Senyum Warga Merekah: Jalan Beton TMMD 129 Bojonegoro di Kesongo Terwujud

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Bagi warga Dusun Kedungpandan, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, bulan Agustus tahun ini terasa sangat spesial.

Lebih dari sekadar perayaan kemerdekaan bangsa, mereka merayakan ‘kemerdekaan’ dari belenggu aksesibilitas yang sulit.

Ini adalah wujud nyata dari sinergi tanpa sekat antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026.

Visualisasi perubahan positif tersebut terekam jelas pada Rabu (5/8/2026) siang. Panas terik matahari seakan tak berarti dibanding kenyamanan jalan baru.

Dengan penuh mantap, seorang pengendara motor pembawa barang melintasi bentangan jalan cor beton yang gagah dan mulus.

Pemandangan ini seakan menjadi simbol runtuhnya isolasi dan terbukanya pintu mobilitas bagi warga lokal untuk urusan ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan.

Keberadaan bendera Merah Putih di kejauhan seolah menggarisbawahi semangat persatuan yang melatari pembangunan ini.

Melalui program TMMD ke-129 di Desa Kesongo ini, sasaran fisik utama berupa pembangunan jalan cor beton sepanjang 550 meter dengan lebar 3 meter telah rampung dikerjakan.

Jalan ini bukan sekadar konstruksi fisik, melainkan merupakan urat nadi baru yang menghubungkan area permukiman yang sebelumnya terpencil dengan akses utama desa dan kecamatan.

Dahulu, jalan berpaving yang ada kerap sulit dilalui, terutama saat musim penghujan, menghambat segala aktivitas warga. Kini, cerita itu telah berubah.

“Kami sangat berterima kasih. Berpuluh tahun kami memimpikan jalan yang layak. Dulu kalau hujan, mau ke pasar atau ke sekolah susah sekali. Sekarang, anak-anak ke sekolah lancar, hasil panen juga bisa langsung dibawa dengan motor,” ungkap Warito, warga Dusun Kedungpandan, dengan rona wajah bahagia.

Keberadaan jalan yang kokoh ini secara langsung meningkatkan aksebilitas wilayah, menurunkan biaya logistik warga, serta mempercepat distribusi komoditas pertanian lokal.

Ini adalah bukti nyata bahwa pembangunan infrastruktur yang tepat sasaran dapat langsung meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat akar rumput.

Program TMMD ke-129 Tahun 2026 di Desa Kesongo ini, secara terpadu dan lintas sektoral telah digulirkan sejak tanggal 15 Juli 2026 yang lalu.

Dengan pengerjaan yang intensif, program ini direncanakan akan ditutup pada pertengahan bulan Agustus mendatang.

Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, yang juga menjabat sebagai Komandan Satgas TMMD ke-129, dalam keterangannya menegaskan, program dengan tema “TMMD Satukan langkah Membangun Negeri dari Desa” bukan hanya tentang membangun infrastruktur fisik semata, tetapi juga tentang merawat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Ini adalah komitmen kami untuk hadir di tengah-tengah kesulitan masyarakat dan kami berharap infrastruktur ini dijaga bersama,” tuturnya.

Sebagai informasi, sasaran fisik program TMMD ke-129 tahun 2026 di Desa Kesongo tidak hanya berfokus pada jalan cor beton.

Secara komprehensif, target pembangunan mencakup Jalan Cor Beton, drainase, pembuatan Sumur Bor dan Perpipaan, normalisasi sungai, peningkatan kualitas Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu) bagi warga kurang mampu, serta rehabilitasi gedung sekolah.

Pengerjaan yang melibatkan ratusan personel TNI dari berbagai matra (AD, AL, AU) dibantu secara gotong-royong oleh warga setempat, menunjukkan bahwa kebersamaan adalah kunci percepatan pembangunan di daerah.

Dengan sisa waktu yang ada, seluruh target diproyeksikan akan tercapai 100% pada penutupan nanti, meninggalkan jejak pembangunan yang inspiratif bagi Bojonegoro.

Jalan cor mulus ini menjadi ‘kado’ terindah bagi warga Dusun Kedungpandan, mengantarkan mereka menuju masa depan yang lebih cerah dan mandiri.

