut, melainkan sahabat setia dalam mempercepat pengabdian.

“Arko kami gunakan untuk mengambil material berem dan memindahkannya ke bahu jalan yang masih ledok. Setelah itu material diratakan agar permukaannya sejajar dengan badan jalan. Cara ini membuat pekerjaan lebih cepat, efisien, dan hasilnya lebih maksimal,” ujar Prada M. Rizki sembari menyapu keringat di dahinya.

Perataan bahu jalan mungkin terlihat seperti pengerjaan minor, namun di mata militer dan ahli konstruksi, tahap ini adalah pondasi keselamatan. Bahu jalan yang kokoh dan sejajar akan mencegah lereng jalan terkikis air hujan serta menghindarkan pengendara motor dari bahaya terperosok saat bersimpangan.

Komandan SST-1 SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letda Inf Ady Yuniarto, menegaskan bahwa ketelitian di setiap jengkal pembangunan adalah bentuk rasa tanggung jawab TNI kepada rakyat.

“Setiap tahapan pekerjaan kami laksanakan dengan maksimal, termasuk perataan bahu jalan yang masih ledok. Meski terlihat sederhana, pekerjaan ini sangat penting untuk memperkuat konstruksi jalan, menjaga ketahanan badan jalan, serta memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat saat melintas,” ungkap Letda Inf Ady Yuniarto penuh optimisme.

Ia juga menambahkan, kunci utama dari cepat dan rapinya pengerjaan ini tak lepas dari denyut gotong royong yang hidup antara prajurit TNI dan warga setempat.

Manunggalnya antara TNI dengan rakyat menjadi bahan bakar utama yang melipatgandakan semangat di lapangan.

Bagi warga Desa Kesongo, akses jalan yang mantap dan rapi bukan sekadar bentangan beton tipis di atas tanah, jalan ini adalah urat nadi kehidupan baru.

Pembangunan infrastruktur ini diyakini akan memangkas waktu tempuh, mempermudah pengangkutan hasil pertanian, serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat rural Kedungadem.

Dengan semangat kebersamaan yang terus menyala, Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro optimistis seluruh target sasaran fisik dapat rampung tepat waktu.

Sebuah bukti nyata bahwa ketika peluh prajurit menyatu dengan harapan rakyat, jalan menuju kesejahteraan tak lagi sekadar impian.

Senyum Mengembang: Satgas TMMD 129 Bojonegoro Grojok Air Bersih Door to Door di Kesongo

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Di bawah terik matahari kemarau yang memanggang kawasan Kedungadem, deru mesin truk tangki air milik TNI Kodim 0813 Bojonegoro memecah kesunyian Dusun Krebet, Desa Kesongo.

Bagi ratusan warga yang tengah berjuang melawan krisis air bersih, suara itu bukan sekadar raungan mesin kendaraan biasa, melainkan simfoni harapan dan helaan napas lega yang telah dinanti-nantikan.

Kepedulian terhadap kebutuhan paling mendasar masyarakat terus ditunjukkan secara nyata oleh Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro.

Bergandengan tangan dengan Babinsa Desa Kesongo, Serka Lasmidi, para personel Satgas TMMD menerjang terik musim kemarau untuk mendistribusikan air bersih langsung ke rumah-rumah warga di Dusun Krebet RT.013 RW.006, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Selasa (4/8/2026).

Distribusi air bersih secara door to door ini menjadi aksi tanggap darurat sekaligus solusi presisi bagi warga yang selama beberapa pekan terakhir kesulitan memperoleh pasokan air bersih akibat dampak kemarau panjang.

Sumber air dan sumur warga yang kian menyusut kerap memaksa mereka menguras tenaga ekstra.

Menggunakan armada pengangkut air khusus, Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro memastikan seluruh warga terlayani dengan adil.

Kehadiran truk air ini memangkas jarak dan lelah, masyarakat tak perlu lagi berjalan jauh memikul jeriken demi beberapa liter air.

Suasana kehangatan dan kebersamaan begitu menyengat saat armada tiba di lokasi. Warga menyambut kedatangan para prajurit dengan antusiasme tinggi.

