Sempat Disebut “Anak Tiri”, Bupati Egi Buka Data: Anggaran Natar Ternyata Paling Besar

NATAR -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan pembangunan secara merata di 17 kecamatan.

Namun, ia menekankan bahwa pemerataan bukan berarti pembagian anggaran secara sama rata, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan wilayah, luas daerah, serta jumlah penduduk.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Egi saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 titik ke-16 di Kecamatan Natar yang digelar di Aula Balai Desa Candimas, Jumat (13/2/2026).

Dalam forum strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat tersebut, Bupati Egi sekaligus membantah anggapan bahwa Kecamatan Natar menjadi “anak tiri” pembangunan.

Ia memaparkan data alokasi anggaran Tahun 2025 yang menunjukkan Kecamatan Natar menerima anggaran fisik sebesar Rp45 miliar, terbesar dibandingkan kecamatan lainnya di Kabupaten Lampung Selatan.

“Bagaimana mungkin disebut anak tiri, kalau anggarannya paling besar se-Kabupaten Lampung Selatan. Ruas jalannya paling banyak, panjang jalan yang dibangun juga paling tinggi,” tegasnya.

Sepanjang tahun 2025, pemerintah daerah merealisasikan 26 lokasi pembangunan ruas jalan di Natar dengan total panjang 17,5 kilometer. Selain itu, pembangunan lima jembatan, tiga drainase, 10 titik sanitasi dan air minum, 13 kegiatan sumber daya air, serta normalisasi dan pembangunan embung juga dilaksanakan di wilayah tersebut.

Menurutnya, konsep pemerataan pembangunan yang diterapkan pemerintah daerah mengedepankan asas keadilan berbasis kebutuhan. Kecamatan dengan wilayah luas dan jumlah penduduk besar, seperti Natar, memerlukan alokasi pembangunan yang lebih besar agar pelayanan publik berjalan optimal.

“Semua kecamatan dapat pembangunan jalan dan perbaikan sekolah. Itulah pemerataan yang adil, sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing wilayah,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Egi juga memaparkan capaian makro pembangunan Lampung Selatan Tahun 2025 yang menunjukkan tren positif.

Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 4,62 persen, angka kemiskinan turun menjadi 12,05 persen, tingkat pengangguran terbuka menurun menjadi 4,67 persen, dan Indeks Pembangunan Manusia meningkat menjadi 73,10.

Ia mengajak masyarakat melihat pembangunan secara objektif dan tidak mudah terpengaruh isu yang tidak berdasar. Menurutnya, Musrenbang merupakan momentum penting untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menyusun prioritas pembangunan yang tepat sasaran untuk tahun 2027.

Bupati Egi juga menyoroti posisi strategis Kecamatan Natar yang berbatasan langsung dengan Kota Bandar Lampung serta menjadi akses menuju Bandara Radin Inten II. Karena itu, ia mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan melalui penguatan Gerakan Desa Helau dengan semangat Asri, Bersih, Rapih, Indah serta Bersih, Kering, dan Wangi.

Sementara itu, Camat Natar, Eko Irawan, menyampaikan sejumlah usulan prioritas pembangunan tahun 2027, di antaranya rekonstruksi dan rehabilitasi infrastruktur jalan, pembangunan Mal Pelayanan Publik mini, perbaikan sekolah, normalisasi embung dan sungai, bantuan sektor pertanian, serta peningkatan fasilitas kesehatan dan keluarga berencana.

Musrenbang tersebut menjadi ruang konsolidasi antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk memastikan arah pembangunan berjalan merata, terukur, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Lampung Selatan.(Red)

Ketua MPR Datang, Bupati Lampung Selatan Ungkap Strategi Besar Bangun Ekonomi Rakyat

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Kunjungan kerja Ketua MPR RI Ahmad Muzani ke Kabupaten Lampung Selatan menjadi momentum strategis bagi pemerintah daerah untuk menunjukkan arah pembangunan yang tengah dijalankan, terutama penguatan ekonomi rakyat melalui sektor pertanian, pariwisata, dan UMKM.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Rajabasa Kantor Bupati Lampung Selatan, Jumat (13/2/2026) itu turut dihadiri Bupati, Radityo Egi Pratama, Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar, anggota DPRD provinsi serta kabupaten/kota di Lampung, unsur Forkopimda, dan kepala perangkat daerah.