Wujudkan Keluarga Berkualitas: TMMD 129 Bojonegoro Hadirkan Safari KB Gratis

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Pembangunan suatu wilayah tak hanya diukur dari kokohnya infrastruktur jalan atau bangunan, tetapi juga dari keharmonisan dan kualitas hidup masyarakat di dalamnya.

Semangat inilah yang terpancar dalam pelaksanaan program Safari Keluarga Berencana (KB) Gratis yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Kabupaten Bojonegoro.

Berlangsung di Puskesmas Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, pada Rabu (5/8/2026), kegiatan ini menjadi salah satu agenda non-fisik utama dalam rangkaian program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 tahun anggaran 2026.

Sinergi apik antara Dinas P3AKB Kabupaten Bojonegoro dan Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro ini terbukti efektif dalam mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM) yang dimulai dari unit terkecil masyarakat, yaitu keluarga.

Kepala UPTD Puskesmas Kesongo, dr. Bowo Luhur Santoso, menegaskan, Safari KB merupakan langkah strategis Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam merawat dan merencanakan kualitas generasi mendatang.

Menurutnya, keluarga yang memiliki perencanaan matang terkait jumlah dan jarak kelahiran anak akan lebih mampu mencurahkan perhatian, baik dari sisi kesehatan, pendidikan, hingga emosional.

“Program KB bukan hanya sekadar pelayanan kesehatan rutin, melainkan upaya krusial menciptakan generasi yang lebih berkualitas dan berdaya saing. Dengan perencanaan keluarga yang matang, orang tua dapat secara optimal memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anak, sehingga jalan mereka untuk meraih cita-cita menjadi semakin terbuka luas,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, hadirnya Safari KB dalam wadah TMMD membuktikan integrasi nyata dalam pembangunan desa.

TNI dan pemerintah daerah tidak hanya bahu-membahu membangun fasilitas fisik, tetapi juga menyentuh aspek fundamental keberlanjutan hidup warga.

Masyarakat menyambut program ini dengan penuh antusias. Tercatat sebanyak 50 akseptor memanfaatkan layanan KB gratis tersebut sepanjang hari kegiatan.

Bagi warga yang belum sempat hadir pada Safari KB kali ini, dr. Bowo mengimbau untuk tidak berkecil hati.

Pelayanan keluarga berencana tetap dapat diakses secara berkala melalui fasilitas kesehatan terdekat, termasuk Puskesmas Kesongo, sesuai dengan jadwal pelayanan yang berlaku.

Melalui kolaborasi harmonis antara Dinas P3AKB, TNI, dan tenaga medis, Pemkab Bojonegoro optimistis kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan keluarga akan terus meningkat.

Langkah nyata ini diharapkan mampu mencetak keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera, sekaligus melahirkan generasi penerus bangsa yang unggul di masa depan.

Wujudkan Generasi Sehat dan UMKM Naik Kelas: Satgas TMMD 129 Bojonegoro Bersama Dinkes Edukasi Keamanan Pangan di Kesongo

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Membangun desa tak sebatas menghamparkan jalan beton atau memperkokoh infrastruktur fisik semata. Menjaga kualitas kesehatan masyarakat hingga ke meja makan adalah fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing.

Semangat inilah yang terpancar kuat dalam pelaksanaan sasaran non-fisik program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem.

Berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro, Satgas TMMD 129 menggelar kegiatan Sosialisasi Keamanan Pangan bagi Penjamah Pangan yang berlangsung hangat dan interaktif di Balai Desa Kesongo, Rabu (5/8/2026).

Puluhan pelaku UMKM kuliner, pedagang makanan keliling, hingga pembuat olahan kudapan lokal hadir memadati lokasi.

Mereka diajak menyelami pentingnya menyajikan kuliner yang tak sekadar lezat di lidah, tetapi juga aman, higienis, serta bebas dari bahaya bahan kimia terlarang.

Mewakili Seksi Kesehatan Lingkungan Bidang P2P Dinkes Bojonegoro, Hariono, S.T., menegaskan bahwa edukasi ini merupakan langkah preventif yang sangat strategis.

Pemahaman teori kesehatan harus berjalan selaras dengan praktik nyata di dapur produksi sehari-hari.

