YAPEN UTARA -(deklarasinews.com)- Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) tahap II kembali dilaksanakan di Distrik Yapen Utara, Kabupaten Kepulauan Yapen, Kamis (20/8/2026). Wakil Bupati Kepulauan Yapen Roi Palunga turun langsung memantau pelaksanaan intervensi gizi sekaligus melihat perkembangan kondisi para penerima manfaat.
Kegiatan berlangsung di wilayah kerja Puskesmas Tindaret dan Puskesmas Yobi dengan melibatkan tenaga kesehatan, kepala puskesmas/pustu, dokter, Pemerintah Distrik Yapen Utara serta keluarga penerima manfaat.
Roi Palunga didampingi Kepala Distrik Yapen Utara Aldius Kanggunum bersama staf distrik. Kehadiran Wakil Bupati menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen untuk memastikan program percepatan penurunan stunting tidak hanya berjalan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Di wilayah kerja Puskesmas Tindaret tercatat 23 penerima manfaat, sedangkan Puskesmas Yobi menangani 17 penerima manfaat. Secara keseluruhan terdapat 40 penerima manfaat dalam Program Genting tahap II di Distrik Yapen Utara yang terdiri atas ibu hamil, ibu menyusui dan bayi di bawah dua tahun (baduta).
Pada tahap kedua, penerima manfaat kembali mendapatkan bantuan bahan makanan bergizi sesuai kebutuhan masing-masing kelompok sasaran. Bantuan tersebut berupa susu sesuai kelompok sasaran, telur, kacang hijau dan gula pasir.
Untuk baduta diberikan susu pertumbuhan sesuai usia, sementara ibu hamil dan ibu menyusui mendapatkan susu khusus yang dilengkapi telur, kacang hijau dan gula pasir.
Dalam arahannya, Roi Palunga mengajak seluruh pihak bersyukur karena program intervensi gizi dapat kembali dilanjutkan.

“Puji dan syukur atas anugerah Tuhan, kita kembali berkumpul untuk menerima bahan makanan bergizi dalam program stunting yang dilaksanakan oleh orang tua asuh,” ujar Roi.
Menurutnya, pelaksanaan tahap kedua menjadi momentum penting untuk mengevaluasi perkembangan penerima manfaat setelah mendapatkan intervensi pada tahap pertama.
Pemerintah daerah, kata Roi, berharap pemberian makanan bergizi secara berkelanjutan dapat meningkatkan kondisi gizi ibu dan anak serta memberikan dampak terhadap pertumbuhan baduta.
“Kami berharap tahap pertama yang sudah dilaksanakan memberikan dampak, paling tidak dari sisi gizi anak-anak kita, ibu hamil dan ibu menyusui yang menjadi penerima manfaat. Di tahap kedua ini, dampaknya semakin terlihat,” katanya.
Roi juga menekankan pentingnya ketepatan sasaran dalam pemanfaatan bantuan. Menurutnya, bahan makanan yang diberikan harus benar-benar dikonsumsi oleh penerima manfaat sesuai peruntukannya.
“Kalau untuk ibu hamil, bantuan itu untuk ibu hamil. Begitu juga kalau untuk bayi, ya untuk bayi. Jangan sampai diberikan kepada yang lain. Ini penting supaya pertumbuhan anak-anak kita sejak bayi dapat berjalan dengan baik,” tegasnya.
Ada Perubahan Kondisi Penerima Manfaat
Pelaksanaan Genting tahap II juga menunjukkan adanya perkembangan positif pada penerima manfaat. Salah satunya terlihat di wilayah kerja Puskesmas Yobi.
Roi Palunga menyebutkan, seorang ibu yang pada bulan sebelumnya memiliki berat badan 40 kilogram, setelah mendapatkan intervensi gizi, kini berat badannya meningkat menjadi 50 kilogram.
Perubahan tersebut menjadi salah satu indikator awal bahwa intervensi yang dilakukan mulai memberikan dampak terhadap kondisi penerima manfaat.
“Kita berharap pada tahap berikutnya perkembangan seperti ini semakin banyak dan status gizi penerima manfaat terus membaik,” kata Roi.
Meski demikian, ia meminta tenaga kesehatan tetap melakukan pemantauan secara berkala. Pemeriksaan dan pendampingan dinilai penting untuk mengetahui perkembangan kondisi kesehatan serta status gizi masing-masing penerima manfaat.
Berlanjut ke Tahap III
Program Genting di Distrik Yapen Utara akan kembali dilanjutkan pada tahap ketiga. Roi Palunga memastikan dirinya akan kembali hadir untuk memantau pelaksanaan program tersebut.
Tidak hanya menghadiri penyerahan bantuan, Wakil Bupati bahkan berencana turun langsung mengunjungi rumah penerima manfaat untuk melihat kondisi keluarga sekaligus memastikan bantuan yang diberikan benar-benar digunakan sesuai tujuan.
“Kami akan hadir lagi pada tahap ketiga dan turun langsung ke rumah penerima bantuan,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen berharap kesinambungan intervensi melalui Program Genting dapat membantu memperbaiki status gizi ibu dan anak sekaligus menekan risiko stunting di daerah.
Melalui kolaborasi pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pemerintah distrik, orang tua asuh dan keluarga penerima manfaat, program tersebut diharapkan mampu menciptakan generasi Yapen yang tumbuh sehat, berkualitas dan memiliki masa depan yang lebih baik.