Dalam sambutannya, Ahmad Muzani mengapresiasi fokus pembangunan Lampung Selatan yang dinilai konsisten mengarah pada sektor strategis berbasis masyarakat.

Menurutnya, pertanian, pariwisata, dan UMKM merupakan fondasi ekonomi rakyat yang perlu terus diperkuat secara berkelanjutan.

Ia menilai Kabupaten Lampung Selatan memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi kekuatan ekonomi di Provinsi Lampung apabila dikelola dengan pendekatan kolaboratif dan berkesinambungan antara pemerintah pusat dan daerah.

“Saya melihat Lampung Selatan memiliki potensi besar. Jika dikelola dengan konsisten dan kolaboratif, daerah ini bisa menjadi salah satu kekuatan ekonomi di Lampung,” ujar Muzani.

Sementara itu, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menegaskan pembangunan yang dilakukan tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Sektor pertanian harus mampu meningkatkan nilai tambah bagi petani, pariwisata membuka lapangan kerja, serta UMKM naik kelas dan lebih kompetitif,” kata Egi.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Egi juga memperkenalkan inovasi Virtual Tour 360 sebagai bagian dari strategi promosi investasi dan pariwisata berbasis digital.

Langkah ini dinilai penting untuk memperluas jangkauan promosi daerah di tengah perkembangan teknologi dan persaingan antarwilayah dalam menarik investor maupun wisatawan.

“Di era sekarang, promosi tidak cukup hanya dengan cara konvensional. Kami memanfaatkan teknologi agar potensi Lampung Selatan bisa dilihat lebih luas, baik oleh investor maupun wisatawan,” katanya.

Ia menambahkan, kekuatan Lampung Selatan terletak pada potensi lokal yang beragam, termasuk kedekatan geografis dengan kawasan Gunung Anak Krakatau yang menjadi salah satu daya tarik wisata unggulan daerah.

“Kami optimistis, dengan dukungan pemerintah pusat dan sinergi semua pihak, Kabupaten Lampung Selatan bisa tumbuh lebih cepat dan berkontribusi nyata bagi pembangunan nasional,” ujar Bupati Egi.

Kunjungan kerja Ketua MPR tersebut sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi pusat dan daerah dalam memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan secara berkelanjutan, sejalan dengan arah kebijakan pembangunan nasional.(Red)

Dari Mars Daerah ke Visi Nasional, Ahmad Muzani: Lampung Selatan Kuat Jadi Fondasi Indonesia Kuat

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, menegaskan bahwa kekuatan Indonesia bertumpu pada kemajuan daerah.

Mengutip penggalan Mars Lampung Selatan “Jaya Lampung Selatan, Jayalah Indonesia”, ia menyebut kalimat tersebut bukan sekadar semboyan, melainkan visi pembangunan yang harus diwujudkan melalui kerja nyata demi Indonesia yang kuat.

Pernyataan itu disampaikan Muzani saat kunjungan kerja di Kabupaten Lampung Selatan, dalam pertemuan bersama Bupati Radityo Egi Pratama, Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar, anggota legislatif dari provinsi dan kabupaten/kota, unsur Forkopimda, serta jajaran kepala perangkat daerah serta undangan terkait lainnya, di Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, Jumat (13/2/2026).

Dalam arahannya, Muzani menekankan bahwa indikator utama keberhasilan pembangunan daerah adalah kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, pembangunan dinilai berhasil jika masyarakat memiliki pekerjaan, penghasilan layak, serta mampu memenuhi kebutuhan keluarga secara berkelanjutan.

Ia menyebut sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi Lampung Selatan. Komoditas strategis seperti padi, jagung, dan singkong perlu didukung kebijakan yang menjaga stabilitas harga sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani sebagai pelaku utama produksi pangan.

Muzani juga menyinggung arah kebijakan nasional di bawah Presiden Prabowo Subianto yang menekankan penguatan ekonomi kerakyatan, termasuk dukungan terhadap sektor produksi dan stabilitas komoditas untuk menjaga daya beli masyarakat.

Selain pertanian, sektor pariwisata dinilai memiliki potensi besar menjadi motor penggerak ekonomi baru. Ia menilai potensi pesisir dan kedekatan wilayah dengan kawasan Gunung Anak Krakatau sebagai aset strategis yang harus dikelola secara profesional dan berkelanjutan agar memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.