Hariono menyoroti masih maraknya penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) berbahaya seperti boraks, formalin, hingga pewarna sintetis non-makanan yang sering diabaikan karena dampaknya tidak langsung terlihat.

“Dampaknya memang tidak seketika felt, namun zat kimia berbahaya ini akan menumpuk perlahan di dalam tubuh dan memicu berbagai penyakit kronis di masa depan. Kami berharap seluruh pelaku usaha makanan di Desa Kesongo konsisten menghasilkan produk yang aman, sehat, dan bebas bahan berbahaya,” tegas Hariono.

Ia juga mengimbau para pengolah makanan agar lebih bijak mengontrol bahan tambahan, disiplin memantau masa simpan produk, serta menjadikan kebersihan sebagai budaya kerja yang mutlak.

Pada kesempatan yang sama, narasumber Dinkes Bojonegoro, Eni Purwaningsih, memaparkan bahwa standar higienitas tidak selalu rumit. Semuanya bermula dari penerapan etika sanitasi mendasar.

Eni menguraikan tiga jenis cemaran utama yang wajib dihindari pelaku usaha kuliner: Pertama, Cemaran Fisik, yaitu benda asing seperti rambut, kerikil, debu, atau klip kertas. Kedua, Cemaran Biologis, yakni mikroorganisme dan bakteri patogen akibat tempat penyimpanan yang lembap atau kotor. Ketiga, Cemaran Kimia, yakni residu boraks, formalin, pewarna tekstil, atau cairan pembersih keras.

“Keamanan pangan adalah kunci utama meraih kepercayaan konsumen. Jika produk UMKM diolah secara bersih dan aman, daya saingnya otomatis melesat. Bukan tidak mungkin kuliner dari desa ini bisa merambah swalayan besar hingga menembus pasar ekspor,” ujar Eni optimistis.

Pemerintah Desa Kesongo pun menyambut positif langkah nyata kolaborasi ini. Sekretaris Desa Kesongo, Sumari, mewakili Kepala Desa Kusnadi, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian Dinkes dan TNI.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Semoga ilmu yang didapat para peserta dapat diterapkan langsung sehingga kualitas produk pangan desa kami meningkat pesat,” tutur Sumari.

Sementara itu, Komandan SST-1 SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letda Inf Ady Yuniarto, menegaskan bahwa kemanunggalan TNI bersama rakyat terwujud melalui keseimbangan pembangunan fisik dan non-fisik.

“Selain mempercepat pembangunan infrastruktur desa, TMMD berkomitmen meningkatkan kualitas SDM warga melalui edukasi kesehatan dan keamanan pangan,” pungkas Letda Inf Ady.

Melalui sinergi harmonis ini, para pelaku UMKM kuliner di Desa Kesongo kini semakin percaya diri dalam menyajikan olahan yang tak hanya mengenyangkan, tetapi juga sehat, aman, dan mendatangkan keberkahan bagi perekonomian warga lokal.

Derap Langkah Patriot Muda di Lintas Beton Kesongo: Pembuktian Sinergi TNI-Rakyat Lewat TMMD 129 Bojonegoro

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Suasana penuh semangat, optimisme, dan keceriaan menyelimuti Dusun Kedungpandan, Desa Kesongo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, pada Rabu (5/8/2026) pagi.

Di bawah terik matahari pagi yang hangat, derap langkah kaki yang tegap dan serempak terdengar menggema ramah di sepanjang jalan desa.

Dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke- 81 Kemerdekaan Republik Indonesia, tim gerak jalan siswa-siswi SDN Kesongo II tampil penuh percaya diri.

Mereka menggelar latihan rutin di atas jalan cor beton yang baru saja selesai dibangun, sebuah lintasan mulus sepanjang 550 meter dengan lebar 3 meter.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya, akses jalan desa kerap menjadi tantangan fisik terutama saat berdebu di musim kemarau atau becek di musim hujan, kini wajah Dusun Kedungpandan telah berubah total.

Permukaan jalan yang kokoh, rapi, dan mulus memberikan rasa aman serta kenyamanan ekstra bagi anak-anak untuk mengasah kekompakan formasi baris-berbaris mereka.