Tanpa canggung, tradisi gotong royong langsung tercipta secara alami, tua dan muda bahu-membahu membentangkan selang panjang, mengarahkan pancuran air, hingga mengisi gentong, ember, dan bak mandi di setiap rumah.

Babinsa Desa Kesongo, Serka Lasmidi, menegaskan bahwa aksi sosial ini berakar dari rasa empati mendalam prajurit terhadap dinamika kehidupan warga di lapangan.

“Kami ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan kebutuhan air bersih secara layak. Kehadiran Satgas TMMD bukan hanya fokus membangun infrastruktur fisik desa, tetapi juga hadir langsung membantu mengatasi kesulitan yang dirasakan warga sehari-hari. Semoga bantuan air bersih ini dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita di Dusun Krebet,” ujar Serka Lasmidi dengan hangat.

Langkah sigap Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro tersebut menuai apresiasi mendalam dari pihak pemerintah desa.

Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, menyampaikan rasa haru dan terima kasihnya atas kepedulian yang terus dialirkan oleh jajaran TNI Kodim 0813 Bojonegoro.

“Kami sangat berterima kasih kepada Satgas TMMD ke-129 dan Babinsa Desa Kesongo yang terus hadir membantu warga. Distribusi air bersih ini sangat vital dan dinantikan masyarakat, terutama di tengah puncak musim kemarau saat ini. Semoga sinergi yang terjalin erat antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat terus membawa manfaat dan keberkahan bagi seluruh warga,” tutur Kusnadi penuh rasa syukur.

Melalui guyuran air bersih yang kini memenuhi bak-bak rumah warga Dusun Krebet, kemanunggalan TNI dan rakyat tidak lagi sebatas retorika atau slogan semata.

Kehadiran Satgas TMMD ke-129 di tengah-tengah masyarakat Desa Kesongo menjadi bukti otentik bahwa program TMMD bukan sekadar membangun jalan dan dinding beton, melainkan tentang merawat asa, memberikan solusi konkret, dan mengalirkan kehidupan bagi setiap jiwa yang membutuhkan.

Senyum Polos Anak-Anak Kesongo, dan Sentuhan Hangat Anggota Satgas di Sela TMMD 129 Bojonegoro

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Derap langkah dan deru mesin pembangunan infrastruktur memenuhi sudut-sudut Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Di bawah terik matahari, para prajurit TNI bersama warga saling bahu-membahu menuntaskan sasaran fisik Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129.

Namun, di antara peluh dan beton jalan yang dicetak, ada pemandangan lain yang menyejukkan hati, Selasa (4/8/2026).

Sisi humanis prajurit hadir tanpa sekat. Di sela-sela padatnya pengerjaan jalan dan fasilitas umum, Prada Risqi, salah seorang anggota Satgas TMMD ke-129, memilih untuk menyapa dan meluangkan waktu bersama anak-anak Desa Kesongo.

Anak-anak yang mengenakan seragam olahraga serba kuning-merah itu semula hanya mengamati dari kejauhan.

Kehadiran tentara berseragam loreng yang ramah perlahan mengikis rasa canggung. Tak butuh waktu lama, keakraban tumbuh secara alami.

Prada Risqi berjongkok menyamai tinggi anak-anak, mendengarkan celoteh polos mereka, hingga dengan senyum hangat memangku dan mengangkat mereka penuh kegembiraan.

Salah satu momen paling menyentuh terlihat ketika seorang anak perempuan kecil dengan santun mencium tangan Prada Risqi.

Tradisi saling menghormati dan kehangatan bak keluarga sendiri tercipta begitu indah di teras desa.

Bagi Prada Risqi, momen-momen kecil inilah yang menjadi pengobat lelah sekaligus penyemangat utama di tengah tugas berat TMMD.

“Melihat mereka tersenyum dan tertawa bersama kami menjadi kebahagiaan tersendiri. Semoga kehadiran kami tidak hanya memberikan manfaat lewat pembangunan fisik, tetapi juga meninggalkan kenangan manis dan inspirasi bagi anak-anak di Desa Kesongo,” ujar Prada Risqi dengan senyum sumringah.

Ia menegaskan, kedekatan sosial dan emosional antara prajurit dan warga merupakan ruh utama dari TMMD.