Tak kalah penting, penguatan UMKM disebut sebagai jantung ekonomi rakyat. Muzani menekankan pentingnya akses permodalan, sertifikasi produk, hingga pemasaran digital agar pelaku usaha lokal mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.

“Jika pertanian kuat, pariwisata tumbuh, dan UMKM berkembang, maka Lampung Selatan akan jaya. Dan jika Lampung Selatan jaya, Indonesia pun akan semakin kuat,” tegasnya.(Red)

 

Ketua MPR RI Apresiasi Virtual Tour 360 Lampung Selatan, Dinilai Jadi Strategi Promosi Daerah di Era Digital

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Kunjungan kerja Ketua MPR RI Ahmad Muzani ke Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (13/2/2026), menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk menampilkan inovasi promosi berbasis digital.

Salah satu yang mendapat sorotan utama adalah layanan Virtual Tour 360 derajat yang menampilkan destinasi wisata, potensi investasi hingga gambaran pembangunan daerah secara interaktif.

Kunjungan Ketua MPR RI yang berlangsung di Kantor Bupati Lampung Selatan tersebut disambut langsung oleh Bupati Radityo Egi Pratama bersama Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar, anggota DPRD Provinsi Lampung dan kabupaten/kota di Lampung, serta unsur Forkopimda dan kepala perangkat daerah.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Muzani menyaksikan secara langsung presentasi layanan digital Virtual Tour 360 derajat yang dikembangkan sebagai sarana promosi daerah.

Layanan tersebut memuat informasi visual mengenai destinasi wisata unggulan, peluang investasi, serta perkembangan pembangunan Kabupaten Lampung Selatan dalam format digital yang interaktif.

Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam memanfaatkan teknologi sebagai media promosi yang dinilai relevan dengan kebutuhan zaman.

“Inovasi seperti Virtual Tour 360 ini menunjukkan kesiapan daerah menghadapi transformasi digital. Promosi berbasis teknologi akan membuka akses yang lebih luas, baik untuk menarik wisatawan maupun investor,” ujar Ahmad Muzani.

Selain meninjau inovasi digital, Ketua MPR RI juga mengunjungi bazar UMKM yang digelar di pelataran Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Selatan.

Berbagai produk unggulan dipamerkan, mulai dari keripik pisang, selai pisang, roti, wedang jahe, aneka olahan ikan, tukus, hingga kain tapis dan produk kerajinan lainnya.

Dalam kunjungan tersebut, Ahmad Muzani terlihat memborong sejumlah produk UMKM sebagai bentuk dukungan langsung terhadap pelaku usaha lokal.

Ia menilai kualitas produk yang ditampilkan memiliki potensi daya saing dan peluang untuk berkembang di pasar yang lebih luas.

Kegiatan ini juga dihadiri unsur legislatif, eksekutif, tokoh adat, serta berbagai pemangku kepentingan daerah. Kehadiran berbagai elemen tersebut menjadi simbol sinergi pembangunan yang diharapkan mampu mendorong Lampung Selatan melangkah lebih progresif melalui inovasi digital, penguatan UMKM, serta promosi potensi daerah yang semakin modern.(Red)

 

Berani Suarakan Aspirasi di Musrenbang, Tiga Siswa SMPN Satap 2 Kalianda Dapat Tabungan Pendidikan dari Bupati Egi

LAMSEL -(deklarasinews.com)-  Keberanian tiga siswa SMPN Satu Atap (Satap) 2 Kalianda menyampaikan aspirasi langsung di forum resmi pemerintah berbuah apresiasi.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, memberikan tabungan pendidikan sebagai bentuk penghargaan atas keberanian mereka menyuarakan kebutuhan sekolah, khususnya terkait belum adanya perpustakaan dan kondisi jalan rusak menuju sekolah.

Ketiga siswa tersebut yakni Ridwan Saputra, putra Sahpri dan Asnawati; Putri Yanitasari, putri Kuswandi dan Dewi Haryati; serta Agil Jerfi Nugroho, putra Nurhadi dan Riyanti.

Mereka menyampaikan aspirasi dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 Kecamatan Kalianda yang digelar di Kantor Kecamatan Kalianda, Kamis (12/2/2026).