Jalan beton ini merupakan buah manis dari pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun 2026 Kodim 0813 Bojonegoro.

Pembangunan ini lahir dari kolaborasi yang apik dan wujud sinergi nyata antar pilar-pilar bangsa, yaitu jajaran TNI, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Pemerintah Desa Kesongo, serta seluruh lapisan masyarakat setempat yang bahu-membahu bergotong-royong demi kemajuan desanya.

Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, yang juga menjabat sebagai Komandan Satgas TMMD Ke-129, mengungkapkan bahwa kehadiran infrastruktur anyar ini bukan sekadar pembangunan fisik semata, melainkan membawa dampak domino (multiplier effect) yang sangat positif dan berkelanjutan bagi masa depan desa.

Menurut Letkol Inf Dedy, ada tiga pilar utama dampak positif dari selesainya jalan cor beton ini yakni Pertama, Peningkatan Pembangunan dan Aksesibilitas: Jalur Dusun Kedungpandan kini semakin kokoh dan terhubung rapi, memangkas waktu tempuh serta mempermudah mobilitas harian warga.

Kedua, Penguatan Perekonomian: Mempercepat distribusi hasil pertanian, barang, dan jasa masyarakat lokal, sehingga roda perekonomian desa dapat berputar lebih cepat dan efisien.

Ketiga, Kesejahteraan dan Pendidikan: Membuka akses yang aman, bersih, dan layak bagi anak-anak sekolah, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar secara berkelanjutan.

“Di sisi Kesejahteraan dan Pendidikan, hadirnya jalan ini membuka akses yang aman dan layak bagi anak-anak sekolah, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar secara berkelanjutan,” ujar Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto.

Langkah-langkah tegap dan senyum riang para siswa SDN Kesongo II di atas jalan hasil TMMD Ke-129 ini menjadi simbol nyata optimisme generasi muda di pelosok negeri.

Pembangunan yang merata hingga ke pelosok desa membuktikan bahwa ketika TNI, pemerintah, dan rakyat menyatu dalam semangat gotong royong, kesejahteraan rakyat dan cita-cita Indonesia Maju dapat terwujud nyata di bumi Angling Dharma.

TMMD 129 Bojonegoro: ‘Suntik’ Gizi Balita dan Ibu Hamil Demi Masa Depan Bebas Stunting

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Pembangunan sebuah desa tak melulu soal kokohnya jalan beton atau megahnya fasilitas umum. Lebih dari itu, kekuatan sejati sebuah wilayah terletak pada kesehatan generasi penerusnya.

Kesadaran inilah yang dibawa dalam gelaran TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 129 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Pada Senin (3/8/2026), Satgas TMMD bersama UPTD Puskesmas Kesongo dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro menggelar program non-fisik berupa Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

Adapun sasaran utamanya adalah para balita dengan risiko gizi kurang, anak yang berat badannya tak kunjung naik (serta stagnan di Posyandu), dan para ibu hamil di pelosok pedesaan.

Kepala UPTD Puskesmas Kesongo, dr. Bowo Luhur Santoso, mengungkapkan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret untuk memutus rantai masalah gizi di wilayah kerjanya.

“Melalui TMMD ke-129 ini, kami melaksanakan kegiatan pengentasan masalah gizi dengan memberikan makanan tambahan kepada masyarakat yang membutuhkan. Terutama bagi balita gizi kurang, anak yang berat badannya tidak naik setelah dua kali penimbangan di Posyandu, serta ibu hamil,” ujar dr. Bowo.

Ia menyoroti pentingnya perhatian ekstra bagi ibu hamil. Pemenuhan nutrisi sejak masa kehamilan adalah penentu utama kesehatan janin.

Dengan asupan yang memadai, bayi diharapkan dapat lahir selamat, sehat dengan berat badan normal, serta terhindar dari ancaman stunting maupun Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).

Tak hanya terbatas di Desa Kesongo, jangkauan program intervensi gizi dari Dinas Kesehatan Bojonegoro ini mencakup seluruh wilayah kerja Puskesmas Kesongo, seperti Desa Panjang, Tondomulo, Mojorejo, Dayukidul dan sekitarnya.