Pembangunan semen dan batu mungkin akan lapuk oleh waktu, tetapi ikatan batin dan kenangan indah yang tertanam di hati generasi muda akan bertahan selamanya.

Melalui interaksi sederhana seperti bermain, bersenda gurau, dan bersalaman, hubungan kemanunggalan TNI dan rakyat terpaut semakin erat.

Senyum polos anak-anak yang mengelilingi Prada Risqi menjadi bukti nyata bahwa nilai sebuah pembangunan terasa jauh lebih bermakna bila dibalut dengan rasa kekeluargaan dan kasih sayang.

Program TMMD ke-129 di Desa Kesongo terus berpacu dengan waktu. Tak hanya menghadirkan jalan mulus dan infrastruktur yang lebih baik, program ini juga berhasil menenun kisah-kisah inspiratif yang humanis sebuah wujud nyata bahwa TNI hadir untuk merawat harapan dan masa depan rakyat.

Menyambung Asa di Brang Etan: Senyum Warga Kesongo Saat TMMD 129 Bojonegoro Bangun Jembatan Impian

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Impian warga RT.002 RW.001 Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro untuk memiliki akses jalan yang aman dan layak akhirnya menjadi kenyataan.

Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, sebuah jembatan penghubung menuju kawasan Brang Etan kini terus dikebut pengerjaannya, Selasa (4/8/2026).

Jembatan ini bukan sekadar hamparan beton dan besi, melainkan urat nadi baru yang akan menghidupkan kembali harapan dan denyut perekonomian warga setempat.

Berpundak pada semangat gotong royong, prajurit TNI berseragam loreng bahu-membahu bersama warga mulai dari mengecat rangka pelindung, merapikan fondasi, hingga mengangkat papan kayu demi merampungkan sasaran fisik utama tersebut.

Komandan SST-1 SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letda Inf Ady Yuniarto, menegaskan bahwa pengerjaan jembatan ini mengedepankan kualitas konstruksi terbaik.

Menurutnya, jembatan yang kokoh akan menjadi modal berharga bagi mobilitas dan keselamatan warga hingga bertahun-tahun ke depan.

“Jembatan ini merupakan akses penting bagi masyarakat. Oleh karena itu, pengerjaannya kami lakukan secara maksimal agar kokoh, aman, dan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan. Semangat gotong royong antara TNI dan warga juga menjadi kekuatan utama dalam menyelesaikan sasaran fisik TMMD ini,” ungkap Letda Inf Ady Yuniarto.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa manfaat jembatan ini akan dirasakan secara langsung oleh berbagai lapisan masyarakat. Keberadaannya akan memperlancar distribusi hasil pertanian ke luar desa, mempermudah anak-anak melangkah menuju sekolah, serta membakar semangat pertumbuhan ekonomi desa yang mandiri.

Apresiasi tinggi datang dari pemerintah desa dan masyarakat setempat. Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, mengungkapkan rasa syukurnya atas dedikasi dan kerja keras personel Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro.

Bagi warga Brang Etan, hadirnya jembatan ini merupakan jawaban atas penantian panjang mereka.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada TNI melalui Program TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro. Pembangunan jembatan ini sangat bermanfaat bagi warga karena akan memperlancar akses transportasi dan meningkatkan aktivitas perekonomian masyarakat. Kami berharap seluruh warga dapat bersama-sama menjaga dan merawat hasil pembangunan ini,” tutur Kusnadi penuh keharuan.

Melalui TMMD ke-129, Kodim 0813 Bojonegoro kembali membuktikan komitmennya untuk tidak sekadar membangun fisik pedesaan, tetapi juga merawat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Sentuhan pembangunan yang menyasar langsung pada kebutuhan mendasar masyarakat menjadi bukti bahwa TNI selalu hadir sebagai solusi di tengah-tengah rakyat.

Kini, dengan jembatan Brang Etan yang berdiri makin megah dan kokoh, Desa Kesongo bersiap melangkah menuju masa depan yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.

TMMD 129 Bojonegoro: Ketika Babinsa Kesongo Menumbuk Singkong dan Mengukir Kebersamaan dengan Warga

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Suara alu kayu yang berbenturan secara ritmis dengan lumpang menembus keheningan dapur bersahaja bermandikan cahaya matahari pagi, Selasa (4/8/2026).