Aspirasi para pelajar ini langsung mendapat perhatian dari Bupati Egi. Penyampaian mereka dinilai istimewa karena dilakukan dalam tiga bahasa sekaligus, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Lampung, dan Bahasa Inggris.

Bupati Egi mengaku bangga melihat keberanian generasi muda Lampung Selatan yang berani berbicara di ruang publik dan forum pemerintahan. Ia menilai partisipasi pelajar menjadi indikator meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pembangunan daerah.

“Jalannya rusak, nanti dicek dulu sama PU, jalan menuju SMPN Satap 2 Kalianda. Keren, saya senang melihat masyarakat Lampung Selatan sekarang ini. Nanti saya kasih tabungan pendidikan ya. Tolong diminta data-datanya, ini apresiasi karena berani berbicara dengan bahasa Inggris dan bahasa Lampung,” ujar Egi.

Selain memberikan apresiasi, Bupati Egi juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan menindaklanjuti aspirasi tersebut, khususnya terkait perbaikan infrastruktur jalan menuju sekolah dan pemenuhan fasilitas pendidikan yang masih terbatas.

Pemberian tabungan pendidikan diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para pelajar untuk terus berprestasi, berani menyampaikan gagasan secara santun, serta aktif berpartisipasi dalam pembangunan lingkungan sekitarnya.

Momentum ini juga menjadi gambaran meningkatnya ruang partisipasi masyarakat, termasuk kalangan pelajar, dalam proses perencanaan pembangunan daerah yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan nyata di lapangan.(Red)

 

Bupati Egi Soroti Peran Masyarakat Jaga Kebersihan demi Kemajuan Daerah

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sebagai faktor utama menciptakan daerah yang nyaman sekaligus menarik bagi wisatawan.

Pesan tersebut disampaikan Radityo Egi Pratama saat menghadiri Grand Opening Cik Tien Oleh-oleh Lampung, Rabu (11/2/2026).

Bupati Egi menekankan bahwa kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi harus menjadi budaya bersama seluruh masyarakat. Menurutnya, lingkungan yang bersih dan tertata akan meningkatkan daya tarik suatu wilayah.

“Kesadaran menjaga kebersihan dan lingkungan harus benar-benar tumbuh. Kalau ada dua pilihan, lingkungan kotor dan lingkungan bersih, orang pasti akan datang ke tempat yang bersih,” ujar Egi saat menyampaikan sambutan.

Ia menambahkan, jika Kalianda ingin hidup dan semakin ramai dikunjungi wisatawan, maka kondisi lingkungan harus terjaga dengan baik. Pemerintah daerah, kata dia, terus berupaya mengingatkan masyarakat agar ikut berperan aktif menjaga kebersihan demi kemajuan daerah.

“Kami bersama jajaran terus mengingatkan. Masyarakat harus ikut bergerak. Kalau ingin Kalianda ramai dan Lampung Selatan berkembang, maka kebersihan dan kerapian harus dijaga bersama,” katanya.

Egi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Lampung Selatan dengan memulai perubahan dari diri sendiri dan lingkungan sekitar. Menurutnya, sepinya suatu daerah tidak hanya dipengaruhi satu faktor, melainkan berbagai aspek yang saling berkaitan, seperti kebersihan, penataan wilayah, serta partisipasi masyarakat.

“Jangan hanya bisa menyalahkan. Satu jari menunjuk orang lain, tiga jari menunjuk ke diri sendiri. Mari kita berbenah bersama. Kalau masyarakat ingin hidupnya berubah dan daerah ini maju, semua harus ikut bergerak. Bagaimana caranya Lampung Selatan ini bisa ramai dan berkembang, itu tanggung jawab kita bersama,” kata Egi. (Red)

 

Bupati Egi Resmikan Cik Tien Oleh-oleh Lampung, Dorong Lamsel Jadi Destinasi Singgah Berbasis UMKM

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Upaya mendorong Lampung Selatan menjadi daerah tujuan singgah berbasis ekonomi lokal terus diperkuat.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, meresmikan Grand Opening Cik Tien Oleh-oleh Lampung di Jalan Kusuma Bangsa No. 175 Kalianda, Rabu (11/2/2026), yang sekaligus dirangkai dengan peresmian Sekretariat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) Kabupaten Lampung Selatan.