Meski paket makanan tambahan dan asupan bernutrisi disalurkan, dr. Bowo mengingatkan bahwa intervensi medis ini sifatnya adalah stimulasi awal.

Kunci keberhasilan utama perbaikan gizi dalam jangka panjang tetap berada di tangan keluarga.

“Pemberian makanan tambahan ini tidak bisa dilakukan selamanya. Harapan kami, masyarakat dapat mencontoh jenis paket makanan yang diberikan, lalu menerapkan pola konsumsi sehat tersebut mandiri di rumah,” tandasnya.

Senada dengan hal tersebut, Komandan SSK Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, menegaskan bahwa sasaran non-fisik seperti perbaikan gizi sama krusialnya dengan sasaran fisik.

“Pembangunan desa tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan jalan atau rumah, tetapi juga dengan membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini melalui perbaikan status gizi,” tegas Lettu Ckm Purnomo.

Ia mengapresiasi kemitraan erat antara TNI, Dinas Kesehatan, Puskesmas, hingga tingkat Pemerintah Desa.

Menurutnya, anak-anak yang tumbuh sehat hari ini adalah fondasi generasi emas yang siap membawa Indonesia makin maju di masa depan.

“TMMD bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun manusia. Kami berharap kebiasaan memberikan makanan bergizi terus dilanjutkan oleh keluarga sehingga manfaat program ini dirasakan berkelanjutan,” pungkasnya.

il Demi Masa Depan Bebas Stunting

Wujud Nyata Gotong Royong: Satgas TMMD 129 Bojonegoro dan Warga Pacu Pembangunan Drainase demi Keawetan Jalan Desa

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Semangat gotong royong, kebersamaan dan kemanunggalan antara TNI dan rakyat kembali terus terpancar kuat di pelosok Bojonegoro.

Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 129 tahun anggaran 2026, para personel Satgas bersama warga Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, tancap gas memacu pengerjaan drainase jalan desa.

Pembangunan saluran air ini bukan sekadar pekerjaan fisik biasa, melainkan langkah strategis untuk menunjang ketahanan infrastruktur jalan serta menjamin kelancaran aliran air saat musim penghujan tiba.

Di lokasi kegiatan, tampak suasana penuh kehangatan dan kekompakan. Dengan mengandalkan semangat gotong royong serta dukungan alat berat (eksavator), prajurit TNI dan warga bekerja saling bahu-membahu.

Tahap demi tahap pengerjaan mulai dari penggalian tanah, penyusunan material semen dan batu, hingga penyempurnaan saluran dilakukan dengan ketelitian tinggi agar menghasilkan struktur yang kokoh dan berdaya guna jangka panjang.

Babinsa Desa Kesongo, Serka Lasmidi, menegaskan pentingnya keberadaan drainase yang representatif dalam mendukung keberhasilan pembangunan fisik TMMD.

“Drainase ini menjadi penunjang utama agar jalan yang dibangun tetap awet dan tidak cepat rusak akibat tergenang air. Karena itu, pengerjaannya terus kami percepat bersama Satgas TMMD dan masyarakat,” ujar Serka Lasmidi di sela-sela kegiatan.

Ia menambahkan bahwa sinergi dan kebersamaan yang terjalin erat antara TNI dan warga merupakan modal paling vital.

Semangat gotong royong ini diharapkan tidak berhenti saat program TMMD usai, melainkan terus mengakar kuat dalam kehidupan bermasyarakat.

Pembangunan saluran air baru ini disambut sukacita oleh warga Desa Kesongo. Selama ini, genangan air hujan kerap menjadi ancaman utama yang merusak permukaan jalan dan mengganggu mobilitas harian.

Warga berharap dengan hadirnya sistem drainase yang tertata rapi ini, risiko banjir dan genangan air dapat terminimalisasi, sehingga kondisi jalan tetap terjaga baik dan membawa manfaat nyata bagi peningkatkan perekonomian serta aktivitas sehari-hari warga setempat.