Di rumah salah satu warga Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, pemandangan tak biasa terlihat di balik dinding anyaman bambu (gedek).

Seorang prajurit TNI berseragam loreng lengkap dengan ban lengan bertuliskan “Babinsa” tampak cekatan memegang alu.

Dengan penuh semangat namun tetap berhati-hati, ia membantu seorang ibu sepuh dan warga setempat menumbuk bahan olahan jemblem, makanan tradisional khas pedesaan berbasis singkong gurih berisikan gula merah nan manis.

Prajurit tersebut adalah Serka Lasmidi, Babinsa Desa Kesongo. Di tengah riuh rendah pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129, kehadiran Serka Lasmidi di dapur warga menjadi simbol nyata betapa kokohnya tali silaturahmi dan kemanunggalan antara TNI dan rakyat.

Program TMMD ke-129 di Kabupaten Bojonegoro memang dirancang untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Namun, bagi para prajurit di lapangan, pembangunan tidak berhenti pada pengecoran jalan atau perbaikan fasilitasi umum semata. Pembangunan sejati juga menyentuh aspek emosional dan sosial masyarakat.

Di sela-sela kesibukan fisik TMMD, Serka Lasmidi memilih pendekatan yang humanis dan membumi: menyatu dalam rutinitas keseharian warga

“Melalui kebersamaan seperti ini, kami ingin semakin dekat dengan masyarakat sekaligus memberikan pemahaman mengenai program TMMD. Harapannya, warga ikut berpartisipasi dan bersama-sama menjaga hasil pembangunan yang telah dilaksanakan,” ujar Serka Lasmidi di sela-sela aktivitasnya menumbuk adonan.

Bagi Serka Lasmidi, suasana hangat di dapur warga sambil membuat adonan jemblem justru menjadi ruang dialog paling efektif, untuk menyampaikan pesan program pembangunan yang tidak selalu harus lewat forum formal.

Dalam gelak tawa dan canda gurau yang mengalir alami, pesan-pesan mengenai tujuan, manfaat, hingga pentingnya menjaga hasil-hasil TMMD dapat tersampaikan dengan lancar tanpa kesan menggurui.

Sembari ibu-ibu sibuk membentuk adonan bulat-bulat dan mempersiapkan minyak goreng, Serka Lasmidi mendengarkan aspirasi warga sekaligus menyelipkan edukasi tentang pentingnya semangat gotong royong dalam mendukung kelancaran TMMD ke-129.

Pendekatan lugas dan tanpa canggung dari Serka Lasmidi mendapat sambutan hangat dari warga Desa Kesongo.

Bagi mereka, kehadiran TNI di tengah-tengah kegiatan rumah tangga menciptakan rasa aman, nyaman, dan kekeluargaan yang mendalam.

“Senang sekali bapak Babinsa mau ikut kerepotan di dapur, ikut numbuk singkong buat buat jemblem. Rasanya seperti keluarga sendiri,” tutur salah seorang warga.

Kehadiran prajurit TNI yang mau merakyat dan membaur hingga ke dapur warga menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar proyek fisik tahunan, melainkan jembatan hati yang menyatukan TNI dengan rakyatnya.

Dari gurihnya jemblem Desa Kesongo, tumbuh semangat gotong royong yang kokoh untuk membangun desa demi masa depan yang lebih sejahtera dan berkelanjutan.

Investasi Generasi Tangguh: TMMD 129 Bojonegoro Ajarkan Anak Kesongo Tanggap Bencana Sejak Dini

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Pembangunan suatu daerah tak cuma soal beton yang mengeras atau jalan yang terbentang mulus. Pembangunan sejati juga menyentuh jiwa, membangun mentalitas, dan membentengi masa depan anak-anak bangsa.

Semangat inilah yang terpancar jelas dalam pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun 2026 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Tak hanya menggerakkan alat berat untuk fisik desa, TMMD ke-129 ini juga menghadirkan warna yang lebih hangat dan humanis.