Peresmian ditandai dengan penerbangan balon serta penandatanganan prasasti oleh Bupati Radityo Egi Pratama bersama owner Cik Tien Oleh-oleh Lampung, Yustina Dwi Hafsari, didampingi Ketua DPC Hippi Lampung Selatan Yosefh Fauzi.

Kehadiran pusat oleh-oleh tersebut menjadi simbol dimulainya operasional ruang distribusi produk UMKM sekaligus pusat kolaborasi pelaku usaha lokal.

Dalam sambutannya, Bupati Egi menilai peresmian itu sebagai contoh nyata sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan UMKM dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah. Menurutnya, kemandirian ekonomi bertumpu pada dua aspek utama, yakni pelaku usaha yang inovatif serta kualitas produk dan jasa yang mampu bersaing.

“Ini kombinasi yang baik dan nyata untuk kepentingan ekonomi Lampung Selatan. Kemandirian ekonomi kuncinya ada dua, pelaku usaha dan produk atau jasa. Hari ini kita melihat inovasi pengusaha lokal yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman,” ujar Bupati Egi.

Ia berharap keberadaan pusat oleh-oleh mampu meningkatkan perputaran ekonomi sekaligus menjadi embrio wadah yang lebih besar dalam memajukan UMKM dan pariwisata daerah.

Menurutnya, penguatan ruang distribusi produk lokal menjadi langkah strategis agar Lampung Selatan tidak hanya menjadi daerah lintasan, tetapi juga destinasi yang memberi pengalaman bagi wisatawan.

“Saya tidak ingin Lampung Selatan hanya dilintasi, tetapi menjadi daerah tujuan singgah yang nyaman. Dari gerbang Sumatra kita jadikan beranda Sumatra. Kita siapkan ruang yang membuat orang datang, betah, dan kembali lagi,” katanya.

Sementara itu, Owner Cik Tien Oleh-oleh Lampung, Yustina Dwi Hafsari, menyampaikan bahwa kehadiran toko oleh-oleh tersebut berangkat dari kebutuhan wisatawan yang selama ini kesulitan menemukan pusat oleh-oleh yang mudah dijangkau di wilayah Kalianda. Ia berharap toko tersebut dapat menjadi solusi sekaligus sarana promosi produk UMKM lokal.

“Selama ini wisatawan menemui kesulitan mendapatkan toko oleh-oleh yang mudah dijangkau di Kalianda. Karena itu, kami menghadirkan Cik Tien sebagai solusi bagi wisatawan yang ingin pulang membawa khas Lampung sekaligus mendukung produk UMKM lokal. Saya percaya upaya kecil ini bisa menjadi bagian dari penguatan pariwisata dan UMKM Lampung Selatan,” ujar Yustina.

Di sisi lain, Ketua DPC Hippi Lampung Selatan, Yosefh Fauzi, menegaskan bahwa sekretariat baru tersebut akan menjadi ruang diskusi dan kolaborasi pengusaha lokal dalam memperkuat ekosistem UMKM. Ia menyebut keberadaan fasilitas distribusi produk melalui Cik Tien akan memperluas peluang pemasaran bagi pelaku usaha daerah.

“Hippi sudah lama hadir, dan kini kami kembali bersama UMKM. Gedung ini mungkin kecil, tetapi insyaallah penuh makna dan keberkahan. Di sini kita berdiskusi, berbagi pengalaman, serta didukung fasilitas distribusi produk UMKM melalui Cik Tien. Kolaborasi seperti ini sangat baik untuk membangun Lampung Selatan,” kata Yosefh.

Peresmian tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan ruang kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, pelaku usaha, dan UMKM, sekaligus memperkuat posisi Lampung Selatan sebagai gerbang ekonomi dan pariwisata di Pulau Sumatra.(Red)

Pimpin Korve di Dermaga Bom Kalianda, Bupati Egi Tegaskan Komitmen Jaga Lingkungan dan Dorong Zero Waste

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan bersama Kodim 0421/Lampung Selatan menggelar karya bakti pembersihan fasilitas umum dan sungai di kawasan Dermaga Bom Kalianda, Rabu (11/2).

Kegiatan tersebut menjadi implementasi instruksi Presiden Republik Indonesia terkait pelaksanaan Korve pembersihan lingkungan sekaligus penguatan Gerakan Lingkungan Hidup Bebas Sampah (Zero Waste) di daerah setempat.