Melalui komitmen berkelanjutan dalam TMMD ke-129, jajaran TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa dan masyarakat terus membuktikan peran nyatanya dengan menghadirkan pembangunan yang tidak hanya berkualitas tinggi, tetapi juga menyentuh langsung aspek kesejahteraan masyarakat di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Sentuh Hati Generasi Muda: Satgas TMMD 129 Bojonegoro dan DP3AKB Edukasi Stunting, serta Kesehatan Reproduksi di Kesongo

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Pembangunan suatu daerah tak semata-mata diukur dari kokohnya jembatan atau mulusnya jalan beton yang membentang. Lebih dari itu, membangun fondasi masa depan manusia menjadi kunci utama keberlanjutan sebuah peradaban.

Semangat inilah yang terus digaungkan dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, yang tidak hanya berfokus pada sasaran fisik, melainkan juga menyentuh aspek vital pembangunan sumber daya manusia (SDM) sejak dini.

Pada Rabu (5/8/2026) pagi, suasana di SMP Negeri Satu Atap Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro tampak begitu hangat dan berenergi.

Sebanyak 60 pelajar yang terdiri dari siswa-siswi SD kelas V dan VI, serta siswa SMP kelas VII hingga IX berkumpul dengan antusias mengikuti kegiatan non-fisik TMMD ke-129 berupa Edukasi Gizi, Pencegahan Stunting, dan Kesehatan Reproduksi Remaja.

Kegiatan yang diinisiasi atas kolaborasi Satgas TMMD Kodim 0813 Bojonegoro bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Bojonegoro serta Forum GenRe (Generasi Berencana) ini berlangsung interaktif sejak dimulai pukul 09.00 WIB.

Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Kabid Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga (KPKS) DP3AKB Kabupaten Bojonegoro, dr. Fitri Munira Pitaloka, Kepala SMP Negeri Satu Atap Kesongo, Endang Palupi, M.Pd., jajaran Satgas TMMD Kodim 0813 Bojonegoro, serta para fasilitator dari Forum GenRe.

Kepala SMP Negeri Satu Atap Kesongo, Endang Palupi, M.Pd., menyampaikan rasa haru dan apresiasi mendalam atas kepedulian prajurit TNI dan Pemkab Bojonegoro terhadap anak-anak didiknya di pelosok desa.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak-bapak TNI melalui program TMMD yang telah membawa kegiatan edukasi tentang gizi, pencegahan stunting, dan kesehatan reproduksi. Pengetahuan ini sangat bermanfaat sebagai bekal bagi anak-anak kami untuk masa depan. Kami mewakili guru, siswa, dan seluruh wali murid sangat mengapresiasi kegiatan ini,” ungkap Endang Palupi penuh haru.

Menjawab kebutuhan edukasi remaja, Kabid KPKS DP3AKB Kabupaten Bojonegoro, dr. Fitri Munira Pitaloka, menjelaskan, intervensi gizi dan pemahaman kesehatan reproduksi sejak usia sekolah menengah merupakan langkah preventif yang paling efektif untuk memutus rantai stunting secara berkelanjutan.

“Kami bersyukur dapat hadir bersama adik-adik semua. Hari ini kita belajar bersama mengenai pentingnya gizi seimbang, pencegahan stunting, dan kesehatan reproduksi. Materi disampaikan oleh teman-teman dari Forum GenRe agar lebih mudah dipahami dan menyenangkan,” tutur dr. Fitri.

Metode penyampaian yang dikemas secara terstruktur namun santai membuat para siswa tak canggung untuk bertanya.

Diskusi interaktif mengalir dua arah, membuka wawasan para peserta tentang pentingnya menjaga pola makan sehat, memahami perubahan fisik serta mental di usia remaja, hingga merencanakan masa depan yang berkualitas.

Sementara itu, Komandan SSK Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh warga Desa Kesongo atas kehangatan dan rasa kekeluargaan yang ditunjukkan selama personel TMMD beraktivitas di desa tersebut.

“Kami berharap ilmu yang diperoleh adik-adik tentang gizi, pencegahan stunting, dan kesehatan reproduksi dapat menjadi bekal berharga untuk masa depan. Generasi yang sehat adalah pondasi kemajuan bangsa,” tegas Lettu Ckm Purnomo.