Melalui kolaborasi apik antara Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bojonegoro dan Taruna Siaga Bencana (Tagana), keceriaan dan edukasi berpadu di SDN Kesongo 1 (SDN Satu Atap) lewat program Tagana Masuk Sekolah (TMS), Selasa (4/8/2026).

Sejak pagi, suasana kelas di SDN Kesongo 1 tampak berbeda. Puluhan siswa berdikari duduk rapi, memperhatikan setiap paparan dengan mata berbinar.

Didampingi prajurit TNI berpakaian loreng serta relawan Tagana berjaket khas, para siswa diajak belajar melangkah sigap saat alam sedang tak bersahabat.

Materi kebencanaan yang kerap dianggap berat disajikan secara interaktif, lugas, dan menyenangkan.

Anak-anak diajarkan bertindak tepat ketika terjadi bencana alam seperti gempa bumi, banjir, hingga angin puting beliung.

Koordinator Tagana Kabupaten Bojonegoro, Ach. Mukafi, menyampaikan bahwa mengedukasi anak-anak adalah langkah krusial untuk menekan risiko saat situasi darurat terjadi.

“Melalui program Tagana Masuk Sekolah, kami ingin anak-anak mengenal berbagai jenis bencana dan memahami langkah-langkah penyelamatan diri. Tujuan utamanya adalah membangun kesiapsiagaan sejak dini sehingga mereka tidak panik saat menghadapi situasi darurat,” ujar Mukafi.

Dalam sesi edukasi, Mukafi memberikan imbauan praktis yang akrab dengan keseharian anak-anak desa.

Ia mengingatkan mereka agar tak bermain di aliran sungai, saluran air, atau gorong-gorong saat debit air meninggi atau ketika banjir melanda.

Tak berhenti di situ, siswa juga diajak mencintai lingkungan sekitar seperti rajin membersihkan selokan agar aliran air tak tersumbat.

Edukasi penting lainnya juga disampaikan, meliputi Konsep Tas Siaga Bencana (TSB), mengenalkan dokumen dan perlengkapan vital yang wajib disiapkan saat kondisi darurat.

Kemudian, Prosedur Kelistrikan, mematikan aliran listrik rumah sebelum mengungsi jika keadaan membahayakan, serta Mitigasi Gempa Bumi, Lindungi kepala, tetap tenang, jangan berdesakan, dan keluar secara teratur menuju titik kumpul sekolah.

“Jangan panik ketika terjadi bencana. Tetap tenang, lindungi diri, lalu ikuti jalur evakuasi menuju titik kumpul. Dengan pengetahuan yang benar, risiko menjadi korban dapat ditekan,” tegas Mukafi menyemangati para siswa.

Mukafi juga mengimbau warga dan siswa agar tak ragu atau takut bertindak jika harus mengungsi.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bersama Dinsos, BPBD, TNI dan Polri, telah menjamin kesiapan lokasi pengungsian beserta kebutuhan dasar yang layak bagi masyarakat.

Kepala SDN Kesongo 1, Suroto, menyambut hangat inisiatif kolaboratif ini. Menurutnya, edukasi kebencanaan langsung di ruang kelas memberikan bekal keterampilan hidup (life skill) yang sangat berharga bagi murid-muridnya.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kegiatan ini. Harapan kami kolaborasi seperti ini terus berlanjut sehingga anak-anak memiliki pengetahuan, keterampilan, dan memahami prosedur yang harus dilakukan ketika terjadi bencana. Dengan begitu mereka lebih siap dan dapat meminimalkan risiko saat menghadapi bencana alam,” tutur Suroto dengan senyum penuh apresiasi.

Integrasi program Tagana Masuk Sekolah ke dalam rangkaian TMMD ke-129 di Desa Kesongo ini menjadi bukti nyata bahwa TNI dan Pemkab Bojonegoro tidak hanya membangun benteng fisik dari keterisolasian, tetapi juga membentengi sumber daya manusia dari potensi ancaman bencana.

Dari balik meja kelas sederhana di Desa Kesongo, benih-benih budaya sadar bencana telah ditanamkan.

Ini adalah investasi jangka panjang untuk mewujudkan generasi muda yang tidak hanya cerdas di atas kertas, namun juga tangguh, sigap, dan mampu melindung diri serta sesama saat badai datang menyapa.