Aksi gotong royong diawali dengan apel bersama yang dipimpin langsung Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, serta dihadiri Wakil Bupati M. Syaiful Anwar dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen, mulai dari Polres Lampung Selatan, Satpol PP, Damkar, perangkat daerah, hingga pemerintah kecamatan dan kelurahan setempat.

Ratusan peserta kemudian bergerak membersihkan sampah di area fasilitas umum dan aliran sungai di sekitar Dermaga Bom, yang dikenal sebagai salah satu titik aktivitas masyarakat pesisir Kalianda.

Dalam arahannya, Bupati Egi menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk komitmen nyata dalam menjaga lingkungan, kesehatan masyarakat, dan masa depan daerah.

“Pagi ini kita tidak hanya bekerja secara fisik, tetapi menegaskan komitmen menjaga lingkungan, menjaga kesehatan, dan menjaga masa depan Lampung Selatan. Kepedulian tidak menunggu perintah, dan aksi nyata lebih kuat daripada sekadar wacana,” ujarnya.

Bupati Egi juga menyampaikan apresiasi kepada Kodim 0421/LS dan Polres Lampung Selatan yang dinilai konsisten hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga mendukung pembangunan serta kepedulian terhadap lingkungan.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dan Forkopimda merupakan kekuatan strategis dalam membangun disiplin kolektif terhadap kebersihan serta memperkuat budaya gotong royong di masyarakat.

Ia menambahkan, kawasan sungai dan dermaga memiliki peran vital sebagai urat nadi kehidupan masyarakat pesisir. Lingkungan yang bersih, kata dia, akan berdampak langsung pada kesehatan, aktivitas ekonomi, hingga citra daerah.

“Kalau lingkungannya bersih, ekonomi bergerak, kesehatan terjaga, dan martabat daerah meningkat. Zero waste bukan sekadar slogan, tetapi cara berpikir, cara bersikap, dan cara bertindak,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Egi berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan budaya baru di tengah masyarakat, yakni budaya tidak membuang sampah sembarangan, budaya peduli lingkungan, serta semangat gotong royong yang berkelanjutan.

Kegiatan karya bakti ini diharapkan menjadi pemantik kesadaran bersama untuk mewujudkan Lampung Selatan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan melalui gerakan Zero Waste yang konsisten serta terintegrasi di berbagai sektor.(Red)

Pemkab Lampung Selatan Siapkan Lomba Desa Helau, Desa Paling Cantik dan Inovatif Bakal Dapat Hadiah Infrastruktur

KETAPANG -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan berencana menggelar lomba Desa Helau dengan hadiah pembangunan infrastruktur bagi desa yang berhasil menciptakan lingkungan indah, hijau, inovatif, dan berdaya saing.

Program tersebut digagas sebagai stimulus percepatan pembangunan berbasis partisipasi masyarakat di tingkat desa.

Rencana tersebut disampaikan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, saat membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 Kecamatan Ketapang yang berlangsung di Desa Sri Pendowo, Rabu (11/2/2026).

Dalam forum perencanaan pembangunan tersebut, Bupati Egi mengajak seluruh kepala desa bersama masyarakat untuk berkompetisi secara positif dengan menghadirkan desa yang lebih maju, asri, inovatif, dan berdaya saing.

Menurutnya, lomba Desa Helau akan menjadi pemicu agar desa-desa terus berbenah dan menghadirkan perubahan nyata yang dirasakan langsung oleh warga.

“Saya ingin bapak ibu semua bikin desa helau. Kita akan launching, setiap desa nanti kita lombakan, hadiahnya infrastruktur. Bikin desanya jadi cantik, hijau, lestari, elok, aman, dan SDM-nya unggul,” ujar Egi.

Ia menegaskan, program tersebut bukan sekadar kompetisi seremonial, melainkan gerakan kolektif yang mendorong pembangunan desa berbasis kreativitas dan partisipasi masyarakat. Desa didorong menghadirkan karya inovatif yang mampu meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus kesejahteraan warganya.

“Kita sama-sama berlomba dalam kebaikan. Bikin karya-karya inovatif, karya-karya yang berdampak untuk masyarakat,” tambahnya.