Melalui sinergi lintas sektor ini, program TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro kembali membuktikan hakikat sejati kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Pembangunan infrastruktur jalan dan fasilitas umum mungkin memperlancar roda ekonomi, tetapi edukasi kesehatan dan pembentukan karakter generasi muda inilah yang akan menjaga denyut masa depan Desa Kesongo agar tetap tumbuh sehat, cerdas, dan sejahtera.

Menyemai Benih-Benih Kecerdasan: Ketika Satgas TMMD 129 Bojonegoro Membuka ‘Jendela Dunia’ Anak-Anak Kesongo

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Pengabdian Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, tak sekadar berurusan dengan semen, cangkul, atau pembangunan jalan desa.

Di balik seragam loreng yang tegap, tersimpan kepedulian mendalam terhadap masa depan generasi penerus bangsa.

Suasana hangat, dan penuh keakraban mewarnai pendopo Balai Desa Kesongo pada Selasa (4/8/2026) pagi.

Kedatangan Layanan Terpadu Perpustakaan Desa (LTPD) dan program Pinjam Antar (Pintar) yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur disambut sorak gembira dan antusiasme puluhan anak desa setempat.

Namun, ada pemandangan menarik yang menyentuh hati. Para prajurit Satgas TMMD tidak sekadar berdiri mengawasi, tetapi ikut melebur, duduk merakyat di tangga pendopo, dan menjadi pengasuh sekaligus kawan membaca bagi anak-anak.

Salah satu momen paling menginspirasi terlihat saat Prada Adnan FZ, anggota Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, memangku seorang bocah perempuan bergaun biru dengan penuh rasa kasih sayang.

Dengan telaten, jemari prajurit ini membimbing sang anak membalik lembar demi lembar buku cerita bergambar yang penuh warna.

Tak ada canggung, tak ada sekat. Gelak tawa dan celoteh riang anak-anak menyatu dengan ketenangan prajurit TNI yang sabar menjelaskan pesan moral di dalam bacaan.

“Membaca adalah jendela dunia. Kami sangat berterima kasih karena program perpustakaan keliling ini mampu menumbuhkan minat baca anak-anak sejak dini,” ujar Prada Adnan.

Bagi Prada Adnan, membiasakan anak-anak membaca buku adalah langkah awal menanamkan cita-cita tinggi.

Ia meyakini bahwa pembangunan desa yang sejati tidak hanya berhenti pada megahnya fasilitas fisik, melainkan juga pada penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Kehadiran perpustakaan keliling dalam rangkaian TMMD ini menjadi bukti nyata bahwa kami juga berfokus pada pembangunan manusia, khususnya generasi muda. Harapannya, semakin banyak anak-anak yang gemar membaca sehingga memiliki referensi pengetahuan yang luas tentang dunia,” tambahnya penuh harap.

Kegiatan literasi terpadu ini pun disambut hangat oleh para orang tua dan warga Desa Kesongo.

Mereka terharu melihat bagaimana para prajurit TNI dengan tulus mendampingi putra-putri mereka belajar, menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan dan penuh kasih.

Melalui interaksi sederhana namun bermakna ini, TMMD ke-129 di Desa Kesongo membuktikan bahwa filosofi Kemanunggalan TNI dengan Rakyat bukan sekadar slogan.

TNI hadir tidak hanya membangun infrastruktur fisik desa, tetapi juga ikut menyemai benih-benih kecerdasan, menanamkan semangat literasi, dan merajut fondasi masa depan anak-anak di pelosok daerah.

Kehangatan Pos 1 Kesongo: Ketika Satgas TMMD 129 Bojonegoro dan Warga Menyatu Tanpa Sekat

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Senja perlahan berganti malam di Pos 1 Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro Jawa Timur, tepatnya di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem.

Setelah seharian penuh berpeluh keringat berjibaku membuka akses jalan, merehabilitasi rumah warga, serta merampungkan berbagai sasaran fisik lainnya, pemandangan hangat menyelimuti keheningan desa pada Rabu (5/8/2026) malam.

Di atas karpet sederhana yang tergelar di ruang tengah rumah warga, tak ada lagi sekat pembatas antara prajurit berseragam loreng dan masyarakat setempat.

Mereka duduk melingkar, menikmati sajian makan malam ala kadarnya dalam suasana yang dipenuhi canda tawa, gelak tawa riang, serta obrolan ringan yang mengalir hangat tentang dinamika kehidupan pedesaan.