Bangun Fisik dan Jiwa: TMMD 129 Bojonegoro ‘Nyalakan’ Jendela Dunia Lewat Literasi

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Pembangunan sebuah desa tak melulu soal megahnya cor beton atau kokohnya dinding jalan. Di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, semangat membangun itu juga menyasar ruang pikir dan masa depan warganya melalui lembaran-lembaran buku.

Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun 2026, Satgas TMMD Kodim 0813 Bojonegoro bergandengan tangan dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, serta Dinas Perpustakaan Kabupaten Bojonegoro menggelar bimbingan literasi dan Layanan Terpadu Perpustakaan Desa (LTPD), Selasa (4/8/2026).

Bertempat di Balai Desa Kesongo sejak pukul 09.00 WIB, suasana berlangsung hangat dan penuh antusiasme.

Sekitar 40 peserta hadir memadati ruangan, mulai dari kader PKK, perangkat desa, mahasiswa Universitas Bojonegoro (Unigoro), Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri), hingga warga setempat.

Kepala Bidang Pelayanan Perpustakaan dan Informasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, Ida Tri Wulandari, S.H., M.E., menegaskan bahwa budaya membaca adalah benteng awal dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Hari ini kami menghadirkan Layanan Terpadu Perpustakaan Desa (LTPD), program Pinjam Antar (PINTAR), serta bimbingan literasi. Tujuan kami adalah mendorong masyarakat agar semakin memanfaatkan perpustakaan desa sebagai pusat pengembangan literasi keluarga maupun masyarakat,” ungkap Ida.

Ia menambahkan, perpustakaan desa di era sekarang tak lagi sekadar tempat menyimpan buku yang berdebu, melainkan ruang inklusif untuk beraktivitas, berkreasi, dan memberdayakan ekonomi warga.

Melalui program PINTAR, Dinas Perpustakaan Provinsi Jatim menyalurkan sekitar 150 buku yang akan diperbarui secara berkala setiap enam bulan sekali, didukung pula oleh layanan mobil perpustakaan keliling dari Pemkab Bojonegoro.

Komandan SST-1 SSKK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letda Inf Ady Yuniarto, menekankan bahwa sasaran TMMD mencakup dua aspek penting yang saling melengkapi: fisik dan nonfisik.

“TMMD bukan hanya membangun sarana fisik, tetapi juga berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui berbagai program nonfisik, termasuk penguatan budaya literasi ini,” tegas Ady.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Desa Kesongo, Sumari, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi lintas sektor ini.

Kehadiran program literasi dipandang memberikan nilai tambah yang luar biasa bagi kemajuan warga Desa Kesongo.

Manfaat dan kehangatan acara ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Rowin, seorang kader PKK Desa Kesongo, membagikan pengalamannya dalam menanamkan minat baca pada buah hatinya sejak dini.

“Anak-anak sekarang tidak hanya bisa belajar dari buku, tetapi juga dari cerita-cerita edukatif seperti kisah para nabi yang dapat diakses melalui media digital. Yang terpenting adalah menumbuhkan kebiasaan belajar dan menambah pengetahuan mereka sejak dini,” tutur Rowin dengan tersenyum.

Sementara itu, Devi, warga lainnya yang gemar membaca, menyambut baik kehadiran ratusan buku baru di desanya. Bagi Devi, membaca adalah cara terbaik memperluas cakrawala tanpa harus bepergian jauh.

“Novel menjadi hiburan sekaligus menambah wawasan. Sementara buku pengetahuan umum membantu saya memahami dunia luar, mendukung pendidikan, dan memperluas pengalaman dalam kehidupan sehari-hari,” kata Devi.

Melalui kolaborasi manis antara TNI, Polri, pemerintah daerah, akademisi, dan warga desa ini, TMMD ke-129 ini membuktikan bahwa kemajuan sejati sebuah desa dibangun dari dua sisi yakni infrastruktur yang memudahkan langkah kaki, dan literasi yang memerdekakan pikiran.

Di Balai Desa Kesongo hari itu, benih Generasi Emas 2045 resmi disemaikan bersama.