Mendukbangga/BKKBN Dorong APKLI-P Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Koordinasi Nasional Keluarga Berencana (Kemendukbangga/BKKBN) RI emban 2 hal utama, yaitu, mengendalikan kependudukan dan mewujudkan keluarga bahagia dan sejahtera. Kalau ingin Indonesia maju, adil, dan makmur harus dimulai dari komunitas bangsa yang terkecil, yaitu keluarga. Untuk itu, saya banyak berharap ke Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia Perjuangan (APKLI-P) terus dan tetap di garda terdepan dalam pembangunan dan pemberdayaan ekonomi keluarga, kenapa?, tegas Mendukbangga/Kepala BKKBN RI, DR. H. Wihaji saat menerima audiensi Munas Ke-6 APKLI-P yang dipimpin Ketua Umum, dr. Ali Mahsun ATMO, M.Biomed. di Jakarta, Rabu, 19/8/2026.

Lebih lanjut Ketua Umum MKGR ini menuturkan, saat ini telah terjadi pergeseran peradaban, atau the new civilization. Dimana ketahanan keluarga menjadi benteng utama ketahanan dan keberadaban bangsa Indonesia. Oleh karena itu, ketangguhan keluarga dari sisi ekonomi menjadi keniscayaan. Dan peran sentral dan strategis ada dipundak emak-emak di negeri ini. Untuk itu, saya ingin membangun sinergi dan kolaborasi dengan APKLI-P guna mewujudkan keluarga Tangguh, Sejahtera, dan Bahagia.

Saya sampaikan apresiasi dan terima kasih atas keperpihakan besar Pak Menteri Wihaji terhadap pelaku ekonomi rakyat, PKL UMKM di Indonesia. Mereka, mayoritas menjadi lumbung pembangunan keluarga dibawah Mendukbangga/BKKBN RI. Bahkan dari dapur BKKBN RI inilah, melalui Grameen Bank, Muhammad Yunus (Bangladesh) mendapatkan hadiah nobel tahun1993. Untuk itu, kami memohon perkenan Bapak Wihaji selaku Mendukbangga/Kepala BKKBN RI, pertama, berkenan memberikan pengarahan dan menutup secara resmi Munas VI APKLI-P Tahun 2026 di Asrama Haji Jakarta. Kedua, meluncurkan Agenda Besar MUPP (Modal Usaha Produktif dan Pendampingan) PKL UMKM Indonesia. Lebih dari itu, ke depan, sinergi dan kolborasi antara Kemendukbangga/BKKBN RI dengan APKLI-P menjadi sebuah keniscayaan dalam mensukseskan Indonesia jemput puncak bonus demografi 2030 dan jadi negara maju 2045, ungkap Ketua Umum APKLI-P, dr. Ali Mahsun ATMO, M. Biomed. didampingi Ketua Wanhatnas, Prof DR Edi Slamet Irianto, Bendahara Umum Rien Mahkota Rosa, SH., Dewan Pakar DR Handini Wulan, Waketum Drs. Ali Akbar Soleman Batubara, Meihadir Ahmad, SH. dan Ahlan ELfaz, S.Sos., Ketua Suharto, SS. M.Ikom, MM. dan Wasekjen R. Iman Kadarusman, Tri Timbul Prasubakti, S. Komp,dan Ilhan Yulianto. Pada kesempatan yang sama, Staf Khusus M. Shoim HarisĀ  mendampingi Mendukbangga/Kepala BKKN RI.(GM)

Tinggalkan Balasan