Selain memaparkan program strategis desa, Bupati Egi juga mengingatkan para kepala desa agar menjalankan amanah jabatan secara profesional serta tidak mempersulit masyarakat dalam pelayanan publik. Ia menekankan pentingnya integritas dan kepatuhan terhadap aturan, disertai pengawasan ketat dari pemerintah daerah melalui inspektorat.

“Jangan dengan jabatan kepala desa mempersulit diri sendiri dan masyarakat. Saya tidak main-main, saya tidak bisa lindungi. Mau itu tim sukses saya sekalipun, kalau melanggar hukum ya saya angkat tangan,” tegasnya.

Dalam Musrenbang kecamatan yang menjadi titik ke-11 tersebut, Egi juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terbuka terhadap kritik dan laporan masyarakat.

Namun, setiap laporan harus disertai identitas serta bukti yang jelas agar dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum.

“Saya tidak anti kritik, tapi kalau laporan akun bodong tanpa identitas saya tidak bisa tanggapi karena tidak tahu benar atau tidak. Ada yang tanya kenapa aduannya lama ditanggapi, karena kita harus cari bukti dulu. Satu aduan saja bisa seminggu, karena harus mengumpulkan alat bukti,” jelasnya.

Melalui forum Musrenbang RKPD 2027 tersebut, Pemkab Lampung Selatan berharap sinergi antara pemerintah daerah, desa, dan masyarakat semakin kuat, sehingga program pembangunan, termasuk lomba Desa Helau, mampu mendorong perubahan nyata menuju desa yang lebih maju, hijau, dan berdaya saing. (Red)

Prestasi Beruntun! Lampung Selatan Raih Opini Kualitas Tinggi Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik 2025

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Prestasi demi prestasi terus ditorehkan Kabupaten Lampung Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama dan Wakil Bupati Muhammad Syaiful Anwar.

Kali ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan meraih Opini Ombudsman Republik Indonesia kategori Kualitas Tinggi dalam Penilaian Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2025.

Penghargaan tersebut diberikan oleh Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Lampung berdasarkan periode observasi pada September hingga November 2025 pada acara Penyampaian Hasil Penilaian/Opini Ombudsman RI Tahun 2025.

Penyerahan penghargaan berlangsung di Gedung Balai Keratun Lantai III, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Senin (9/2/2026), dan diserahkan Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela kepada Plt Asisten Administrasi Umum Setdakab Lampung Selatan, Edy Firnandi, disaksikan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Lampung, Nur Rahman Yusuf.

Penilaian ini mengacu pada Peraturan Ombudsman Nomor 61 Tahun 2025 tentang Penilaian Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik sebagai bagian dari fungsi pengawasan pelayanan publik secara nasional. Dalam hasil penilaian tersebut, Kabupaten Lampung Selatan memperoleh nilai 80,51 dengan predikat Baik (Kualitas Tinggi).

Adapun unit layanan yang menjadi objek penilaian meliputi Dinas Sosial, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Ketiga unit layanan tersebut dinilai menunjukkan kualitas pelayanan publik yang baik dan konsisten memenuhi standar pelayanan kepada masyarakat.

Plt Asisten Administrasi Umum Setdakab Lampung Selatan, Edy Firnandi, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Berdasarkan hasil pengawasan pelayanan publik, Kabupaten Lampung Selatan berhasil meraih Predikat Penilaian Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2025 dari Ombudsman RI dengan nilai 80,51 kategori Baik atau Opini Kualitas Tinggi,” ujar Edy.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Egi-Syaiful dalam memperbaiki tata kelola pelayanan publik agar semakin profesional, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Alhamdulillah, Kabupaten Lampung Selatan mendapatkan penghargaan Opini Kualitas Tinggi dari Ombudsman RI. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik,” tambahnya.

Edy juga menegaskan bahwa hasil penilaian Ombudsman RI akan dijadikan bahan evaluasi dan penguatan sistem pelayanan publik ke depan. Pemkab Lampung Selatan berkomitmen mendorong pelayanan yang semakin cepat, mudah, serta akuntabel bagi masyarakat.

Penghargaan ini sekaligus mempertegas posisi Kabupaten Lampung Selatan sebagai salah satu daerah di Provinsi Lampung yang serius membangun pelayanan publik berkualitas dan berintegritas, sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dan peningkatan kinerja pemerintahan daerah. (Kmf)