Momen persaudaraan ini menjadi bukti otentik bahwa hadirnya program TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik dan infrastruktur semata.

Lebih jauh dari itu, TMMD telah menjelma menjadi jembatan batin yang sangat kokoh, mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat di pelosok negeri.

Komandan SSK Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, menegaskan bahwa nilai kebersamaan merupakan roh paling mendasar dari seluruh rangkaian kegiatan TMMD.

“Keberhasilan TMMD bukan hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik, tetapi juga dari terbangunnya rasa kebersamaan dan kekeluargaan antara prajurit dengan masyarakat. Inilah yang menjadi kekuatan utama dalam setiap pelaksanaan TMMD,” ujarnya.

Ia menambahkan, kedekatan emosional dan hubungan kekeluargaan yang terjalin selama bermalam dan beraktivitas di Desa Kesongo diharapkan mampu mengobarkan semangat gotong royong warga. Dengan demikian, seluruh sasaran TMMD dapat diselesaikan tepat waktu dan memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.

Rasa haru dan syukur juga terpancar jelas dari raut wajah para warga. Ketua RT.013 RW.006 Dusun Krebet, Sukadi, yang hadir mewakili warga masyarakat Kesongo, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi tanpa lelah yang ditunjukkan oleh para prajurit TNI.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota Satgas TMMD yang telah bekerja tanpa mengenal lelah untuk membangun desa kami. Makan malam bersama ini menjadi bukti bahwa TNI benar-benar hadir di tengah masyarakat, tidak hanya membangun jalan dan rumah, tetapi juga membangun persaudaraan. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan dan kelancaran kepada seluruh personel Satgas hingga tugas TMMD selesai,” tutur Sukadi dengan penuh kehangatan.

Suasana makan malam yang bersahaja itu pun menjadi penutup sempurna bagi deretan aktivitas pengabdian hari itu di Desa Kesongo.

Dari meja makan yang sederhana, telah lahir ikatan persaudaraan yang semakin mengakar kuat, sebuah nilai fundamental yang menjadi fondasi utama keberhasilan program TMMD di Kabupaten Bojonegoro.

Menyapa Hati di Teras Rumah: Cara Babinsa Kesongo Rajut Kebersamaan di TMMD 129 Bojonegoro

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Suasana teras rumah warga di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, tampak berbeda hari itu, Rabu (5/8/2026) pagi.

Tanpa sekat formal maupun mimbar pidato, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kesongo, Serka Lasmidi, memilih cara yang begitu menyentuh untuk menyapa warga, duduk bersila di ubin teras, menyapa seorang ibu yang tengah menggendong bayinya, sembari berdialog hangat.

Pendekatan dari hati ke hati ini dilakukan Serka Lasmidi sebagai bentuk sosialisasi intensif pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129.

Melalui obrolan santai namun bermakna, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memahami bahwa TMMD bukan sekadar proyek fisik, melainkan gerakan kebersamaan untuk membangun masa depan desa yang lebih cerah.

Menurut Serka Lasmidi, esensi TMMD terletak pada kekuatan gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Pembangunan jalan, fasilitas umum, hingga program non-fisik seperti pelayanan kesehatan dan penyuluhan pemberdayaan warga tidak akan berjalan maksimal tanpa partisipasi aktif dari masyarakat itu sendiri.

“TMMD adalah program bersama. Keberhasilannya sangat bergantung pada sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kami berharap warga dapat ikut mendukung, menjaga hasil pembangunan, serta memanfaatkan seluruh fasilitas yang dibangun demi kemajuan Desa Kesongo,” ungkap Serka Lasmidi.

Sosialisasi humanis yang dibawakan Serka Lasmidi membuktikan bahwa komunikasi yang baik dan penuh kehangatan mampu melunakkan jarak.

Senyum ramah warga serta sambutan hangat dari para ibu di pelosok desa menjadi penanda bahwa semangat gotong royong siap menyambut kehadiran TMMD ke-129.

Melalui langkah kecil di teras-teras rumah warga, harapan besar kini dirajut bersama untuk mewujudkan Desa Kesongo yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.